Articles

Found 17 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER KEPATUHAN DI PESANTREN BUNTET CIREBON Yulyana, Intan Luwih; Abdussalam, Aam; Kosasih, Aceng
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No 1 (2018): May 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v5i1.8560

Abstract

    ABSTRAK   Penelitian ini dilatarbelakangi maraknya berbagai kasus yang menunjukkan semakin rendahnya moral masyarakat utamanya para remaja. Selama ini, pesantren diakui sebagai lembaga yang tepat untuk membentuk karakter seseorang. Pesantren Buntet Cirebon terkenal akan kepatuhan santri terhadap kyainya yang begitu melekat hingga mereka menyebutnya dengan “patuh sampai mati”. Selain itu, pesantren Buntet Cirebon juga memiliki banyak keunikan seperti adanya soan, ḥaul, ngaji pasaran, komunitasnya yang homogen, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan serta hasil pendidikan karakter kepatuhan di Pesantren Buntet Cirebon. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter kepatuhan dilakukan dengan metode uswatun ḥasanah, targīb wa tarhib, dan kisah. Berdasarkan data-data penelitian, penulis menemukan bahwa kepatuhan merupakan aspek yang penting dan bersifat alami. Kepatuhan ini terjadi secara tulus yang terjadi dalam proses yang panjang. Terjadi secara tulus dan alami karena kyai memiliki sifat ikhlas, akhlak yang mulia, kasih sayang yang tulus, dan sifat tidak memaksa tehadap santri. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap aktivitas religius dan kepribadian santri yang lebih baik, serta kepatuhan terhadap hal yang lainnya seperti terhadap guru, orangtua, masyarakat, sesama santri dan terhadap peraturan pesantren.  Kata kunci: pendidikan karakter, kepatuhan, pembiasaan di pesantren.  ABSTRACTThis present study is conducted based on the various cases indicating the decadence of community morality, especially among teenagers. During this time, Pesantren or Islamic boarding school has been recognized as the right institution to establish someone's character. In particular, Pesantren Buntet Cirebon is well-known for the obedience of the students (santri) to their beloved teachers (kyai). Moreover, they call it as "obedient to death". In addition, Pesantren Buntet Cirebon also has a number of uniqueness, such as the existence of soan, ḥaul, ngaji pasaran, homogenous community, and so forth. This study aims at finding out the planning, implementation, and education results of the obedience character at Pesantren Buntet Cirebon. This study employed a qualitative-descriptive approach. In addition, the data collection is carried out through observation, interviews, and documentation studies. The result of this study showed that the character education of obedience was implemented through uswatun ḥasanah (good examples), targib wa tarhib, and story methods. Based on the data found and analyzed in this present study, the researcher found that the obedience was considered as an important and natural aspect. This obedience was established sincerely in the long processes. In fact, this sincere and natural obedience were influenced by the characters possessed by the kyai, such as sincerity, noble character, sincere affection, and humbleness towards the santri / students. As a consequence, it resulted in the better religious activity and personality of santri, and this obedience also had an effect on respecting others, such as on the teachers, parents, community, fellow students, and even on the rules of pesantren. Keywords: character education, obedience, habituation in pesantren.
PENERAPAN KARAKTER TOLERANSI BERAGAMA PADA MASYARAKAT CIGUGUR YANG PLURALISME Djuniasih, Elisabeth; Kosasih, Aceng
Jurnal Pendidikan Karakter No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi April 2019, TH. IX, NO.1
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v0i1.22987

