Articles

IDENTIFIKASI LITOLOGI BAWAH PERMUKAAN DENGAN METODE GEOLISTRIK PADA JALAN TRANS KALIMANTAN YANG MELEWATI DAERAH RAWA DI KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Marjuni, Marjuni; Wahyono, Sri Cahyo; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v12i1.1305

Abstract

Jalan Trans Kalimantan yang melewati daerah rawa di Kabupaten Banjar-Kalsel seringkali mengalami kerusakan baik berupa penurunan permukaan jalan ataupun retakan.  Identifikasi litologi  dilakukan untuk mengetahui lapisan tanah dan  zona lemah penyebab permukaan jalan yang rentan mengalami kerusakan. Metode menggunakan geolistrik tahanan jenis konfigurasi Dipole-dipole dengan panjang lintasan 100 m dan spasi 5 m. Penelitian ini dilakukan  pada 4 kecamatan dengan masing-masing 1 titik lokasi. Pengolahan data menggunakan program Res2dinv. Hasil interpretasi data menunjukkan lapisan tanah keempat lokasi adalah lapisan tanah uruk, tersusun dari tanah lanau pasiran dan pasir kerikil terisi lanau; Lapisan tanah jenuh air, tersusun dari lempung basah lembek dan lanau basah lembek, dan lapisan tanah tidak jenuh air bukan uruk, tersusun dari tanah lanau pasiran dan pasir kerikil terisi lanau
Pendugaan Lapisan Akuifer dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Rampa Manunggul, Kotabaru Wahyono, Sri Cahyo
Jurnal Fisika FLUX Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v8i1.3107

Abstract

Telah dilakukan pengukuran lapisan akuifer di Rampa Manunggul,Kabupaten Kotabaru berdasarkan kelistrikan bumi dengan konfigurasi Schlumberger.Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya lapisantanah/batuan yang berfungsi sebagai perangkap air (akuifer) yang dapatdipergunakan sebagai dasar dalam perencanaan pengembangan air bawah tanahdengan cara pengeboran. Nilai tahanan jenis di lokasi pengukuran antara 0,47–0,48Ωm pada bagian atas ditafsirkan sebagai lumpur penutup yang bersifat basah,tahanan jenis 10-30 Ωm ditafsirkan sebagai lempung pasiran, dan tahanan jenis 30 –300 Ωm ditafsirkan sebagai lapisan pasir. Untuk lokasi pengukuran di RampaManunggul, Kotabaru lapisan air tanah yang bersifat tawar pada kedalaman lebih dari>60 meter.
Penentuan Lapisan Bawah Permukaan di Tempat Pengolahan Akhir Sampah (TPAS) Banjarbaru dengan Metode Geolistrik Wahyono, Sri Cahyo; Rifkiati, Rifkiati; Zulfian, Muhammad Ery; Faisal, Akhmat; Monalisa, Desi
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i2.3098

Abstract

Metode geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yangdimanfaatkan dalam eksplorasi sumber daya alam dan lingkungan bawahpermukaan. Salah satu aplikasi metode geolistrik tahanan jenis adalahmengidentifikasi lapisan bawah permukaan yang diindikasikan tercemar olehpolutan cair (lindi). Pada penelitian ini telah dilakukan identifikasi aliran limbahcair (lindi) di TPAS Hutan Panjang Kota Banjarbaru. Sistem yang digunakandalam pengelolaan sampah di TPAS tersebut adalah sanitary landfill. Konfigurasiyang digunakan dalam pengukuran ini adalah Wenner dan panjang lintasan yangdiukur 70 meter. Hasil yang diperoleh berupa sebuah kontur dengan tahananjenis 1,67 – 690 Ω.m dan sampai kedalaman 11,7 meter. Berdasarkan hasilinterpretasi keberadaan limbah cair (lindi) dengan nilai tahanan jenis < 3,00 Ω.mmasih terakomulasi pada kedalaman 1 – 3 meter pada jarak 26 – 30 meter danpada kedalaman >10 meter pada jarak 46 – 54 meter.
Aplikasi Metode Tahanan Jenis 2D untuk Mengidentifikasi Potensi Daerah Rawan Longsor di Gunung Kupang, Banjarbaru Wahyono, Sri Cahyo; Hidayat, Tri Armando; Pariadi, Pariadi; Hapsari, Putri; Novianti, Resty Faradilla; Dewi, Raisa Kusuma; Minarto, Ori
Jurnal Fisika FLUX Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v8i2.3113

