Dhian Ririn Lestari, Dhian Ririn
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

GAMBARAN KENAIKAN BERAT BADAN PASIEN TB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG DAN PUSKESMAS BANJARBARU Septiana, Ayu; Budiarti, Lia Yulia; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 7 NOMOR 2, SEPTEMBER 2013
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1678.745 KB) | DOI: 10.20527/dk.v1i2.3184

Abstract

ABSTRAK Perubahan berat badan pasien TB dengan perbedaan waktu selama pengobatan merupakan salah satu komponen penting untuk menilai perkembangan peningkatan status kesehatan pasien TB. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kenaikan berat badan pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Guntung Payung dan Puskesmas Banjarbaru. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 orang yang dipilih secara purposive sampling dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif pada pasien TB kasus baru yang datang di awal bulan Januari 2012 sampai akhir bulan Mei 2012. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 12 responden (40%) mengalami kenaikan berat badan sebesar 3 kg. Rata-rata kenaikan berat badan responden TB yaitu sebesar 2,3 kg. Direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti tentang pola makan, pola aktivitas dihubungkan dengan kenaikan berat badan pasien TB.Kata-kata kunci: Kenaikan berat badan, Pasien TB.  ABSTRACT The change body weight with time TB patients during treatment was, one important component for assessing progress improved health status of TB patients. This study aimed to know the description the weight gain of TB patients in the work area Guntung Payung Community Health Center and Banjarbaru Community Health Center. The number of respondents used in the study were 30 people who were selected by purposive sampling by using descriptive research method. Data was collected prospectively in patients with new cases of TB that came in the beginning of January 2012 until the end of May 2012. The result showed that a total of 12 respondents (40%) experienced a weight gain of 3 kg. The average weight gain of TB respondent was 2.3 kg. Recommended for further research to examine the eating patterns, activity patterns associated with weight gain TB patients.Keywords: weight gain, TB patients.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PSTW BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Wafroh, Siti; Herawati, Herawati; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 4, No 1 (2016): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 1 NOMOR 1, MARET 2016
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.878 KB) | DOI: 10.20527/dk.v4i1.2553

Abstract

ABSTRAKDukungan keluarga adalah bantuan yang diberikan oleh anggota keluarga yang lain sehingga akan memberikan kenyamanan. Dukungan keluarga sangat diperlukan oleh lansia dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di PSTW Budi Sejahtera Banjarbaru. Penelitian observasional dengan menggunakan desain pendekatan cross sectional. Responden berjumlah 50 orang dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kualitas hidup WHOQOL-OLD. Penelitian menunjukan bahwa lansia yang memiliki tingkat dukungan keluarga kurang berjumlah 23 orang (46%), dukungan keluarga cukup berjumlah 12 orang (24%), dukungan keluarga baik berjumlah 12 orang (24%), dan dukungan keluarga sangat baik berjumlah 3 orang (6%). Lansia yang memiliki tingkat kualitas hidup rendah berjumlah 3 orang (6%), kualitas hidup sedang 36 orang (72%), dan kualitas hidup tinggi berjumlah 11 orang (22%). Analisis data hasil penelitian ini menggunakan uji Spearmen Rank didapatkan nilai p value 0,001(p ? 0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di PSTW Budi Sejahtera Banjarbaru dengan nilai r=0,884 yang berarti kekuatan hubungan kuat dan mempunyai arah positif. Dukungan yang diberikan keluarga yang baik kepada lansia akan meningkatkan kualitas hidup lansia.Kata-kata kunci: dukungan keluarga, kualitas hidup, lansia, PSTW.ABSTRACTFamily support is the assistance given by other family members that will provide comfort. Family support is needed by the elderly to improve their quality of life. To determine the relationship of family support with the quality of life of the elderly in PSTW Budi Sejahtera Banjarbaru. Observational study using cross sectional design. Respondents totaled 50 elderly with research instruments such as questionnaires family support and quality of life questionnaire WHOQOLOLD. Research showed that elderly people who had high levels of support for poor families totaling 23 people (46%), family support sufficient amounts to 12 people (24%), family support both numbering 12 people (24%) and family support is very good amount to 3 people (6% ). Elderly people who had a low level of quality of life totaled 3 (6%), quality of life was 36 (72%) and a high quality of life for a total of 11 people (22%). Analysis of data from this study used Spearman Rank test obtained p value of 0.001 (p ? 0.05) which shall mean there was a significant relationship between family support with the quality of life of the elderly in PSTW Budi Sejahtera Banjarbaru with r = 0.884, which means the power of strong relationships and has a positive direction. The support given to the elderly a good family will improved the quality of life of the elderly.Keywords: family support, quality of life, elderly, PSTW.
STRES DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA REGULER FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM YANG SEDANG MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH (KTI) Raudah, Farida; Budiarti, Lia Yulia; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 3, No 1 (2015): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 3 NOMOR 1, MARET 2015
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.574 KB) | DOI: 10.20527/dk.v3i1.1705

