Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MAHASISWA UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG Sari, Yuli Ifana; Putra, Dwi Fauzia
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.04 KB) | DOI: 10.17977/pg.v20i2.5065

Abstract

Abstrak: Model pembelajaran Treffinger digunakan untuk membelajarkan mahasiswa berpikir kritis dan kreatif melalui teknik divergen, analogi, hingga melalui pemecahan masalah kreatif.Keunggulan utama model ini terletak pada bagaimana model ini memadukan antara proses berpikir konvergen (kritis) dan divergen (kreatif). Adanya perpaduan kedua tipe berpikir tersebut membuat model ini efektif dalam membuat kemampuan berpikir kritis dan kreatif berkembang. Tujuan penelitian ini yaitu menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semudengan desain Non Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan nilai rata-rata ujian tengah semester mahasiswa dan instrumen pengukurannya menggunakan tes essay. Hasil pengukuran berpikir kritis dan kreatif berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rata-rata gain score kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen yaitu sebesar 30,9 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 15,2. Rata-rata gain score kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar 30,3 sedangkan kelas kontrol sebesar 17,2. Selanjutnya hasil analisis uji t independen sample t test menunjukkan bahwa pada model pembelajaran Treffinger diperoleh p-level 0,00 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif.Kata Kunci: Model Pembelajaran Treffinger, Berpikir Kritis dan Kreatif
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang Sari, Yuli Ifana; Putra, Dwi Fauzia
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.02 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v20i2.290

Abstract

Abstrak: Model pembelajaran Treffinger digunakan untuk membelajarkan mahasiswa berpikir kritis dan kreatif melalui teknik divergen, analogi, hingga melalui pemecahan masalah kreatif.Keunggulan utama model ini terletak pada bagaimana model ini memadukan antara proses berpikir konvergen (kritis) dan divergen (kreatif). Adanya perpaduan kedua tipe berpikir tersebut membuat model ini efektif dalam membuat kemampuan berpikir kritis dan kreatif berkembang. Tujuan penelitian ini yaitu menguji pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semudengan desain Non Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan kemiripan nilai rata-rata ujian tengah semester mahasiswa dan instrumen pengukurannya menggunakan tes essay. Hasil pengukuran berpikir kritis dan kreatif berupa data yang selanjutnya dianalisis menggunakan t-test dengan bantuan programSPSS 16.0 for Windows.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rata-rata gain score kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen yaitu sebesar 30,9 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 15,2. Rata-ratagain score kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar 30,3 sedangkan kelas kontrol sebesar 17,2. Selanjutnya hasil analisis uji t independen sample t test menunjukkan bahwa pada model pembelajaran Treffingerdiperoleh p-level 0,00 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti Ho ditolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v20i22015p030
Evaluasi Keberlanjutan Sistem Pengelolaan Sumberdaya Air ”HIPPAM” pada Masyarakat Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Batu Jawa Timur Putra, Dwi Fauzia; Wardani, Nila Restu
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.257 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v22i1.378

