Hodiyanto Hodiyanto, Hodiyanto
Prodi Magister Pendidikan Matematika, Pascasarjana, FKIP – UNS

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

WORKSHOP PEMBUATAN DAN ANALISIS BUTIR SOAL MENGGUNAKAN ITEMAN PADA MADRASAH ALIYAH MIFTAHUL HUDA KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG Hodiyanto, Hodiyanto; Saputro, Marhadi
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 14 No 2 (2018): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.797 KB) | DOI: 10.20414/transformasi.v14i2.578

Abstract

[Bahasa]: Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut: (1) untuk meningkatkan pengetahuan bagi guru-guru Madrasah Aliyah Miftahul Huda Kecamatan Sungai Ambawang mengenai konsep dalam pembuatan soal dan analisis butir soal yang baik, (2) untuk meningkatkan kemampuan guru Madrasah Aliyah Miftahul Huda Kecamatan Sungai Ambawang dalam melakukan analisis butir soal. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut: (1) metode ceramah, (2) metode penugasan, dan (3) metode Praktik. Setelah kegiatan pelatihan ini berdasarkan hasil responsi dari peserta adalah sebagai berikut: (1) Kegiatan workshop ini sangat bermanfaat bagi guru-guru khususnya guru Madrasah Aliyah Miftahul Huda Kecamatan Sungai Ambawang. Hal ini dikarenakan dapat menambah dan meningkatkan pemahaman guru dalam penyusunan dan pembuatan soal yang baik dan benar. (2) Kegiatan workshop ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menganalisis soal tersebut dengan aplikasi iteman. Kata Kunci: wokhshop, iteman, analisis butir soal [English]: This community service program which held in Madrasah Aliyah Miftahul Huda Sungai Ambawang aims to: (1) improve knowledge of teachers in the development and analysis of a good item; (2) improve the teacher ability in analysing items. The methods used in the program were: (1) lecture method, (2) method of assignment, and (3) Practice method. The program results are: (1) This workshop activity was very beneficial for teachers especially Madrasah Aliyah Miftahul Huda teacher of Sungai Ambawang. Teacher's understanding in the preparation and preparation of good and right questions increases. (2) This workshop activity can improve the ability of teachers to analyze these questions with the Iteman application. Keywords: workhshop, iteman, item analysis
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA ISLAMI PADA TRADISI MAKAN BESAPRAH Firdaus, Muhamad; Hodiyanto, Hodiyanto
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v8i3.2385

Abstract

Tujuan dalam penelitian adalah untuk mendiskripsikan alat-alat yang digunakan maupun aktivitas yang dilakukan dalam tradisi makan besaprah pada upacara pernikahan melayu di Kecamatan Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif berupa etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga alat pengumpul data yang digunakan adalah lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumen. Pemeriksaan keabsahan dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Alat yang digunakan dalam makan besaprah adalah: alas saprah, batel, pinggan saprah, piring laok, pinggan nase?, cawan, baki ae?, baki laok, sarbet dan berkaitan dengan konsep bangun datar, bangun ruang, pola bilangan, dan geometri. (2) Adapun aktivitas yang dilakukan dalam makan besaprah yaitu aktivitas persiapan sebelum makan besaprah yang dilakukan Melayu Sambas ada empat, yaitu merancap, bekaot, nyiapkan sajian saprahan, besurong.  AbstractThe purpose of this research is to describe the tools used and the activities carried out in the tradition of eating besaprah at the Malay wedding ceremony in Sambas District. The method used in this research is qualitative research in the form of ethnography. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation so that the data collection tools used were observation sheets, interview sheets, and documents. The validity check in this study uses the source triangulation technique. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that: (1) The tools used in eating besaprah are alas saprah, batel, pinggan saprah, piring laok, pinggan nase?, cawan, baki ae?, baki laok, sarbet and are related to the concept geometry and number patterns. (2) As for the activities carried out in eating besaprah, there are four preparatory activities before eating besaprah by Sambas Melayu: merancap, bekaot, nyiapkan sajian saprahan, besurong.
HUBUNGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Hodiyanto, Hodiyanto
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.224 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) Hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan prestasi belajar; (2) Hubungan antara kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar; dan (3) Hubungan antara pemecahan masalah matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar. Metode penelitian menggunakan metode korelasional. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik pengukuran sehingga alat pengumpul data yang digunakan adalah tes. Populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa semester I dan kelas A pagi sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian adalah berikut: (1) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dengan prestasi belajar; (2) Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar; dan (3) Terdapat hubungan  positif yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan koneksi matematis dengan prestasi belajar. Kata Kunci: hubungan, pemecahan masalah, koneksi, prestasi belajar.
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN PROBLEM SOLVING DENGAN PENDEKATAN PMR TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI KABUPATEN SUKOHARJO Hodiyanto, Hodiyanto; Budiyono, Budiyono; Slamet, Isnandar
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 4, No 2 (2016): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.123 KB)

