p-Index From 2015 - 2020
1.573
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGRIMOR
Marsianus Falo, Marsianus
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Kajian Dinamika Kelompok Tani Usaha Ternak Sapi Potong di Kelompok Tani Nekmese Desa Manusasi Kecamatan Miomaffo Barat Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 1 No 01 (2016): AGRIMOR - January 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.463 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i01.27

Abstract

Penelitian dilakukan di kelompok tani Nekmese Desa Manusasi Kecamatan Miomaffo Barat, pada bulan Maret - Mei  2014 dengan tujuan mendapatkan gambaran dinamika kelompok, mengukur kedinamisan serta mengetahui hubungan antara kedinamisan kelompok  tani dengan tingkat  kemampuan dalam melakukan kegiatan usahatani ternak sapi potong.. Metode yang digunakan adalah metode survey. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) dalam satu tahun satu ekor sapi betina dewasa memproduksi satu ekor anak sapi bakalan, kepemilikan sapi  setiap anggota kelompok  4-11 ekor, jumlah keseluruhan ternak sapi di Desa Manusasi 256 ekor, sedangkan jumlah ternak sapi Kecamatan Miomaffo Barat 4601 ekor; 2) Kedinamisan terhadap usaha ternak sapi didasari oleh tujuan, struktur, fungsi, pembinaan, kekompakan, suasana, keefektifan, tekanan dan maksud tersembunyi, rata-rata petani peternak puas dengan skor rata-rata 3,916 (78,33%) dengan penyebarannya sebanyak 22 orang (92%), sedangkan petani peternak berpendapat cukup puas sebanyak 0,08 (8,33%);  3) Hubungan kedinamisan kelompok terhadap kemampuan melakukan usaha ternak sapi petani peternak kelompok Nekmese berpendapat puas dengan skor rata-rata 4,08 (81,66%), sedangkan berdasarkan hasil analisis Rank Sperman hubungan dinamika meliputi umur memiliki hubungan  nyata terhadap kedinamisan kelompok dimana nilai Rshitung lebih besar Rstabel : umur (0,665>0,409), pendidikan formal (0,713>0,409), non formal (0,624>0,409), pengalaman usaha (0,641>0,409). Sedangkan hubungan kemampuan meliputi umur memiliki hubungan nyata dimana nilai Rshitung lebih besar Rstabel : umur (0,711>0,409), pendidikan formal (0,696>0,409), non formal (0,775>0,409), pengalaman (0,695>0,409). 
Kajian Pendapatan Agroindustri Tortila di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 1 No 02 (2016): AGRIMOR - April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.832 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i02.99

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani merupakan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani tersebut yang Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Basam Tasa Kelurahan Atmen Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara sejak bulan Februari sampai bulan April 2014 dengan tujuan: 1) Untuk mengetahui gambaran proses produksi tortila pada Kelompok Tani Basam Tasa di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara, 2) Untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh dari usaha agroindustri tortila pada Kelompok Tani Basam Tasa di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan adalah metode survei. Untuk menjawab tujuan pertama dan kedua digunakan metode deskriptif dan pendapatan, Hasil penelitian menunjukkan : 1) Dalam proses pengolahan tortila, tahapannya: a.) Jagung yang digunakan adalah jagung kuning yang sudah dijemur kering. b) Jagung yang telah ditumbuk, dicuci kemudian dimasak. c). Jagung yang telah masak digiling dengan menggunakan blender sampai halus. d. Pencetakan dilakukan saat adonan yang dikukus sudah berubah warna. e) adonan yang telah dicetak dijemur sampai setengah kering, lalu dipotong persegi panjang dan di jemur lagi sampai kering. f). Tortila yang sudah kering dikemas untuk di jual. 2) Berdasarkan  analisis pendapatan dapat diketahui bahwa: Produksi tortila adalah jumlah fisik tortila yang dihasilkan mencapai 2790 bungkus  dengan rata-rata produksi yang diperoleh mencapai 174,375 bungkus bahan baku yakni jagung sebanyak 557 kg. Rata-rata penerimaan Rp.1.064.250 dengan variasi penerimaan tertinggi adaalah Rp.1.290.000 dan penerimaan terendah Rp. 900.000. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata pendapatan adalah Rp.556.938/responden/bulan dengan variasi pendapatan tertinggi adalah Rp.640.000 dan pendapatan terendah adalah Rp.384.500. 
Efektivitas Kelompok Wanita Tani Lestari di Desa Subun Tua’lele Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Da Costa, Anna Cisca; Falo, Marsianus; Nubatonis, Agustinus
AGRIMOR Vol 1 No 02 (2016): AGRIMOR - April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.757 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i02.101