Abstract

ABSTRAKDalam proses pembelajaran seorang mahasiswa yang sedang menyusun KTI memerlukan adanya motivasi dalam belajar agar memperoleh  hasil yang memuaskan walaupun penuh dengan tuntutan dan hambatan yang menimbulkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres dengan  motivasi belajar mahasiswa reguler Fakultas Kedokteran Unlam yang sedang menyusun KTI. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, desain penelitian ini adalah studi korelasional dengan pendekatan crosssectional. Jumlah responden yang digunakan di dalam penelitian ini adalah 80 orang. Tekhnik sampling yang digunakan proportional stratified random sampling.Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Uji yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p value 0,000 bahwa terdapat hubungan yang kuat dan bermakna antara stres dengan motivasi belajar mahasiswa reguler Fakultas Kedokteran Unlam yang sedang menyusun KTI.Kata-kata kunci: stres, motivasi belajar, karya tulis ilmiah (KTI), FK Unlam, mahasiswa reguler. ABSTRACTIn learning process, the students who were preparing scientific papers need learning motivation in order to achieve satisfactory results even though it would be full of challenges and obstacles that were able to cause stress. The purpose of this study was to analyzed the relationship between stress and learning motivation of regular students of medical faculty of Lambung Mangkurat University who were preparing scientific papers. The quantitative methods were employed in this study, and the correlational study with cross-sectional approach was the design of the study. The number of respondents was 80 persons. The samples were gathered using proportional stratified random sampling technique while the data were collected using questionnaires. It applied the Pearson correlation test. The results of the correlation test showed that p value was 0,000 indicating that there was a strong and meaningful relationship between stress and learning motivation of regular students of Medical Faculty of Lambung Mangkurat University who were preparing scientific papers.Keywords: stress, learning motivation, scientific papers,medical faculty of Unlam, regular student.
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARBARU Karmila, Karmila; Lestari, Dhian Ririn; Herawati, Herawati
Dunia Keperawatan Vol 4, No 2 (2016): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 4 NOMOR 2, SEPTEMBER 2016
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.294 KB) | DOI: 10.20527/dk.v4i2.2558

Abstract

ABSTRAKDukungan keluarga sangat diperlukan oleh penderita gangguan jiwa dalam memotivasi mereka selama perawatan dan pengobatan. Hal yang dapat memicu kekambuhan dan memperpanjang proses perawatan gangguan jiwa antara lain penderita tidak minum obat secara  teratur. Tujuan untuk menganalisis dan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Metode penelitian korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Responden berjumlah 35 orang, instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa 42,86% memberikan dukungan keluarga baik, 37,14% memberikan dukungan keluarga cukup, dan 20%memberikan dukungan keluarga kurang. Kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa yang patuh 24 responden (68,57%) dan pasien yang tidak patuh 11 responden (31,43%). Analisis data hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman dengan nilai p value 0,000 yang berarti p ? 0,05, sehingga terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru dengan nilai r= 0,748 yang berarti kekuatan hubungan kuat dan mempunyai arah positif. Diharapkan keluarga memberikan dukungan keluarga yang baik kepada pasien gangguan jiwa agar pasien patuh minum obat untuk kesembuhan dan mencegah kekambuhan.Kata-kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, gangguan jiwa.ABSTRACTFamily support is needed by people with mental disorders in motivating them for care and treatment. Things that can trigger a recurrence and prolong the treatment of other psychiatric disorders among patients not taking medication regularly.Objective this research aims to analyze and determine the relationship of family support with drink medicine obediently of mental disorder patient. Methods of this research was correlational with cross-sectional study design. Respondents were 35 patient, instruments used in the form of family support questionnaire and drink medicine obediently questionnaire. Results this research showed that 42.86% gave good family support, 37.14% providing sufficient family support and 20% provide less support. Medication adherence in patients with mental disorders who dutifully 24 respondents (68.57%) and non-adherent patients 11 respondents (31.43%). Analysis of the research data usingspearman correlation test with p value of 0.000, which means p ? 0.05, so there was a significant relationship between family support with medication adherence in patients with mental disorders in Puskesmas Banjarbaru with r = 0.748, which means strength strong relationships and have a positive direction. The family was expected to gave a good family support to patients with mental disorders that adherent patients taking medication to cure and prevent recurrence.Keywords: family support, compliance drinking drugs, mental disorder.
KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU Pratama, Borneo Yuda; Budiarti, Lia Yulia; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 1, No 1 (2013): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 1 NOMOR 1, Maret 2013
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.86 KB) | DOI: 10.20527/dk.v1i1.1649