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi potensi daerah rawan longsor denganmetode tahanan jenis 2D di Gunung Kupang, Kota Banjarbaru. Daerah pengukuranmerupakan daerah bekas penambangan batubara, kaolin, intan, emas dan kuarsa.Gunung Kupang berada dalam formasi Dahor yang terdiri dari batu pasir kurang padu,batu konglomerat, dan batu lempung lunak dengan sisipan lignit 5-10 cm, koalin 30-100 cm dan limonit. Hasil dari penelitian ini adalah adanya dua lapisan tanah/batuanyang nilai tahanan jenisnya sangat kontras, yaitu lapisan atas dengan nilai tahananjenis > 70,70 Ohm.meter dan lapisan bawah antara 1,27 – 70,70 Ohm.meter. Adanyadua bidang gelincir dengan sudut kemiringannya berbeda, yaitu pertama pada jarak40 - 100 meter dengan sudut 25,26o dan kedua pada jarak 0 - 40 meter dengan sudut7,36o terhadap arah horisontal. Bidang gelincir (slip surface) atau bidang geser (shearsurface) pada daerah pengukuran adalah lurus dan sejajar.
Penentuan Lapisan Air Tanah dengan Metode Geolistrik Schlumberger di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan Wahyono, Sri Cahyo; Wianto, Totok
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3021

Abstract

Berdasarkan peta geologi daerah Balangan oleh batuan yang berasal dari Formasi Dahor (TQd) berumur Plio-Plistosen dan Warukin (Tmw) berumur Miosen Tengah sampai dengan Miosen Akhir. Nilai tahanan jenis di lokasi penyelidikan dapat dibedakan dalam beberapa kelompok yaitu tahanan jenis antara 1–405 Ωm pada bagian atas ditafsirkan sebagai tanah penutup dalam kondisi basah sampai kering, tahanan jenis < 10 Ωm ditafsirkan sebagai lempung yang bersifat kedap air, tahanan jenis 10–150 Ωm ditafsirkan sebagai lempung pasiran dan pasir, dan tahanan jenis > 500 Ωm ditafsirkan sebagai lempung kering. Lapisan yang dapat bertindak sebagai perangkap air bawah tanah/akuifer diperkirakan lapisan yang bertahanan jenis 10-150 Ωm. Mempertimbangkan aspek kemungkinan prospek keterdapatan air tanah, maka pengukuran GL.1 diharapkan pemboran mencapai kedalaman lebih dari 140 m, GL.2 pada kedalaman 42-103 m, GL.3 pada kedalaman 25-56 m atau lebih dari 123 m dan GL.4 pada kedalaman 2-151 m.
KAJIAN TEMPORAL KEKERINGAN MENGGUNAKAN PERHITUNGAN KEETCH BYRAM DRYNESS INDEX (KBDI) DI WILAYAH BANJARBARU, BANJARMASIN DAN KOTABARU PERIODE 2005 – 2013 Istyarini, Herin Hutri; Wahyono, Sri Cahyo; Haryanti, Ninis Hadi
Jurnal Fisika FLUX Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v12i2.2505

