Articles

PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS LEARNER AUTONOMY DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH PADA TOPIK GELOMBANG M, Abdul Salam; Miriam, Sarah; Misbah, Misbah
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 13, No 3 (2017): JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.901 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v13i3.6192

Abstract

Pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang sangat penting untuk dikuasai mahasiswa calon guru menghadapi era yang semakin kompetitif. Disamping itu, kemandirian belajar siswa juga harus dibina. Oleh karena itu, tim peneliti berupaya mengembangkan perangkat pembelajaran yang diharapkan mampu melatihkan keterampilan pemecahan masalah dalam setting pembelajaran berbasis learner autonomy. Penelitian dilaksanakan pada program studi Pendidikan Fisika FKIP ULM pada tahun 2017. Subject penelitian adalah mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah Fisika Dasar II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis learner autonomy mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa khususnya keterampilan pemecahan masalah dengan gain score yang berkategori tinggi. Kata kunci : physics learning, learner autonomy, problem solving, wave
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES SAINS MENGGUNAKAN MODEL INQUIRY DISCOVERY LEARNING TERBIMBING Hartini, Lisa; zainuddin, zainuddin; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4448

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran suhu dan kalor berorientasi keterampilan proses sains menggunakan model inqury discovery learning terbimbing berdasarkan dari validitas, kepraktisan, keefektifan dan pencapaian keterampilan proses sains. Pengembangan perangkat pembelajaran dengan model ADDIE (analyze, design, development, implement, evaluate) yang diuji cobakan di SMA Negeri 10 Banjarmasin kelas X6 menggunakan one-grup pretest-posttest design. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Validitas perangkat berkategori sangat baik: rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berkategori sangat baik, lembar kerja peserta didik (LKPD) berkategori sangat baik, tes hasil belajar berkategori sangat baik, materi ajar berkategori sangat baik. (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran berkategori sangat praktis berdasarkan hasil keterlaksanaan RPP. (3) Keefektifan perangkat pembelajaran berkategori efektif berdasarkan N-gain tes hasil belajar siswa. (4) Pencapaian keterampilan proses berdasarkan hasil LKPD dan lembar pengamatan berkategori terampil. Berdasarkan hasil penelitian meunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berkategori sangat baik, sangat praktis, efektif dan terampil sehingga perangkat pembelajaran layak untuk diimplementasikan.The purpose of this study is description the feasibility of learning materials temperature and heat that oriented science process skills by using guided inquiry discovery learning model based on the validity, practicality, effectiveness and achieving of science process skills. Development learning materials with the ADDIE model (Analyze, design, development, implementation, evaluate) tested in SMA Negeri 10 Banjarmasin class X6 by using one- group prettest-posttest design. The result of this research show: 1) validity of learning materials very good category : the lesson implementation plan very good category, student works sheet (LKPD) very good category, student's learning results very good category, student Book very good category. 2) practicality of learning materials very practical category based on result  the application of the lesson plan in classroom. 3) effectieveness of learning materials Which is the effective category based on the research N-gain students learning result. 4) Achievement of science process skills based on result that the LKPD and observation sheet skilled category. Based on the result of the research, it can be concluded that the developed learning materials are very good, very practical, effective and skilled so that learning materials feasible to be used implemented. 
MENYIAPKAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN BERBAGAI PERMASALAHAN FISIKA GUNA MENCAPAI GENERASI EMAS INDONESIA MELALUI PHYSICS COMPETITION (PHYSTON) Hartini, Sri; Misbah, Misbah; Zainuddin, Zainuddin; Arifuddin, M; Miriam, Sarah; Mahtari, Saiyidah; Dewantara, Dewi
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2889

Abstract

Jika dimulai saat ini, siswa yang sedang menempuh pendidikan pada 2016/2017 yang pada saat nanti tahun 2045 berusia 30 hingga 40 tahun yang disebut mencapai usia produktif, generasi emas. Pada tahun 2045, dari berbagai sumber dikatakan memiliki ?bonus? demografi yang terus berlanjut dan akan berkontribusi atau sebaliknya berbencana pada berbagai sektor. Momen mengubah bangsa ini menjadi kaya, produktif dan daya saing besar, kuat, serta indah potensi dan prospeknya dapat dilakukan melalui pendidikan. Salah satu cara untuk membentuk siswa yang kreatif, kompetitif, sprotif dan bertangggung jawab adalah melalui perlombaan. Physics Competition (Physton) merupakan perlombaan di bidang Fisika dengan sasaran pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Lambung Mangkurat. Tujuan dari kegiatan physton ini meningkatkan semangat belajar fisika siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, serta mengukur sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap permasalahan dan konsep fisika yang tertuang dalam bentuk soal-soal hitungan, konsep, dan praktikum/percobaan. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuknya  siswa yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan fisika guna mencapai generasi emas Indonesia.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA FISIKA SISWA KELAS VIII G SMP NEGERI 13 BANJARMASIN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN 5E Nisa, Mir'atun; Arifuddin, M; Miriam, Sarah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4933

