I Gede Nyoman Suta Waisnawa, I Gede Nyoman Suta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN (PPK) DI JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA POLITEKNIK NEGERI BALI Suryathi, Wayan; Waisnawa, I Gede Nyoman Suta; Putra, I Komang Mahayana; Sukasih, Ni Ketut
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 2 (2018): November 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.639 KB) | DOI: 10.31940/bp.v4i2.1014

Abstract

Adapun tujuan jangka panjang pengabdian masyarakat ini dalam  skema Pengembangan Kewirausahaan ini adalah:1) terwujudnya pusat pendidikan dan pelatihan mahasiswa yang dapat mengcover potensi , bakat dan minat entrepreneurship secara berkesinambungan, 2) adanya wadah pendidikan dan pelatihan bisnis dengan struktur pembinaan dan pengelolaan yang mandiri, 3) mengembangkan berbagai kreativitas, ide, gagasan inovatif sebagai pintu awal memperoleh peluang bisnis yang profitabilitas. Tujuan jangka pendek adalah: 1)  merekrut tenant minimal sebanyak 20 mahasiswa, 2) melaksanakan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangan jiwa dan karakter entrepreneurship, ketrampilan manajerial dan ketrampilan teknis, 3) menghasilkan 5 wirausaha baru dengan produk/jasa berbasis IPTEK Adapun rencana jangka pendek dalam pengabdian ini adalah : Menyediakan tempat dan ruang yang terkoordinir bagi wirausaha mahasiswa sebagai unit informasi dan layanan jasa dan produk, Memberikan sarana prasarana penunjang yang diperlukan dalam pelatihan fungsi-fungsi perusahaan bagi mahasiswa sesuai potensi dan bakat wirausaha muda, baik yang telah memiliki usaha maupun mahasiswa yang baru akan mendirikan usaha, Menyediakan narasumber dari berbagai para ahli, pakar praktisi, pakar bahasa, pakar pengembangan kepribadian, dosen, teknisi untuk membimbing dan melatih peningkatan ketrampilan manajerial, ketrampilan teknis dan karakter entrepreneurship dibidang kelompok bisnis yang telah dibentuk, Menjalin kerjasama dengan lembaga bisnis dan keuangan, perusahaan tekhnologi dan informasi serta media massa sebagai mitra usaha. Sedangkan target khususnya adalah pemberdayaan potensi,bakat dan minat kewirausahaan mahasiswa melalui, sehingga dapat memperkenalkan, melaunching dan menjual produk/jasa. Selanjutnya dapat memiliki pelanggan  untuk mengembangkan usaha yang telah dirintis. Metode yang akan dipergunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah: Mengadakan sosialisasi kepada mahasiswa dan dosen diJurusan administrasi Niaga Membentuk tim pembina dan pelaksana penyaringan potensi, minat dan bakat mahasiswa calon tenant Pembentukan kelompok bidang bisnis yang terbagi menjadi kelompok usaha jasa/service dan kelompok usaha produksi, Mengadakan pelatihan dan pembimbingan peningkatan karakter kewirausahaan, ketrampilan manajerial dan ketrampilan teknis dalam menghasilakan wirausaha baru ( minimal 5 orang) Pemberian bantuan sarana prasarana praktek atau permodalan usaha Membuat buku panduan pelatihan dan praktek kerja mahasiswa, Mengadakan kemungkinan memorandum of understanding (MOU) dengan pihak industri sebagai pendamping dan tempat magang Melakukan evaluasi pembinaan dan pengembangan kewirausahaan setiap tahun  
PEMBERDAYAAN USAHA KECIL BENGKEL MOBIL Waisnawa, I Gede Nyoman Suta; Swaputra, IB; Rajendra, I Made
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol 1 No 1 (2015): November 2015
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1465.862 KB)

