Articles

Found 22 Documents
Search

PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG UPAYA PENCEGAHAN TUBERKULOSIS Rahman, Fauzie; Adenan, Adenan; Yulidasari, Fahrini; Laily, Nur; Rosadi, Dian; Azmi, Aulia Noor
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 13, No 2: JUNI 2017
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.669 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i2.1993

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa 1/3 penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis. Pada tahun 2012 kasus penderita tuberkulosis baru di Kalimantan Selatan dilaporkan 96 per 100.000penduduk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan upaya pencegahan penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Bawahan Selan tahun 2015. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian sebanyak 24.410 orang, teknikpengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling, kemudian jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus slovin dan didapat sampel sebanyak 100 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menggunakan uji chi square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000), dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan upaya pencegahan tuberkulosis.
Indeks Stres Oksidatif (ISO) Plasma pada Model Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperglikemia Adenan, Adenan
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.937

Abstract

ABSTRACT: Hyperglycemia can lead to increased formation of reactive oxygen compounds (ROC). One is through the glycosylation reaction. These reactions lead to increased formation oxidants: superoxide radicals and H2O2. This situation stimulates the enzymatic antioxidant responses such as SOD, peroxidase and catalase to prevent the negative effects of the ROC. An imbalance between oxidants and antioxidants trigger  some oxidative stress. This study aims to determine the relationship of the long duration hyperglycemia to the magnitude of oxidative stress assessed risk of changes in oxidative stress indices (OSI) in rats (Rattus norvegicus). The research method is a purely experimental post-test only with control group design, consisting of 9 treatment groups which were induced streptozotocin (STZ) (50 mg / kg) and one control group was given 0.1 M citrate buffer pH 4.5. OSI values obtained from the comparison between the levels of H2O2 and the activity of SOD, peroxidase and catalase which were measured in blood plasma of mice. The control group was measured at day 0 and treatment groups at 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24 and 27 days after STZ induction. Data were analyzed by non-linear regression. The results show OSI plasma changing type to the duration of hyperglycemia that follows the cubic equation y = 9E-05x3 – 0,0035x2 + 0,0358x + 0,3069 with correlation coefficient r2 equal to 0,822 and signf. 0,025 (p < 0,05). This shows that there is a significant correlation between the duration of hyperglycemia and OSI plasma that is non-linear. Keywords: hyperglycemia, duration of hyperglycemia, oxidative stress index (OSI) ABSTRAK: Hiperglikemia dapat menyebabkan peningkatan pembentukan senyawa oksigen reaktif (SOR). Salah satunya adalah melalui reaksi glikosilasi. Reaksi tersebut menyebabkan peningkatan pembentukan oksidan yaitu radikal superoksid dan H2O2. Keadaan ini merangsang respon antioksidan enzimatik seperti SOD, peroksidase dan katalase untuk mencegah efek negatif dari SOR tersebut. Adanya ketidakseimbangan antara oksidan dan antioksidan memicu terjadinya stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya durasi hiperglikemia dengan besarnya risiko stres oksidatif yang dinilai dari perubahan indeks stres oksidatif (ISO) pada tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian adalah eksperimental murni dengan post-test only with control group design, terdiri dari 9 kelompok perlakuan yang diinduksi streptozotocin (STZ) dosis 50 mg/kgBB dan 1 kelompok kontrol yang diberi 0,1 M buffer sitrat pH 4,5. Nilai ISO diperoleh dari perbandingan antara kadar H2O2 dan aktivitas SOD, peroksidase dan katalase yang diukur pada plasma darah tikus putih. Kelompok kontrol diukur pada hari ke 0 dan kelompok perlakuan pada 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24 dan 27 hari pasca induksi STZ. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji regresi non linier. Hasilnya menunjukkan model perubahan ISO plasma terhadap durasi hiperglikemia yang mengikuti persamaan kubik y = 9E-05x3 – 0,0035x2 + 0,0358x + 0,3069 dengan nilai korelasi r2 sebesar 0,822 dan signf. 0,025 (p < 0,05). Ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara durasi hiperglikemia dan ISO plasma yang bersifat non linier. Kata-kata kunci: hiperglikemia, durasi hiperglikemia, indeks stres oksidatif (ISO)
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN KETIDAKRASIONALAN PENGOBATAN DIARE NON SPESIFIK SESUAI MTBS PADA BALITA Rusmilawati, Rusmilawati; Adhani, Rosihan; Adenan, Adenan
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3143