Abstract

Hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin rendah. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran 5E, (2) hasil belajar sikap spiritual, (3) sikap sosial, (4) keterampilan, dan (5) pengetahuan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. Data diperoleh melalui observasi, angket, dan tes. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: (1) Keterlaksanaan RPP secara keseluruhan meningkat dari 69,5% menjadi 84,1%, (2) Sikap spiritual meningkat dari 66,8% menjadi 72,0%, (3) Sikap sosial siswa meningkat dari 53,75% menjadi 86,25%, (4) kompetensi keterampilan meningkat dari 63,25% menjadi 92,75%, dan (5) hasil belajar pengetahuan meningkat dari 44,4% menjadi 78,6%. Kesimpulan yang diperoleh adalah model pembelajaran 5E dapat meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa kelas VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin. The learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin on the competence of attitudes, skills, and knowledge are low. Therefore, the researcher conducted the study to improve the learning outcomes of natural sciences physics subject to students toward those three competencies. This study aimed to describe : (1) the implementation of the lesson plan (RPP) for learning model 5E, (2) students learning outcomes. The type of research used Classroom Action Research (PTK) of Kemmis and Mc. Taggart which consist of two cycles. The data obtained from observation, questionnaires, and test. The result of the study from cycle I to cycle II, namely: (1) the implementation of the lesson plan (RPP) overall increases from 69,5% to 84,1%, (2) spiritual attitudes increase from 66,8% to 72,0%, (3) social attitudes of the students increase from 53,75% to 86,25%, (3) skills competence increases from 63,25% to 92,75%, and the knowledge of learning outcomes increase from 44,4% to 78,6%. The conclusion is the learning model of 5E can improve the learning outcomes of physics subject in students grade VIII G SMP Negeri 13 Banjarmasin.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAM 5E UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA Soraya, Siva; Hartini, Sri; Miriam, Sarah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.106 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v3i1.1025

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa dengan  menggunakan model pembelajaran 5E (Engangement, Exploration, Explanation, Elaboration, Evaluation). Tujuan khusus penelitian mendeskripsikan: 1) keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), 2) aktivitas dan 3) hasil belajar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan yang meliputi perencanaan, tindakan & observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X B Multimedia SMK Negeri 1 Banjarmasin yang berjumlah 26 orang. Data diperoleh melalui observasi dan tes. Hasil penelitian siklus I dan siklus II yaitu: 1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II bergategori sangat baik 2) aktivitas siswa pada siklus I dan II berkategori cukup aktif, cukup aktif, aktif, dan sangat aktif 3) hasil belajar siswa pada siklus I dan II berkategori tuntas. Diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran 5E dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas X B Multimedia SMK Negeri 1 Banjarmasin. 
MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA VIII B SMPN 11 BANJARMASIN DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION Ramadhana, Richi; Mastuang, Mastuang; Miriam, Sarah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.365 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v2i2.1007

Abstract

Kurangnya pembelajaran yang aktif bagi siswa menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran, hal ini diduga karena guru hanya menerapkan model pembelajaran dengan metode ceramah menyebabkan perlunya dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan: (1)  keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (2) aktivitas siswa, dan (3) hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari: perencanaan, tindakan/observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini ialah siswa VIII B SMPN 11 Banjarmasin. Perangkat dan instrumen penelitian yang digunakan adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Tes Hasil Belajar (THB), materi ajar, dan lembar observasi aktivitas siswa. Data diperoleh dari hasil tes dan observasi. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP yaitu 73,4% pada siklus I dengan kategori baik menjadi 93,2% pada siklus II dengan kategori sangat baik; (2) Aktivitas belajar siswa juga meningkat dari 75,6% pada siklus I dengan kategori aktif menjadi 86,0% pada siklus II dengan kategori sangat aktif; (3) hasil belajar siswa, yaitu 13% pada siklus I menjadi 67% pada siklus II. Diperoleh simpulan bahwa aktivitas siswa VIII B SMPN 11 Banjarmasin meningkat setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division.
MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Karlina, Karlina; Susilowati, Eko; Miriam, Sarah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.105 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v3i2.1030

Abstract

Minat dan hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Banjarmasin masih rendah. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk meningkatkan minat dan hasil belajar didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, minat , dan  hasil belajar. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Banjarmasin tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 30 peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari 2 siklus setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan angket. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus II yaitu: 1) Keterlaksanaan RPP secara keseluruhan memperoleh kriteria sangat baik, 2) Minat peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing meningkat dari 74 dengan  kriteria baik menjadi 82 dengan kriteria sangat baik, dan 3) Hasil belajar peserta didik meningkat dengan ketuntasan klasikal sebesar 23,3% menjadi sebesar 80%. Diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 6 Banjarmasin.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS HANDS ON ACTIVITY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Avisya, Nanda; Miriam, Sarah; Suyidno, Suyidno
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.139 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v3i3.1036

