Sudiharto Sudiharto, Sudiharto
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang Jl. Ketileng Raya No 1. Sendangmulyo, Tembalang. Semarang

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN PADA KLIEN TBC PARU DITINJAU DARI TEORI KEPERAWATAN TRANSKULTURAL Sudiharto, Sudiharto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 6, No 1 (2002): March
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.624 KB) | DOI: 10.7454/jki.v6i1.116

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular-kronis yang dapat mengganggu fisik maupun mental klien. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan pada kehidupan social, cultural dan spiritualklien. Kondisi seperti ini dapat dicegah bila klien memliki pandangan positif terhadap status kesehatannya. Untuk meningkatkan sikap dan pandangan klien yang positif perawat mempunyai peranan penting dalam memberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan pendekatan keperawatan transkultural yang dikembangkan oleh Leininger (1970). Metode ini diyakini dapat menolong klien mengembangkan kemampuan melakukan evaluasi mandiri melalui belajar secara selektif, aktif dan mandiri. Lung Tuberculosis as a chronic-infectious disease more often producing negative impact to the client such as physically and mentally disturbance as well as disturbing his social, cultural and spiritual belief. Those conditions will be able to e prevented if the client has positive attitude toward his health status. To improve client?s attitude, nurses has the important role in conducting health education using transcultural-nursing approach that developed by Leininger (1970). This method will be able to help the client?s ability in evaluating his health condition by selective, active and independent learning.
Quick of Blood (QB) Based on Body Weight Toward Urea Reduction Ratio (URR) on Hemodialysis Patients in Semarang Public Hospital Sudiharto, Sudiharto; Mardiyono, Mardiyono; Arwani, Arwani
Jurnal Riset Kesehatan Vol 3, No 3 (2014): September 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is proper dose of Qb results in adequate URR upon 65%. To evaluate the effect of Qb based on weight on (URR) and MAP in CKD patients with hemodialysisThe study was quasi- experimental pre-post test two group design. The populations were patients with CKD and the samples were 30 subjects, 15 each group. The samples were recruited by consecutive sampling. URR were measured by ureum on pre-post hemodialysis. The setting of Qb by 4 x weight and (4 x BB) -10%. The data were analyzed using the setting of Qb by (4 x weight)-10% was better on URR and MAP than the setting of Qb by 4xweight in CKD patients with hemodialysis.
KEOTENTIKAN AKTA JAMINAN FIDUSIA YANG TIDAK DITANDATANGANI DI HADAPAN NOTARIS Sudiharto, Sudiharto
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 2, No 3 (2015): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.905 KB) | DOI: 10.26532/jph.v2i3.1504

Abstract

The Fiduciary Guaranty Act (AJF) must be made in authentic form and AJF registration must be performed online. This article is for identifying and answering unsigned fiduciary deed issues in the presence of Notary and registration of fiduciary guarantee deeds conducted online. Article 5 Paragraph (1) of Law Number 42 Year 1999 regarding Fiduciary Guaranty, explains “The imposition of objects with Fiduciary Guarantee is made by notary deed in the Indonesian language and is a deed of Fiduciary Guarantee.”The notarial deed, hereinafter referred to as Deed, is regulated in Article 1 number 7 of Law Number 2 Year 2014 regarding Amendment to Law Number 30 of 2004 concerning Notary Position, is an authentic deed made by or in the presence of Notary according to the form and procedure stipulated In this Act.The fiduciary guarantee deed is a partial deed, the deed made before the Notary Public, in practice the Notary is referred to as the party deed. The contents of the party’s deeds are a description or description, statements of the parties given or told before a Notary. The parties wish that their description or statement be poured into the form of Notary deed. Thus, the notary in this case reads and witnesses the signing made before him. Facing intended that the deed is done “reading” and “signing” in front of a notary, as a general official.The purpose of this study to be some of these problems. Method Approach is done Sociological Juridical Method with qualitative data analysis. Technique of data collecting is done by Study of Literature and Interview. The results of the research indicate that the fiduciary guarantee certificate that is made is not in accordance with Article 1868 of the Criminal Code signed in the presence of a Notary having the power to prove the deed under the hand. Moderate certificates issued by Online registration are considered lawful.
PENERAPAN METODE PENUGASAN DAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA MATERI BILANGAN PECAHAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VI DI SD NEGERI 1 PEKALONGAN Sudiharto, Sudiharto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.53 KB)

Abstract

Banyak faktor yang menentukan mutu pendidikan pada umumnya, diantaranya mutu murid, sarana dan prasarana, serta guru (pendidik).Dalam hal ini guru memiliki peranan yang sangat besar.Semakin tinggi penguasaan guru terhadap materi pelajaran, maka makin tinggi pula prestasi belajar siswa. Oleh sebab itu dewasa ini pemerintah membuka peluang kepada guru untuk meningkatkan keahliannya melalui program peningkatan profesional guru S1 PGSD. Mata pelajaran di Sekolah Dasar (SD) yang selalu menjadi problema para siswa adalah Matematika. Dari tahun ke tahun hasil evaluasi siswa hampir tidak mengalami perubahan, selalu menduduki tempat terendah dalam perolehan nilai rata-rata kelas dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain, demikian pula tingkat ketentuan penguasaan materi pada Sub Pokok Bahasan Operasi Campur Bilangan Pecahan pada pelajaran Matematika. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing melalui empat tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengumpilan data, dan tahap refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Dalam teknik analisis data, peneliti menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Pada siklus I tingkat ketuntasan baru mencapai 29% dengan nilai persentase 56,2%. Pada siklus II Tingkat ketuntasan baru mencapai 65% dengan nilai rata-rata 7,82. Siklus ketiga yang masuk kategori tuntas 31 siswa dari 34 siswa (91%), yang belum tuntas 3 siswa dari 34 siswa (9%) nilai rata-rata kelas adalah 9.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN KALIMAT PERCAKAPAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS V SEMESTER 2 SD NEGERI 1 PEKALONGAN KEC BATEALIT KABUPATEN JEPARA Sudiharto, Sudiharto
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.36 KB) | DOI: 10.30659/j.5.2.83-99

Abstract

Rendahnya prestasi dan kesalahan pola pembelajaran dapat penulis temukanmelalui hasil tes formatif yang dikerjakan siswa. Dari hasil tes formatif matapelajaran Bahasa Indonesia dengan tema Pahlawan dalam pembahasanmenyususn kalimat percakapan berdasarkan gambar tingkat ketuntasan 40%dari 34 siswa hanya 14 siswa yang sudah tuntas dan 20 siswa belum tuntas.Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing melaluiempat tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, Teknikpengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. teknik analisis data,peneliti menggunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Setiap diadakanevaluasi nilai rata-rata kelas sangat rendah. Rendahnya nilai rata-rata kelasmenunjukkan bahwa siswa kurang menguasai materi pembelajaran yangdisajikan guru. Terjadi peningkatan tingkat ketuntasan pada pelaksanaansiklus II. Perubahannya adalah 40% pada siklus I meningkat mencapai 50%pada siklus II. Pada siklus III ketuntasan mencapai 85% mengalami kenaikanketuntasan 35%Kelemahan yang perlu untuk diperbaiki terutama pada ejaan.Pada grafik 4.2 menunjukkan yang mendapat nilai 4 ada 1 siswa, nilai 5 ada4 siswa, nilai 6 ada 5 siswa, nilai 7 ada 7 siswa, nilai 8 ada 11 siswa, nilai 9ada 6 siswa dari 34 siswa.