Glanny M.Ch. Mangindaan, Glanny M.Ch.
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISA SISTEM PENTANAHAN GARDU INDUK TELING DENGAN KONSTRUKSI GRID (KISI-KISI) Pranoto, Agus; Tumaliang, Hans; Mangindaan, Glanny M.Ch.
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.7.3.2018.20765

Abstract

Abstract--- The grounding system of the Teling substation is one of the most important parts in the delivery of electrical quality and continuously. Due to the Teling substation must work well together by using a large disturbance that result in the computer equipment that is the main cause of damage to the substation equipment. This is due to the ineffectiveness of the grounding system, which is due to the earth resistance greater than the standard IEEE Std 2000-80 limit of 0-1 ohm. Therefore it is necessary to do an analysis of whether the grounding system of substation Teling still meet the above favorable standards.In this final project, the system analysis is done by using the grid construction method by considering the mesh voltage, voltage, maximum grid, GPR, and soil resistivity. From the research result, it is found that the grounding system of the grounding system resistance of substation equipment that meets the standard is 0.10 ? to 0.8 ?, compared with the calculation of the grid of groundless grid of ground resistance grid (Rg = 0.47 ?) and earthing grid with grounding rod (Rg = 0.18?). The maximum grid current of the ground substation is capable of delivering power to the ground up to 9307.8 A, with a grid size of conductor 38.72 mm2Keywords: GPR, Ground, Grid, Substation, Step Voltage, Touch Voltage Abstrak---- Sistem pentanahan pada gardu induk Teling adalah salah satu dari bagian penting dalam penyaluran kualitas listrik dan secara kontinyu. Dikarenakan gardu induk Teling harus bekerja sama dengan baik dengan menggunakan gangguan yang besar yang berakibat pada peralatan komputer yang menjadi penyebab utama kerusakan pada peralatan gardu induk. Hal ini diakibatkan oleh tidak bekerjanya sistem pentanahan dengan baik, yaitu akibat resistansi pentanahan lebih besar dari batasan standar yaitu 0-1 ohm. Oleh karena itu perlu dilakukan satu analisis apakah sistem pentanahan gardu induk teling masih memenuhi standar yang menguntungkan diatas.Dalam tugas akhir ini, dilakukan analisis sistem secara khusus gardu induk Teling menggunakan metode konstruksi grid dengan mempertimbangkan tegangan mesh, tegangan, grid maksimum, GPR, dan resistivitas tanah. Dari hasil penelitian yang diperoleh adalah sistem pentanahan nilai resistansi sistem pentanahan peralatan gardu induk yang memenuhi standar yaitu 0,10 ? sampai 0,8 ?, dibandingkan dengan hasil perhitungan yaitu grid pentanahan tanpa batang pentanahan grid resistansi (Rg = 0,47 ?) dan pentanahan grid dengan batang pentanahan (Rg = 0,18?). Arus grid maksimum pentanahan gardu induk teling yang mampu mengalirkan tenaga ke tanah hingga 9307,8 A, dengan ukuran grid konduktor 38,72 mm2Kata Kunci: GPR, Pentanahan, Grid, Gardu Induk, Tegangan langkah, Tegangan sentuh
PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA LISTRIK MINIHIDRO SUNGAI MOAYAT DESA KOBO KECIL KOTA KOTAMOBAGU Mantiri, Hendra E.; Rumbayan, Meita; Mangindaan, Glanny M.Ch.
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.7.3.2018.20769

Abstract

Abstract?Electrical energy needs in North Sulawesi is increasing. Along with that, many a few power plant development has done. Including Kotamobagu City Area which has a lot of water potential to be converted into electric power.Minihydro Power Plant (PLTM) development planning in Kobo Kecil village by utilizing water potential of Moayat river. Begin by calculating the water debit and head so it can be estimated that capability of PLTM to be built. Then it is designed to manufacture the components of PLTM, such as: dam, intake building, waterway, stilling pond, penstock, power house, and spillway. Where the power house there are main equipments, such as: turbine, generator, and transformer.Keywords: Generator, Head, Turbine, Water Debit.Abstrak?Kebutuhan energi listrik di Sulawesi Utara semakin meningkat. Seiring dengan itu, banyak dilakukan beberapa pembagunan pembangkit tenaga listrik. Termasuk daerah Kota Kotamobagu yang mempunyai banyak potensi air untuk diubah menjadi tenaga listrik.Perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di desa Kobo Kecil dengan memanfaatkan potensi air sungai Moayat. Di mulai dengan menghitung debit air dan head yang ada sehingga dapat diperkirakan kemampuan PLTM yang akan dibangun. Kemudian dirancangkan pembuatan komponen-komponen PLTM, seperti: bendung, bangunan pengambilan, saluran penghantar air, bak penenang, pipa pesat, rumah pembangkit dan saluran pelimpah. Dimana untuk gedung pembangkit terdapat peralatan utama, seperti: turbin, generator, dan transformator.Kata Kunci: Debit Air, Generator, Ketinggian Jatuh Air, Turbin.
ANALISA PERANCANGAN SISTEM SCADA DI SISTEM KELISTRIKAN MINAHASA Hurlatu, Leoborus N.; Patras, lily S.; Mangindaan, Glanny M.Ch.
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.5.2.2016.11658

