Articles

Found 16 Documents
Search

Prevalence and Intensity of Ectoparasites on Clarias gariepinus From Aquaculture Pond in Aceh Besar District, Indonesia Fautama, Fitria Nelda; Zulfahmi, Ilham; Muliari, Muliari; Anas, Adian Aristia
Jurnal Biodjati Vol 4, No 1 (2019): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v4i1.4328

Abstract

Information related to the prevalence and intensity of para-sites in an aquatic environment is crucial as preventive and responsive efforts to manage aquatic resources, especially for fish farming pur-poses. Up to now, information related to the prevalence and intensity of ectoparasites on catfish from aquaculture ponds in Aceh Besar Dis-trict is rare. This study aims to investigate the prevalence, intensity, and dominance of ectoparasites on catfish from aquaculture ponds in Aceh Besar district. The total of 200 catfish from four research stations at Sibreh, Kareung, Lambaro, and Limpok was observed in this study. The ectoparasites observation was focused on the skin, fins, and gill of the catfish. The observation parameter consists of prevalence, in-tensity, domination, length-weight relationship, and condition factor. Identification result showed that there were four types of ectoparasites infect the catfish in the aquaculture ponds in Aceh Besar District i.e Trichodina sp., Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp. and Ichthyopthyri-us multifiliis. Station 3 (Lambaro) had the highest prevalence and in-tensity, which were 64% and 5.87 ectoparasites/fish, respectively. In-fected catfish tended to have a lower weight growth than healthy catfish.
PERUBAHAN STRUKTUR HISTOLOGIS INSANG DAN HATI IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linnaeus 1758) YANG TERPAPAR MERKURI Zulfahmi, Ilham; Affandi, Ridwan; Batu, Djamar T.F. Lumban
Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan struktur histologis organ insang, hati dan ginjal ikan nila akibat dari paparan merkuri. Penelitian dilakukan dari bulan Februari hingga Juni 2013. Ikan nila berukuran panjang 11-13 cm dengan bobot rata-rata 20 gram dipaparkan pada konsentrasi sub kronik merkuri klorida (0,164 mgL-1) selama 56 hari. Pembuatan preparat histologis hati dan dilakukan dengan metode histoteknik menggunakan pewarnaan Haemotoxylin dan Eosin. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif pada hati dan ginjal ikan nila akibat dari paparan merkuri. Paparan merkuri pada organ insang menyebabkan terjadinya perubahan struktur histologis berupa perbesaran sel organ (hypertrophy), penambahan jumlah sel (hyperplasia) pembengkokan lamela sekunder (curling of secondary lamella), penghimpitan lamella sekunder (fusion in secondary lamella)  dan kematian sel  (neukrosis). Perubahan histologis pada organ hati berupa perbesaran sel organ (hypertrophy), penambahan jumlah sel (hyperplasia), penciutan inti  sel (shrinkage of hepatocytes), pendarahan (hemorage), dan kematian sel (neukrosis).Kata kunci: merkuri klorida, histologis, hypertrophy, hyperplasia, neukrosis.
BIOREMEDIASI LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN Spirogyra sp Baihaqi, Baihaqi; Rahman, Mujibul; Zulfahmi, Ilham; Hidayat, Muslich
Biotik Vol 5, No 2 (2017): JURNAL BIOTIK
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v5i2.3021

Abstract

One type of algae that potentially reduces palm oil mill effluent is Spirogyra sp. Spirogyra sp. Has a wide distribution on the coast of Indonesia and is still underutilized by pond farmers. This study aims to test the efficiency of Spirogyra as a bioremediation agent of palm oil liquid waste and to examine the effect of palm oil liquid waste on the growth of Spirogyra. This research was conducted from March to July 2017. The research design consisted of five treatments, treatment A control (0 mL.L-1), B treatment (25 mL.L-1), C treatment (50 mL.L-1) ), Treatment D (75 mL.L-1) and E treatment (100 mL.L-1). Observation parameters include absolute growth, relative growth rate, doubling time and water quality parameters (pH, temperature, salinity, dissolved oxygen and COD). The stastistic analysis used in this study uses one way ANOVA. The obvious different criteria used in this study was at a 95% confidence level (p
Impact of Palm Oil Mill Effluent Towards Phytoplankton Community in Krueng Mane River, North Aceh Muliari, Muliari; Zulfahmi, Ilham
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.841 KB)