Abstract

ABSTRAK. Dinamika cuaca dan iklim berperan besar dalam perubahan ketersediaan air tanah secara spasial dan temporal. Secara temporal, perubahan ketersediaan air tanah secara umum lebih mudah untuk dirasakan seperti kejadian fenomena kekeringan dan kekurangan air yang terjadi pada periode bulan tertentu.  Kalimantan Selatan merupakan daerah yang berpotensi terjadinya kekeringan pada saat musim kemarau. Menjadi sangat penting untuk mengetahui rekaman iklim yang telah terjadi dan pengaruh yang ditimbulkan oleh iklim tersebut terhadap tingkat kerawanan kebakaran hutan pada suatu wilayah melalui tingkat kekeringannya.  Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis indeks kekeringan menggunakan metode Keetch Byram Dryness Index (KBDI), Indeks Osilasi Selatan (SOI) dan hotspot yang digunakan sebagai parameter kekeringan. Data yang digunakan adalah data curah hujan dan suhu maksimum dari 2 Stasiun Meteorologi dan 1 Stasiun Klimatologi untuk mewakili wilayah Kalimantan Selatan dari tahun 2005-2013 dan hotspot dari tahun 2005-2013. Fenomena El~Nino terjadi pada tahun 2006-2007 (September - Januari) dan tahun 2009-2010 (November - Maret). Korelasi antara  KBDI terhadap curah hujan periode 2006-2007 dan 2009-2010 bernilai negatif (bersifat berbanding terbalik). Nilai korelasi bersifat kuat di ketiga wilayah pengamatan pada tahun 2006 dan bersifat lemah di wilayah Banjarbaru dan Kotabaru pada tahun 2009. Korelasi antara  KBDI terhadap hotspot  periode 2006-2007 dan 2009-2010 bernilai positif (bersifat berbanding lurus) dan bersifat kuat di wilayah Banjarbaru, Banjarmasin dan Kotabaru. Kata kunci: El Nino, Hotspot, Indeks Kekeringan, Kekeringan, Kalimantan Selatan. 
PENENTUAN POLA SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI PESISIR PANTAI BATAKAN KALIMANTAN SELATAN DENGAN METODE GEOLISTRIK Minarto, Ori; Wahyono, Sri Cahyo; Wianto, Totok
Jurnal Fisika FLUX Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v11i1.2624

Abstract

Abstrak: Desa Batakan merupakan daerah paling Selatan dari Kabupaten Tanah Laut yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Survei geolistrik metode Schlumberger 1D untuk mengetahui sebaran intrusi air laut di pesisir pantai Batakan Kalimantan Selatan bertujuan untuk mengetahui pola intrusi air laut baik sebaranya maupun kedalamannya yang ditinjau dari nilai resistivitasnya. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui sifat-sifat air tanah dangkal berupa salinitas dan derajat keasamannya. Dengan sembilan titik pengukuran geolistrik, dan sembilan titik pengambilan sampel air yang berasal dari sumur warga, diperoleh potensi intrusi air laut di daerah pesisir terjadi pada titik GL1 yang berjarak 175 meter dari bibir pantai yang mencapai kedalaman 10,02 meter. Pada titik pengukuran GL4 yang berjarak kurang lebih 500 meter dari pantai, intrusi terjadi hingga kedalaman 14,21 meter. Pada titik pengukuran GL7 yang berjarak 190 meter dari pantai, intrusi terjadi hingga 65 meter di bawah permukaan tanah. Berdasarkan pengukuran salinitas di sembilan titik sampel dari sumur dangkal milik warga, terdapat satu sumur yang tergolong dalam air payau yaitu dengan nilai salinitas 7 0/00 dan delapan sumur lainnya tergolong dalam air tawar dengan kadar 0-5 0/00 dengan pH antara 7-7,7. Kata Kunci: salinitas, intrusi, geolistrik, Batakan.
Aplikasi Well Logging untuk Penempatan Pipa Saringan Sumur Bor Air Tanah di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-Bati, Kalimantan Selatan Baiti, Hisna; Siregar, Simon Sadok; Wahyono, Sri Cahyo
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i2.3138

Abstract

The water needs extremely increases along with the rate of population growth in Bati-Bati district year by year. Unfortunately, the clean water supply is limited. Factually, the clean water is really needed considering the role of it, which is essential for the life sustainability and industrial necessity. The water can be from the groundwater which can be obtained from aquifer. Therefore, this study aims at determining the aquifer layer to set the bore well filter pipe. To determine the aquifer layer is by arranging stones litology of bore wells based on bore cutting result which is correlated with the data result of Well Logging. Cutting bore result is obtained from the rock flakes lifting to the surface by being drilled. Furthermore, the data of well logging result is got by measuring. Well Logging uses Rescsalog product, which results in the reading of Log Gamma Ray, Resistivity and Log Spontaneous Potential. The result is the first well filter pipe position is set in 57-61, 66-98 and 115-125 m. Meanwhile, the second well is set in 43-51, 79-82, 99-102, 105-119 and 130-133 m.
PENENTUAN SEBARAN DAN KANDUNGAN UNSUR KIMIA KONTAMINASI LIMBAH CAIR BAWAH PERMUKAAN DI TPA CAHAYA KENCANA, KABUPATEN BANJAR Putri, Dievy Prastika; Wahyono, Sri Cahyo; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Fisika FLUX Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Fisika FLUX edisi Agustus 2015
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v12i2.2614

