p-Index From 2015 - 2020
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Abdimas Teknobuga
Bambang Triatma, Bambang
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN SARI JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia) SEBAGAI KOAGULAN DALAM PEMBUATAN TAHU BIJI SAGA (Adenanthera Pavonina Linn) Diniyani, Nuzulia; Triatma, Bambang; Paramita, Octavianti
Teknobuga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu adalah produk olahan kedelai proteinnya cukup tinggi, digemari masyarakat dan harganya murah. Biji saga merupakan tanaman polongan, protein30,6 g/100g bdd, harganya lebih murah dibanding harga kedelai. Oleh karena itupeneliti memanfaatkannya sebagai bahan dasar tahu. Tujuan mengetahui  pengaruh penggunaan sari jeruk nipis terhadap kualitas inderawi tahu biji saga ditinjau dariaspek warna, tekstur, aroma dan rasa, mutu kimiawi meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat dan energi, dan kesukaan masyarakat. Obyek penelitian ini adalah biji saga dengan tingkat kematangan tua, merah, diameter 8-11 mm didapat di Juwana, Pati dan sari jeruk nipis dengan tingkat kematangan sedang, warna hijaukekuningan didapat di Sekaran, Gunungpati. Variabel bebas yaitu persentase sari jeruk nipis 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian yaitu adanya pengaruh penggunaan sari jeruk nipis dengan persentase yang berbeda terhadap karakteristik inderawi tahu biji saga ditinjau dari aspek rasa. Sampel terbaik dan disukai masyarakat adalah tahubiji saga dengan penggunaan sari jeruk nipis 5%. Kandungan gizi sampel terbaik yaitu kadar air 70,2 g, kadar abu 1,0 g, protein 13,6 g, lemak 8,4 g, karbohidrat 6,8 g dan energi 145 kkal.
PENYULUHAN GIZI DAN KESEHATAN SERTA PEMBUATAN JUS SEHAT UNTUK LANSIA AGAR TETAP TAMPIL SEHAT DAN CERIA Widayani, Sus; Triatma, Bambang
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

`Kesehatan Segalanya Tanpa Kesehatan, Segalanya Tidak Berarti`. Kesehatan perlu diupayakan. Apalah artinya apabila segala keinginannya terpenuhi, akan tetapi tidak sehat –sakit–. Kesehatan milik kita yang paling berharga, karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati kebahagiaan. Kesehatan harus selalu dijaga, dirawat, dipelihara dan menyayangi diri supaya tetap sehat sampai lanjut usia. Setiap orang menginginkan hidup sehat sampai Lansia. Untuk mencapai kesehatan salah satunya berperilaku hidup sehat dan mengkonsumsi gizi adekuat. Untuk membantu mewujudkan lansia hidup sehat sampai di akhir masa dilakukan penyuluhan kesehatan dan gizi serta pembuatan jussehat dari buah dan sayur. Kandungan vitamin dan mineral dari buah dan sayur dapat membantu lansia untuk memperlambat proses penuaan.Tujuan agar lansia dapat meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat, mampu berbuat sehat tanpa merepotkan anggota keluarganya. Hasil kegiatan sangat diminati para lansia, sangat senang, dan bersemangat berperilaku hidup sehat dengan jussehat. Lansia mampu membuat jus sendiri. Lansia menyarankan kegiatan penyuluhan gizi dan pembuatan jus sehat berkelanjutan
PENYULUHAN GIZI DAN KESEHATAN SERTA PEMBUATAN JUS SEHAT UNTUK LANSIA AGAR TETAP TAMPIL SEHAT DAN CERIA Widayani, Sus; Triatma, Bambang
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

`Kesehatan Segalanya Tanpa Kesehatan, Segalanya Tidak Berarti`. Kesehatan perlu diupayakan. Apalah artinya apabila segala keinginannya terpenuhi, akan tetapi tidak sehat sakit. Kesehatan milik kita yang paling berharga, karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati kebahagiaan. Kesehatan harus selalu dijaga, dirawat, dipelihara dan menyayangi diri supaya tetap sehat sampai lanjut usia. Setiap orang menginginkan hidup sehat sampai Lansia. Untuk mencapai kesehatan salah satunya berperilaku hidup sehat dan mengkonsumsi gizi adekuat. Untuk membantu mewujudkan lansia hidup sehat sampai di akhir masa dilakukan penyuluhan kesehatan dan gizi serta pembuatan jussehat dari buah dan sayur. Kandungan vitamin dan mineral dari buah dan sayur dapat membantu lansia untuk memperlambat proses penuaan.Tujuan agar lansia dapat meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat, mampu berbuat sehat tanpa merepotkan anggota keluarganya. Hasil kegiatan sangat diminati para lansia, sangat senang, dan bersemangat berperilaku hidup sehat dengan jussehat. Lansia mampu membuat jus sendiri. Lansia menyarankan kegiatan penyuluhan gizi dan pembuatan jus sehat berkelanjutan
PENGARUH PENGGUNAAN SARI JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia) SEBAGAI KOAGULAN DALAM PEMBUATAN TAHU BIJI SAGA (Adenanthera Pavonina Linn) Diniyani, Nuzulia; Triatma, Bambang; Paramita, Octavianti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu adalah produk olahan kedelai proteinnya cukup tinggi, digemari masyarakat dan harganya murah. Biji saga merupakan tanaman polongan, protein30,6 g/100g bdd, harganya lebih murah dibanding harga kedelai. Oleh karena itupeneliti memanfaatkannya sebagai bahan dasar tahu. Tujuan mengetahui pengaruh penggunaan sari jeruk nipis terhadap kualitas inderawi tahu biji saga ditinjau dariaspek warna, tekstur, aroma dan rasa, mutu kimiawi meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat dan energi, dan kesukaan masyarakat. Obyek penelitian ini adalah biji saga dengan tingkat kematangan tua, merah, diameter 8-11 mm didapat di Juwana, Pati dan sari jeruk nipis dengan tingkat kematangan sedang, warna hijaukekuningan didapat di Sekaran, Gunungpati. Variabel bebas yaitu persentase sari jeruk nipis 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian yaitu adanya pengaruh penggunaan sari jeruk nipis dengan persentase yang berbeda terhadap karakteristik inderawi tahu biji saga ditinjau dari aspek rasa. Sampel terbaik dan disukai masyarakat adalah tahubiji saga dengan penggunaan sari jeruk nipis 5%. Kandungan gizi sampel terbaik yaitu kadar air 70,2 g, kadar abu 1,0 g, protein 13,6 g, lemak 8,4 g, karbohidrat 6,8 g dan energi 145 kkal.