Abstract

Palm oil mill effluent has potential as a pollutant and can reduce the aquatic productivity. One of the organisms potentially affected by palm oil mill effluent is phytoplankton.The study on the phytoplankton community in Krueng Mane river was done from July to September 2016. The objective of the present study was to evaluate the structure of the phytoplankton community in Krueng Mane river due to input palm oil mill effluent. The explorative survey was done at three sampling sites along the river. Sampling sites were determined based on purposive sampling method by looking human activity around the sites. The results show that there are seven classes of phytoplankton. The highest abundance of the phytoplankton was found at sampling site 2 (25.645 individual/liter). The diversity index showed that all of the sampling locations have a moderate degree of diversity, but the stations 2 have unstable community than the other two stations (E = 0.685).Saprobic coefficient indicates that station 2 included into moderate polluted β/α mesosaprobic
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN SKELETON IKAN KEURELING (TOR TAMBROIDES BLEEKER 1854) Akmal, Yusrizal; Zulfahmi, Ilham; Saifuddin, Fatmawati
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1358.654 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik morfometrik dan skeleton ikan keureling, Tor tambroides (Bleeker, 1854). Tahapan pembuatan preparat skeleton, dilakukan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Muslim Kabupaten Bireuen. Identifikasi terminologi tulang skeleton ikan dilakukan di Laboratorium Terpadu Biologi, Program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Pengukuran karakter morfometrik ikan dilakukan berdasarkan persamaan Schindler & Schmid 2006. Pembuatan preparat skeleton dilakukan secara fisik dan kimiawi, sedangkan penamaan setiap bagian skeleton dilakukan dengan cara membandingkan kemiripan bentuk dan letak dari setiap bagian tulang belakang ikan yang telah diteliti sebelumnya, baik dari famili yang sama maupun dari famili yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfologi yang khas pada ikan keureling diataranya adalah letak mulut terminal dengan bentuk mulut dan bibir terdapat lipatan kulit yang terjumbai dan bisa disembulkan, bentuk moncong cembung serta memiliki dua pasang sungut pada rahang atas. Tulang rangka Ikan keureling terdiri dari skeleton axial dan skeleton appendicularis. Ossa cranium, ossa verterbrae, ossa costae, urostylus vertebralis termasuk dalam skeleton axial, sedangkan ossa appendicularis terdiri dari sepasang sirip dada, sepasang sirip perut, sirip punggung, sirip anal dan sirip ekor.
PENGARUH SUHU TERHADAP DERAJAT PENETASAN TELUR DAN PERKEMBANGAN LARVA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var. sangkuriang) Aidil, Derli; Zulfahmi, Ilham; Muliari, Muliari
Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh suhu terhadap derajat penetasan telur dan perkembangan larva ikan Lele Sangkuriang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan suhu (A: 25 oC; B : 28 oC; C: 30 oC; D: 32 oC) dan 3 pengulangan. Analisis dilakukan terhadap derajat penetasan telur, tingkat kelangsungan hidup danabnormalitas larva.  Analisis statistik menggunakan ANOVA satu arah pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  derajat penetasan telur tertinggi terdapat  pada perlakuan B (85,67 %)  dan cenderung menurun pada Perlakuan C (67,67 %) dan D (42,67 %). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan B(82,67%) dan terendah pada perlakuan D(40,00%). Pengaturan suhu pada perlakuan Bmemberikan pengaruh yang nyata terhadap derajat tetas telur, kelangsungan hidup dan abnormalitas larva ikan Lele Sangkuriang(p<0,05). Kata kunci: Derajat penetasan, Tingkat kelangsungan hidup, Abnormalitas larva.
EKSTRAK DAUN GANJA (Cannabis sativa Linn) SEBAGAI AGEN ANESTESI IKAN KOI (Cyprinus carpio Koi) zulfahmi, ilham; Humairani, Rindhira; Akmal, Yusrizal
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 2 (2018): Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.648 KB) | DOI: 10.32663/ja.v16i2.447

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas ganja (Cannabis sativaLinn) sebagai agen anestesi Ikan Koi (Cyprinus carpioKoi). Tahapan ekstraksi ganja dan pemaparan kepada ikan uji dilaksanakan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Almuslim, sedangkan analisis hematologi dilakukan pada Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala. Penelitian dilakukan berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dengan lima ulangan untuk masing-masing perlakuan. Perlakuan A (1 mL.L-1 ekstrak daun ganja), perlakuan B (1,5 mL.L-1ekstrak daun ganja), perlakuan C (2 mL.L-1ekstrak daun ganja), perlakuan D (4 mL.L-1ekstrak daun ganja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap waktu sedatif dan waktu sadar antar perlakuan. Waktu sedatif tercepat diperoleh pada perlakuan C sedangkan waktu sedatif terlama diperoleh pada perlakuan A yaitu masing masing sebesar 13,16 ± 2,28menit dan 20,08 ± 6,30 menit. Penggunaan dosis ekstrak yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya penurunan tingkat konsumsi oksigen dan perubahan profil hematologi
PERUBAHAN STRUKTUR HISTOLOGIS INSANG DAN HATI IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linnaeus 1758) YANG TERPAPAR MERKURI Zulfahmi, Ilham; Affandi, Ridwan; Batu, Djamar T.F. Lumban
Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi biometrik ikan nila, Oreochromis niloticus (Linnaeus 1758) yang terpapar merkuri [Biometric condition of nile tilapia, Oreochromis niloticus (Linnaeus 1758) after mercury exposure] Zulfahmi, Ilham; Affandi, Ridwan; Batu, Djamar T.F. Lumban
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 14, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.072 KB) | DOI: 10.32491/jii.v14i1.94