Abstract

Penggunaan antibiotik  pada diare non spesifik merupakan salah satu indikator penggunan obat yang tidak rasional, ini dampak berkurangnya pada mutu dan pengelolaan pelayanan obat pada pasien, pemborosan pembiayaan, adanya efek samping serta resistensi. Survei awal yang dilakukan oleh peneliti dari delapan puskesmas di Kabupaten Balangan dengan melakukan analisa resep kasus diare pada non spesifik pada balita dari sebanyak 131 kasus sebanyak 104 pemberian obat tidak rasional. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan, sikap dan pengobatan diare non spesifik sesuai MTBS pada balita di Puskesmas Kabupaten Balangan. Metode yang digunakan Static group comparison. Populasi dokter, perawat dan bidan yang bertugas di ruang pemeriksaan dan ruang MTBS  yang bekerja di Puskesmas Kabupaten Balangan berjumlah 212 orang. Sampel penelitian terdiri dari sampel eksperimen berjumlah 45 orang dan sampel pembanding berjumlah 45 orang, teknik sampling purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan catatan pengobatan. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05 dan Odds Ratio (OR). Hasil Penelitian Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan pelatihan dengan pengetahuan (p=0,000), pelatihan dengan sikap (p=0,011) dan pelatihan dengan ketidakrasionalan pengobatan diare (p=001). Nilai OR menunjukan bahwa pengetahuan merupakan variabel yang dipengaruhi pelatihan, yakni OR=162,000. KesimpulanTerdapat hubungan positif antara pelatihan dengan pengetahuan, sikap dan ketidakrasionalan pengobatan diare pada balita.
PENDEKATAN METODE NARCOTICS ANONYMOUS DALAM PEMULIHAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI YAYASAN LINGKARAN HARAPAN BANUA BANJARMASIN Fajriah, Erma; Husaini, Husaini; Adenan, Adenan
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3148

Abstract

 Setiap tahunnya penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Selatan semakin meningkat. Ada 3 tempat komponen masyarakat yang menyediakan pelayanan rehabilitasi penyalah guna narkoba di Banjarmasin, yaitu yayasan Serba Bakti dan Pondok Pesantren Darul Muhtar yang menggunakan metode spiritual, serta yayasan Lingkaran Harapan Banua yang menggunakan metode Narcotics Anonymous.  Metode ini mempunyai prinsip utama kejujuran dan keterbukaan, kita ketahui sangat sulit penyalah guna bisa jujur dan terbuka, namun ternyata di yayasan ini lebih banyak penyalah guna yang datang kesana. Berdasarkan hal tersebut, penulis menjadi tertarik untuk mengetahui Pendekatan Metode Narcotics Anonymous Dalam Pemulihan Korban Penyalahgunaan Narkoba di Yayasan Lingkaran Harapan Banua Banjarmasin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hasil pendekatan metode Narcotics Anonymous dalam pemulihan korban penyalahgunaan narkoba di yayasan Lingkaran Harapan Banua Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian yaitu ada 11 tahap pemulihan metode Narcotics Anonymous termasuk prinsip 12 langkah. Materi yang diberikan ditekankan pada prilaku dan tingkah laku penyalah guna narkoba. Perkembangan pemulihan penyalah guna 35%. Faktor pendukung pemulihan adalah  motivasi pihak yayasan, rasa kekeluargaan dan kasih sayang. Faktor penghambat pemulihan adalah kurang dukungan keluarga dan pergaulan yang dulu. Jadi disimpulkan metode Narcotics Anonymous  menekankan rasa kekeluargaan dan perasaan senasib sepenanggungan. Tingkat partisipasi korban yang mengikuti metode ini cukup tinggi. Metode ini punya dukungan kuatterhadap pemulihan korban penyalahgunaan narkoba dan membantu memperbaiki hubungan dengan keluarga, serta mendapatkan kembali kepercayaan keluarga dan diri sendiri.
Stenochlaena palustris aqueous extract reduces hepatic peroxidative stress in Marmota caligata with induced fever Adenan, Adenan; Suhartono, Eko
Universa Medicina Vol 29, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Medicine, Trisakti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/UnivMed.2010.v29.123-128

