Fuad Guntara, Fuad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN MAKNA SOSIAL-BUDAYA RAMBU SOLO DALAM PEMBENTUKAN KARAKATER PESERTA DIDIK Guntara, Fuad; Fatchan, Ach; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.397 KB)

Abstract

The problems of young generationcharacter is the impact of globalization. It caused the need of character building education. Ceremony of solo signs that has social value and religus can be used as teaching material in character education. The purpose of this study was to determine the socio-cultural meanings of ceremony solo signs in Toraja. This study was a literature study by using descriptive analysis. The results are as follows: a) As a unifying container family; b) As a means to divide the inheritance; c) As a point of stating dignity; c) As a point of mutual cooperation and responsibility; d) As a container artistic development means; e) As a containers of donating. The ceremony of solo signs can be used as a source of learning for character education in accordance with the needs of learners characters desired by the Indonesian nation.Permasalahan karakter generasi bangsa merupakan dampak dari globalisasi. Hal tersebut menyebabkan perlunya penanaman pendidikan berkarakter. Upacara rambusolo yang memiliki nilai sosial dan religus dapat dijadikan sebagai bahan ajar pendidikan berkarakter. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui makna sosial budaya upacara rambu solo di Toraja. Penelitian ini merupakan peneltian studi kepustakaan dengan menggunakan analisis deskriptif. Adapun hasilnya yaitu: a) Sebagai wadah pemersatu keluarga; b) Sebagai tempat membagi warisan artinya; c) Sebagai tempat menyatakan martabat; c) Sebagai tempat bergotong royong dan tanggung jawab; d) Sebagai wadah pengembangan seni artinya; e) Sebagai Wadah berdonasi. Upacara rambu solo dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran pendidikan berkarakter karena sesuai dengan kebutuhan karakter peserta didik yang diinginkan oleh bangsa Indonesia.Kata kunci : karakter, rambu solo, peserta didik
KAJIAN SOSIAL-BUDAYA RAMBU SOLO’ DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Guntara, Fuad; Fatchan, Ach.; Ruja, I Nyoman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.552 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6116

Abstract

This study focused on the analysis of social culture of rambu solo’ in growing the learners’ character. The problems of generations of one country was affected by globalization growth. It causes the need of implementing the educational character. The ceremony of rambu solo’ which brings social and religious value can be identified as social cultural aspect in ceremony rambu solo’. This research was a library research using descriptive approach. The results were: a). The ceremony is held to unite the family. b). to devide the heritage of family. c). to state prestige. d). to work together and become responsible. e). to develop art of custom. f). to donate wealth as a charity. This ceremony rambu solo’ enables to be designed as a reference of learning of character education because it is appropriate with the need of learners’ character expected by Indonesia.Kajian sosial-budaya rambu solo’ dalam pembentukan karakater peserta didik. Permasalahan karakter generasi bangsa merupakan dampak dari globalisasi. Hal tersebut menyebabkan perlunya penanaman pendidikan berkarakter. Upacara rambu solo’ yang memiliki nilai sosial dan religus dapat dijadikan sebagai bahan ajar pendidikan berkarakter. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek sosial-budaya dalam upacara rambu solo’ di Toraja. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan dengan menggunakan analisis deskriptif. Adapun hasilnya, yaitu (a) Sebagai wadah pemersatu keluarga; b). Sebagai tempat membagi warisan (c) sebagai tempat menyatakan martabat; (d) sebagai tempat bergotong royong; (e) sebagai wadah pengembangan seni artinya; (f) sebagai Wadah berdonasi. Upacara rambu solo’ dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran pendidikan berkarakter karena sesuai dengan kebutuhan karakter peserta didik yang diinginkan oleh bangsa Indonesia.