Abstract

Krisis air di Indonesia merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Pengelolaan yang berkelanjutan dibutuhkan untuk menghindari kekurangan air.  Model pengelolaan apapun oleh masyarakat harus memasukkan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi secara terpadu dan menyeluruh. Salah satu bentuk pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat adalah HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) di Dusun Krajan Desa Pandanrejo Kec. Bumiaji, Batu-Jawa Timur. Tujuan penulisan artikel untuk mengetahui status keberlanjutan sistem pengelolaan sumber daya air HIPPAM. Metode survai digunakan mengevaluasi status keberlanjutan sistem pengelolaan sumber daya air HIPPAM. Analisis data keberlanjutan dengan mengukur atribut lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pengkategorian status keberlanjutan dengan menghitung rata-rata perolehan skor keberlanjutan secara keseluruhan dan secara dimensional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa  sistem pengelolaan sumber daya air HIPPAM termasuk pada kategori cukup berkelanjutan. Masing masing dimensi juga termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Hal ini menandakan bahwa pengelolaan sumberdaya air tidak hanya berorientasi pada salah satu dimensi saja namun telah terjadi sinergi atau keterpaduan antara dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya air.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v22i12017p022
Analisis Terhadap Fungsi Pasar Terpadu Dinoyo Pasca Relokasi Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Tahun 2018 Harizah, Desy Triana Dewi; Triwahyudianto, Triwahyudianto; Putra, Dwi Fauzia
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 4 No 1 (2019): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca relokasi Pasar Terpadu Dinoyo sudah mulai berjalan kembali, akan tetapi masih terdapat keluhan yang di sampaikan oleh pedagang maupun pembeli sendiri mengenai kondisi pasar saat ini. Mengingat sampai sekarang ini masih terdapat kios-kios kosong yang tidak di buka bahkan disewakan dan ada juga yang di jual, sehingga bagian depan pasar tampak kosong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Struktur sosial di Pasar Terpadu Dinoyo. (2) Berjalannya sistem pada struktur sosial di Pasar Terpadu Dinoyo. (3)  Fungsi dan disfungsi Pasar Terpadu Dinoyo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan yaitu: pengelola pasar, pedagang, pembeli, mahasiswi, beserta masyarakat sekitar pasar. Teknik analisis data menggunakan wawancara dan dokumntasi kemudian data diolah sesuai dengan fokus penelitian sehingga di temukan temuan data. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Struktur yang terdapat di Pasar Terpadu Dinoyo di bagi menjadi dua yaitu di dalam dan di luar pasar. (2) Struktur pasar yang mempunyai pengaruh besar terhadap berfungsinya pasar adalah pengelola pasar. (3) Pasar Terpadu Dinoyo memiliki fungsi dan disfungsi. Fungsi pasar bagi masyarakat sekitar dan mahasiswi adalah mempermudah dalam memenuhi kebutuhannya, sedangkan disfungsinya pasar ini masih terdapat banyak kios-kios kosong terutama di bagian depan pasar. Peneliti selanjutnya dapat meneruskan penelitian ini dengan meneliti lebih lanjut kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini.
Persepsi Dan Partisipasi Masyarakat Kawasan Kampung Warna-Warni Terhadap Upaya Perbaikan Julisa, Julisa; Parjito, Parjito; Putra, Dwi Fauzia
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 4 No 1 (2019): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui upaya perbaikan lingkungan RW 02 Kelurahan Jodipan; (2) mengetahui persepsi dan partisipasi masyarakat terhadap upaya perbaikan lingkungan; (3) mengetahui faktor apa saja yang mendorong dan menghambat patisipasi masyarakat terhadap upaya perbaikan lingkungan; (4) mengetahui keterkaitan spasial pengembangan kampung warna warni terhadap aspek kehidupan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan fenomenalogi dan untuk jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini ada 11 orang terdiri dari ketua RW 02, pengelola wisata dan 9 tokoh masyarakat. Analisis data yang digunakan dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan verifikasi data. Peneliti mengambil fokus  di RT 6, 7, 9 RW 2  di Kelurahan Jodipan. Hasil penelitian ini yaitu (1) upaya perbaikan lingkungan, meliputi: mengecat dinding rumah dan bekerja sama, membersihkan lingkungan, memasang keramik, mengecat tembok, membangun jembatan Embong, menghiasi tempat berfoto, mengecat pagar dengan beraneka warna, memasang hiasan pintu, dan menambahkan fasilitas tempat selfie; (2) persepsi dan partisipasi masyarakat kampung warna-warni terhadap upaya perbaikan lingkungan, meliputi: membawa perubahan, lingkungan bersih, pemandangan menarik, lingkungan indah, sementara partisipasi yaitu keterlibatan mengecat dinding, mengecat pagar beraneka warna, membuat tempat untuk berfoto dan membersihkan lingkungan; (3) faktor yang mendorong dan menghambat patisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan lingkungan: pemahaman, pengetahuan, mendapatkan keuntungan dengan berjualan dan untuk meningkatkan perekonomian, faktor penghambat patisipasi masyarakat yaitu pekerjaan di luar Jodipan, kesalahapahaman/beda pendapat, dan kesibukan pekerjaan; (4) keterkaitan spasial pengembangan kampung warna warni terhadap aspek kehidupan masyarakat: munculnya usaha-usaha kecil sepanjang jalan Jodipan, dan terganggunya ketentraman.
KETERAMPILAN MERANCANG RPP DENGAN KOMPETENSI INTI BERDASARKAN TEMA DAN SUB-TEMA PADA K-13 Sakdiyah, Siti Halimatus; Sari, Yuli lfana; Putra, Dwi Fauzia
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM IKIP Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun permasalahan mitra, diantaranya: (I) Para guru belum paham tentang implementasi K-13; (2) Sebagai guru kelas, mereka kurang memiliki kemampuan untuk pengembangkan Kompetensi Inti yang dijabarkan ke Peta Kornpetensi Dasar dan Indikatornya: dan (3) Terbatasnya waktu yang tersedia dalarn pertemuan tiap tcma, dimana dalam 1 semester guru kelas harus menyelesaikan 4 tema, dan masing-rnasing tema terdiri dari 3 sub tema, dari masing-masing sub tema terdiri dari beberapa pembelajaran mulai dari  sampai 6. Khalayak sasarannya adalah guru-guru di SDN Kebonsari 4 Malang yang berjumlah 15 orang. Metode pendekatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini sebagai berikut pelatihan,lokakarya, dan pendampingan. Sedangkan solusi yang ditawarkan adalah pelatihan dan pendampingan guru dalam merancang RPP dengan kompetensi inti berdasarkan tema dan sub tema. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian di SDN Kebonsari 4 Malang ini, sebagai berikut: (I) Adanya semangat bekerja untuk para guru terutama saat mengajar di dalam kelas, sehingga meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran, (2) Adanya suasana kerja yang positif antar guru terutama saat mengajar di kelas dan membuat mereka lebih pcrcaya diri, dan (3) Adanya produk RPP berdasarkan kurikulum 2013 yang dibuat oleh peserta pada saat pelatihan dan pendampingan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Mangrove Sebagai Kawasan Ekowisata (Studi Kasus Dusun Magelo’o Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka) Apelabi, Ana Maria Goreti Boy; Jamil, Achmad Maulana Malik; Putra, Dwi Fauzia
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 4 No 2 (2019): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v4i2.3488

