Dyane Putriera Anggraeni, Dyane Putriera
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Equipment of Earthquake Detection and Warning with Vibration Sensor Anggraeni, Dyane Putriera; Aminah, Nonoh Siti; Radiyono, Yohanes
Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education Vol 1, No 1 (2016): Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.359 KB)

Abstract

The purposes of writing this paper are to determine: (1) the working principle of vibration sensors can detect impending earthquakes, (2) the sensitivity or the sensitivity of the tool when used in detecting the vibration of an earthquake, (3) demonstration tool Earthquake Detection and Warning with vibration sensor has good meets criteria for use students learn. The method of this research is an a demonstration tool in learning. The basic principle of work and warning earthquake detector with a vibration sensor this is when an earthquake occurs or when the dynamo (earthquake simulator) is started, the resulting vibrations cause movement of the pendulum. This pendulum movement is what will trigger the sound of the bell. When the pendulum movement causes the pendulum in contact with the copper wire ring, then the electricity will flow toward the bell. When electricity flows into the bell will arise in the membrane vibration in the bell. A vibrating membrane will produce resonance which then led to a wave. This wave is what produces the sound on the buzzer. Pendulum vibration frequency is closely related to the magnitude of the voltage / potential difference given input on the dynamo that causes the rotor to rotate. Increasing the voltage will increase the rotational speed of the rotor on a large dynamo. The faster the rotor rotation, the vibration of the pendulum will be even greater. This resulted in the pendulum will be faster and more frequent touching circle copper wire which is connected electricity and bell. Thus the buzzer will sound increasingly rapid and dynamic. The results of the experiment are the greater the number of loops and the greater the voltage will cause a greater rotational speed of the rotor is generated, so that the greater the pendulum vibrations and buzzer / alarm to sound more dynamic. Detector and earthquake warning with vibration sensor has a sensitivity to the number of loops starting from 2 pieces with a 3V input voltage and is capable of detecting an earthquake of ≥3,6 SR. Based on the results of the assessment of a demonstration tool detection and warning of earthquakes with vibration sensor was found that the maximum value that is filled by a validator is 39. It can be concluded that the demonstration tool detection and warning of earthquakes with vibration sensor is included in good criteria for the use of students in learning.
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Snowball Throwing untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif dan Aktivitas Belajar Siswa Pada Materi Fluida Tak Bergerak Kelas X MIA 1 Di SMAN 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2014/2015 Anggraeni, Dyane Putriera; Waskito, Sutadi; Fauzi, Ahmad
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 6, No 5 (2015): SNFPF 2015 Prospek Pendidikan Sains 5 Tahun ke Depan
Publisher : Physics Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.371 KB)

Abstract

Penelitian penerapan model pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing bertujuan untuk: (1) meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas X MIA 1 di SMAN 1 Sukoharjo pada materi Fluida Tak Bergerak tahun pelajaran 2014/2015, (2) meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X MIA 1 di SMAN 1 Sukoharjo pada materi Fluida Tak Bergerak tahun pelajaran 2014/2015.Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin dan model Kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali tahap persiapan kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 1 di SMAN 1 sebanyak 40 siswa dengan penelitian dikhususkan  pada materi pokok Fluida Tak Bergerak. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dengan guru, ulangan harian, angket dan kajian dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kualitatif didukung data kuantitatif.Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Penerapan model pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing  dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada materi Fluida Tak Bergerak kelas X MIA 1 di SMAN 1 Sukoharjo. Ketuntasan belajar meningkat, pada siklus I sebesar 57,50% dan siklus II sebesar 82,50%. Rata-rata hasil belajar siswa juga meningkat, pada siklus I sebesar 68,75 dan pada siklus II sebesar 78,63. (2) Penerapan model pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing  dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi Fluida Tak Bergerak kelas X MIA 1 di SMAN 1 Sukoharjo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan aktivitas belajar pada pra siklus, siklus I dan siklus II. Dari indikator aktivitas yang ditentukan diperoleh hasil sebagai berikut: (a) Siswa memperhatikan penjelasan guru/teman diperoleh hasil pra siklus 67,50 %, siklus I 74,49 %, siklus II 96,65 %, (b) Siswa  membaca buku Fisika/LKS diperoleh hasil pra siklus 50 %, siklus I 62,92 %, siklus II 92,92 %, (c) Siswa bertanya kepada guru jika ada hal yang kurang jelas diperoleh hasil pra siklus 10 %, siklus I 33,75 %, siklus II 38,33 %, (d) Siswa  berpartisipasi menjawab pertanyaan yang diberikan oleh siswa dari kelompok lain dalam model Kooperatif Snowball Throwing  diperoleh hasil  pra siklus 0 %, siklus I 86,25 %, siklus II 93,75 %, (e) Siswa berani memberikan tanggapan/sanggahan atas pendapat teman diperoleh hasil pra siklus 37,50 %, siklus I 44,17 %, siklus II 52,67 %, (f) Siswa memberikan pendapat/saran untuk memecahkan masalah dalam diskusi kelompok diperoleh hasil pra siklus 0%, siklus I 64,58 %, siklus II 83,75 %, (g) siswa menulis hasil pemecahan masalah dalam diskusi diperoleh hasil pra siklus 0%, siklus I 65 %, siklus II 92,67 %, (h) siswa mencatat materi yang disampaikan oleh guru diperoleh hasil pra siklus 62,50 %, siklus I 85 %, siklus II 96,25 %, dan (i) siswa berpartisipasi merumuskan pertanyaan yang relevan dengan tema dalam model Kooperatif Snowball Throwing  diperoleh hasil pra siklus 0%, siklus I 65,42 %, siklus II 94,17 %.