Abstract

The kelakai fern (Stenochlaena palustris) contains bioactive substances, such as flavonoids, steroids, and alkaloids. The kelakai is used by the Kenyah Dayak communities for the treatment of anemia, fever, and cutaneous disorders. Fever is increased temperature regulation of the body, which process indirectly increases the production of peroxides, leading to peroxidative stress. The aim of this research study was to evaluate the influence of an aqueous extract of the kelakai fern on peroxidative stress in the hoary marmot (Marmota caligata) with experimentally-induced fever. This was a true experimental study, with post test-only and control group design, involving 6 groups, each made up of 4 animals. Peroxide concentration was measured by a modification of the FOX2 method and peroxidase activity by the Kanehira method. The kelakai extract was administered to the animals by gavage at weight-adjusted dosages between 7.75 x 10-4 mg/kg body weight to 1.24 x 10-2 mg/kg body weight. Data were analyzed using singe linear regression test. The results showed that kelakai extract dose significantly reduced the peroxide levels, regression equation with the Y = 2.513-106.03 X (R2 = 0.8057), indicating that 80.5% variation of peroxide levels is predicted by the kelakai extract dose. From the results we conclude that kelakai aqueous extract decreases peroxide levels in hoary marmots with experimentally-induced fever.
HUBUNGAN SISTEM KAPITASI DAN PENGHARGAAN DENGAN KEPUASAN KERJA DOKTER UMUM PRAKTIK PERORANGAN BPJS KESEHATAN BANJARMASIN Alhamidah, Noor Rizka; Adenan, Adenan; Pujianti, Nita
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSalah satu fasilitas kesehatan tingkat primer dalam pelayanan berjenjang dalam program Jaminan Kesehatan Nasional JKN adalah praktik dokter umum perorangan. Sesuai dengan Permenkes No. 69 Tahun 2013 ditetapkan tarif kapitasi untuk Praktik Dokter Umum adalah Rp 8.000,- s.d Rp. 10.000,-. Jumlah dokter umum praktik perorangan yang bekerja sama di Kalimantan Selatan sebanyak 125 dokter. Sedangkan untuk jumlah dokter umum praktik perorangan tertinggi yang terdaftar bekerja sama dengan BPJS Kesehatan adalah di Kota Banjarmasin sebanyak 35 dokter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sistem kapitasi dan penghargaan dengan kepuasan kerja dokter umum praktik perorangan BPJS Kesehatan Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik sampling jenuh sebanyak 31 orang responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dengan CI=95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara antara sistem kapitasi dan penghargaan dengan kepuasan kerja dokter praktik perorangan mitra BPJS Kesehatan Banjarmasin (p-value=0,001 dan p-value=0,021).Kata-kata kunci : Sistem kapitasi, penghargaan, kepuasan kerja. AbstractOne of the primary-level health facilities of tiered services in the National Health Insurance Programis general practice Doctors. Based on Regulation of Health Minister N0. 69 in 2013, capitation rates for the general practice Doctors is Rp 8,000 till Rp10.000. The number of general practice Doctors who work together in South Kalimantan is 125 doctors. Banjarmasin City is the highest number ofgeneral practice Doctors registered cooperation with Social Health Security Agency (BPJS) is 35 doctors. This study aimed to analyze the correlation between capitation system and reward and job satisfaction of general practice Doctors of Social Health Security Agency (BPJS) in 2016. This study used cross sectional approach with saturated sampling technique as much as 31 respondents. The research instrument a questionnaire. Data analysis using chi square test with CI = 95%. The results showed that there is a significant relationship between the capitation system and reward and job satisfaction of practice individual Doctors as BPJS health partner in Banjarmasin (pvalue = 0.001 and p-value = 0.021).Keywords : capitation system, reward, job satisfaction
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PADA PELAYANAN ADMINISTRASI RAWAT INAP DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Wulandari, Arisa; Adenan, Adenan; Musafaah, Musafaah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPersepsi pasien terhadap pemberi jasa merupakan dasar usaha peningkatan kepuasan pelanggan. Rumah sakit sebagai jasa layanan umum sering dikeluhkan karena kualitas pelayanannya terhadap pelanggan. Kepuasan terjadi akibat terpenuhinya harapan dan kebutuhan. Kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas pelayanan yaitu dengan menggunakan analisis pelanggan antara lain reability, credibility, competence, tangible dan responsiveness. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara persepsi pada pelayanan administrasi rawat inap dengan kepuasan keluarga pasien peserta JKN di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Rancangan penelitian ini bersifat studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian. Pengambilan sampel menggunakan uji hipotesis beda dua proporsi dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menggunakan uji fisher exact menunjukkan ada hubungan antara persepsi dengan kepuasan keluarga pasien pada pelayanan administrasi dengan p-value=0,005 (α= 0,05). Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi rumah sakit untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, perbaikan sarana dan fasilitas kesehatan serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap indikator mutu pelayanan rumah sakit agar persepsi dan kepuasan yang ditimbulkan dari pengunjung rumah sakit ternilai baik dan berpengaruh positif bagi pelayanan prima rumah sakit.Kata-kata kunci: persepsi, pelayanan administrasi, kepuasan, keluarga pasien, kualitas pelayanan AbstractPatients perceptions of the service providers is the basis for efforts to increase customer satisfaction. A hospital as public services often complained because of the quality of service to customers. Satisfaction results from compliance the expectations and needs. Customer satisfaction can be improved by increasing the quality of services by using customer analytics, among others Reability, credibility, competence, tangible and responsiveness. The purpose of this study was to determine relationship between the perception of administrative services at inpatient hospital with family patient satisfaction health coverage national participants in RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. The design of this study is analytic observational study with cross sectional approach. The study population is the whole object of research. Sampling using two different proportion hypothesis test with a sample size of 60 sampels. The research instrument using a questionnaire. The results using Fisher exact test showed that relationship between the perception of administrative services at inpatient hospital with family patient satisfaction health coverage national participants with p-value=0,005 (α= 0,05). This research is expected to be input for hospitals improving the quality of services, repair health facilities and conduct periodic evaluation of indicators the quality of hospital services so that perception and satisfaction arising from hospital visitors an invaluable good and positive for the excellent service hospital.Keyword: perception, administrative services, satisfaction, family patient, quality of services 
PERBEDAAN POLA MAKAN REMAJA PUTERI SLTP/SEDERAJAT YANG MENDERITA ANEMIA DAN TIDAK ANEMIA DI KABUPATEN BANJAR Adenan, Adenan; Rahayu, Atikah; Yulidasari, Fahrini; Rosida, Azma; Noor, Meitria Syahadatina; Ismaya, Renny
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAngka anemia di Indonesia sebanyak 72,3%. Prevalensi anemia pada remaja puteri di Indonesia adalah 26,5%. Berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kejadian anemia sebesar ≥ 65,21% pada remaja putri SMP/Mts di Kabupaten Banjar. Penyebabnya antara lainfaktor orangtua dan remaja.  Karena remaja sangat tergantung dengan orangtuanya, maka faktor orangtua sangat berperan terutama pola makan yang disediakan oleh orangtua.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pola makan remaja puteri SLTP/sederajat yang menderita anemia dan tidak anemia di Kabupaten Banjar Tahun 2014.Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitikmelalui pendekatancross-sectional.Populasipenelitianiniadalahorang tua remaja putri SMP wilayah Kabupaten Banjar.Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.Besar sampel yang didapatkan adalah 92 orang.Hasilpenelitianmenunjukkanremaja yang mengalami anemia sebanyak 19 responden (20,7%) dan yang tidak anemia sebanyak 73 responden (79,3%), dengan pola makan pada siswi SMP di Kabupaten Banjar tergolong baik sebanyak 37 responden (40,2%) dan tidak baik sebanyak 55 responden (59,8%).Hasil chi square menunjukkan p value 0,000, berarti dapat disimpulkan terdapat perbedaan pola makan remaja puteri SLTP/sederajat yang menderita anemia dan tidak di Kabupaten Banjar tahun 2014. Kata-kata kunci: pola makan, remaja putri, anemia AbstractAnaemia in Indonesia is about 72,3%. Prevalence of anaemia in teenagers especially girls is about 26,5%. The survey of Health Department of South Kalimantan in 2012 showed that anaemia in SMP/Mts was about ≥ 65,21%.  The causes were parent factor and teen factor.  Because of teenagers still depent to their parents, so parents factors influence more, especially eating pattern by their parents.  The goal of this research was analyzing the difference of eating pattern in girls with and without anaemia in Banjar District 2014.  This research used observational analytic with cross-sectional.  The population was all of the the girls’ parents in Banjar District 2014.  Sampling was using purposive sampling. Tha sample size that was gotten were 92 people. The result was the girls who got anaemia were 19 (20,7%) and normal were 73 (79,3%), eating pattern of girls in Banjar District was good for 37 people (40,2%) and not good for 55 people (59,8%).  Chi square test showed that p value was 0,000, so we could conclude that there was difference of eating pattern in girls with and without anaemia in Banjar Distric 2014.   Key words: eating pattern, girls, anaemia
REFRESHING BIDAN PELAKSANA PROGRAM IMUNISASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENCAPAIAN TARGET UNIVERSAL CHILD OF IMMUNIZATION (UCI) DESA/KELURAHAN DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Anhar, Vina Yulia; Adenan, Adenan; Rahman, Fauzie; Mirhansyah, Mirhansyah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2, No 1 (2015): April 2015
