Puspita Septim Wulandari, Puspita Septim
Prodi Pendidikan Fisika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN METODE DIFRAKSI CELAH TUNGGAL PADA PENENTUAN KOEFISIEN PEMUAIAN PANJANG ALUMUNIUM (AL) Wulandari, Puspita Septim; Radiyono, Yohanes
Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan makalah Eksperimen Fisika II bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh kenaikan suhu dengan lebar difraksi yang dihasilkan dalam menentukan koefisien pemuaian pada Alumunium dengan metode difraksi celah tunggal, (2) mengetahui nilai koefisien pemuaian logam Alumunium yang diperoleh dari metode difraksi celah tunggal dengan analisis regresi linear.Metode penelitian adalah metode eksperimen. Prinsip dasar kerja alat penentuan koefisien pemuaian panjang pada Alumunium dengan metode difraksi celah tunggal yaitu menembakkan cahaya laser melalui celah yang tipis hingga menimbulkan pola-pola difraksi yang berupa pola gelap dan pola terang yang ditangkap oleh layar. Setiap kenaikan suhu tertentu yang terbaca oleh termometer, logam Alumunium akan memuai. Pengukuran lebar difraksi dilakukan setiap kenaikan suhu tertentu dengan mengunakan milimeterblock sebagai layar. Kemudian menggunakan analisis regresi linier hubungan antar suhu (T) dengan seperlebar difraksi (1/Z). Koefisien pemuaian dihitung dari gradien garis hasil regresi T terhadap 1/Z.Berdasarkan hasil percobaan, semakin suhunya meningkat maka Alumunium akan memuai. Pemuaian ditandai dengan semakin lebarnya celah. Akibatnya ketika suhu semakin meningkat maka lebar celah pola difraksi yang dihasilkan akan semakin sempit. Sehingga dapat diartikan bahwa kenaikan suhu sebanding dengan seperlebar difraksi. Nilai koefisien pemuaian pada Alumunium dapat dihitung dengan dua cara yaitu dengan cara kuadrat terkecil dalam persamaan regresi linier dan dengan metode grafik. Persamaan untuk menghitung koefisien pemuaian panjang adalah 12α=aλDL0"> , dengan perhitungan ralat yaitu 12Sα=â??αâ??aSa2+â??αâ??DSD2+â??αâ??L0SL0212"> . Berdasarkan teori, nialai koefisien pemuaian panjang Alumunium sebesar 24×10-6 (0C)-1. Berdasarkan eksperimen, perhitungan dengan cara kuadrat terkecil dalam persamaan regresi linier diperoleh nilai koefisien pemuaian panjang Alumunium sebesar 1227,26±2,2610-6">  (0C)-1. Sedangakan dengan perhitungan koefisien pemuaian panjang Alumunium dengan cara metode grafik diperoleh nilai sebesar 27,43×10-6 (0C)-1.
Student's Conception about Friction Force Direction in Physics Education Sebelas Maret University Wulandari, Puspita Septim; Cari, C; Aminah, Nonoh Siti
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 1, No 2 (2017): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1928.415 KB) | DOI: 10.20961/jphystheor-appl.v1i2.19122

Abstract

The student's conception of friction force direction on objects is different. Student’s conceptions are important to improve the next learning process. The aim to the research was to know student’s conception about friction force direction. This research was a qualitative descriptive. Samples consisted of  33 students from Physics Education UNS semester 1 who have not obtained the material friction in the lecture. Data collected through test and intervie. Data were analyzed by reduction, presentation, conclusion and verification. Based on the result of student conception showed the average of 82,82% student can describe the direction of friction force on objects with translational motion, 18,18% student can describe the direction of friction force on objects with translational and rotation motion inclane and all students can not describe the direction of friction force on bicycle wheels.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN MINAT BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODUL BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH KELAS VII C SMP NEGERI 4 SURAKARTA Wulandari, Puspita Septim; Raharjo, Thrustho; Harjunowibowo, Dewanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.128 KB)

