I Nyoman Ruja, I Nyoman
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

KAJIAN MAKNA SOSIAL-BUDAYA RAMBU SOLO DALAM PEMBENTUKAN KARAKATER PESERTA DIDIK Guntara, Fuad; Fatchan, Ach; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problems of young generationcharacter is the impact of globalization. It caused the need of character building education. Ceremony of solo signs that has social value and religus can be used as teaching material in character education. The purpose of this study was to determine the socio-cultural meanings of ceremony solo signs in Toraja. This study was a literature study by using descriptive analysis. The results are as follows: a) As a unifying container family; b) As a means to divide the inheritance; c) As a point of stating dignity; c) As a point of mutual cooperation and responsibility; d) As a container artistic development means; e) As a containers of donating. The ceremony of solo signs can be used as a source of learning for character education in accordance with the needs of learners characters desired by the Indonesian nation.Permasalahan karakter generasi bangsa merupakan dampak dari globalisasi. Hal tersebut menyebabkan perlunya penanaman pendidikan berkarakter. Upacara rambusolo yang memiliki nilai sosial dan religus dapat dijadikan sebagai bahan ajar pendidikan berkarakter. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna sosial budaya upacara rambu solo di Toraja. Penelitian ini merupakan peneltian studi kepustakaan dengan menggunakan analisis deskriptif. Adapun hasilnya yaitu: a) Sebagai wadah pemersatu keluarga; b) Sebagai tempat membagi warisan artinya; c) Sebagai tempat menyatakan martabat; c) Sebagai tempat bergotong royong dan tanggung jawab; d) Sebagai wadah pengembangan seni artinya; e) Sebagai Wadah berdonasi. Upacara rambu solo dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran pendidikan berkarakter karena sesuai dengan kebutuhan karakter peserta didik yang diinginkan oleh bangsa Indonesia.Kata kunci : karakter, rambu solo, peserta didik
PERSEPSI PETANI TENTANG PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI TAMBAHAN PENDAPATAN KELUARGA DI DUSUN DERMO KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 7, No 1 (2000)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v7i1.2048

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui: (1) Tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan keluarga; (2) Seberapa besar tingkat pendapatan keluarga berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan keluarga; (3) Seberapa besar tingkat persepsi kepala keluarga tentang pemanfaatan lahan pekarangan berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai tambahan pendapatan keluarga; dan (4) Seberapa besar luas lahan pekarangan yang dimiliki berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatannya sebagai altematif tambahan pendapatan keluarga. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah semua kepala keluarga yang memiliki mata pencaharian sebagai petani yang bertempat tinggal di Dusun Dermo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Besamya sampel yang diambil ditetapkan sebanyak 100 kepala keluarga. Penentuan sampel responden dilakukan dengan teknik "Random Sampling". Sesuai dengan tujuan dan hipotesis, maka analisis data yang digunakan adalah Statistik Deskriptif untuk masing-masing ubahan, analisis Korelasi, dan Koefisien Determinasi.Tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai altematif tambahan pendapatan keluarga masih relatif rendah yaitu hanya 7 responden. (7 %) dari 100 responden yang tergolong tinggi, 55 responden (55 %)tergolong sedang, dan sebanyak 38 responden (38 %) tergolong rendah. Antara tingkat pendapatan keluarga dengan tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebagai altematif tambahan pendapatan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan yaitu rh = 0,1545 rt = 0,195.Terdapat hubungan yang signiflkan antara tingkat persepsi kepala keluarga tentang pemanfaatan lahan pekarangan dengan tingkat pemanfaatan lahan pekarangan, pada taraf signifikansi 0,05 didapatkan rh = rt = 0,195. Nilai koefisien korelasi antara luas pemilikan lahan pekarangan dengan tingkat pemanfaatan lahan pekarangan sebesar rh = -0,2620 rt = 0, I 95, berarti terdapat hubungan yang signifikan. Kontribusi yang terbesar untuk tercapainya tingkat pemanfaatan lahan pekarangan yang tinggi diberikan oleh variabel luas pemilikan lahan pekarangan, yaitu sebesar 0,068644, kontribusi kedua adalah variabel tingkat persepsi kepala keluarga terhadap pemanfaatan lahanan pekarangan sebesar 0,04605316, dan kontribusi terkecil adalah variabel tingkat pendapatan keluarga yaitu sebesar 0,02387025.
SURVEY PERMASALAHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM NASIONAL 2013 MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI JAWA TIMUR Ruja, I Nyoman; Sukamto, Sukamto
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 9, No 2 (2015): Desember
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.111 KB) | DOI: 10.17977/sb.v9i2.5001

