Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAMBI Mahdi, Mahdi; Aimon, Hasdi; Syofyan, Efrizal
Jurnal Kajian Ekonomi Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and determine the effect of: (1) government spending on economic growth Jambi province, (2) taxes on economic growth Jambi, (3) the money supply to economic growth Jambi and (4) interest rates on economic growth Jambi province.. This research uses the methods of analysis tools Ordinary Least Squared (OLS). The dependent variable in the study of economic growth. While the independent variable in this study is government spending, taxes, the money supply and interest rates. The research concludes that (1) government spending significant and positive impact on economic growth of Jambi Province. (2) taxes affect economic growth Jambi significantly and negatively. (3) the money supply is also a positive effect on economic growth signifikandan Jambi Province. (4) interest rates affect economic growth Jambi significantly and negatively. Based on these results the policies that can be advised Local Government (LG) is the need for local government or policy makers efforts by increasing government spending (Expansionary Fiscal Policy). The Government is expected to set the proper allocation of tax so as not to weaken the purchasing power of consumers. The Government is expected to set the proper allocation of tax so as not to weaken the purchasing power of consumers. Local government and Bank Indonesia in order to maintain liquidity or the availability of money in the economy Jambi. Government along the banks especially Bank Indonesia in order to maintain a healthy rate so it does not impact on the decline in the interest of investors to invest. Keyword : Fiscal Policy, Moneter Policy, Government Expenditure, Tax, Money Supply, Interest Rate
ANALISIS POTENSI DAN TINGKAT EKSPLOITASI ZONA PENANGKAPAN DI KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU Amrizal, Amrizal; Sjafrizal, Sjafrizal; Mahdi, Mahdi; Junaidi, Junaidi
Berkala Perikanan Terubuk Vol 44, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.114 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.44.2.76 - 88

Abstract

This research in two sub-districts and District Bantan North Rupat Bengkalis District, Riau Province. The purpose of this study was to analyze: The potential of fishery resources, the condition of waters, eklpoitasi level of fishery resources in the arrest of three zones Bengkalis. The study states that the sustainable potential of Zone I to 1287.09 tons / year. The rate of exploitation in 2013 amounted to 113.04% with the condition have been over fishing, sustainable Potential Zone II is 4444.48 tons/year and the rate of exploitation in 2013 amounted to 90.46% with very keritis conditions, sustainable Potential Zone III for 3181, 38 tons / year by the rate of exploitation in 2013 amounted to 81.67% with the condition of the waters have started critical
KONFLIK AGRARIA DAN PELEPASAN TANAH ULAYAT (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT SUKU MELAYU DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT) Mutolib, Abdul; Yonariza, Yonariza; Mahdi, Mahdi; Ismono, Hanung
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik pengelolaan hutan di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Konflik pengelolaan hutan seringkali disebabkan karena adanya pluralisme hukum antara pemerintah dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik lahan yang terjadi antara masyarakat adat Suku Melayu dengan pemerintah dan  proses terjadinya pelepasan tanah ulayat Suku Melayu di Kesatuan Pemangku Hutan Produksi (KPHP) Model Dharmasraya.  Desain penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di KPHP yang berada di Nagari Bonjol, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Konflik agraria yang terjadi di KPHP antara masyarakat adat dengan pemerintah dikarenakan adanya legal pluralism dalam pengakuan hutan, dan 2) Proses pelepasan tanah ulayat terjadi melalui transaksi jual beli yang dikendalikan oleh Datuak penguasa ulayat. Bukti kegiatan jual beli adalah dikeluarkannya “alas hak” sebagai bukti bahwa tanah ulayat telah dijual. Maraknya kegiatan jual beli tanah ulayat disebabkan harga tanah ulayat yang rendah dan tingginya minat masyarakat berkebun di tanah ulayat Suku Melayu. Diperlukan strategi yang tepat untuk mempertahankan fungsi kawasan hutan di wilayah KPHP tanpa mengabaikan keberadaan masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya dari hutan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SETING KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 3 PALIMANAN KABUPATEN CIREBON nuy, Nur; Mahdi, Mahdi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 7, No 1 (2018): Evaluasi Pembelajaran
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.193 KB)