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cahaya Kencana menerapkan sistem Open Dumping, yaitu sampah ditumpuk langsung menggunung tanpa ada lapisan geotekstil dan saluran lindi (limbah cair), sehingga diindikasikan terjadinya pencemaran air dan tanah di sekitar TPA. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui pola sebaran lindi berdasarkan nilai resistivitas dan kandungan unsur kimia kontaminasi limbah cair di sekitar TPA Cahaya Kencana dengan metode Geolistrik konfigurasi Wenner 2D pada empat lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 100 m. Data yang dihasilkan kemudian diolah dengan menggunakan software Res2Dinv dan diketahui bahwa pada kedalaman antara 0,75-13 m nilai resistivitas lindi yaitu 1,50-4,34 Ωm. Sampel air lindi di beberapa titik sekitar TPA juga diuji laboratorium untuk mengetahui kandungan bahan cemar dan diperoleh kadar BOD sekitar 9,30-5.986 mg/l dan COD 24,661-3.106,2 mg/l adalah melebihi batas baku mutu air limbah; kadar pH 6,78-7,48 mg/l,sedangkan kadar logam berat pada outlet lindi masih berada pada batas ambang normal, dimana kadar Pb <0,001 mg/l; Cd <0,012-0,038 mg/l; dan Cr <0,001-0,286 mg/l.Kata Kunci: limbah cair; resistivitas; TPA Cahaya Kencana
PERANCANGAN MODEL PREDIKSI CURAH HUJAN BULANAN BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI KALIMANTAN SELATAN Handiana, Dian; Wahyono, Sri Cahyo; Susanti, Dewi Sri
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i1.1956

Abstract

Abstrak : Kebutuhan akan adanya informasi prediksi curah hujan yang baik sangat diperlukan dalam berbagai sektor. Penelitian ini menentuan keterkaitan Suhu Permukaan Laut (SPL) terhadap curah hujan dan perancangan model prediksi curah hujan bulanan di Kalimantan Selatan. Data masukan yang digunakan adalah data SPL terpilih di sembilan luasan (Samudera Pasifik, Samudera Hindia, Laut Cina Selatan, Perairan Kalimantan Selatan) dan data curah hujan pada sepuluh titik di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah koefisien korelasi dalam menentukan keeratan hubungan antara variabel curah hujan dan SPL dan metode regresi stepwise untuk mendapatkan model prediksi terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan SPL di 9 luasan yang dipilih terhadap curah hujan di Kalimantan Selatan. SPL yang banyak berperan pada pembentukan model prediksi curah hujan adalah SPL Samudera Pasifik equator timur yaitu SPL Nino 3,4 dan SPLNino 4. Model prediksi curah hujan terbaik terjadi pada bulan – bulan musim kemarau dan masa transisi kemarau menuju hujan yaitu Juli, Agustus, September dan Oktober, Model prediksi curah hujan yang dihasilkan mampu membaca perilaku hujan pada kondisi ekstrim, sehingga dapat dijadikan peringatan dini terhadap kekeringan atau hujan sepanjang tahun. Nilai korelasi signifikan curah hujan dengan SPL terbaik pada bulan Agustus di Banjarbaru mencapai 0,802, dan model prediksi terbaik bulan Agustus di Banjarbaru yaitu = 335.553 − 72.701 ( ) + 63.863 ( ) dengan hasil pengujian yang signifikan dan model tersebut mampu menjelaskan variasi data sebesar 71,8%.Kata kunci : Prediksi curah hujan, Suhu Permukaan laut, koefisien korelasi, regresi stepwise