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani merupakan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani tersebut yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat atau anggota kelompok tani tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Kelompok Wanita Tani Lestari, Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat dan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan faktor pembentuk efektivitas kelompok tani di Kelompok Wani Tani Lestari, Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat.Penelitian ini dilaksanakn dari bulan Desember-Januari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik deskriptif. Sedangkan teknik atau cara analisa data yang relevan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rank spearman yang digunakan untuk menganalisa hubungan antara faktor pembentuk efektivitas kelompok tani dengan efektivitas kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tingkat efektivitas wanita tani lestari berada pada kategori sedang. Faktor penyebab umum yang dapat dilihat adalah karena sedikitnya bahan yang digunakan untuk produksi dan rendahnya kualitas sumber daya manusia dalam pengolahan pasca panen sehingga tidak mendatangkan hasil yang banyak. Oleh karena itu diperlukan upaya yang lebih maksimal untuk  meningkatkan produktivitas pengolahan pasca panen.Hasil analisis rank spearman juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pembentuk efektivitas kelompok tani dengan efektivitas kelompok tani di desa Subun Tua’lele Kecamatan Insana Barat. 
Peran Kepemimpinan Ketua Kelompok Tani Oel’nasi, di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.299 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.260

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Oel’nasi Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat, dengan tujuan 1) mengetahui gambaran kegiatan  kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu,  2) mengetahui persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan  ketua kelompok tani Oel’nasi di Desa Sallu.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode deskriptif dan untuk tujuan kedua digunakan skala pengukuran Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) persepsi anggota kelompok dalam keaktifan di kelompok tani Oel’nasi yaitu berada pada kategori cukup baik  dengan total nilai yaitu sebesar 447,45%, dengan nilai rata-rata 74,58%. Nilai ini menunjukkan bahwa anggota kelompok tani selalu beusaha untuk berpartisipasi dalam setiap aktivitas yang berkaitan dengan kelompok tani Oel’nasi; 2) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam rencana kerja kegiatan yaitu berada pada kategori kurang baik dengan prosentase 67,5%; 3) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam pengorganisasian yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 307,5% , dengan nilai rata – rata 76,88%; 4) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam aspek pelaksanaan yaitu berada pada kategori cukup baik dengan total nilai 213,75% , dan total nilai rata – rata yaitu sebesar 71,25%, setiap perencanaan yang telah ditetapkan belum dilaksanakan secara efektif dan efisien, untuk itu perlu adanya penyuluh yang rutin untuk dapat membina dan melatih agar dapat menambah pengetahuan/ sumberdaya petani dalam melakukan suatu kegiatan usahatani agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai; dan 5) persepsi anggota kelompok terhadap peran kepemimpinan dalam manajemen yaitu berada pada kategori cukup baik dengan nilai 73,75%. Peran kepemimpinan dalam manajemen masih rendah atau belum optimal. 
Analisis Pendapatan Budidaya Ikan Nila di Kelompok Tani Mandiri Desa Popnam Kecamatan Noemuti Neno, Oktovianus; Fallo, Yosefina Marice; Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.431 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran budidaya ikan Nila, besarnya pendapatan petani yang diperoleh dari budidaya ikan Nila, dan keuntungan relatif dari budidaya ikan Nila di Kelompok Tani Mandiri Desa Popnam Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus sebanyak 25 orang pada kelompok tani Mandiri, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, data yang diambil berupa data primer dan sekunder, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data deskripsi kualitatif, metode analisis pendapatan dan metode analisis keuntungan relatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembudidayaan ikan Nila dilalui 4 tahap dan tahap awal atau pertama yaitu persiapan kolam dan kegiatan persiapan kolam terdiri dari 2 kegiatan besar yaitu mengeringkan kolam kemudian kolam dijemur sampai tanah terlihat retak dan mengisi air pada kolam lalu dibiarkan terkena sinar matahari, tahap yang kedua penebaran benih yang mana umur benih ikan Nila, selanjutnya adalah pemeliharaan kolam dan ikan Nila, pemeliharaan kolam dilakukan dengan memungut sampah yang jatuh di atas kolam dan pemeliharaan ikan dilakukan dengan pemberian pakan ikan secara rutin dua kali sehari dan tahap terakhir yaitu panen dan pasca panen dilakukan setelah melewati masa pemeliharaan selama 4 bulan. Perolehan pendapatan dari anggota kelompok tani berkisar antara Rp. 2.051.741,- sampai Rp. 5.803.695,- dengan rata-rata pendapatan dari satu kali produksi budidaya ikan Nila sebesar Rp. 3.082.665,-  sedangkan total pendapatan anggota kelompok tani dalam satu kali produksi budidaya ikan Nila Rp. 77.066.633,-. Keuntungan relatif dari anggota kelompok tani berkisar antara 2 sampai 4 dan rata-rata keuntungan relatif dari anggota kelompok tani adalah 3 sehingga bisa dikatakan bahwa budidaya ikan Nila yang di lakukan oleh anggota kelompok tani secara ekonomis menguntungkan sebab hasil perhitungan keuntungan relatif dari anggota kelompok tani lebih dari 1 (> 1). 
Partisipasi Anggota Kelompok Tani dalam Berusahatani Bawang Putih di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus; Nubatonis, Agustinus
AGRIMOR Vol 2 No 02 (2017): AGRIMOR - April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.604 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i02.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, tingkat partisipasi dan hambatan-hambatan partisipasi anggota kelompok tani bawang putih di Desa Sallu Kecamatan Miomaffo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode penelitian menggunakan metode survey  dan pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data digunakan Skala likert. Hasil penelitian menunjukkan 1) karakteristik anggota kelompok tani bawang putih memiliki potensi yang layak dikembangkan produktivitasnya yakni umur, pendidikan formal, pengalaman berusahatani bawang putih, jumlah anggota keluarga,  luas lahan garapan, dan kelembagaan kelompok taninya; 2) tingkat partisipasi dari 95 responden anggota kelompok tani berada dalam kategori 3 yakni “Kadang-kadang” dengan nilai skor rata-rata tingkat partisipasi kelompok tani dari 5 indikator penilaian adalah 63,6; dan 3) kendala-kendala dalam berusahatani bawang putih:  kurang bibit bawang putih yang unggul, akses informasi  harga pasar, pola usahatani bawang putih masih tradisional, pelatihan budidaya bawang putih, iklim yang kurang bersahabat, usaha bawang putih semakin sempit, kurangnya modal usaha. 
Dampak Faktor Sosial Ekonomi terhadap Produksi Home Industri Tempe di Kelurahan Oelami Kecamatan Bikomi Selatan Taimenas, Emmanuel; Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.037 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.310