Abstract

Abstract-, In the distribution and operation of the power system one of the things that have an important role is thenSupervisory Control & Data Acquitition (SCADA). SCADA is a system that control device remotely. In the SCADA application includes monitoring, control and data acquisition. With the development of automation technologies rapidly increasing, new techniques have sprung up to facilitate SCADA system. In the distribution system there is main problem, how to solve the problems quickly because most interference in electric power systems occur in distribution system. The electrical system in minahasa also required a reliable system that can handle the interference and can be done precisely, that is using the system protection settings remotely capable of being operated at real time. Based on the results of the simulation, using the SCADA program designed using Wonderware InTouch 11.0. Application of SCADA program on the electrical system minahasa. Reviewing the absence of SCADA system for the working of the system maintenance. So to reduce the accident rate and improve the quality of service to consumers. Keywords: Electrical System, Maintenance, SCADA, Wonderware InTouch Abstrak-. Dalam sistem tenaga listrik distrbusi dan operasi salah satu hal yang memliki peran penting adalah sistem Supervisory Control & Data Acquitition (SCADA). SCADA merupakan sistem pengendalian perangkat secara jarak jauh. Dalam penerapannya, SCADA dapat melakukan pengawasan, pengendalian dan akuisisi data. Dengan perkembangan teknologi otomasi yang semakin pesat, berbagai teknik baru bermunculan untuk mempermudah dalam menjalankan sistem SCADA. Pada sistem distribusi terdapat masalah utama yaitu bagaimana mengatasi gangguan dengan cepat, karena gangguan dalam sistem tenaga listrik banyak terjadi dalam sistem distribusi. Pada sistem kelistrikan  yang  ada di minahasa diperlukan pula sistem yang handal agar penanganan gangguan dapat dilakukan secara tepat yaitu menggunakan sistem pengaturan proteksi jarak jauh yang mampu dioperasikan pada waktu yang nyata (real time). Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan, menggunakan program SCADA yang dirancang menggunakan Wonderware InTouch 11.0. Penerapan program SCADA pada sistem kelistrikan minahasa dapat dilakukan. Meninjau belum adanya sistem SCADA untuk pengerjaan perawatan sistem. Sehingga dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen.   Kata Kunci : Maintenance, SCADA, Sistem Kelistrikan, Wonderware InTouch.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU DI LIKUPANG Maychel, Ruben; Mangindaan, Glanny M.Ch.; Tumaliang, Hans
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.8.1.2019.23650

Abstract

Abstract - The wind is moving air and energy resources are renewable, that always exist in nature. With the existence of the electricity crisis is not resolved also the urge to replace fossil resources. Renewable energies have to be a substitute for fossil resources. Wind is one of the new renewable energy is selected as the one to replace it.To determine the power generated by the wind then carried out studies. The studies were carried out in the form of an operational review and financial review. These studies are used to perform a power generation development planning. Keywords: Power generation; Planing; Renewable ennergy; Wind turbine.   Abstrak - Angin merupakan udara yang bergerak dan sumber daya energi yang tidak pernah habis yang selalu ada di alam. Karena adanya faktor krisis energi listrik yang belum teratasi juga adanya dorongan untuk menggantikan sumber daya fosil. Energi terbarukan dipilih untuk menjadi pengganti sumber daya fosil. Angin adalah salah satu energi baru terbarukan yang dipilih sebagai salah satu untuk menggantikannya.                Untuk mengetahui daya yang dibangkitkan oleh angin maka dilakukan kajian-kajian. Kajian-kajian yang dilakukan berupa kajian operasional dan kajian finansial. Kajian-kajian tersebut digunakan dalam melakukan sebuah perencanaan pembangunan pembangkit listrik.  Kata kunci : Pembangkit listrik; Perencanaan; Energi Terbarukan; Turbin angin.
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI AUTOMATIC TRANSFER SWITCH PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA – GENERATOR SET Tawurisi, Fernando; Mangindaan, Glanny M.Ch.; Silimang, Sartje
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.8.3.2019.26651