Abstract

ABSTRAK  Salah satu keberhasilan belajar, dipengaruhi oleh metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 3 Palimanan  Kabupaten Cirebon  yaitu  ditemukannya  guru  yang lebih dominasi  menggunakan  metode  ceramah  yang  berdampak pada siswa  kurang termotivasi dan mendapatkan hasil belajar yang kurang atau di bawah KKM yaitu75, sedangkan rata-rata kelas baru mencapai 58,03. Maka peneliti terdorong melakukan  penelitian  untuk  meningkatkan  motivasi  dan  hasil  belajar  siswa dengan menggunakan model Pembelajaran Interaktif Seting Kooperatif. Tujuan umum penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS, sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Pembelajaran Interaktif Seting Kooperatif, motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII   di   SMP   Negeri   3   Palimanan   Kabupaten   Cirebon.   Penelitian   ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dengan  empat  tahapan  yaitu  :  penelitian,  pelaksanaan,  tindakan,  observasi, refleksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil implemnetasi model Pembelajaran Interaktif Seting Kooperatif yaitu pada siklus I sebesar 62,5% siklus II sebesar92,5% dan siklus III sebesar 95%. Peningkatan motivasi belajar siswa siklus I sebesar 57,5% siklus II sebesar 90% dan siklus III sebesar 97,5%, sedangkan hasil belajarnya yaitu pra siklus sebesar 58,03 dengan ketuntasan 14,28% siklus I sebesar 67 dengan ketuntasan 50% siklus II sebesar 74 dengan ketuntasan 65% dan siklus III 80 dengan ketuntasan 85% dengan demikian dapat disimpulkan bahwasannya  implementasi  model  Pembelajaran  Interaktif  Seting  Kooperatif dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 3Palimanan Kabupaten Cirebon.   Kata Kunci : Pembelajaran,  Interaktif Seting Kooperatif, Motivasi  dan HasilBelajar
URGENSI AKHLAK TASAWUF DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MODERN Mahdi, Mahdi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.815 KB)

Abstract

ABSTRAK Tasawuf memiliki relevansi dan signifikansi dengan problema manusia modern, karena secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syari‟ah sekaligus. Tasawuf dapat dipahami sebagai pembentuk tingkah laku melalui pendekatan tasawuf-suluki (tasawuf akhlaqi), dan dapat memuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf-falsafi. Tasawuf juga dapat diamalkan oleh setiap muslim, dari lapisan sosial manapun dan di tempat manapun. Secara fisik, mereka menghadap ke satu arah, yaitu kiblat, dan secara rohaniah mereka berlomba-lomba menempuh jalan (tarekat) melewati maqamat dan ahwal menuju pada kedekatan (qurb), bahkan peleburan (fana‟) dengan Tuhan yang Maha Esa, yaitu Allah. Artikulasi agama yang tidak ditopang oleh pemahaman dan penghayatan yang benar, dalam pengertian kemampuan meletakkan agama sesuai dengan inti spiritualnya, hanya akan mengakibatkan kepuasan psikologis dan sosiologis yang absurd, serta melahirkan sikap yang radikal dalam beragama. Mengisi hidup dan kehidupan dengan visi dan artikulasi sufistik akan menjadi penawar krisis spiritualitas dewasa ini. Islam misalnya, yang sarat akan ajaran-ajaran spiritual, dipandang sebagai alternatif pegangan hidup manusia di masa datang. Namun, di balik optimisme akan masa depan agama, muncul pertanyaan tentang model keberagamaan yang mampu menyangga kebutuhan spiritualitas manusia. Kata Kunci: Tasafuf, Filsafat Barat Modern
STRATEGI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MADRASAH DI INDONESIA Mahdi, Mahdi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.064 KB)

Abstract

Abstrak Desentralisasi pemerintahan yang melahirkan otonomisasi penyelenggaraan pendidikan melahirkan sebuah persepektif baru dalam pengelolaan pendidikan, yaitu Manajemen Berbasis Madrasah (MBM).MBM merupakan salah satu strategi dalam mengembangkan pendidikan di madrasah.Otonomi bidang pendidikan ini secara mikro lebih dikenal dengan otonomi sekolah atau desentralisasi pengelolaan sekolah yang berarti pengelolaan pendidikan berdasarkan kebutuhan sekolah/masyarakat atau disebut juga dengan local management of school.Sekolah-sekolah diberikan kewenangan yang penuh dalam merancang kebutuhan layanan pendidikan berdasarkan kebutuhan masyarakat.Kata Kunci :strategi, pendidikan, dan madrasah
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KESUKSESAN BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA Mahdi, Mahdi
JURNAL EDUKASI: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 3, No 1 (2017): JURNAL EDUKASI (JURNAL BIMBINGAN KONSELING) JANUARI 2017
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/je.v3i1.1411

Abstract

This study was to determine the role of guidance and counseling teachers in improving student learning success at SMA Negeri 1 Depok Sleman, Yogyakarta. The method used in this research is descriptive qualitative manifold generate descriptive data to describe the behavior of the subject under study. Then the presence of investigators in this study serves as primary research tool. Sources of data in this study are primary data obtained through observation and interview respondents. And secondary data documentation Masters programs of guidance and counseling. Data collection techniques in this study using the method of observation, interviews, and documentation. Selanjtnya data analysis in this study using qualitative data analysis. The results showed that the models of guidance and counseling program in SMA Negeri 1 Depok form their Intensification Program for class XII, intensification program contains material National Examinations and Pathways to college, learning programs in addition to class 10 and 11 to face the Final Exams Semester in order to satisfy student achievement, educational exhibits, and extracurricular programs in SMA Negeri 1 Depok. Then the data findings in the form of involvement or role of teacher guidance and counseling in improving students success in school is through a program of classical guidance, counseling and personal counseling, tutoring and social counseling, guidance and counseling to learn, and guidance and career counseling.
PERTUMBUHAN DAN TIPOLOGI PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Mahdi, Mahdi; Amril, Amril; Syaifuddin, Syaifuddin
e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah Vol 6 No 2 (2017): e-Jurnal Perspektif Ekonomi dan Pembangunan Daerah
Publisher : Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.145 KB)

