Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERORIENTASI PENYELESAIAN MASALAH Sulistiono, Eko; ., Tjandrakirana; Rahayu, Yuni Sri
JURNAL PENA SAINS Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar di sekolah hanya menekankan pada aspek mengetahui dan memahami. Aspek analisis, aplikasi, sintesis dan evaluasi jarang sekali dilakukan sehingga mengajarkan siswa dalam belajar hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi penyelesaian masalah dengan ujicoba pada 31 siswa SMP dengan rancangan one group pretest-posttest, pengembangan dengan Dick and Carey. Data dianalisis dengan deskriptif kualitatif dengan hasil keterlaksanaan pembelajaran baik (dengan rentang 3-4). Tes hasil belajar siswa dianalisis dengan N-Gain mengalami peningkatan (0.72). Kemampuan berpikir kritis siswa dianalisis dengan N-Gain mengalami peningkatan (0.81). Simpulan peneliti bahwa perangkat pembelajaran berorientasi penyelesaian masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SMP.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI MODEL KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MELATIH BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Krisnawati, Nofi Maria; ., Tjandrakirana; ., Soetjipto
JURNAL PENA SAINS Vol 1, No 1 (2014): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran model kooperatif dengan pendekatan scientific yang menggunakan 4-D model dan bertujuan untuk melatih berpikir kritis siswa SMA dalam meningkatkan hasil belajar. Subyek penelitian perangkat pembelajaran yang diujicobakan pada 35 siswa SMA menggunakan rancangan one group pretest-posttest, sedangkan data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat  pembelajaran  valid,  keterlaksanaan  pembelajaran  baik.  Tes  hasil  belajar siswa dianalisis dengan N-Gain mengalami peningkatan yang semakin tinggi dan afektif siswa juga mengalami peningkatan yang tinggi pada masing-masing indikator. Kemampuan berpikir kritis siswa dianalisis juga dengan N-Gain mengalami juga peningkatan yang semakin tinggi, serta aktivitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang tinggi. Simpulannya bahwa perangkat pembelajaran biologi model kooperatif dengan pendekatan scientific layak dan dapat melatih kemampuan berpikir kritis siswa dalam meningkatkan hasil belajar.
THE DEVELOPMENT OF CRITICAL AND CREATIVE THINKING ABILITY IN INTEGRATED SCIENCE LEARNING ON HUMAN EXCRESSION SYSTEM MATERIALS FOR JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Trimawati, Karina; ., Tjandrakirana; ., Raharjo
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8 No.1 Februari 2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berupa tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif yang layak pada materi Sistem Ekskresi Manusia yang mengacu pembelajaran IPA Terpadu untuk siswa SMP. Adapun pengembangan perangkat merupakan modifikasi dari model Dick dan Carey yang diujicobakan pada siswa kelas VIII SMP semester genap tahun pelajaran 2018/2019 dan dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali. Rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian yang diukur adalah validitas, reliabilitas, dan sensitivitas dari perangkat tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) dari 10 butir soal tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif terdapat 2 butir soal yang dinyatakan tidak valid dengan nilai rata-rata masing-masing butir soal yang tidak valid 0,53, (b) reliabilitas perangkat tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif sebesar 85% dengan kategori tinggi, (c) kedua butir soal yang tidak valid juga dinyatakan tidak sensitiv dan memiliki nilai sensitivitas masing-masing sebesar 0,03 dan 0,26, dan (d) hasil tes berpikir kritis dan kreatif siswa terdapat peningkatan, kemampuan berpikir kritis meningkat dari 12,73 (kurang kritis) menjadi 21,08 (sangat kritis) sehingga memperoleh N-Gain sebesar 0,70 (tinggi)  dan kemampuan berpikir kreatif meningkat dari 10,05 (kurang kritis) menjadi 17,02 (kreatif) sehingga memperoleh N-Gain sebesar 0,54 (sedang). Simpulan perangkat tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran IPA Terpadu yang dikembangkan layak untuk digunakan.