Abstract

Keterampilan proses sains peserta didik khususnya dalam hal memprediksi, menyimpulkan dan mengomunikasikan data hasil percobaan masih rendah. Oleh karena itu, diterapkan model pembelajaran kooperatif berbasis hands on activity untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses sains peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif berbasis hands on activity. Adapun tujuan secara khusus, yaitu untuk mendeskripsikan: 1) keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran, 2) keterampilan proses sains dan, 3) hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Hopkins yang terdiri atas 3 siklus. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterlaksanaan RPP pada siklus I, II, dan III terlaksana dengan baik, 2) keterampilan proses sains pada siklus I dengan kriteria baik (mengobservasi), kriteria cukup (menyimpulkan dan mengomunikasikan) dan kriteria kurang baik (memprediksi) mengalami peningkatan pada siklus II dan III menjadi kriteria baik dan sangat baik, 3) hasil belajar siswa meningkat dari siklus I (18,75%) dan siklus II (56,25%) dengan kategori tidak tuntas menjadi (87,50%) dengan kategori tuntas pada siklus III. Diperoleh simpulan bahwa keterampilan proses sains siswa di kelas VIII-E SMPN 25 Banjarmasin meningkat setelah penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis hands on activity Science process skills of students, especially in terms of predicting, concluding and communicating experimental results data is still low. Therefore, a hands-on-based cooperative learning model is applied to improve students' science process skills. The purpose of this study is to describe the improvement of science process skills of students after applying a cooperative learning model based on hands on activity. The specific objectives, namely to describe: 1) the implementation of the learning implementation plan, 2) science process skills and, 3) student learning outcomes. This type of research is a Hopkins model action research consisting of 3 cycles. Data collection techniques obtained through observation and tests. The results showed: 1) the implementation of lesson plans in cycles I, II, and III were carried out well, 2) science process skills in cycle I with good criteria (observing), sufficient criteria (inferring and communicating) and unfavorable criteria (predicting ) experienced an increase in the second and third cycles into good and very good criteria, 3) student learning outcomes improved from cycle I (18.75%) and cycle II (56.25%) with the incomplete category being (87.50%) with complete category in cycle III. It was concluded that the science process skills of students in class VIII-E SMPN 25 Banjarmasin increased after the application of hands-on-based cooperative learning models.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSEDURAL SISWA MELALUI MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA MATERI AJAR CAHAYA DAN ALAT-ALAT OPTIK KELAS VIII F SMPN 26 BANJARMASIN Anggraini, Anggun Novita; Zainuddin, Zainuddin; Miriam, Sarah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v1i3.1017

Abstract

Kemampuan penyelesaian masalah siswa tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh guru yang masih kurang tepat dalam menerapkan model atau strategi mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara meningkatkan keterampilan prosedural siswa dengan menggunakan model pengajaran langsung. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP selama proses pembelajaran, (2) keterampilan prosedural siswa, (3) hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Data yang diperoleh pada penelitian ini melalui observasi, lks, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP selama proses pengajaran langsung meningkat yaitu pada siklus I diperoleh skor rata-rata 3,67 menjadi 3,9 pada siklus II dengan kategori sangat baik, (2)  keterampilan prosedural siswa dalam menjalankan langkah-langkah pemecahan masalah juga meningkat dari siklus I ke siklus II dengan dari siklus I sebanyak 3,6 menjadi 3,8 dengan kategori sangat terampil, (3) hasil belajar siswa meningkat dari ketuntasan secara klasikal 62,07% belum tuntas  pada siklus I menjadi 86,7% pada siklus II sudah tuntas. Diperoleh simpulan bahwa model pengajaran langsung dapat meningkatkan keterampilan prosedural siwa dan hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI CAHAYA Putri, Febriani; Zainuddin, Zainuddin; Miriam, Sarah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.624 KB) | DOI: 10.20527/jipf.v3i1.1027

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains siswa di kelas VIII C SMP Negeri 26 Banjarmasin disebabkan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk meningkatkan keterampialn proses sains siswa melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan khusus penelitian mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, keterampilan proses sains, dan hasil belajar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Tagart yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus penelitian memiliki tahapan kegiatan yang meliputi perencanaan awal, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui hasil observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II yaitu: 1) Keterlaksanaan RPP pada siklus I ke siklus II dengan kategori baik menjadi sangat baik; 2) Keterampialn proses sains siswa secara keseluruhan pada siklus I dan siklus II memperoleh kriteria sangat baik; dan 3) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 41,46% yang tuntas menjadi 80,48% yang tuntas pada siklus II sehingga dapat dinyatakan tuntas secara klasikal. Diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 26 Banjarmasin.