Abstract

This study aims to analyze the growth rate of GRDP in the agricultural sector and the typology of its growth in Tanjung Jabung Barat District. The data used are secondary data of Tanjung Jabung Barat Regency for the period 2000 - 2013. Data is sourced from the Central Bureau of Statistics of Tanjung Jabung Barat Regency and Jambi Province. Data were analyzed descriptively using the Klassen growth typology model. The results of the study found: 1) the average growth rate of the agricultural sector GRDP of Tanjung Jabung Barat District during the period 2000 - 2013 was 8.25 percent per year. In the same period, almost all sub-sectors of agriculture experienced an increase except for the forestry sub-sector which experienced a decline; 2) based on Klassen's growth typology analysis, the agricultural sector of Tanjung Jabung Barat Regency is classified as a criterion of advanced and fast-growing sectors
KONFLIK AGRARIA DAN PELEPASAN TANAH ULAYAT (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT SUKU MELAYU DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN DHARMASRAYA, SUMATERA BARAT) Mutolib, Abdul; Yonariza, Yonariza; Mahdi, Mahdi; Ismono, Hanung
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2015.12.3.213-225

Abstract

Konflik pengelolaan hutan di Indonesia semakin meningkat jumlahnya. Konflik pengelolaan hutan seringkali disebabkan karena adanya pluralisme hukum antara pemerintah dan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik lahan yang terjadi antara masyarakat adat Suku Melayu dengan pemerintah dan  proses terjadinya pelepasan tanah ulayat Suku Melayu di Kesatuan Pemangku Hutan Produksi (KPHP) Model Dharmasraya.  Desain penelitiannya adalah deskriptif kualitatif dengan lokasi penelitian di KPHP yang berada di Nagari Bonjol, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Konflik agraria yang terjadi di KPHP antara masyarakat adat dengan pemerintah dikarenakan adanya legal pluralism dalam pengakuan hutan, dan 2) Proses pelepasan tanah ulayat terjadi melalui transaksi jual beli yang dikendalikan oleh Datuak penguasa ulayat. Bukti kegiatan jual beli adalah dikeluarkannya “alas hak” sebagai bukti bahwa tanah ulayat telah dijual. Maraknya kegiatan jual beli tanah ulayat disebabkan harga tanah ulayat yang rendah dan tingginya minat masyarakat berkebun di tanah ulayat Suku Melayu. Diperlukan strategi yang tepat untuk mempertahankan fungsi kawasan hutan di wilayah KPHP tanpa mengabaikan keberadaan masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya dari hutan.
Penerapan Metode AHP(Analythyc Hierarchy Proses) Untuk Membuka Warung Kopi Mahdi, Mahdi
Jurnal Infomedia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/.v2i1.481

Abstract

Lokasi warung   kopi  sangat menetukan jumlah pengunjung, hal ini disebabkan jika lokasi warungkopi letaknya sangat strategis maka akan banyak pengunjungnya setiap hari. Warung kopi bagi masyarakat Aceh merupakan tempat dimana masyarakat berkumpul untuk sekedar melepas lelah atupun tempat mengawali hari sebelum melaksanakan aktivitas rutin. Seiring pertumbuhan penduduk yang semakin pesat maka kebutuhan warung kopi juga akan semakin banyak. Hal ini akan membuka peluang bisnis yang menjajikan dengan usaha warung kopi. Namum dalam memilih lokasi usaha warung kopi juga sangan sulit, karena harus memenuhi beberapa kriteria. Untuk menentukan dimana layak dibuka warung kopi maka perlu digunakan suatu sistem pendukukung keputusan (SPK) dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process(AHP). Penerapan metode AHP untuk membuka warung kopi menggunakan 7 kriteria, yaitu kriteria bangunan toko, air bersih, sarana transportasi, koneksi internet, jarak pusat kota, jarak perkantoran dan sumber listrik. Penelitian ini menggunakan 4 alternative yaitu Simpang Empat, Pasar Inpres, Cunda dan Terminal Pusong. Hasil dari penerapan metode AHP menempatkan Simpang Empat sangat layak untuk dibuka warung kopi. Kata kunci : usaha,warung kopi, SPK,AHP,kriteria, alternative