Abstract

Abstrak: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapai guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dalam implementasi Kurikulum Nasional 2013 yaitu 1) belum siapnya guru-guru di lapangan dalam arti sosialisasi Kurikulum Nasional 2013 dan pelatihan-pelatihan terlalu singkat, sehingga guru merasa belum siap; guru-guru mata pelajaran IPS berasal dari latar belakang salah satu disiplin ilmu, sehingga merasa kesulitan dalam mengajarkan Ilmu Pengetahuan Sosial; keterampilan penggunaan teknologi sebagian besar guru masih relatif rendah; fasilitas terkait dengan informasi dan teknologi yang tersedia di sekolah masih relatif terbatas; 2) Guru masih mengalami kesulitan dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaraan, walaupun sudah ada silabusdan buku guru; 3) Guru masih mengalami kesulitan dalam penilaian atau  evaluasi. Sementara, harapan-harapan yang ingin dicapai guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dalam penerapan Kurikulum Nasional 2013 adalah (1) perlunya penyederhanaan dalam penilaian; (2) untuk membuat tematik dibutuhkan sebuah tempat atau model yang wujudnya nyata, misalnya laboratorium Ilmu Pengetahuan Sosial; (3) bagaimana memprioritaskanantara kedalaman materi dengan kemampuan berpikir siswa; (4) diharapkanpembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang semula hanya 4 Jam Pelajaran bisa ditambah menjadi 6 Jam Pelajaran; (5) Perlunya menyamakan mindset tentang Kurikulum Nasional 2013.Kata-kata kunci: permasalahan, harapan, implementasi, Kurikulum Nasional 2013Abstract. The findings show that the existed problems are faced by teachers of social studies in implementing the 2013 national curriculum. Those are (1) the unpreparedness of teachers because of the short socialization of the 2013 national curriculum. The other reasons might be the teachers are come from the monodiscipline of science, the lack of technological competence, and the limited facilities of information and technology in school; (2) however the teachers have syllabi and the teacher’s guidance book but they still face a difficulty relating the lesson plan; and (3) teachers still face a difficulty in evaluating the learning outcome. In addition, the hopes of social studies teachers are (1) simplifying of the evaluation; (2) making the real model of learning such as social studieslaboratory; (3) prioritizing the depth substance based on the student’s thinking skill; 4) adding the learning time from 4 hours to 6 hours; (5) synchronizing the mindset of teacher on the 2013 national curriculum.Keywords: problem, hope, implementation, 2013 national curriculum
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RESOURCE BASED LEARNING TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA Suharwati, Sri Ira; Sumarmi, Sumarmi; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.207 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.5803

Abstract

This research aims to understand the effect of learning model Resource Based Learning (RBL) of interest and study results geography of student high school. The kind of the research is quasi experiment with the approach descriptive quantitative use pretest-posttest control group design. The subject of this study is a student XI-IPS of SMA N 4 Pamekasan. XI-IPS 2 as a class experiment and XI-IPS 1 as a class control. An instrument in this study consisting of pretest and posttest and questionnaire of the interest. Technique data collection is the test and survey. Analysis techniques data to test hypothesis is independent samples t-test. The result of this research show (1) The significant effect of model Resource Based Learning to interest. Results t-test showing that the sg 0,008<0,05, (2) The significant effect of model Resource Based Learning to study results Geography. This is proved of the value of sig test results t is 0,032<0,05. Based on the research done can be concluded that model resource based learning significant to interest and study results Geography high school studentsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Resource Based Learning terhadapn minat dan hasil belajar geografi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-eksperiment) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini siswa XI-IPS SMA N 4 Pamekasan, dimana XI-IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan XI-IPS 1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Analisis statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Independent Samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh yang signifikan model Resource Based Learning terhadap minat belajar dengan nilai sig (2-tailed) 0,008<0,05, (2) ada pengaruh yang signifikan model Resource Based Learning terhadap hasil belajar geografi siswa dengan nilai sig (2-tailed) 0,032<0,05. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa model Resource Based Learning berpengaruh signifikan terhadap minat dan hasil belajar geografi siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS OUTDOOR STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA Lestari, Dwi Pudi; Fatchan, Ach.; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.037 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i3.6175