Abstract

The aims of this study are to examine the changes in biometric variables of nile tilapia caused by mercury exposure. The study was conducted from February to June 2013. Test fish were exposed to 0 mg L-1, 0.164 mg L-1, and 0.196 mg L-1 mercury chloride for 56 days. Analysis was done for the survival rate, growth rate, hepatosomatic index, the relative bile volume, gonadal somatic index, fecundity, and oocyte diameter. The median lethal concentration (96 hrs, LC50) of mercury chloride was calculated as 1.64 mg L-1. The survival rate was highest in the control treatment (46.67%). Mercury chloride with concentration 0.196 mg L-1 shows significant effect to changes HSI and relative bile volume, and oocyte diameter of Nile tilapia (p<0.05). Mercury chloride with a concentration of 0.164 mg L-1and 0.196 mg L-1 have not a significant effect on the growth rate of weight, gonadal somatic index, and fecundity of nile tilapia (p>0.05). AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan beberapa variabel biometrik ikan nila akibat dari paparan merkuri. Penelitian dilakukan dari bulan Februari hingga Juni 2013. Ikan nila berukuran panjang 11-13 cm dengan bobot rata-rata 20 gram dipaparkan pada tiga konsentrasi merkuri klorida (0 mg L-1; 0,164 mg L-1; dan 0,196 mg L-1) selama 56 hari. Analisis dilakukan terhadap tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan bobot, indeks hepatosomatik (HSI), volume empedu relatif, indeks kematangan gonad, fekunditas dan diameter telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LC50-96 jam merkuri klorida adalah sebesar 1,64 mg L-1. Tingkat kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan 0 mg L-1 (46,67%) dan terendah pada perlakuan 0,196 mg L-1 (40,00%). Merkuri klorida dengan konsentrasi 0,196 mg L"1 memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan HSI dan volume empedu relatif serta ukuran diameter telur ikan nila (p<0,05). Namun pada konsentrasi 0,164 mg L-1dan 0,196 mg L-1 merkuri klorida tidak ber-pengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan bobot, indeks kematangan gonad (IKG) dan fekunditas ikan nila (p>0,05).
The morphology of Thai mahseer’s Tor tambroides (Bleeker, 1854) axial skeleton (ossa vertebrae) Zulfahmi, Ilham; Akmal, Yusrizal; Batubara, Agung Setia
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 18, No 2 (2018): June 2018
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.105 KB) | DOI: 10.32491/jii.v18i2.329

Abstract

This study aims to describe the axial skeleton morphology (ossa vertebrae) of Thai mahseer’s,Tor tambroides (Bleeker 1854). A 5 kg of 65 cm fish sample  were obtained from fish trader in the Tangse River area of Pidie district.. The axial skeleton preparations processed at the Laboratory of Mathematics and Natural Sciences, Al Muslim University, Bireuen district. The identification of terminology was done at Integrated Biology Laboratory, Biology Department, Faculty of Science and Technology, Ar-Raniry Islamic State University. The keureling’s axial skeleton processed by physically and chemically.. Axial skeleton was arranged into a single piece to analyze every part of it. Every part of axial skeleton documented by using Canon EOS 700D camera and processed by Adobe Photoshop CS3. The labeling of each part of the axial skeleton was done by comparing the similarity of the shape and location of each part of the fish axial skeleton that has been studied previously, either from the same family or from the different family.The results showed that Keureling had four axial vertebrae bones belonging to the weberian apparatus, 19 ossa abdominal vertebrae, 18 pairs ossa costales, 16 ossa caudal vertebrae and one os urostyles vertebrae.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi tulang belakang (ossa vertebrae) ikan keureling, Tor tam-broides (Bleeker, 1854). Contoh ikan diperoleh dari pedagang ikan di wilayah sungai Tangse Kabupaten Pidie dengan bobot 5 kg dan panjang 65 cm. Tahapan pembuatan preparat tulang belakang dilakukan di Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Al Muslim Kabupaten Bireuen. Identifikasi terminologi tulang belakang ikan dilakukan di Laboratorium Terpadu Biologi, Program studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Pembuatan preparat tulang belakang dilakukan secara fisik dan kimiawi. Tulang belakang yang telah bersih dirangkai menjadi satu kesatuan untuk dianalisis setiap bagian-bagiannya. Pemotretan setiap bagian tulang bela-kang dilakukan dengan menggunakan kamera Canon EOS 700D dan diolah dengan menggunakan Adobe Photoshop CS3. Penamaan setiap bagian tulang belakang dilakukan dengan cara membandingkan kemiripan bentuk dan letak dari setiap bagian tulang belakang ikan yang telah diteliti sebelumnya, baik dari famili yang sama maupun dari famili yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan ikan keureling memiliki empat buah tulang axial vertebrae yang termasuk da-lam tulang Weber (Weberian apparatus), 19 ossa abdminal vertebrae, 18 pasang ossa costae, 16 ossa caudal vertebrae dan satu os urostyles vertebrae.