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Karakteristik lingkungan fisik rumah merupakan faktor resiko tuberculosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor-faktor karakteristik lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di kecamatan Guntung Payung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kasus kontrol. Variabel yang diteliti adalah suhu, kelembaban, ventilasi , pencahayaan , kepadatan  hunian rumah, jenis lantai rumah, jenis dinding rumah. Hasil analisis statistik menggunakan uji chi square menunjukkan kejadian tuberculosis mempunyai hubungan yang bermakna dengan suhu (p = 0,004), luas ventilasi (p = 0,005), dan pencahayaan (p = 0,012). Kejadian tuberculosis tidak mempunyai hubungan yang bermakna terhadap kelembaban (p = 0,573), kepadatan hunian (p = 0,095), jenis lantai (p = 0,129), dan jenis dinding (p = 197). Kata kunci : karakteristik lingkungan fisik rumah, tuberculosis   ABSTRACT Tuberculosis (TB) was an infectious disease caused by bacteria Mycobacterium tuberculosis. Characteristics of the physical environment is a risk factor for pulmonary tuberculosis. The study aimed to determine the relationship of these environmental characteristics  factors with the incidence of  pulmonary tuberculosis in public health center Guntung Payung. Methode of research was adescriptive correlationalcase-control design. Variables studied were temperature, humidity, ventilation, lighting, home dwelling density, types of floors, and the type of wall. Statistic result was analyzed by using chi square test showed significant relationship between the incidence of tuberculosis with temperature (p = 0.004), extensive ventilation (p = 0.005), and lighting (p = 0.012). There was no significant relationship between the incidence of tuberculosis with humidity (p = 0.573), residential density (p = 0.095), floor type (p = 0.129), and the type of wall (p = 0.197). Keyword: physical characteristics of home environment,  pulmonary tuberculosis
TERAPI BERMAIN CLAY TERHADAP KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RSUD BANJARBARU Dayani, Nor Ella Ella; Budiarti, Lia Yulia; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 3, No 2 (2015): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 3 NOMOR 12, SEPTEMBER 2015
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.552 KB) | DOI: 10.20527/dk.v3i2.592

Abstract

ABSTRAKHospitalisasi adalah suatu keadaan yang menyebabkan seseorang harus tinggal dirumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan. Salah satu intervensi keperawatan anak untuk membantu mengurangi kecemasan anak prasekolah selama menjalani hospitalisasi adalah terapi bermain seperti clay. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain clay terhadap kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) yang menjalani hospitalisasi di RSUD Banjarbaru. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan rancangan penelitian pretest-posttest non equivalent control group design. Pengambilan sampel sebanyak 26 anak usia prasekolah yang terbagi atas 13 anak kelompok kontrol dan 13 anak kelompok eksperimen dengan menggunakan teknik accidental sampling. Kecemasan anak diukur menggunakan Preschool Anxiety Scale-Revised (2010). Pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur kecemasan sebelum dan kecemasan sesudah pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisis statistik menggunakan uji t independent didapatkan nilai p-value 0,000<? 0,05 yang berarti terdapat pengaruh terapi bermain clay terhadap penurunan kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) yang menjalani hospitalisasi di RSUD Banjarbaru. Kata-kata kunci: anak prasekolah, clay, hospitalisasi, kecemasan. ABSTRACTHospitalization is a condition that causes a person should stay in the hospital for treatment and medication. One of the possible nursing interventions for the children to reduce their anxiety during hospitalization is through play therapy such as clay play. The purpose of this study was to find out the effectiveness of clay therapy on the anxiety in preschool children (3-6 years) during hospitalization in Banjarbaru Public Hospital. This study was quasi experimental with a pretest-posttest non equivalent control group design. The accidental sampling technique was used in this study to select the samples of 26 preschool children. The samples were divided into two groups, an experimental group and a control group, each of which consisted of 13 children. Child?s anxiety was measured using the Preschool Anxiety Scale Revised (2010). The data were collected through measuring pre and post anxiety on both groups. The statistical results using t-independent test showed that p-value was 0.000<? 0.05, indicating that there were the effectiveness of clay therapy on reducing anxiety in preschool children (3-6 years) during hospitalization in Banjarbaru Public Hospital.Keywords: preschool children, clay, hospitalization, anxiety.
KELOMPOK TERAPEUTIK PADA IBU HAMIL TERHADAP KEMAMPUAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR Lestari, Dhian Ririn; F.D., Emmelia Astika
Dunia Keperawatan Vol 1, No 2 (2013): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 7 NOMOR 2, SEPTEMBER 2013
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1678.311 KB) | DOI: 10.20527/dk.v1i2.3185

