Syahrir Karim, Syahrir
Syahrir Karim, Samsu Adabi Mamat Political Science Program School of History, Politics and Strategic Studies, The Faculty of Social Sciences and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Islamism in South Sulawesi: Studies on the Activism of PKS and Hizb Tahrir Indonesia Karim, Syahrir; Mamat, Samsu Adabi
JICSA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : JICSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partai Keadilan Sosial (PKS) and Hizb ut- Tahrir Indonesia (HTI) are two Islamic political movements in Indonesia with controversies and political sensations. In terms of organization, the two movements have a strong emotional connection historically and ideologically. Both are of transnational Islamic based movements, although in the end they perform their roles in different domains: PKS works at the level of intra- parliamentary with a formal political party label while HTI works in the region of extra-parliamentary and is labeled as a non-formal organizational movement. HTI, which rejects democratic system, turns out to enjoy Indonesian democracy as "a political blessing." HTI strongly criticizes the system of democracy in Indonesia as they genuinely support the concept of Caliphate but they in fact are free to move, to speak and to campaign because Indonesia follows the system of democracy. Although on the surface PKS is not as solid as HTI in holding up the idea of Islamic state/caliphate, many observers consider that PKS still make use of democracy to lead to the formation of an Islamic state. The presence of this kind of political Islam cannot be separated from the conditions of the crisis befalling Muslims, both the crisis of religious significance and structural crisis (political and socio- economic). For this reason, the Islamic movements often step forward to offer a variety of national solutions in accordance to their respective ideology. 
ISLAM IDEOLOGIS DAN GERAKAN POLITIK ISLAM KONTEMPORER Karim, Syahrir
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Politik Profetik
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.316 KB) | DOI: 10.24252/jpp.v4i2.2745

Abstract

Islamic politics always played a key role in the formation of Indonesian national identity, even though Islam was finally compromised in the process of establishing the identity. Islam however was able to give strong influence within Indonesian history. This in turn gives Islam a space to deeply take part in the development of Indonesian politics until now. In another side, the role of political parties, particularly Islamic ones, will always shape the discourse of Islamic party in Indonesia, which in turn will be an indicator for the ongoing involvement of Islamic politics in Indonesia.
ISLAMISME DAN DEMOKRATISASI DI INDOENSIA PASCA REFORMASI:ANALISIS SOSIO-POLITIK Karim, Syahrir
Sulesana Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Sulesana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v7i2.1387

Abstract

Dalam beberapa pemeikiran terbaru, setidaknya ada tiga pandangan yang mencoba memecahkan masalah dikotomi antara agama (Islam) dan Negara. Pertama, Islam dan Negara adalah integreted (bersatu), tak dapat dipisahkan. Negara merupakan lembaga politik dan agama sekaligus. Pemerintahan negara diselenggarakan atas dasar kedaulatan Ilahi. Kedua, Islam dan negara berhubungan secara simbiotik yaitu berhubungan timbal-balik dan saling memerlukan.  Intinya adalah bahwa Islam memerlukan negara karena dengan negara, Islam dapat berkembang. Sebaliknya, negara memerlukan agama (Islam) agar dapat berkembang  dalam bimbingan etika dan moral. Ketiga, hubungan Islam dan negara bersifat sekularistik. Pandangan ini menolak sama sekali pendasaran negara kepada Islam, atau setidaknya menolak determinasi Islam atas bentuk negara. Di kalangan muslim, pemrakarsa pandangan ini antara lain adalah Ali Abd Al-Raziq. Ketiga pandangan tentang hubungan Islam dan negara ini dapat dipakai untuk melihat perkembangan persepsi umat Islam terhadap negara dan sebaliknya. Secara umu pandangan-pandangan yang ada di atas tersebar dalam berbagai aliran atau pemikiran yang ada di Indonesia, baik yang bersifat gerakan (Islam-Islamisme) atau wujud lain yang sangat berpengaruh dalam proses demokratisasi di Indonesia.
Memahami Fenomena Islamisme di Sulawesi Selatan Karim, Syahrir
Sulesana Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Sulesana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1415

Abstract

Secara umum bahwa pola dasar yang dihadapi politik Islam dalam hubungannya dengan negara adalah adanya kesulitan untuk membangun sintesis yang memungkinkan di antara keduanya. Faktor utama yang menyebabkan kemandegan politik ini adalah keinginan para pemikir dan aktivis politik Islam untuk membangun hubungan Islam dan Negara secara legalistik dan formalistik. Kehadiran gerakan Islam di Sulawesi Selatan secara sosiologis hadir dalam konteks dan manifestasi yang kompleks, baik yang melekat dalam dinamika internal umat Islam, maupun dalam struktur kehidupan masyarakat Indonesia secara eksternal. Terdapat kondisi-kondisi tertentu yang bersifat sosiologis yang memberikan dorongan sekaligus menjadi lahan subur bagi tumbuhnya gerakan Islam yang cenderung melakukan Islamisasi yang formalistik dalam negara dengan karakternya yang legal-formal, doktriner, dan militan.
Islamism: Expression of Political Islam and Islamic Politics In South Sulawesi Karim, Syahrir
JICSA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : JICSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jicsa.v5i2a1

Abstract

Islamic politics always plays a key role in the formation of Indonesian national identity even though at certain points Islam had to compromise in the process of establishing the identity. In spite of this, Islam has noticeably brought about strong influence to a major part of Indonesian history. This in turn gives Islam a space to significantly take part in the development of Indonesian politics up to the present time. On the other hand, the role of political parties, particularly those of the Islamic parties, will always shape the discourse of Islamic party in Indonesia. This in turn will be an indicator for the ongoing involvement of Islamic politics in Indonesia, more specifically in South Sulawesi.
ISLAMISME DAN KONSTRUKSI GERAKAN POLITIK PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DAN HIZB TAHRIR INDONESIA DI SULAWESI SELATAN Karim, Syahrir
JURNAL REVIEW POLITIK Vol 6 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Politik Islam Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.046 KB)