Abstract

Abstrak: Toleransi merupakan modal utama dalam membangun harmoni antarumat beragama, terutama di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan karakter toleransi beragama dalam kehidupan masyarakat Cigugur yang pluralis. Penelitian di lakukan di Desa Cisantana dan Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Cigugur yang memiliki keberagaman dalam memeluk agama dapat hidup berdampingan secara damai. Adapun faktor pemersatu masyarakat Cigugur yaitu adanya saling menghargai karena memiliki ikatan darah yang kuat. Selain itu, pemimpin masing-masing agama dan aliran kepercayaan sangat berperan dalam terbentuknya toleransi beragama. Hari Raya Idul Fitri, Upacara Seren Taun, dan Perayaan Natal adalah saat-saat mereka bekerja sama tanpa mengganggu kegiatan beribadah. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan pembelajaran bagi para remaja dan anak-anak karena mereka adalah generasi penerus yang harus mempertahankan toleransi beragama di daerah di mana mereka dilahirkan.Kata Kunci: karakter, toleransi beragama, dan masyarakat pluralisAPPLICATION OF CHARACTER OF RELIGIOUS TOLERANCE IN PLURALIST COMMUNITIY OF CIGUGUR KUNINGAN Abstract: Tolerance is the main capital in building harmony among religious believers, especially in Indonesia. This research was conducted to find out how the application of the character of religious tolerance in the life of the pluralist Cigugur community. The research was conducted in the villages of Cisantana and Cigugur, Cigugur Subdistrict, Kuningan District, West Java. Data collection in this study uses observation and interview techniques. Data analysis was performed using qualitative descriptive analysis techniques. The results of the study show that the Cigugur people who have diversity in embracing religion can coexist peacefully. The unifying factor of the Cigugur community is mutual respect because it has strong blood ties. In addition, the leaders of each religion and the flow of beliefs play an important role in the formation of religious tolerance. Eid al-Fitr, Seren Taun Ceremony, and Christmas Celebration are times when they work together without interfering with worship activities. These activities are learning for young people and children because they are the next generation who must maintain religious tolerance in the area where they are born.Keywords: character, religious tolerance, pluralist society 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL PADA MASYARAKAT PLURALISME DI CIGUGUR KUNINGAN Setiawatri, Novi; Kosasih, Aceng
Jurnal Pendidikan Karakter No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Karakter Edisi Oktober 2019, TH. IX, NO.2
Publisher : LPPMP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v9i2.22986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter peduli sosial di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis yang mengambil setting masyarakat pluralisme di Cigugur Kuningan. Subjek penelitiannya adalah perwakilan masyarakat yang beragama Islam, Katolik, dan ADS (Agama Djawa Sunda). Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penanaman karakter peduli sosial di lingkungan masyarakat Cigugur Kuningan adalah melalui keteladanan dan pembiasaan. Keteladanan karakter peduli sosial melalui pemuka agama Islam, Katolik, dan ADS. Sedangkan pembiasaan karakter peduli sosial melalui kegiatan-kegiatan di masyarakat yaitu gotong royong membangun tempat ibadah dan rumah warga, pembuatan jalan dan parit, serta saling membantu saat ada warga masyarakat yang terkena musibah.
Pengelolaan pendidikan agama Islam di Islamic full day school Salman al-Farisi Bandung Sumarna, Andri Ramdani; Asyafah, Abas; Kosasih, Aceng
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 4, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v4i2.8892

Abstract

The purpose of this study is to know the management of Islamic religious education in full day school Islamic Junior High School Salman Al-Farisi Bandung starting from planning, implementation, and results and advantages and weaknesses of PAI in full-day school program. The research conducted using qualitative approach descriptive method. To obtain research data, researchers used the method of observation, interview, and documentation. The results showed that: (1) Planning of Islamic education expanded into subjects tilāwati, taḥfiż, matrikulasi, and hours wali kelas for the seven sunnah habituation. Basic competencies are mapped into aspects of leadership and green education. (2) The implementation of Islamic education is carried out by teachers of PAI, other teacher and special teachers integrated in leadership, green education and IMTAQ (3) The result of Islamic education is evidenced by the special report of the application of Islamic education (4) with educational background become weakness of SAF Islamic Junior High School full day. The integration of the concept of leadership, green education in PAI as well as the habituation of seven sunnah became the excellence of SMP SAF Islamic full day school to achieve khalīfatullāh fī al-Arḍi the rahmatan lilālamīn ".Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pendidikan agama Islam di Islamic full day school SMP Salman Al-Farisi Bandung. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pendidikan agama Islam diperluas ke dalam mata pelajaran tilawati, taḥfiż, matrikulasi, serta jam walikelas untuk pembiasaan seven sunnah. Kompetensi dasar dipetakan ke dalam aspek leadership dan green education. (2) Pelaksanaan pendidikan agama Islam dilaksanakan oleh guru PAI, guru mapel lain dan guru khusus yang terintegrasi dalam leadership, green education dan IMTAQ (3) Hasil pendidikan agama Islam dibuktikan dengan laporan khusus aplikasi pendidikan agama Islam (4) Guru PAI yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan menjadi kelemahan SMP SAF Islamic full day school. Pengintegrasian konsep leadership, green education dalam PAI serta pembiasaan seven sunnah menjadi keunggulan SMP SAF Islamic full day school untuk mencapai khalīfatullāh fīl Arḍi yang rahmatan lilālamīn". Kata Kunci: Islamic Full Day School, Pendidikan Agama Islam, Pengelolaan.
MODEL PEMBINAAN KARAKTER RELIGIUS UNTUK MENINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN MAHASISWA MELALUI ORGANISASI MAHASISWA FSI KU Fadhilah, Ridho; Kosasih, Aceng
LITERATUS Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Literatus
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.132 KB) | DOI: 10.37010/lit.v2i1.12