Abstract

Usaha jasa perawatan dan perbaikan kendaraan berat (truk ekspedisi niaga) dan kendaraan ringan/kendaraan pribadi seperti minibus, jeep dan sebagainya. Meningkatnya kepemilikan kendaraan oleh masyarakat di Bali menimbulkan permasalahan dan peluang usaha yang menjanjikan atau prospektif. Data Pemprov Bali menunjukan jumlah kendaraan yang beredar di wilayahnya sudah mencapai 2,7 juta unit kendaraan terdiri dari 2,1 juta unit motor dan 600 ribu unit mobil. Usaha Jasa perawatan dan perbaikan kendaraan/mobil mulai tumbuh baik diperkotaan maupun di pedesaan. Usaha jasa perawatan dan perbaikan kendaraan/mobil terdiri dari berbagai bidang keahlian diantaranya: keahlian mesin (engine) yang meliputi : Ganti Oli, Tune Up/Setting Mesin, Overhaul/Turun Mesin, Kelistrikan Engine dan Sistem Rem, sedangkan keahlian Chasis dan Body (Rangka dan Badan) yang meliputi : Setel Rangka, Ketok Body dan Pengecatan (Body Repair & Painting). Usaha jasa perawatan dan perbaikan kendaraan memerlukan kemandirian yang didasari jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), lahan/lokasi tempat usaha yang memadai serta harus memiliki peralatan kerja (tools) yang cukup banyak jenisnya mulai dari peralatan ringan hingga peralatan berat. Modal keuangan mutlak diperlukan dalam melaksanakan/ mengoperasikan usaha ini. Layanan/service terhadap kendaraan harus dilakukan dengan baik sehingga mampu memberikan layanan yang memuaskan bagi pelanggan. Berdasarkan pengamatan di lapangan,   keberadaan bengkel layanan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan ada yang tergolong besar, menengah dan kecil.  Usaha bengkel yang tergolong kecil kepemilikannya adalah perseorangan dimana pemiliknya adalah tenaga mekanik yang melayani perawatan dan perbaikan kendaraan secara langsung dibantu oleh 2 sampai 3 orang mekanik pembantu. Pekerjaan/order perawatan dan perbaikan kendaraan yang  mampu dilayani rata-rata 3-5 kendaraan per hari. Pekerjaan perbaikan bodi kendaraan secara total memerlukan waktu yang relatif lama yaitu 3 sampai 4 minggu. Perbaikan atau perawatan mesin atau mekanikal kendaraan memerlukan waktu yang beragam. Perbaikan mesin total (Ovehaul) atau turun mesin memerlukan waktu antara 1 sampai 2 minggu. Waktu proses pengerjaan/penyelesaian pekerjaan perawatan dan perbaikan saat ini masih perlu ditingkatkan. Kecepatan waktu proses penyelesaian pekerjaan perawatan dan perbaikan kendaraan serta kualitas layanan yang dilakukan akan mampu memuaskan pelanggan/konsumen. Usaha layanan jasa service kendaraan akan dapat memuaskan pelanggan apabila dilakukan dengan baik dan didukung oleh peralatan/perkakas mekanik yang memadai, ruang/area stasiun kerja yang layak serta manajemen kerja yang baku. Melalui program Iptek bagi Masyarakat dilakukan upaya penambahan peralatan/perkakas mekanik (tools) yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan (customer) . Peralatan kerja mekanik sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan telah diberikan diantaranya : 1 unit Katrol lifting engine, 1 Unit mesin Bor Bangku diameter mata bor 16 mm,  Kompressor, 1 unit Inverter Las Listrik, Regulator Las Asetilin serta Tool kit untuk kerja mekanik. Pelatihan penggunan/pengoperasian mesin perkakas yang baru dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan mekanik sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan pada pelanggan.Perencanaan tata letak peralatan pada bengkel service kendaraan yang baik dan ergonomi akan dapat memudahkan mekanik melaksanakan tuntunan dari tugas-tugas yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi. Tata letak dari perkakas bengkel dapat mempengaruhi efesiensi proses layanan perawatan dan perbaikan dari mekanik. Hal ini menunjukkan bahwa, tata letak perlu mendapat perhatian yang serius agar proses layanan jasa lebih efesien dan waktu penyelesaian suatu pekerjaan menjadi lebih singkat. Waktu penyelesaian overhaul engine semula 1-2 hari hingga dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari dan tepat waktu, sedangkan waktu pengecatan total membutuhkan 3-4 minggu dapat diselesaikan dalam waktu 3 minggu dengan kualitas cat yang lebih baik. Pelayanan jasa perawatan dan perbaikan terhadap pelanggan harus tercatat dengan baik sehingga seluruh aktivitas yang terkait dengan pengeluaran dan pemasukan kas serta pemesanan suku cadang dapat diketahui dengan jelas. Pencatatan ini dilakukan secara praktis dengan nota rangkap, sehingga setiap aktivitas harian dapat dicatat dan direkap dalam buku aktivitas bengkel.Aktivitas layanan jasa perawatan dan perbaikan harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi adalah upaya manusia dalam memecahkan masalah untuk membuat kehidupan lebih sejahtera, lebih baik, lebih enak dan lebih mudah. Oleh karena itu, pengetahuan tentang teknologi mekanik perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan teknologi mekanik dapat dilakukan melalui pelatihan.