Abstract

The objectives of this research are: (1) to improve the students’ cognitif competence of 7th grade students of SMPN 4 Surakarta in the second semester, 2014/2015 academic year particulary in temperature, heat and heat transfer material by using scientific approach-based modul, and (2) to improve the learning interest.This Classroom Action Research (CAR) adopts Kurt Lewin model. It was conducted collaboratively between the researcher and the teacher within two cycles. Each cycle began with preparation stage then followed by implementation of using the modul within the cycle stage which covers planning, action, observing, and reflection stage. The subject of the research was 33 students at the 7th grade in SMPN 4 Surakarta in the 2014/2015 academic year. The research was particularly conducted to teach temperature, heat and heat transfer material. The data were collected through observation, interview with teacher and students, post test, questionnaire, and document analysis. The data were validated through triangulation technique. The data analysis employed used qualitative and quantitative technique.The finding of this research shows that: (1) The students’ cognitive competence improved as much as 2,73% surpassing the expected target. The number of students who met the passing grade was 72,73%, with the passing score of 86. (2) the students’s learning interest also improved as much as 2,5% surpassing the expected target. The aspects of learning interest that became the focus of this research improved such as: (1) the willingness which improved to 82,89%, (2) the attention which improved to 76,08%, (3) and the participation which improved to 78,57%.Kata kunci : cocnitive competence, learninginterest, instructional modul, scientific approach
Penggunaan Metode Difraksi Celah Tunggal pada Penentuan Koefisien Pemuaian Panjang Alumunium (Al) Wulandari, Puspita Septim; Radiyono, Yohanes
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.373 KB)

Abstract

Penulisan makalah Eksperimen Fisika II bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh kenaikan suhu dengan lebar difraksi yang dihasilkan dalam menentukan koefisien pemuaian pada Alumunium dengan metode difraksi celah tunggal, (2) mengetahui nilai koefisien pemuaian logam Alumunium yang diperoleh dari metode difraksi celah tunggal dengan analisis regresi linear.Metode penelitian adalah metode eksperimen. Prinsip dasar kerja alat penentuan koefisien pemuaian panjang pada Alumunium dengan metode difraksi celah tunggal yaitu menembakkan cahaya laser melalui celah yang tipis hingga menimbulkan pola-pola difraksi yang berupa pola gelap dan pola terang yang ditangkap oleh layar. Setiap kenaikan suhu tertentu yang terbaca oleh termometer, logam Alumunium akan memuai. Pengukuran lebar difraksi dilakukan setiap kenaikan suhu tertentu dengan mengunakan milimeterblock sebagai layar. Kemudian menggunakan analisis regresi linier hubungan antar suhu (T) dengan seperlebar difraksi (1/Z). Koefisien pemuaian dihitung dari gradien garis hasil regresi T terhadap 1/Z.Berdasarkan hasil percobaan, semakin suhunya meningkat maka Alumunium akan memuai. Pemuaian ditandai dengan semakin lebarnya celah. Akibatnya ketika suhu semakin meningkat maka lebar celah pola difraksi yang dihasilkan akan semakin sempit. Sehingga dapat diartikan bahwa kenaikan suhu sebanding dengan seperlebar difraksi. Nilai koefisien pemuaian pada Alumunium dapat dihitung dengan dua cara yaitu dengan cara kuadrat terkecil dalam persamaan regresi linier dan dengan metode grafik. Persamaan untuk menghitung koefisien pemuaian panjang adalah, dengan perhitungan ralat yaitu. Berdasarkan teori, nialai koefisien pemuaian panjang Alumunium sebesar 24×10-6 (0C)-1. Berdasarkan eksperimen, perhitungan dengan cara kuadrat terkecil dalam persamaan regresi linier diperoleh nilai koefisien pemuaian panjang Alumunium sebesar(0C)-1. Sedangakan dengan perhitungan koefisien pemuaian panjang Alumunium dengan cara metode grafik diperoleh nilai sebesar 27,43×10-6 (0C)-1.Kata kunci : pemuaian, koefisien pemuaian Alumunium, difraksi celah tunggal