Abstract

Abstract: The objective of this research was to investigate the effect of learning models with realistic mathematic education (RME) approach on learning achievement and mathematical communication ability viewed from student creativity. The learning models compared were Problem Posing (PP), Problem Solving (PS) and direct learning models. This research used a quasi-experimental research. The population were the seventh grade students of junior high school in Sukoharjo. The samples of this research were taken by using the stratified cluster random sampling technique. The proposed hypothesis of this research was analyzed by using the two way multivariate analysis of variance with unbalanced cells. The results of the research are as follows: (1) model of PP learning and model of PS learning with RME approach result the same achievement, but model of PP learning with RME approach results in a better mathematical communication ability than model of PS learning with RME. Model of PP learning and model of PS learning with RME approach result in better achievement and mathematical communication ability than direct learning model. (2) the students with the high creativity have better achievement and mathematical communication ability than those with the moderate or low creativity, but the students with the moderate and low creativity have the same achievement and mathematical communication ability. (3) in each creativities of students, model of PP learning and model of PS learning with RME approach result in better achievement and mathematical communication ability than direct learning model. Model of PP learning and model of PP learning with RME approach result the same achievement, but model of PP learning with RME approach results in a better mathematical communication ability than model of PS learning with RME. (4) in each learning models, the students with high creativity have better achievement and mathematical communication ability than those with medium and low creativity, and the students with moderate and low creativity have the same achievement and mathematical communication ability.Keywords: PP Learning, PS Learning, RME Approach, Direct Learning, Mathematical Communication Ability, Achievement, and Creativity of students.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IX DALAM MENGERJAKAN SOAL OPERASI BENTUK ALJABAR Hodiyanto, Hodiyanto
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.097 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Kesulitan yang dialami olehsiswa kelas IX SMP Negeri 4 Karanganyar dalam mengerjakan soal operasi bentuk aljabar; (2) Penyebab kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas IX SMP Negeri 4 Karanganyar dalam mengerjakan soal operasi bentuk aljabar. Metode penelitian ini menggunakan metode diskriptif. Berdasarkan hasil analisis jawaban siswa dan wawancara diperoleh bahwa: (1) Kesulitan yang dialami oleh siswa adalah melakukan operasi bentuk aljabar (penjumlahan, pengurangan, dan perkalian bilangan negatif dan positif), memahami soal cerita atau soal kontekstual, dan memanipulasi masalah kontekstual ke dalam simbol matematika; (2) Penyebab kesulitan siswa adalah siswa tidak memahami konsep variabel, konstanta, dan koefisien. Siswa lemah dalam operasi bilangan bulat. Siswa tidak terbiasa memanipulasikan masalah kontekstual ke dalam model matematika.Kata Kunci: Kesulitan, operasi bentuk aljabar, penyebab kesulitan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI GENDER PADA MATERI HIMPUNAN Hodiyanto, Hodiyanto
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.249 KB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahuipeningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajarkan denganpembelajaran pemecahan masalah danpembelajaran konvensional ditinjau dari gender. Metodepenelitianyang digunakandalampenelitianini adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitiannya quasi experimental designs. Hasil penelitian ini adalah(1)Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diajarkan dengan pembelajaran pemecahan masalah tergolongsedang (2) Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diajarkan dengan pembelajaran konvensional tergolongsedang (3) Terdapat perbedaan kemampuan berpikirkreatif siswa yang diberikan pembelajaran pemecahan masalah dengan siswa yang diberikan pembelajaran konvensional (4) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari gender (laki-laki, perempuan) baik siswa yang diajarkan dengan pembelajaran pemecahan masalah maupun pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional (5) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang diberikan pembelajaran pemecahan masalah dengan siswa yang diberikan pembelajaran konvensional (6) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa ditinjau dari gender (laki-laki,perempuan) baik siswa yang diajarkan dengan pembelajaran pemecahan masalah maupun pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: pemecahan masalah, gender, dan kemampuan berpikir kreatif
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN PROBLEM SOLVING DENGAN PENDEKATAN PMR TERHADAP PRESTASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI KREATIVITAS SISWA KELAS VII SMP NEGERI DI KABUPATEN SUKOHARJO Hodiyanto, Hodiyanto; Budiyono, Budiyono; Slamet, Isnandar
Jurnal Pembelajaran Matematika Vol 4, No 2 (2016): Pembelajaran Matematika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of this research was to investigate the effect of learning models with realistic mathematic education (RME) approach on learning achievement and mathematical communication ability viewed from student creativity. The learning models compared were Problem Posing (PP), Problem Solving (PS) and direct learning models. This research used a quasi-experimental research. The population were the seventh grade students of junior high school in Sukoharjo. The samples of this research were taken by using the stratified cluster random sampling technique. The proposed hypothesis of this research was analyzed by using the two way multivariate analysis of variance with unbalanced cells. The results of the research are as follows: (1) model of PP learning and model of PS learning with RME approach result the same achievement, but model of PP learning with RME approach results in a better mathematical communication ability than model of PS learning with RME. Model of PP learning and model of PS learning with RME approach result in better achievement and mathematical communication ability than direct learning model. (2) the students with the high creativity have better achievement and mathematical communication ability than those with the moderate or low creativity, but the students with the moderate and low creativity have the same achievement and mathematical communication ability. (3) in each creativities of students, model of PP learning and model of PS learning with RME approach result in better achievement and mathematical communication ability than direct learning model. Model of PP learning and model of PP learning with RME approach result the same achievement, but model of PP learning with RME approach results in a better mathematical communication ability than model of PS learning with RME. (4) in each learning models, the students with high creativity have better achievement and mathematical communication ability than those with medium and low creativity, and the students with moderate and low creativity have the same achievement and mathematical communication ability.Keywords: PP Learning, PS Learning, RME Approach, Direct Learning, Mathematical Communication Ability, Achievement, and Creativity of students.
Kemampuan spasial sebagai prediktor terhadap prestasi belajar geometri mahasiswa Hodiyanto, Hodiyanto
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.595 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i2.364