Abstract

In the scheme of organization, Prosperous Justice Party (PKS) and Hizb Tahrir Indonesia (HTI) are historically and ideologically bound in a solid emotional relationship. The two organizations are basically rooted in a transnational Islamic movement although in later devel- opment they ultimately develop their movements in different spheres; PKS focuses at the level of intra parliamentary with a formal political label whereas HTI concentrates at the level of extra parliamentary as a non-formal organizational movement. HTI, which openly refuses the system of democracy, as a matter of fact benefits significantly from de- mocracy in Indonesia as a “political blessing.” HTI strongly criticizes the system of democracy in Indonesia and as a substitute proposes the system of Khilafah. Ironically, HTI gains freedom to perform its move- ment, to speak, and to campaign as Indonesia applies democracy.
AKTIVISME DAN PERILAKU POLITIK ISLAM : Teori, Pemikiran dan Gerakan Karim, Syahrir; Mamat, Samsu Adabi
Jurnal Diskursus Islam Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v1i1.6587

Abstract

Secara umum bahwa pola dasar yang dihadapi politik Islam dalam hubungannya dengan negara adalah adanya kesulitan untuk membangun sintesis yang memungkinkan di antara keduanya. Faktor utama yang menyebabkan kemandegan politik ini adalah keinginan para pemikir dan aktivis politik Islam untuk membangun hubungan Islam dan Negara secara legalistik dan formalistik. Proses politik dan aktivisme Islam dari beberapa gerakan yang ada khususnya pasca reformasi telah memberikan warna tersendiri terhadap perpolitikan di Indonesia.ABSTRACTIslam at most cases is frequently considered more than a religion per se. This is reinforced by the emergence of different schools of jurisprudence, theology, and Islamic philosophy, which indicates the multi-interpretative Islamic teachings. This multi-interpretative character of Islam has served as the basis of Islamic elasticity within its long history. Furthermore, this character also indicates the presence of pluralism in Islamic tradition. This has always been a challenge as well as surging classic debate in Islamic activism and in developing future democratization. Islam as Muslims believe has shaped Islamic movements in their national and democratic life. The core of such a view lies deep inside human consciousness that religion should actually work within the very human life instead of being formally acknowledged to rule the life of human beings as certain nation citizens.
ANALISIS FRAMING: KONSTRUKSI PEMBERITAAN ISLAM DAN POLITIK PADA HARIAN AMANAH 2017 Karim, Syahrir; Alamsyah, Anggriani
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Politik Profetik
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.299 KB) | DOI: 10.24252/jpp.v6i2.6867

Abstract

Starting from proposition of ?Inna Al-Islam Ad-Dinn wa Ad-dawlah? that Islam does not only discuss religion but also the country. In this circumstance, Islam will always display new political forces with Islamic social origin such as religious social organizations in the form of civil society. Amanah Tabloid is having an ideological emotional closeness with certain organizations, so that, this Amanah Tabloid as a media of propaganda will be greatly affected by ideological closeness in the framing pattern of the news. This research seeks to look at the construction patterns of Amanah Tabloid coverage related to Islam and Politics and see in depth the influence of the news framing on Islamic social movements as well. Relevant theories in this study include Islamism, Islamic social movements and media framing.
CENDEKIAWAN DAN KEKUASAAN PERSPEKTIF YUDI LATIF Wulandari, Andi Awwaliyah; Karim, Syahrir; Natsir, Muhammad
Vox Populi Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Vox Populi
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.503 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang perspektif Yudi Latif terkait cendekiawan dan kekuasaan khususnya. Untuk mengetahui konstruksi pemikiran Yudi Latif mengenai cendekiawan dan kekuasaan serta mengetahui pandangannya tentang fenomena hubungan cendekiawan dan kekuasaan. Jenis penelitian ini Studi Tokoh,dengan menggunakan metode pengumpulan data library research. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini, menurut Yudi Latif bahwa cendekiawan adalah sesuatu yang abstrak dapat dikatakan sebagai intelektual ataupun intelegensia. Sedangkan Kekuasaan adalah suatu daya atau kekuatan yang diperlukan oleh manusia dan tidak ada kehidupan tanpa kekuasaan. Bentuk fenomenanya dalam cendekiawan dan kekuasaan mengalami kemunduran dimana kaum intelektual dijadikan sebagai alat oleh para pemilik modal. Yang dapat membuat Politik Indonesia hari ini lambat laun akan menghadirkan penjajahan baru karena kelak pemilik-pemilik modal itulah dimana kaum Intelektual yang akan menjadi bawahan dari kaum pemodal
CATATAN PEMBUKA: VOX POPULI KEMBALI MENYAPA Karim, Syahrir
Vox Populi Vol 2, No 1 (2019): POTRET PILKADA SERENTAK DI SULAWESI SELATAN
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.211 KB)

Abstract

Assalamualaikum Wr. Wb.Jurnal Vox Populi merupakan jurnal berkala yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Sejatinya jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yakni: Juni dan Desember. Namun karena beberapa kendala sehingga Vox Populi hanya terbit satu kali sejak 2010 dalam versi cetak, setelah itu vakum. Saat ini, Vox Populi dirasa perlu menerbitkan kembali karya-karya hasil penelitian yang khusus menerbitkan karya ilmiah mahasiswa yang dianggap penting untuk diketahui publik secara luas. Olehnya itu, dengan ucapan rasa syukur kepada Allah Swt. Vox Populi dapat kembali menyapa pembaca secara online.