Abstract

Sebagian pemenuhan kebutuhan akan tempe di kabupaten TTU khususnya dalam kota Kefamenanu berasal dari industri kecil atau industri rumahan yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah usaha pembuatan tempe di kelurahan Oelami kecamatan Bikomi Selatan. Industri kecil tempe menjadi salah satu primadona industri berbasis keluarga bagi masyarakat di Kelurahan Oelami, karena secara ekonomis industri ini cukup menjanjikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) gambaran usaha pembuatan tempe; 2) dampak faktor sosial ekonomi terhadap produksi home industri tempe di kelurahan Oelami, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di kelurahan Oelami, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten TTU, pada bulan Desember 2016 sampai April 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengusaha tempe di kelurahan Oelami yang berjumlah 11 pengusaha. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pembuatan tempe di kelurahan Oelami meliputi kacang kedelai disortir dari kotoran, direbus dengan air selama 30 menit, direndam dengan air dingin selama 5-8 jam, dicuci untuk dipisahkan dari kulit kacang, disiram dengan air panas untuk membunuh kuman dan menghilangkan zat asam, dicampur dengan ragi, dibungkus dengan menggunakan plastik yang dilubangi kecil dengan ukuran plastik 15 x 25 cm, kemudian diratakan untuk memperlancar proses fermentasi. Secara bersama-sama umur, tenaga kerja, pendidikan, pengalaman, bahan penolong, biaya produksi, dan bahan baku berpengaruh nyata pada produksi tempe. Pendidikan, bahan penolong, biaya produksi, dan bahan baku secara parsial berpengaruh secara nyata terhadap produksi tempe sedangkan umur, tenaga kerja, dan pengalaman tidak berpengaruh secara nyata. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Putih di Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus; Kune, Simon Juan; Hutapea, Adeline Norawati; Kapitan, Origenes Boy
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.801 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i04.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan keragaan usahatani bawang putih; 2) menganalisis  kandungan unsur metabolid sekunder; 3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani bawang putih; 4) menganalisis pendapatan yang dipeoleh petani dari usahatani bawang putih, dan; 5) mengetahui startegi pengembangan usahatani bawang putih.  Metode yang dugunakan adalah survei dan eksperimen laboratorium. Analisa data menggunakan analisis FTIR dan GC-MS, Analisis Cobb Douglass, analisis pendapatan dan Analisis SWOT. Hasilnya keragaan usahatani meliputi pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pemasaran. Unsur metabolid sekunder yang terdapat dalam bawang putih adalah adsiri, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi antara lain lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman, dan pendidikan. Pendapatan yang diperoleh sebesar 534.429.503/musim tanam. Strategi pengembangannya adalah 1) strategi SO : kekuatan yang dimiliki adalah letak   lahan  yang strategis, kerjasama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman dan   peluangnya dukungan dari PEMDA,   permintaan pasar yang selalu ada, eban merupakan sentral/pusat produksi bawang putih di wilayah TTU; 2) strategi WO : meningkatkan modal  berusahatani bawang putih, kurang promosi, sistim pemasaran dan penguasaan teknik budidaya yang masih rendah; 3) Strategi ST : kekuatan yang ada  adalah letak lahan memiliki  sendiri, kerja sama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman yang telah dimiliki; 4) Strategi WT : meningkatkan modal yang di miliki petani untuk dapat bersaing deengan usahatani bawang putih sejenis lainnya dari luar daerah Eban dan meningkatkan promosi untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi. 
Peranan Lembaga Keuangan Credit Union Kasih Sejahtera Bagi Petani di Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus; Kune, Simon
AGRIMOR Vol 2 No 01 (2017): AGRIMOR - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.735 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i01.129