Abstract

Hutan mangrove di Dusun Magelo?o sudah mulai dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah untuk dijadikan kawasan ekowisata. Tetapi, hutan mangrove di Dusun Magelo?o selama ini pengelolaannya belum maksimal dilihat dari masih kurang adanya penyediaan fasilitas penunjang kawasan wisata. Untuk itu partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove menjadi kawasan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bentuk pengelolaan hutan mangrove, 2) mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata dan 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verification. Hasil penelitian ini diketahui bahwa bentuk pengelolaan kawasan hutan mangrove di Dusun Magelo?o adalah sebagai kawasan konservasi yang juga dimanfaatkan sebagai kawasan ekowisata dan pendidikan. Partisipasi yang diberikan masyarakat berupa pikiran dan tenaga. Tahapan partisipasi terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan monitoring dan evaluasi. Faktor pendukung partisipasi masyarakat di Dusun Magelo?o berupa kesadaran dan kemauan. Sedangkan faktor penghambat pastisipasi masyarakat di Dusun Magelo?o adalah waktu bekerja dan ketergantungan kepada pihak-pihak tertentu. Saran agar penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti lain untuk mengambil judul tentang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR (Studi Kasus Pesisir Desa Jenu Kabupaten Tuban) Putra, Dwi Fauzia
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 2 No 1 (2017): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti wilayah pesisir lainnya yang terletak di Jawa bagian utara, Desa Jenu memiliki topografi relatif datar rawan akan terjadinya Rob akibat pasang naik air laut. Aktivitas masyarakat dalam mengelola sumber daya pesisir juga berpengaruh terhadap risiko bencana kepesisiran. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk pelestarian pesisir berbasis masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku peduli lingkungan pada masyarakat pesisir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian pesisir oleh masyarakat dilakukan melalui Yayasan Mangrove Center Tuban (MCT) dengan menanam pohon mangrove, cemara laut, cemara udang, pemberdayaan masyarakat, pendidikan lingkungan, pembinaan sekolah adiwiyata, Ekowisata alam, dan berbagai usaha swadaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku pro-lingkungan yaitu: pengetahuan, sikap dan nilai, kemungkinan untuk bertindak pro-lingkungan, insentif bagi perilaku pro-lingkungan, dan umpan balik bagi perilaku pro-lingkungan.
MAKNA PEMBANGUNAN AGROWISATA KEBUN BELIMBING BAGI MASYARAKAT DESA NGRINGINREJO, KECAMATAN KALITIDU, KABUPATEN BOJONEGORO Nurliana, Siti Rena Mei; Putra, Dwi Fauzia; Sakdiyah, Siti Halimatus
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v5i1.4199

Abstract

Pembangunan agrowisata dilatar belakangi oleh lahan yang tidak produktif dan atas inisiatif masyarakat, lahan tersebut ditanami belimbing yang kemudian berhasil sampai menjadi agrowisata dan diresmikan pemerintah kabupaten. Agrowisata menjadikan masyarakat terutama petani yang terlibat mengalami perubahan dari kondisi sebelum dengan setelah adanya agrowisata, oleh karena itu masyarakat petani memiliki makna adanya agrowisata yang didasari oleh motif sebab dan motif tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Konteks sosial subjek yang melatar belakangi agrowisata kebun belimbing; (2) Tindakan yang diterapkan subjek dalam Pembangunan Agrowisata Kebun Belimbing; (3) Makna Pembangunan Agrowisata bagi Subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan pengelola dan masyarakat petani yang ikut serta mengelola agrowisata dimana pemilihan subjek dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu orang yang paling dianggap tahu tentang apa yang peneliti harapkan. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, menyajikan dan memverifikasi data. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Konteks sosial subjek dilihat dari karakteristiknya yang terdiri dari usia, tingkat pendidikan, beban tanggungan, luas dan status lahan, serta penghasilan yang didapatkan; (2) Tindakan yang diterapkan subjek berupa penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pasca panen; (3) Makna pembangunan agrowisata bagi subjek yaitu sebagai substitusi ekonomi, untuk memperoleh status sosial organisasi, dan untuk kehidupan anak yang lebih baik. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji strategi dalam mengembangkan agrowisata berbasis pada lingkungan dan partisipasi masyarakat sehingga kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin tinggi.   Kata kunci: agrowisata, kebun belimbing, fenomenologi, makna, budidaya