Abstract

Abstract ? The continuity of the distribution of electricity from the power plant to consumers cannot be guaranteed to be available at all times. This is due to the possibility of disruption that occurs at the power plant, transmission lines and distribution channels. To simplify the operation of the generator set, with the aim of increasing the reliability of the supply of electrical energy, we need a system that can work automatically in its control. This research produces an Automatic Transfer Switch (ATS) / Automatic Main Failure (AMF) tool that can move supplies from PLN to the generator or vice versa. The method used is to design a tool that can detect stresses at both sources and carry out the process of programming the tool. From several analyzes, ATS / AMF was able to acquire data in the form of voltage with an average error of 4.57 Vac. From the test results, it was found that there was a time lag between the interruption of PLN supply until the generator set was turned on and ready to be loaded for 15 seconds. And when PLN returns to normal, there is a lag time of less than 1 second in the transfer of supplies from the generator to PLN.Keywords ? Automatic transfer Switch ; Automatic main Failure ; Control System ; voltage Abstrak ? Kontuinitas penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit sampai ke konsumen tidak bisa dijamin tersedia setiap saat. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan gangguan yang terjadi pada pusat pembangkit, saluran transmisi maupun saluran distribusi. Untuk mempermudah pengoperasian genset , dengan tujuan untuk meningkatkan keandalan penyediaan energi listrik, maka dibutuhkan suatu sistem yang dapat bekerja secara otomatis dalam pengontrolannya. Penelitian ini menghasilkan Alat Automatic transfer Switch (ATS) / Automatic Main Failure (AMF) yang dapat memindahkan suplai dari PLN ke Genset Ataupun Sebaliknya. Metode yang digunakan dengan merancang alat yang dapat mendeteksi tegangan pada kedua sumber serta melakukan proses pemrogrman pada alat. Dari beberapa analisa didapatkan, ATS/AMF mampu mengakuisisi data berupa tegangan dengan galat rata-rata sebesar 4,57 Vac. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa terdapat jeda waktu antara suplai PLN yang  mengalami gangguan sampai genset dihidupkan dan siap dibebani yaitu sebesar 15 detik. Dan pada saat PLN kembali normal didapatkan jeda waktu kurang dari 1 detik dalam perpindahan suplai dari genset ke PLN.Kata Kunci ? Automatic transfer Switch ; Automatic main Failure ; sistem kendali ; Tegangan 
ANALISA DAERAH LINDUNG DAN GROUNDING PADA TOWER TRANSMISI AKIBAT TERJADINYA BACK FLASHOVER Luntungan, Renaldi P.; Patras, Lily S.; Mangindaan, Glanny M.Ch.
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.7.3.2018.20766

Abstract

Abstract ? Lightning is a natural phenomenon caused by the presence of electric charges in the atmosphere that has a very large current and a very short time, thus causing fatal damage especially on electrical equipment in the open air. Any lightning discharge occurring within the cloud, between clouds and clouds to the ground, will generate electrical radiation with a very wide frequency spectrum (in the order of kHz to MHz order). Therefore, lightning often causes interference in the transmission line. The disturbance caused by direct stroke on SUTT ground wire is a back flashover phenomenon. Back flashover phenomenon occurs when the voltage on the channel isolator is greater than or equal to the critical voltage of flashover (critical flashover) so that a flashover occurs in the isolator.From the analysis of grounding conditions on the tower No. 62 SUTT 70KV transmission Tomohon - Teling direction impacted Back Flashover, because the value of grounding measurement resistance is 7.1 ? has a difference exceeding the standard value of grounding resistance of ? 5 ? of the default value set.Keywords ? Back Flashover, Ground wire, Grounding resistance Abstrak ? Petir adalah suatu fenomena alam yang disebabkan karena adanya muatan elektrik di atmosfir yang memiliki arus sangat besar dan waktu yang sangat singkat, sehingga menimbulkan kerusakan yang fatal terutama pada peralatan listrik di udara terbuka. Setiap peluahan petir yang terjadi di dalam awan, antar awan maupun dari awan ke tanah, akan memunculkan radiasi elektrik dengan spektrum frekuensi sangat lebar (dalam orde kHz hingga orde MHz). Oleh sebab itu, petir seringkali menyebabkan gangguan pada saluran transmisi. Gangguan yang disebabkan oleh sambaran langsung (direct stroke) pada kawat tanah SUTT adalah fenomena back flashover. Fenomena back-flashover terjadi bila tegangan pada isolator saluran lebih besar atau sama dengan tegangan kritis lompatan api (critical flashover) sehingga lompatan api terjadi pada isolator tersebut.Dari hasil analisa kondisi grounding pada tower No.62 SUTT 70KV transmisi jurusan Tomohon ? Teling berdampak terjadi Back Flashover, karena Nilai resistansi pengukuran pentanahan adalah sebesar 7,1 ? memiliki perbedaan melebihi nilai standar resistansi pentanahan sebesar ? 5 ? dari nilai standar yang di tetapkan.Kata kunci ? Back Flashover, Kawat tanah, Tahanan pentanahan.
ANALISA EKONOMIS PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) PADA PASAR TRADISIONAL Lontoh, Jeral H.; Rumbayan, Meita; Mangindaan, Glanny M.Ch.
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.6.1.2017.15902

