Modesta Ranny Maturbongs, Modesta Ranny
Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, FAPERTA UNMUS

Published : 9 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Depik Jurnal

KERAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI MARO PADA MUSIM PERALIHAN I Elviana, Sisca; Maturbongs, Modesta Ranny; Sunarni, Sunarni; Rani, Chair; Burhanuddin, Andi Iqbal
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.848 KB) | DOI: 10.13170/depik.8.2.12128

Abstract

Abstract. The river is one of aquatic resource that is rich in organisms, including various types of fish. Maro River  has characteristics of a river that has a wide area of estuary area makes it a fishing area by local fishermen.This study aims to determine the structure of fish communities caught on the Maro River in the transition season I.This research was conducted in April - May 2018 on the Maro River in Merauke Regency.Determination of research stations was chosen based on differences in environmental conditions on the Maro River.Data analysis using ecological index: composition of fish species (P), frequency of occurrence (Fi), species diversity (H '), type uniformity (E) and dominance (D).The results obtained by the composition of fish species found as many as 18 species, of which the species most commonly found in station I were 13 species while the lowest was found in station II as many as 3 species.The highest frequency of acquisition is Kurtus gulliveri which is 100%. The highest percentage of attendance was obtained from the same species at 43%.The poverty index during the first transition season was 2,104, included in the criteria of moderate and medium community.The uniformity index of 0.455 is included in the low uniformity category, meaning that the spread of each type in the community is relatively even.The dominance index value during the first transition season is 0.221, indicating that no type dominates.the ecological index value obtained shows even distribution of fish and no one dominates.Overall the condition of the aquatic environment on the Maro River is still in a good and balanced environment.Keywords: Diversity, the first transition period of monsoon, Maro Rivers Abstrak. Sungai merupakan salah satu perairan yang kaya akan organisme didalamnya. Sungai Maro merupakan salah satu sungai yang ada di Kabupaten Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas ikan yang tertangkap di Sungai Maro pada musim peralihan I. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April ? Mei 2018 di Sungai Maro Kabupaten Merauke. Penentuan stasiun penelitian dipilih berdasarkan perbedaan kondisi lingkungan di Sungai Maro. Analisis data menggunakan indeks ekologi: komposisi jenis ikan (P), frekuensi keterdapatan (Fi), keanekargaman jenis (H?), keseragaman jenis (E) dan dominansi (D). Hasil penelitian diperoleh 13 jenis. Dari hasil penelitian, komposisi jenis ditemukan sebanyak 18, dimana jenis species yang paling banyak ditemukan pada stasiun 1 sebanyak 13 spesies sedangkan stasiun II ditemukan species paling sedikit yaitu sebanyak 3 species. Frekuensi keterdapatan yang paling tinggi yaitu species Kurtus gulliveri memiliki frekuensi keterdapatan yang paling tinggi yaitu 100%. Presentase kehadiran tertinggi diperoleh adalah jenis ikan kaca (Kurtus gulliveri) sebesar 43%. Indeks keanekargaman selama musim peralihan I sebesar 2,104, termasuk dalam kriteria sedang dan komunitas sedang. Indeks keseragaman sebesar 0,455 termasuk dalam kategori keseragaman rendah, artinya penyebaran individu setiap jenis didalam komunitasnya relatif merata. Indeks dominansi selama musim peralihan I sebesar 0,221, menunjukkan tidak ada jenis yang mendominasi. Indeks keanekaragmannya sedang, dengan indeks dominansi dan indeks keseragamannya rendah menandakan distribusi ikan yang merata dan tidak ada yang mendominasi. Secara keseluruhan kondisi lingkungan perairan pada Sungai Maro masih dalam lingkungan yang baik dan seimbang.Kata Kunci: Struktur komunitas, musim peralihan I, Sungai Maro
STUDI KEANEKARAGAMAN IKAN GELODOK (FAMILI: GOBIIDAE) PADA MUARA SUNGAI MARO DAN KAWASAN MANGROVE PANTAI KEMBAPI, MERAUKE Maturbongs, Modesta Ranny; Elviana, Siska; Sunarni, Sunarni; deFretes, Dominggus
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.7.2.9012

Abstract

Mudskipper is one species of fish that lives in the estuary area and they have adaptations to two different habitats. The aims of the study was determine the species composition, diversity and abundance of mudskipper species in estuary areas with different locations, namely in the estuary and mangrove areas of Kembapi Beach. Sampling was carried out at low tide, carried out by using a wire mesh tool that was designed separately and manually using hands. The results of research on both research stations were obtained 4 genera and 7 species of mudskipper namely Boleophthalmus boddarti, B. pectinirostris, Oxuderces dentatus, Periophthalmus argentilineatus, P. malaccensis, P. takita and Scartelaos histophorus. Station II in the mangrove area of Kambapi Beach has the highest relative abundance with a percentage of 63.24% obtained from the type of Boleophthalmus boddarti. On the contrary, at station I in the Maro River estuary area, the highest relative abundance was also of the type B. boddarti with a percentage of 32.95%. The range of diversity index values at station I is 0.24 - 1.41 indicating the level of moderate diversity. Station II range of the diversity index during the study ranged from 0.08 to 0.66. The average dominance value at both stations is station I at 0.56 and station II at 0.71.Ikan gelodok merupakan salah satu spesies ikan yang hidup pada daerah estuari dan memiliki adaptasi terhadap dua habitat yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kelimpahan spesies ikan gelodok pada daerah estuari dengan lokasi yang berbeda yaitu pada daerah muara sungai dan kawasan mangrove Pantai Kembapi. Pengambilan sampel  dilakukan pada saat air surut, dilakukan dengan menggunakan alat bubu dari kawat ram yang didesain tersendiri dan secara manual yakni dengan menggunakan tangan. Hasil penelitian pada kedua stasiun penelitian diperoleh sebanyak 4 genus  dan 7 spesies ikan gelodok yaitu  Boleophthalmus boddarti, B. pectinirostris, Oxuderces dentatus, Periophthalmus argentilineatus, P. malaccensis, P. takita dan Scartelaos histophorus. Stasiun II di kawasan mangrove Pantai Kambapi memiliki kelimpahan relatif tertinggi dengan presentase sebesar 63,24% diperoleh dari jenis Boleophthalmus boddarti. Sebaliknya pada stasiun I di daerah muara Sungai Maro,  kelimpahan relative tertinggi juga dari jenis Boleophthalmus boddarti dengan presentase sebesar 32,95%. Kisaran nilai indeks keanekaragaman pada stasiun I sebesar 0,24 ? 1,41 menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Satasiun II kisaran indeks keanekaragaman selama penelitian antara 0,08 ? 0,66. Rata-rata nilai dominansi pada kedua stasiun yaitu stasiun I sebesar 0,56 dan stasiun II sebesar 0,71.