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk: 1) mengetahui gambaran Credit Union Kasih Sejahtera Cabang Kefamenanu Kabupaten TTU, 2) mengetahui peranan Credit Union Kasih Sejahtera Cabang Kefamenanu bagi petani di Kabupaten TTU. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode survei. Dari hasil penelitian  diketahui bahwa Credit Union Kasih Sejahtera adalah lembaga keuangan yang menjalankan usaha simpan pinjam serta memiliki 3 ciri utama yang menjadi keunikannya yakni ciri bank, ciri koperasi, serta ciri asuransi. Ada upaya pemberdayaan dari Credit Union bagi petani yang bertujuan untuk mengubah pola pikir petani yang bersifat konsumtif atau boros menjadi petani yang hemat serta mampu mengelola keuangannya secara mandiri dan terarah melalui pendidikan dan pelatihan yang berlangsung secara kontinyu. Produk-produk yang dimiliki oleh Credit Union Kasih Sejahtera bersifat memudahkan serta membantu anggota khususnya petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan serta derajat hidupnya. Peranan nyata Credit Union Kasih Sejahtera bagi petani di antaranya adalah sebagai penyedia dana segar dengan bunga yang rendah sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani untuk dapat membiayai pendidikan anak, membangun rumah yang layak huni, serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya. Credit Union juga berperan merubah pola pikir petani agar hidup hemat dan mulai menabung demi masa depan. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Hijau di Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Moy, Esterlina; Fallo, Yosefina Marice; Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.911 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.312

Abstract

Io kufeu adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malaka yang sebagian besar masyarakatnya melakukan usahatani kacang hijau. Salah satu faktor yang menentukan keuntungan ekonomis suatu usahatani adalah jumlah produksi usahatani tersebut, sementara produksi itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sebuah usahatani sangat penting untuk diteliti agar diketahui bagaimana kontribusi setiap faktor terhadap produksi usahatani tersebut, sekaligus menjadi dasar bagi petani agar menjaga efisiensi pemanfaatan dari setiap faktor produksi serta sebagai input pengambilan keputusan dalam pengembangan usahatani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kacang hijau di desa Tunabesi, kecamatan Io kufeu, kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, kabupaten Malaka, pada Bulan Februari sampai Juni 2016. Populasi berjumlah 554 orang dengan sampel sebanyak 51 orang. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 82,3% produksi usahatani kacang hijau dipengaruhi oleh luas lahan, benih, curahan tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan pengalaman secara bersama-sama sedangkan sisanya 17,7% adalah variabel lain. Secara parsial hanya variabel benih dan pengalaman petani yang berpengaruh terhadap produksi kacang hijau sedangkan luas lahan, curahan tenaga kerja dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kacang hijau.