Abstract

Abstract? The needs of renewable energy is highly required this time to replace fossil energy as a source of electricity. The utilization of environment friendly renewable energy continue to be developed in order to face the energy crisis and create a healthy environment. The purpose of writing this last task is to analyze the potential of organic waste and economical calculations from the development of a power plant in gas fuel that obtained from organic waste, so that can produce alternative energy and can maintain environmental sustainability. In this last task, the potential of organic waste is calculated from the volume of garbage that produce heat energy kilo calori and converted into electrical power units kilo Watt hour. The location of the research potential of organic waste is found in the traditional market pinasungkulan karombasan. The volume of organic waste produced by the market pinasungkulan is 20 m3 each day so it can produce 124.600 kcal heat energy every day, then from that heat energy it can be converted into electrical energy of 144,81 kWh. Therefore the author assume that plant equipment used is PLTG with a capacity of 150 kW.Keywords: economical calculations, kilo calori,  organic waste, renewable energy.Abstrak? Kebutuhan energi terbarukan sangat di perlukan saat ini untuk menggantikan energi fosil sebagai sumber pembangkit listrik. Pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan terus dikembangkan guna menghadapi krisis energi dan menciptakan lingkungan yang sehat. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk menganalisa potensi limbah organik serta perhitungan ekonomis dari pembangunan suatu pembangkit berbahan bakar gas yang di dapatkan dari limbah organik, sehingga bisa menghasilkan energi alternatif dan bisa menjaga kelestarian lingkungan. Dalam tugas akhir ini, potensi limbah organik dihitung dari volume sampah yang menghasilkan energi panas kilo calori dan dikonversi menjadi satuan daya listrik kilo Watt hour. Lokasi penelitian potensi limbah organik ini terdapat di pasar tradisional pinasungkulan karombasan. Dari volume sampah organik yang dihasilkan pasar pinasungkulan sebesar 20 m3 setiap harinya sehingga dapat menghasilkan energi kalor sebesar 124.600 kcal setiap hari, maka dari energi kalor tersebut dapat dikonversikan menjadi energi listrik sebesar 144,81 kWh. Oleh karena itu penulis mengansumsikan peralatan pembangkit yang digunakan adalah PLTG dengan kapasitas 150 kW. Kata kunci: energi terbarukan, kilo kalori, limbah organik, perhitungan ekonomis,
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL OTOMATIS DAN PENGAMATAN KONDISI BATERAI PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS MICROCONTROLLER Simanjuntak, Tri B.O.; Mangindaan, Glanny M.Ch.; Pakiding, Marthinus
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Teknik Elektro dan Komputer
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jtek.6.2.2017.16655

Abstract

Abstract? The need and consumption of electric power from year to year continues to grow. This condition makes the power plant should continue to maintain the reliability to provide electricity when needed. In the power plant system there is also a DC system that has an important role. DC systems using batteries currently in maintenance still rely on dispatchers who have high human error rates. To help with this problem, a microcontroller based control and observation system is designed which will provide information in the form of current, voltage, temperature and indicator if one of the batteries is discharged.Keywords: Automatic Control, DC System, Direct Current, Microcontroller, Monitoring, Observation Control, Power Plant, System Battery, Temperature, Voltage. Abstrak? Kebutuhan maupun konsumsi daya listrik dari tahun ke tahun terus bertambah. Kondisi ini membuat pusat pembangkit tenaga listrik harus terus menjaga keandalan untuk menyediakan listrik saat dibutuhkan. Didalam sistem pembangkit listrik terdapat juga sistem DC yang mempunyai peran penting. Sistem DC menggunakan baterai saat ini dalam pemeliharaannya masih mengandalkan petugas operator yang punya tingkat kesalahan manusia yang tinggi. Untuk membantu permasalahan ini maka dirancanglah sistem kontrol dan pengamatan baterai berbasis microcontroller yang akan memberikan informasi berupa arus, tegangan, suhu dan indikator jika salah satu baterai terlepas.Kata kunci: Arus Searah, Kontrol Otomatis, Microcontroller, Monitoring,  Pembangkit Listrik, Pengamatan Baterai, Sistem DC, Sistem Kontrol, Suhu,  Tegangan.