Abstract

Berbagai permasalahan dunia pendidikan di era globalisasi yang sering terjadi yaitu kerusakan moral atau akhlaqul karimah anak bangsa. Semakin jauhnya anak bangsa dengan nilai-nilai religius salah satunya tampak pada gaya hidup mahasiswa pada saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang program-program pembinaan karakter religius oleh organisasi mahasiswa FSI KU dan menjelaskan hasil pembinaan karakter religius tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif, lokasinya di Universitas Negeri Jakarta, sumber data dari Primer dan Sekunder, teknik pengumpulan datanya Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini penulis menemukan bahwa pola pembinaan karakter religius melalui organisasi mahasiswa FSI KU antara lain meningkatnya ketaatan beribadah mahasiswa, meningkatnya sikap toleransi mahasiswa, meningkatnya sikap jujur mahasiswa, dan sikap istiqomah mahasiswa, ini semua terlihat melalui pantauan pengurus organisasi beserta angket yang disebarkan.
PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA DI SMP DAARUT TAUHID BOARDING SCHOOL Herlina, Hani; Kosasih, Aceng
SOSIETAS Vol 6, No 2 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the prevention of juvenile delinquency at a boarding school, i.e. Daarut Tauhid Secondary Boarding School. The aim of this study is to explore the preventive and repressive attempts made by the boarding school to overcome juvenile delinquency. This study employed a qualitative approach in the framework of a study case method. Observation, interview, and documentation were used as the data collection. The informants of this study consisted of Darut Tauhid Boarding School staffs, the students, and the people who lived around the school area. The results of this study show that the preventive and repressive attempt to prevent juvenile delinquency is made by maximizing the role of Islamic education.
MODEL PENDIDIKAN ANTI TERORIS MELALUI INTERNALISASI NILAI DZIKIR DI PESANTREN Kosasih, Aceng; Hermawan, Wawan; Supriyono, Supriyono
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v25i1.3673

Abstract

Peneitian ini dilatar belakangi oleh adanya indikasi keterlibatan individu dengan latar belakang pendidikan pesantren dalam kasus terorisme. Dalam kurikulum keagamaan, perbuatan-perbuatan yang bersifat teror tidak dibenarkan. Sehingga perlu ada kajian tentang model pembelajaran di Pesantren yang dikhawatirkan mengembangkan sikap radikal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pendidikan anti teroris yang didalamnya mengembangkan pendidikan melalui pembelajaran implementasi nilai dzikir, toleransi beragama, dan cinta tanah air. Hasil penilitian menggambarkan bahwa proses pembelajaran di Pondok Pesantren Darul Falah dan Pondok Pesantern Darussalam tidak menyebabkan sikap yang radikal. Santri yang masuk ke Pondok Pesantren Pesantren Darul Falah dan pondok pesantern Darussalam memiliki latar belakang yang berbeda dari segi ekonomi dan asal daerah. Sedangkan faktor pendorong mereka masuk ke pondok pesantren karena motif menuntut ilmu agama, dan memperbaiki akhlak. Pengimplementasian nilai dzikir dalam membangun sikap cinta tanah air di pondok pesantren pertama; menanamkan nilai-nilai dan ajaran toleransi terhadap sesama muslim dan non muslim, kedua; menanamkan pandangan positif terhadap negara dan pemberlakuan hukum Islam. Ketiga; nilai-nilai jihad yang komprehensif.Kata kunci : teroris, pembelajaran, pesantren.
KONSEP TASAWUF SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERSEKOLAHAN Hidayatulloh, Muhammad Ridwan; Kosasih, Aceng; Fahrudin, Fahrudin
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 2, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v2i1.3373

Abstract

Di era modern yang hampir runtuh ini, masih banyak manusia yang menegasikan unsur spiritual, sehingga terjadi dekadensi moral. Fenomena tersebut harus diantisipasi oleh umat Islam dengan menggali kembali ajaran spiritual dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. Dalam agama Islam terdapat ajaran yang sangat menanamkan unsur spirtual dan manajemen hati, yaitu tasawuf. Di antara berbagai tokoh yang menyebarkan pemahaman tentang tasawuf, Syaikh Nawawi Al-Bantani menggambarkan tasawuf yang terintegrasi dalam setiap ibadah dan aktivitas muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep tasawuf Syaikh Nawawi Al-Bantani dan implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam di persekolahan. Penelitian ini menggunakan pen-dekatan kualitatif  dengan metode deskriptif. Pertimbangan penggunaan metode ini adalah untuk mengung-kap konsep tawasuf Syaikh Nawawi Al-Bantani dari berbagai karyanya, dan bagaimana implikasinya terha-dap Pendidikan Agama Islam di persekolahan. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik studi literatur dan library research. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran mengenai tasawuf Syaikh Nawawi Al-Bantani yang mengintergrasikan antara syariat, tarekat dan hakikat, serta wasiat-wasiat Syaikh Nawawi kepada setiap muslim yang hendak menempuh jalan menuju Allah. Konsep ini terimplikasi dalam Pendidikan Agama Islam yang harus menyeimbangkan antara ketiga aspek, yaitu Aqidah, Syariah, dan Akhlak, serta mengintegrasikan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor
PEMBINAAN KEAGAMAAN BAGI SANTRI WARIA DI PESANTREN AL-FATAḤ KOTAGEDE YOGYAKARTA Yulistiani, Yulinda Nurul; Kosasih, Aceng; Hermawan, Wawan
TARBAWY : Indonesian Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2014): May 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/t.v1i1.3764