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kontribusi kemampuan spasial terhadap hasil belajar geometri dan korelasi antara kemampuan spasial dengan prestasi belajar geometri mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode ex post facto. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik pengukuran sehingga alat pengumpul data yang digunakan adalah tes kemampuan spasial dan tes prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester I dan kelas A pagi sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regeresi sederhana menggunakan SPSS, tetapi sebelum dilakukan uji regresi terlebih dahulu dilakukan uju psrasyarat analisis yaitu uji normalitas dan linieritas. Berdasarkan pembahasan dan kajian teori yang telah diuraikan maka disusun kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: kemampuan spasial dapat dijadikan prediksi terhadap prestasi belajar geometri dan semakin tinggi kemampuan spasial mahasiswa maka akan semakin tinggi pula hasil belajar geometri mahasiswa.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING Hodiyanto, Hodiyanto; Susiaty, Utin Desy
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): June
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2018v6n1a12

Abstract

Abstrak:Hasil penelitian (Hodiyanto, 2017) menunjukkan bahwa kemampuan pembuktian matematis mahasiswa tergolong rendah dan jika hal ini dibiarkan maka berakibat semakin lemahnya kemampuan pembuktian matematis mahasiswa, padahal mahasiswa calon guru tentu akan mendidik dan mengajar siswa/siswinya agar memiliki kemampuan pembuktian matematis yang baik. Oleh sebab itu, peneliti mencoba melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pembuktian matematis melalui penerapan model pembelajaran problem posing. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk penelitiannya berupa penelitian eksperimental semu. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik pengukuran dengan alat pengumpul data yang digunakan adalah tes pembuktian matematis. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Pontianak. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan kelas A sore sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik inferensial, uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kemampuan pembuktian matematis mahasiswa, sehingga secara tidak langsung model pembelajaran problem posing bisa diterapkan untuk peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa yang levelnya sama dengan kemampuan pembuktian matematis.Abstract:The results showed that student mathematical proof ability was low (Hodiyanto, 2017) and if this was left without any solution done then mathematical proof ability was the longer the lower when college student will certainly educate and teach students in order to have good mathematical proof ability. Therefore, the researcher tried to develop it through problem posing learning model. This research method used quantitative method, quasi experimental research. Data collecting technique used was a measurement technique and data collection tool used was a mathematical proof test. Population in this research were all student of semester V of mathematic education study program of IKIP PGRI Pontianak. Sampling technique used was cluster random sampling technique and class A afternoon as research sample. Data analysis technique in this research used inferential statistic, t test. The results of this study indicate that the model of learning posing problems affected it, so indirectly the problem posing model could be applied for the development of high-level thinking skills of students with the same level of it.
Proses berpikir probabilistik mahasiswa pendidikan matematika ditinjau dari gender di IKIP PGRI Pontianak Hodiyanto, Hodiyanto; Oktaviana, Dwi
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.173 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v6i2.1963

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan proses berpikir probabilistik mahasiswa Pendidikan Matematika IKIP PGRI Pontianak ditinjau dari gender. Teknik pengambil sampel menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Matematika kelas C Sore semester V IKIP PGRI Pontianak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, pengukuran, dan dokumentasi, sedangkan instrumen pada penelitian ini adalah tes, pedoman wawancara, dan dokumen. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa kemampuan berpikir probabilistik mahasiswa laki-laki dan perempuan masuk dalam level 4 pada soal ruang sampel; terdapat perbedaan kemampuan berpikir probabilistik antara perempuan dan laki-laki pada kejadian dan probabilitas yaitu mahasiswa laki-laki masuk dalam level 3 sudah dapat menkonstruksikan anggota suatu kejadian dengan mengikuti pola tertentu tetapi lupa dalam menuliskan rumus untuk menghitung nilai probabilitasnya, sedangkan mahasiswa perempuan masuk dalam level 1 dalam mengkontruksikan anggota suatu kejadian dengan tidak mengikuti pola tertentu. Kemampuan berpikir probabilistik soal variabel random dan probabilitas masuk dalam level 2 yaitu mahasiswa menuliskan notasi dalam menentukan probabilitasnya tetapi dalam menentukan semua nilai yang mungkin untuk suatu probabilitas dengan tidak lengkap.