Publisher : University Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu target keberhasilan program imunisasi adalah tercapainya UCI yang merupakan cakupan imunisasi dasar lengkap bayi secara merata pada bayi di 100% desa/kelurahan. Salah satu bidang di Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan adalah Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Kesehatan Matra yang salah satu program kerjanya adalah program imunisasi termasuk UCI. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui pengelolaan program di Seksi Pengamatan Penyakit, Imunisasi dan Kesehatan Matra Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan penelitian ini menggunakan pendekatan observasional deskriptif dengan metode studi dokumentasi dan literatur. Hasil observasi dan data ditemukan beberapa permasalahan yang akan diprioritaskan menggunakan metode Bryant sehingga prioritas masalah adalah capaian UCI desa Provinsi Kalimantan Selatan belum dapat mencapai target tahun 2013. Pemecahan masalah berdasarkan faktor risiko penyebab masalah yang  kemudian diprioritaskan kembali dan didapatkan pemecahan masalah yaitu refreshing bidan pelaksana program imunisasi sebagai upaya peningkatan pencapaian target UCI  Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan refreshing merupakan upaya penyegaran pengetahuan bagi bidan sebagai petugas imunisasi melalui berbagai pertemuan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petugas. Melalui kegiatan refreshing ini, diharapkan capaian UCI desa/kelurahan di Provinsi Kalimantan Selatan dapat mencapai target.   Kata-kata kunci: Universal Child Immunization (UCI), Program Imunisasi, Refreshing, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan SelatanAbstract  One of the success target of immunization program is the achievement of UCI which is the basis of a complete infant immunization coverage evenly in infants in 100% of  village. One of the division in Health Department South Kalimantan Province is Observation Disease, Immunization and Health Dimension Section which one of  the work programs is immunization program including UCI . The purpose of this research was determined the management of the program in Observation Disease, Immunization and Health Dimension Section of Health Department South Kalimantan Province. This research used descriptive observational approach with documentation study and literature review. The result of observations and data founded several problems that will be prioritized using Bryant method and so that the priority issue was achievement of UCI village in South Kalimantan Province has not been able to reach the target in 2013. Problem solving based on the risk factors cause of problem that prioritized again and gathered the problem solving were making refreshing midwife program as the implementers of immunization as an effort to improve the achievement of UCI South Kalimantan. Refreshing is an activity to refresh the knowledge of midwives as immunization workers through various meetings and training to improve the skills of workers. Through this refreshing activities, expected outcomes of UCI village in South Kalimantan can reach the target. Keywords: Universal Child Immunization (UCI), Immunization Program, Refreshing, Health Department South Kalimantan Province
EFEKTIVITAS MENYIKAT GIGI DENGAN METODE FONE TERHADAP INDEKS KEBERSIHAN RONGGA MULUT Tinjauan pada Pasien Stroke di Klinik Millennia Banjarmasin Tahun 2014 Aldiaman, Habibie; Adhani, Rosihan; Adenan, Adenan
Dentino Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Stroke often causing long term disability and patient’s oral hygiene quality defended difficultly. Purpose: The purpose of this study was to compare OHI-S (Oral Hygiene Index-Simplified) score before and after tooth brushing used fone method to the patient of stroke in Millennia Clinic Banjarmasin. Methods: It was a descriptive analitic study with pre and post-test design and used total sampling with 15 peoples sample and consisted of before and after tooth brushing used fone method as intervention. Results: The results showed an average of OHI-S score before tooth brushing used fone method was 2,3038 and after tooth brushing used fone method was 0,8847. Conclusion: The conclusion of this study was tooth brushing used fone method showed effectiveness significantly to decrease OHI-S score and there was significant differences in effectiveness between before and after. ABSTRAKLatar Belakang: Stroke seringkali mengakibatkan disabilitas jangka panjang dan kualitas  oral hygiene pasien sulit dipertahankan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan skor OHI-S (Oral Hygiene Index-Simplified) sebelum dan sesudah menyikat gigi dengan metode fone pada pasien stroke di Klinik Millennia Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan pre and post-test design yang menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 15 orang dengan dilakukan intervensi berupa menyikat gigi dengan metode fone. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor OHI-S sebelum menyikat gigi dengan metode fone yakni sebesar 2,3038 dan setelah menyikat gigi dengan metode fone yakni sebesar 0,8847. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa menyikat gigi dengan metode fone terbukti efektif secara bermakna terhadap peningkatan indeks kebersihan rongga mulut pada pasien stroke di Klinik Millennia Banjarmasin pada tahun 2014.