Abstract

ABSTRAK Meningkatkan kemampuan seorang ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir adalah melalui kelompok terapeutik. Kelompok terapeutik berfungsi sebagai tempat berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain untuk menemukan cara menyelesaikan masalah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelompok terapeutik terhadap kemampuan perawatan bayi baru lahir ibu hamil yaitu merawat tali pusat dan memandikan bayi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi eksperimen dengan pre and post test without control group design. Tehnik pengambilan sampel berupa purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang ibu hamil. Analisa hasil penelitian menggunakan uji analisis t test dependen dengan hasil Pvalue = 0,0001. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kelompok terapeutik terhadap kemampuan merawat bayi baru lahir pada ibu hamil. Kelompok terapeutik direkomendasikan pada ibu hamil untuk meningkatkan kemampuan perawatan bayi baru lahir dengan benar.Kata-kata kunci : ibu hamil, kelompok terapeutik, perawatan bayi baru lahir. ABSTRACT To increase mother ability in neonatal care by therapeutic group. The function from therapeutic group is to share experience and helping each other to find solution problem. The purpose of this study was to determine the effect of therapeutic group toward pregnancy mother ability in neonatal care was umbilical cord care and neonatal bathing. The design used in study was quasi experimental design with pretest and post test without control group design. Thirty samples were taken with purposive sampling. Statistical analysis with t-test dependen showed p value= 0.0001. It was concluded that there was a significant effect of therapeutic group to pregnancy mother ability in neonatal care. Therapeutic group suggested for pregnancy mother to increase pregnancy mother ability in neonatal care.Keywords: baby newborn caring, therapeutic group, pregnancy mother.
STORYTELLING TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL (KETERAMPILAN SOSIAL DAN MASALAH PERILAKU) ANAK USIA 5-6 TAHUN Andani, Stefani; Santi, Eka; Lestari, Dhian Ririn
Dunia Keperawatan Vol 5, No 2 (2017): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 5 NOMOR 2, SEPTEMBER 2017
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.668 KB) | DOI: 10.20527/dk.v5i2.4118

Abstract

ABSTRAKPerkembangan anak pada usia 5-6 tahun dapat terjadi secara biologis, psikologis dan sosiologis. Perkembangan sosial emosional (keterampilan sosial dan masalah perilaku) anak usia 5-6 tahun dapat ditingkatkan dengan cara storytelling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh storytelling terhadap perkembangan sosial emosional (keterampilan sosial dan masalah perilaku) anak usia 5-6 tahun di PAUD Panenga Palangka Raya, menggunakan pre-experimental designs dengan one group pretest-posttest design. Responden berjumlah 14 orang yang diambil secara total sampling dengan instrumen yaitu Preschool and Kindergarten Behavior Scales (PKBS) dan instrumen storytelling. Analisis data menggunakan Wilcoxon Test didapatkan nilai p value 0,002 untuk keterampilan sosial dan p value 0,007 untuk masalah perilaku yang berarti (p<0,05) sehingga disimpulkan ada pengaruh storytelling pada perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di PAUD Panenga Palangka Raya. Storytelling sangat bermanfaat bagi tenaga keperawatan untuk mengoptimalkan perkembangan sosial emosional (keterampilan sosial dan masalah perilaku) anak usia 5-6 tahun.Kata kunci: anak, perkembangan sosial emosional, storytelling.ABSTRACTChild development at the age of 5-6 years can occur biologically, psychologically and sociologically. The emotional social development (social skill and problem behavior) of 5-6 years olds can be improved by storytelling. The aim of this study to know the influence of storytelling on emotional social development (social skill and problem behavior) of children 5-6 years old in PAUD Panenga Palangka Raya. This research used pre-experimental design with one group pretest posttest design. The respondents amount 14 people taken in total sampling with instruments are Preschool and Kindergarten Behavior Scales (PKBS) and storytelling instruments. Data analysis used Wilcoxon Test with p value 0,002 for social skill and p value 0,007 for problem behavior it is mean (p <0,05), so there is influence storytelling to emotional social development of 5-6 years old child in PAUD Panenga Palangka Raya. Storytelling was very useful for nursing staff to optimize the emotional social development (social skill and problem behavior) of children 5-6 years old.Keywords: child, emotional social development, storytelling.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT Rezki, Ismi Maulida; Lestari, Dhian Ririn; Setyowati, Anggi
Dunia Keperawatan Vol 4, No 1 (2016): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 1 NOMOR 1, MARET 2016
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.758 KB) | DOI: 10.20527/dk.v4i1.2538

