Liyan Desi Yulia, Liyan Desi
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA/MA Yulia, Liyan Desi; Sunarno, Widha; Siti Aminah, Nonoh
Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains) 2015: Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains)
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mendeskripsikan karakteristik modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA. (2) mendapatkan modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA yang telah memenuhi kriteria kelayakan. (3) mengetahui penggunaan modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian ini adalah R&D dengan mengacu model 4-D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Modul tersebut disusun menggunakan basis keterampilan proses sains (KPS) yang dimunculkan sebagai kerangka dalam modul karena merupakan bagian dari pendekatan saintifik yang perlu dikembangkan pada kurikulum 2013. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan uji coba (terbatas dan  luas) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada 3 guru fisika di 3 instansi SMA/MA di Surakarta. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon, angket disseminate dan untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa digunakan pengumpulan data melalui pre-post test tertulis. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika disusun berdasarkan basis keterampilan proses sains. Aspek keterampilan proses sains yang digunakan meliputi observasi, klasifikasi, interpretasi, mengajukan hipotesis, percobaan, pertanyaan, mengkomunikasi dan menerapkan konsep. (2) modul dikategorikan layak dengan hasil perhitungan (ahli materi, ahli media, guru, teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 86,5 > cut off  85,5. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada 3 guru fisika di 3 SMA/MA di Surakarta yang mengkategorikan modul baik. (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa didukung dari hasil perhitungan gain (0,47) termasuk kategori sedang.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA/MA Yulia, Liyan Desi; Sunarno, Widha; Aminah, Nonoh Siti
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 6, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v6i2.17326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA; (2) mendapatkan modul Fisika berbasis KPS pada materi kalor kelas X SMA/MA yang telah memenuhi kriteria kelayakan; (3) MeningkatKan kemampuan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian ini adalah R&D dengan mengacu model 4-D (four D model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (1974). Model 4-D terdiri dari define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Modul tersebut disusun menggunakan basis keterampilan proses sains (KPS) yang dimunculkan sebagai kerangka dalam modul karena merupakan bagian dari pendekatan saintifik yang perlu dikembangkan pada kurikulum 2013. Modul dinilai berdasarkan kelayakan materi, media, dan praktisi pendidikan, serta uji coba (terbatas dan  luas) kepada siswa, dan tahap penyebaran pada 3 guru fisika SMA di Surakarta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data yang bersifat kuantitatif yaitu lembar validasi dari ahli materi, ahli media, dan bahasa, guru, teman sejawat, angket respon siswa siswa terhadap modul serta soal tes kemampuan pemecahan masalah. Data kualitatif yang diperoleh adalah angket analisis kebutuhan dan validasi draft  modul yang diperoleh dari masukan atau saran dari dosen pembimbing. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu data untuk menilai kriteria kelayakan modul dan data untuk menilai kemampuan pemecahan siswa. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket analisis kebutuhan, lembar validasi, angket respon, angket disseminate dan untuk melihat peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa digunakan pengumpulan data melalui pre-post test tertulis. Hasil penelitian sebagai berikut: (1) modul fisika disusun berdasarkan basis keterampilan proses sains. Aspek keterampilan proses sains yang digunakan meliputi observasi, klasifikasi, interpretasi, mengajukan hipotesis, percobaan, pertanyaan, mengkomunikasi dan menerapkan konsep; (2) modul dikategorikan layak dengan hasil perhitungan (ahli materi, ahli media, guru, teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 86,5 > cut off  85,5. Serta didukung dengan respon positif dari siswa dan hasil disseminate yang dilakukan pada 3 guru fisika SMA/MA di Surakarta yang mengkategorikan modul baik; (3) penggunaan modul tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa didukung dari hasil perhitungan gain (0,47) termasuk kategori sedang.
Implementation of Picture And Picture Method in Social Sciences Class IV at MIS Al-Istiqomah Atar Bawang Batu Ketulis Lampung Barat Saputra, Rendy Rinaldy; Irawan, Asep; Yulia, Liyan Desi
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/pn.v4i2.12448

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh aktivitas dan hasil belajar pada pelajaran IPS di MIS Al-Istiqomah Atar Bawang yang lebih rendah dari mata pelajaran lain. Observasi awal memberi gambaran terkait kemungkinan yang menyebabkan hal tersebut terjadi yang salah satunya adalah motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan dengan metode konvensional dirasa kurang. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada saat melakukan observasi, penulis tertarik untuk memperkenalkan serta mempraktikkan model pembelajaran kooperatif yang dinilai sesuai dengan kriteria siswa SD dengan harapan terjadi peningkatan pada minat siswa dalam mengikuti pelajaran sehingga prestasi siswa di mata pelajaran IPS dapat Meningkat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan cara mengamati serta menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap siswa dan guru terkait metode pembelajaran yang diterapkan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan menghasilkan kesimpulan bahwa model pembelajaran picture and picture mampu meningkatkan minat serta aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasrkan hasil yang pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran picture and picture merupakan suatu model pembelajaran yang sangat tepat untuk diterapkan pada siswa kelas IV MIS Al-Istiqomah. Penerapan model pembelajaran yang tepat ini diharapkan akan berdampak langsung pada meningkatnya prestasi siswa khususnya pada mata pelajaran IPS. Karenanya, diharapkan agar guru mampu memahami serta menerapkan metode pembelajaran yang tepat bagi anak didik, serta diperlukan adanya upaya dalam memfasilitasi penerapan metode pembelajaran kooperatif khususnya metode picture and picture.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD N 01 WAY EMPULAU ULU SAPUTRA, RENDY RINALDY; YULIA, LIYAN DESI
JURNAL PENDIDIKAN GLASSER Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.5 KB) | DOI: 10.32529/glasser.v3i1.179