Abstract

The purpose of this study to find out the results for students at SMA 1 Gayam, class 11th IPS, material environment and sustainable development. This research was quasi experiment, using project based learning model based outdoor learning study. Based on the research results, shows geography student learning outcomes in SMA 1 Gayam increased visits from pretest control class is 57,33 while posttest 77,5. The results of the experiment are a class pretest 54,83 while posttest 76. Gain Score control class is 20,17 while the experiment class is 55,83. Based on the results of t-test analysis using SPSS 16.0 for windows shows significant value 0,000 which means H0 rejected and H1 be accepted, so learning to use the model Project Based Leaning based Outdoor Study effected to student lerning outcomes geography high school.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Gayam, kelas XI IPS, materi lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu, menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbasis Outdoor Study. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan hasil belajar geografi siswa di SMA Negeri 1 Gayam mengalami peningkatan dilihat dari pretest kelas kontrol adalah 57,33 sedangkan postest 77,5. Hasil pretest kelas eksperimen adalah 54,83 sedangkan postest 76. Gain Score kelas kontrol adalah 20,17 sedangkan kelas eksperimen 55,83. Berdasarkan hasil analisis uji-t menggunakan SPSS 16.0 for windows menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga pembelajaran menggunakan model Project based Learning berbasis Outdoor Study berpengaruh terhadap hasil belajar geografi siswa SMA.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Kelas XI Rahman, Abdi Maulana; Budijanto, Budijanto; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 2: FEBRUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.117 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i2.10493

Abstract

This study aims to determine the increase in student learning outcomes of class XI IPS SMA Negeri 1 Pamukan Barat using STAD type cooperative learning model on the material distribution of flora and fauna in Indonesia. This research is a Classroom Action Research (PTK) which consists of four stages of planning, implementation, observation and reflection. The results showed that by using STAD type learning model can improve student learning outcomes of class XI on the material distribution of flora and fauna in Indonesia. The learning achievement of students seen from the mastery of students learning on the cycle of student learning completeness reached 91,43%. Penelitian yang dibuat memberikan manfaat untuk mengenal kemajuan dari prestasi belajar peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pamukan Barat menerapkan model STAD dengan materi fauna yang ada di Indonesia. Jenis penelitian tidak lain adalah penelitian yang digunakan oleh guru pada umunya yang disebut dengan PTK dan mempunyai empat tahapan. Ujung penelitian menggambarkan dengan mengaplikasikan model STAD maka mampu memajukan skor belajar peserta didik dengan memanfaatkan STAD. Skor belajar yang didapatkan dari hasil observasi dan pengumpulan data ketuntasan belajar siswa siklus dua mencapai 91,43%.
MEMAHAMI SISWA YANG BERPRESTASI KELAS XI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MALANG PADA BIDANG GEOGRAFI MELALUI PERSPEKTIF FENOMENOLOGI Widianto, Adita Taufik; Fatchan, Ach.; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.883 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6120

Abstract

This study is intended to teach students who excel in class XI MAN 1 Malang. Achievement is a phenomenon that is not simple. Its presence in a person will not be separated from the process of deep reflection on the various actions to be taken. Methodologically, this study used a qualitative design with phenomenology Alfred Schutz perspective. It is based on that Szhutz is the first character that can connect phenomenology with the social sciences. The results showed that students be affected by the achievement motive causes and motives of interest. The existence of the motive because the student is heavily influenced by the structure of the experience, while the motif of interest dipengaruhin anxiety over the situation worse in the future.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji siswa kelas XI yang berprestasi di MAN 1 Malang. Prestasi merupakan fenomena yang tidak sederhana. Keberadaannya pada diri seseorang tidak akan terlepas dari proses refleksi mendalam tentang berbagai tindakan yang akan dilakukan. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan perspektif fenomenologi Alfred Schutz. Hal ini didasari bahwa Szhutz merupakan tokoh pertama yang mampu menghubungkan fenomenologi dengan ilmu sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa menjadi berprestasi dipengaruhi oleh motif sebab dan motif tujuan. Keberadaan motif sebab pada siswa banyak dipengaruhi oleh struktur pengalaman, sedangkan motif tujuan dipengaruhin oleh kecemasan atas situasi buruk dimasa depan.
Pengaruh Project-Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Sularmi, Sularmi; Utomo, Dwiyono Hari; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 4: APRIL 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.748 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i4.10748