Abstract

ABSTRAKKomunikasi terapeutik adalah alat dasar yang digunakan untuk membentuk hubungan antara perawat dan keluarga pasien. Keluarga pasien merasa interaksinya dengan perawat merupakan kesempatan menyampaikan perasaan yang mengganggu sehingga sangat diperlukan untuk mengatasi kecemasan. Tujuan penelitian adalah Menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Metode penelitian ini adalah observasional analitis dilakukan pada 30 keluarga pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner komunikasi terapeutik perawat dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian didapatkan komunikasi terapeutik perawat baik sebanyak 83,4%, komunikasi terapeutik perawat cukup sebanyak 16,7%. Tidak terdapat kecemasan sebanyak 33,3%, kecemasan ringan sebanyak 33,4%, kecemasan sedang sebanyak 16,6%, kecemasan berat 16,7%. Hasil uji korelasi spearmandidapatkan p value= 0,000 dan koefisien korelasi spearman (r)= -0,816. p value 0,000 <0,05. Komunikasi terapeutik perawat berhubungan dengan tingkat kecemasan keluarga pasien. Komunikasi terapeutik perawat dapat dijadikan intervensi keperawatan oleh perawat kepada keluarga pasien di ruang ICU.Kata-kata kunci: komunikasi terapeutik perawat, kecemasan keluarga pasien.ABSTRACTTherapeutic communication is a base tool used for making correlation between nurse and patient family. Patient family feels that their interaction with nurse is oppurtunity to explain feel which disturb so need for anxiety solving. Aim of this research to analyze correlation therapeutic communication of nurse with patient family anxiety level. Method of This research observational analysis with total respondent were 30 patients family in Intensive Care Unit (ICU) General Hospital (RSUD) Ratu Zalecha Martapura between 28 November to 7 December 2015. This research instruments used Therapeutic Communication of Nursing questionnaire and Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Results of this research is communication of nurse good were 83,4%, therapeutic comunication of nurse enough were 16,7. There were no anxiety 33,3%, low anxiety were 33,4%, middle anxiety were 16,6%, high anxiety were 16,7%. Result of corelation spearman statistic p value= 0,000 and coefficient correlation spearman (r)= -0,816. p value 0,000<0,05. Communication therapeutic of nurse related with patient family anxiety level. Communication therapeutic of nurse can be used as nursing intervention by nurse to patient family in ICU.Keywords: communication therapeutic of nurse, patient family anxiety.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA DI SMK BORNEO LESTARI BANJARBARU Saputri, Linda Kamelia; Lestari, Dhian Ririn; Zwagery, Rika Vira
Dunia Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): DUNIA KEPERAWATAN VOLUME 8 NOMOR 1, MARET 2020
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Lambung Mangkurat University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.292 KB) | DOI: 10.20527/dk.v8i1.7245

Abstract

Kepercayaan diri merupakan aspek yang sangat penting dalam perkembangan remaja. Kepercayaan diri tumbuh dari lingkungan pola asuh di keluarga. Jika remaja memiliki kepercayaan diri yang rendah, maka remaja akan mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dengan kepercayaan diri remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 87 remaja di SMK Borneo Lestari Banjarbaru. Pemilihan subjek dengan teknik stratified random sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner pola asuh dan kuesioner kepercayaan diri dengan analisis data menggunakan korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pola asuh dalam kategori demokratis sebanyak 74 responden (85,1%) dan sebagian besar kepercayaan diri dengan kategori tinggi adalah 54 responden (62,1%). Hasil analisis data menemukan ada hubungan antara pola asuh dengan kepercayaan diri remaja di SMK Borneo Lestari Banjarbaru (p-Value = 0,001). Hasil ini menunjukkan pendekatan orang tua kepada remaja melalui pola asuh yang sesuai sangat penting untuk perkembangan remaja, salah satunya adalah kepercayaan diri. Remaja akan memiliki kepercayaan diri yang baik jika orang tua memberikan pola asuh yang sesuai.