Abstract

This research was motivated by the low achievement of fifth grade students at SD N 01 Way Empulau Ulu on science subjects. Based on observations, the low scores of students are due to the lack of learning activities with good learning methods. Therefore, researchers are interested in conducting research related to learning methods with the cooperative model Teams Games Tournament (TGT) in order to improve student achievement in science subjects. This study aims to see whether the application of the Teams Games Tournament (TGT) method can bind the achievements of fifth grade students of SD N 01 Way Empulau Ulu on science subjects. The method used in this study is the Classroom Action Research (CAR) method with the hypothesis: The application of the cooperative learning model of the Teams Games Tournament (TGT) type can improve the science learning achievement of fifth grade students at SD N 01 Way Empulau Ulu. Based on observations and analysis of data, it can be concluded several things including: 1) Application of the Cooperative Learning Model Type Teams Games Tournament (TGT) can improve the learning achievement of fifth grade students at SD N Way Empulau Ulu. 2) There is an increase in student learning achievement from cycle I to cycle II by 15%. Keywords : Teams Games Tournament (TGT), student achievement, Science. 
PENGARUH MEDIA PROJECTOR LIQUID CRYSTAL DISPYLAY (LCD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA IPA SISWA KELAS IV SD NEGERI 03 WAY MENGAKU Yulia, Liyan Desi; Komariah, Siti; Irawan, Dedi
JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam) Vol 4, No 1 (2018): JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam)
Publisher : STIT AL MULTAZAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Media Projector LCD (Liquid Crystal Display) Terhadap Hasil Belajar Siswa IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 03 Way Mengaku. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest-only control design. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random. Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok lain tidak. Kelompok eksperimen diberi perlakuan menggunakan media projector LCD, sedangkan kelompok kontrol melaksanakan pembelajaran secara langsung. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu media projector LCD, dan variabel terikat yaitu hasil belajar IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar IPA. Teknik analisis data menggunakan uji-t untuk menguji pengaruh penggunaan media projector LCD terhadap hasil belajar IPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan rata-rata nilai post- test kelompok eksperimen sebesar 78,75 lebih tinggi daripada rata-rata kelompok kontrol sebesar 69. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh data uji-t post-test hasil belajar IPA kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai sig. (2- tailed) 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya ada perngaruh yang signifikan antara post-test hasil belajar IPA kelas eksperimen dan kelas kontrol. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan media projector LCD terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 03 Way Mengaku. 
IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV MI NEGERI 2 LAMPUNG BARAT Shodiq, Jafar; Maretia, Rani; Yulia, Liyan Desi
JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam) Vol 4, No 2 (2018): JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam)
Publisher : STIT AL MULTAZAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi teori belajar konstruktivisme dengan menggunakan  model pembelajaran inquiry pada mata pelajaran IPS kelas IV MI Negeri 2 Lampung Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data  diperoleh dengan menggunakan: 1) Observasi, untuk mengetahui proses pembelajaran IPS di MI Negeri 2 Lampung Barat; 2) Wawancara, untuk mengetahui tentang berbagai informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan proses pembelajaran; 3) Dokumentasi, untuk memperoleh data yang berhubungan dengan kondisi pelaksanaan pembelajaran IPS dan dokumen lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran terdiri dari 3 kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada saat proses pembelajaran guru telah melaksanakan keseluruh langkah-langkah model inquiry terbimbing yang meliputi: menyajikan pertanyaan, membuat hipotesis, mengumpulkan data dan menganalisis data, membuat kesimpulan. Faktor pendukung implementasi model pembelajaran berbasis inquiry di MI Negeri 2 Lampung Barat meliputi adalah sumber daya manusia yaitu guru yang profesional dan sarana prasarana di sekolah cukup memadai. Adapun faktor yang menghambat adalah kurangnya waktu pembelajaran dan perbedaan kemampuan setiap siswa. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan implementasi teori belajar konstruktivisme dengan menggunakan  model pembelajaran inquiry pada pembelajaran IPS yang dilaksanakan di MI Negeri 2 Lampung Barat sudah berjalan dengan baik.Kata Kunci: Implementasi, Inquiry
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI PADANG DALOM Yunita, Irwa; Irawan, Dedi; Yulia, Liyan Desi
JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam) Vol 5, No 1 (2019): JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam)
Publisher : STIT AL MULTAZAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar yang belum mencapai taraf maksimal pada pelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri Padang Dalom. Kegiatan pembelajaran di sekolah lebih banyak menggunakan metode ceramah di setiap pokok materi, sehingga pembelajaran terkesan monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran Inkuiri di SD Negeri Padang Dalom. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Langkah-langkah yang dipilih peneliti dalam analisis data adalah model Miles dan Huberman. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri di SD Negeri Padang Dalom berjalan dengan baik. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran berdasarkan pada model Inkuiri yang memiliki enam langkah pembelajaran yaitu: orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis, mengumpulkan data, dan menarik kesimpulan. Guru mampu menerapkan metode ini sesuai dengan langkahlangkah yang ada, meskipun dalam kenyataannya guru mengalami kendala dalam pengondisian kelas selama kegiatan diskusi berjalan tetapi guru mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan baik.