Articles

Found 5 Documents
Search

REVITALISASI SEPAKBOLA INDONESIA SEBAGAI UPAYA RESOLUSI KONFLIK OLEH KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA (KEMENPORA) - (Studi Kasus Konflik PSSI padaMasa Pemerintahan JokoWidodo dan Jusuf Kalla) AKBAR, MOHAMMAD
Prosiding Magister Ilmu Komunikasi Buku A- Komunikasi Publik Dan Dinamika Masyarakat Lokal
Publisher : Prosiding Magister Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan dinamika revitalisasi yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bentuk dari resolusi konflik yang sedang terjadi di dalam sepakbola Indonesia. Resolusi konflik ini merupakan langkah yang dilakukan pada masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terhadap Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI) yang mengelola sepakbola Indonesia.Teori yang digunakan dalam penelitian ini teori public relations, khususnya teori citra Frank Jefkins yang digunakan untuk melihat bagaimana kesan dan gambaran publik sepakbola Indonesia terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Teori lain yang digunakan adalah teori revitalisasi yang digunakan untuk mengukur sejauh mana proses atau cara pemerintah untuk menjadikan sepakbola Indonesia sebagai upaya memperbaiki citra pemerintah dengan melakukan pembenahan terhadap PSSI. Lalu teori konflik Lewis Coser digunakan untuk melihat faktor-faktor yang memunculkan terjadinya konflik dalam sepakbola.Untuk paradigma penelitian digunakan konstruktivisme, dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus Hasil penelitian dan analisis didasarkan kepada wawancara, observasi, dokumen dan pemberitaan media.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa konflik ini sengaja diciptakan untuk meningkatkan citra yang positif bagi pemerintahan Jokowi-JK. Konflik ini digunakan sebagai cara pemerintah untuk mengkonsolidasikan pengaruhnya di PSSI.
PENGARUH KONSENTRASI PROTEIN IKAN LELE TERHADAP KANDUNGAN KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK IKAN Fitrawati, Rahmi AM; Musbah, Muhamad; Muliadin, Muliadin; Hermawan, Roni; Renol, Renol; Akbar, Mohammad
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v3i1.10

Abstract

Catfish is one of potential fisheries products in Central Sulawesi, but this fact is not in line with community consumption level. Catfishes contain protein and fatty acid which are good for health. The use of catfishes as fish chips become one of the way out to increase the community consumption level. This research aims at knowing the effect of catfishes protein concentration toward chemical content (water content, ash content) and organoleptics. The research result shows that the treatment of catfishes protein concentration is unsignifficantly effect the water and ash content, besides the result of hedonic test shows that the concentration signifficantly effect the taste, the smell and the texture of catfish chips but unsignifficanly effect the colour of it. The treatment by adding 200 g of catfish was being the panels’ most favorite treatment with a score of 4.5 or with the rounding 5 indicated as favored.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN KARANG DI PERAIRAN TELUK PALU Putra, Aswad Eka; Akbar, Mohammad
AgriSains Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.84 KB)

Abstract

Reef fish resources in Palu Bay are under exploitation pressure with increasing demand of fish for human consumption. This study is aimed to analyze the reef fishes composition dan biodiversity in Palu Bay. Field survey was conducted in Palu Bay, Central Sulawesi, in June-July 2017. This research used a survey method on data collection of reef fishes in the form of visual census methods (UVS) and methods of UPT (Underwater Photo Transect). Three sampling station were chosen to represent reef fishes condition in Palu Bay. Results of research in Palu Bay, the reef fish composition dominated by major fishes (54%), then target fishes (40%) and indicator fishes (6%). The reef fish biodiversity index has an average of 2.44 with a range from 2.19 to 2.66, means that biodiversity is in moderate category.Keyword: Biodiversity, Reef Fishes, Palu Bay
PENERAPAN PRINSIP PRINSIP NEW PUBLIC MANAGEMENT DAN GOVERNANCE DALAM REFORMASI ADMINISTRASI Akbar, Mohammad
REFORMASI Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.156 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v5i2.323

Abstract

The successful application of New Public Management (NPM) at some developed countries has cleared path for perpetual promotion of NPM doctrines into developing countries. Privatization is a doctrine in which the service delivered by the government shall be shifted to the hands of private agents. De-bureaucratization is considered as superior because it promises performance improvement if compared to classical public administration. The government of Indonesia starts to acquaint with Reinventing Government since the end of 1990s. The most obvious implementation is the application of decentralist governmental system based on Law No. 22 of 1999 about Local Government which is then amended into Law No. 32 of 2004. New Public Management (NPM) is an important concept and also a significant issue in the public sector reformation. This concept concerns with the problems found in the management of performance at public sector because performance measurement is one of main principles of NPM. The movement of NPM starts from developed countries in European and it has gone far into a global movement such that many developing countries are inspired by the global distribution of this concept. Research attempts to describe New Public Management (NPM), New Public Service (NPS), and Governance in public administration. What will happen with other paradigms after the emergence of New Public Management is also explained. The application of New Public Management and problems behind this application are elucidated. Few illustrations are also given about the difference between Old Public Administration, New Public Management, and New Public Service. The objective of this research is to explain the development and application of New Public Management in public administration / governmental organizations in order to create good governance in decentralization area or wide local autonomy.
ANALISA PROFIL MUKA AIR BANJIR SUNGAI MOLOMPAR KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Akbar, Mohammad; Mangangka, Isri R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 1 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan peristiwa alam yang dapat menimbulkan kerugian harta benda penduduk serta dapat pula menimbulkan korban jiwa. Selama banjir sedang berlangsung, kegiatan dititikberatkan pada usaha pengamanan, agar air sungai senantiasa berada di dalam alur sungai dan sejauh mungkin dihindarkan terjadinya luapan-luapan baik melalui tanggul-tanggul atau melalui sistem pengamanan / pengendalian banjir. Sungai yang dikaji dalam skripsi ini adalah Sungai Molompar di Kabupaten Minahasa Tenggara. Pada tahun 2007 pernah terjadi banjir besar yang mengakibatkan 12 rumah penduduk dan sebuah sekolahan madrasah hanyut oleh air banjir tersebut. Sehubungan dengan itu, maka perlu dilakukan suatu kajian (studi) profil muka air banjir sebagai acuan untuk perencanaan penanggulangan banjir. Dalam menghitung debit banjir di sungai Molompar untuk berbagai kala ulang digunakan metode Haspers terhadap data curah hujan yang di ambil dari stasiun Noongan tahun 2005-2014. Analisa profil muka air banjir menggunakan bantuan software HEC-RAS ver.4.1. Dari hasil simulasi debit banjir dengan kala ulang 2,5,10,20,25,50 dan 100 tahun diperoleh titik-titik terjadinya luapan air di sekitar hilir sungai tersebut. Titik-titik luapan tersebut adalah dari titik M13 hingga muara Sungai Molompar di titik M0. Pada titik tersebut sungai tidak mampu menampung air mulai debit rencana 2 tahun, kecuali pada titik M9 yang mulai melimpas pada debit rencana 5 tahun dan titik M13 pada debit rencana 10 tahun. Hampir semua titik pada bagian hilir Sungai Molompar tersebut melimpas pada kedua sisi sungai kecuali pada titik M9, M10, dan M11 yang hanya melimpas pada sisi kanan sungai saja. Kata kunci : Kedalaman Curah Hujan, Sungai Molompar, Debit Banjir, Tinggi Muka Air Banjir