Abstract

Abstract: Geography as a field of study is believed to improve the ability of learners in the ability to think. The purpose of this research is to improve the critical thinking ability of learners through project based learning. The research was conduct with quasi-experimental method. The study design used nonequivalent pretest-posttest control group design. The subjects of the study were students of class XI IPS 1 and IPS 2 SMA Negeri 1 Pulau Laut Timur. Result of research by using t test, with significant value is 0,007. This means that project based learning applied to the field of geography study can improve the critical thinking ability of learners.Abstrak: Geografi sebagai salah satu bidang studi diyakini dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui project based learning. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen semu. Desain penelitian menggunakan nonequivalent pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ialah peserta didik kelas XI IPS 1 dan IPS 2 SMA Negeri 1 Pulau Laut Timur. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t, memperoleh nilai signifikansi 0,007. Hal ini berati bahwa project based learning yang diterapkan pada mata pelajaran geografi dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
KAJIAN SOSIAL-BUDAYA RAMBU SOLO’ DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Guntara, Fuad; Fatchan, Ach.; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.552 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6116

Abstract

This study focused on the analysis of social culture of rambu solo’ in growing the learners’ character. The problems of generations of one country was affected by globalization growth. It causes the need of implementing the educational character. The ceremony of rambu solo’ which brings social and religious value can be identified as social cultural aspect in ceremony rambu solo’. This research was a library research using descriptive approach. The results were: a). The ceremony is held to unite the family. b). to devide the heritage of family. c). to state prestige. d). to work together and become responsible. e). to develop art of custom. f). to donate wealth as a charity. This ceremony rambu solo’ enables to be designed as a reference of learning of character education because it is appropriate with the need of learners’ character expected by Indonesia.Kajian sosial-budaya rambu solo’ dalam pembentukan karakater peserta didik. Permasalahan karakter generasi bangsa merupakan dampak dari globalisasi. Hal tersebut menyebabkan perlunya penanaman pendidikan berkarakter. Upacara rambu solo’ yang memiliki nilai sosial dan religus dapat dijadikan sebagai bahan ajar pendidikan berkarakter. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek sosial-budaya dalam upacara rambu solo’ di Toraja. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan dengan menggunakan analisis deskriptif. Adapun hasilnya, yaitu (a) Sebagai wadah pemersatu keluarga; b). Sebagai tempat membagi warisan (c) sebagai tempat menyatakan martabat; (d) sebagai tempat bergotong royong; (e) sebagai wadah pengembangan seni artinya; (f) sebagai Wadah berdonasi. Upacara rambu solo’ dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran pendidikan berkarakter karena sesuai dengan kebutuhan karakter peserta didik yang diinginkan oleh bangsa Indonesia.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Observasi Lapangan terhadap Kemampuan Berpikir Analitis Puspita, Angga; Utaya, Sugeng; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 4: APRIL 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.471 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i4.10747

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of Inkuiri model based on field observation on the ability of analytical thinking. The design of this research is quasi experiment with pretest posttest control group design. The treatment in this research is using Inquiry model based on field observation in experiment class and learning of question and answer method, discussion, and presentation in control class. The subject of this research is the students of class X IPS SMAN 10 Malang. Hypothesis test conducted on the research is t-test with SPSS 16.00 for windows. The result of this research is that there is significant influence of Inkuiri model based on field observation on the result of analytical thinking ability. This can be seen from the average score gain obtained by the higher experimental class (20.6) than the control class (14.5). The result of the analysis of the Independent Sample T-test, obtained p-level 0,002. The p-level value is less than 0.05.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Inkuiri berbasis observasi lapangan terhadap kemampuan berpikir analitis. Rancangan penelitian ini berupa quasi experiment dengan desain pretest posttest control group. Perlakuan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Inkuiri berbasis observasi lapangan pada kelas eksperimen dan pembelajaran metode tanya jawab, diskusi, dan presentasi pada kelas kontrol. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS SMAN 10 Malang. Uji hipotesis yang dilakukan pada penelitian adalah uji-t dengan SPSS 16.00 for windows. Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan model Inkuiri berbasis observasi lapangan terhadap hasil kemampuan berpikir analitis. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata gain score yang diperoleh kelas eksperimen lebih tinggi (20,6) daripada kelas kontrol (14,5). Hasil analisis uji Independent Sample T-test, diperoleh nilai p-level 0,002. Nilai p-level tersebut lebih kecil dari 0.05.