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sebagian individu yang merasakan ketidaksamaan dalam pemberian sikap masyarakat terhadap dirinya sendiri. Inilah yang terjadi pada waria. Fenomena kaum waria merupakan suatu paparan nyata yang tidak dapat ditolak eksistensinya di masyarakat. Dewasa ini, perilaku waria seringkali menyimpang dari ajaran agama Islam, oleh karena itu waria membutuhkan pembinaan keagamaan agar waria meninggalkan perilaku buruk yang selama ini ditampakkan. Pembinaan keagamaan di pesantren bagi santri waria hanya ada satu di Indonesia yaitu, Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Pesantren Al-Fataḥ membina banyak waria di dalamnya agar menjadi manusia lebih baik dan terarah. Keberlangsungan pembinaan keagamaan bagi waria ini menarik untuk diteliti. Pada penelitian ini yang diteliti adalah pembinaan keagamaan yang terdapat di pesantren tersebut. Oleh karena itu, pokok permasalahan dari penelitian ini yaitu tentang bagaimana pembinaan keagamaan bagi santri waria di Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Adapun tujuan pokoknya yakni untuk mengetahui lebih dalam proses pembinaan keagamaan di Pesantren Al-Fataḥ Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Kemudian, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil temuan dari penelitian di pesantren ini yaitu perencanaan yang terdapat di Pesantren Al-Fataḥ dilakukan dengan cara berdiskusi antara pengurus dan para ustāż. Kegiatan yang dilaksanakan di Pesantren Al-Fataḥ terbagi menjadi tiga yaitu kegiatan mingguan, kegiatan bulanan, dan kegiatan tahunan. Pembinaan keagamaan yang telah dilaksanakan secara rutin ini telah berhasil membuat perubahan dalam diri waria dari segi ibadah, tingkah laku dan profesi, adanya pesantren waria tersebut memberikan sumbangsih kepada masyarakat.
POLA ADAPTASI SOSIAL BUDAYA KEHIDUPAN SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL BAROKAH Setiawan, Yogi; Kosasih, Aceng; Komariah, Siti
SOSIETAS Vol 5, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini  adalah menggambarkan pola adaptasi sosial dan budaya santri, hambatan santri, pola pendidikan, kenakalan santri, dan kontrol sosial serta upaya pesantren supaya santri dapat beradaptasi dengan kondisi sosial budaya Pondok Pesantren Nurul Barokah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Terdapat lima kesimpulan dari penelitian ini. Pertama, setiap santri pada awalnya tidak betah tinggal di Pondok Pesantren Nurul Barokah hingga tiga sampai enam bulan dengan menguasai bahasa Sunda melalui proses peniruan dan pembelajaran oleh dewan asatidz. Kedua, hambatan utama dari luar Sunda dalam beradaptasi adalah perbedaaan bahasa, karena dalam kegiatan harian dan pembelajaran, warga pesantren menggunakan bahasa Sunda. Ketiga, pola pendidikan di pesantren adalah dengan penggunaan metode hapalan, sorogan dan bandungan. Keempat, bentuk kenakalan dikategorikan pada pelanggaran ringan dan berat seperti mencuri, gasab, berkelahi, kabur, bolos, merokok dan berambut gondrong. Adapun kontrol sosial dilakukan dengan upaya preventif, yaitu pembuatan tata tertib dan janji santri, dan represif, yaitu hukuman yag disesuaikan dengan kenakalan yang dilakukan oleh santri. Kelima, upaya yang dilakukan pesantren supaya santri dapat beradaptasi seperti dengan mengadakan kegiatan orientasi, hiburan, mengajarkan bahasa Sunda dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga pesantren. Kata Kunci : Pola, Adaptasi Sosial dan Budaya, Santri