Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja, Lingkungan Kerja, dan Dukungan Sosial Terhadap Burnout Pustakawan Di Kota Mataram Romadhoni, Lalu Ciptadi; Asmony, Thatok; Suryatni, Mukmin
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 3, No 2 (2015): December
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v3i2a3

Abstract

The objective of the research is to know and analyze the effect of workload, working environment, and social support toward burnout of librarian at Mataram City. Respondents of this research were 76 librarian of public library at Mataram City. The data was analyzed using multyple linear regression. The result of this research indicates that workload have partially positive and significant effect toward burnout of librarian, instead working environment and social support have partially negative and significant effect toward burnout of librarian. Workload, working environment, and social support have simultantly significant effect toward burnout of librarian at Mataram City. The result of this research is expected to provide input and information for management of public library at Mataram City in order to making decision to decrease burnout level of librarian.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN, KEUANGAN DAN PEMASARAN BAGI IBU-IBU PENENUN KAIN SASAK DI DESA LENEK KECAMATAN AIKMEL LOMBOK TIMUR nuruly, santi; Sulaimiah, Sulaimiah; Suryatni, Mukmin; Septiani, Emilia; Burhanudin, Burhanudin
Abdi Insani Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.793 KB) | DOI: 10.29303/abdiinsani.v6i1.217

Abstract

Kain tenun merupakan salah satu budaya nasional yang memiliki keunikan tersendiri yang diajarkan turun temurun, oleh masyarakat Indonesia di semua daerahnya.  Pulau Lombok sebagai salah satu tujuan wisata memiliki potensi kain tenun sasak yang masih menggunakan bahan pewarna dari alam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat potensi kain tenun sasak yang ada di Desa Lenek yang ditenun oleh ibu-ibu di sana. Bagi ibu-ibu dan kaum wanita Desa Lenek, menenun  merupakan tradisi, sehingga di setiap rumah rata-rata memiliki hanei, yaitu alat penenun tradisional. produk yang mereka hasilkan belum diproduksi secara maksimal, karena produk tenun yang dihasilkan sebagai tabungan dan digunakan sendiri. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu pengrajin tenun mengenai kewirausahaan, memberikan pelatihan desain motif songket, mengenalkan nilai jual ekonomis dari produk yang dihasilkan, pentingnya pemasaran produk dengan  menciptakan brand sebagai identitas produk yang dihasilkan dan membuat kemasan kain tenun. Metode Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan ceramah, diskusi, dan praktek pembuatan tenun dengan motif songket. Kegiatan dilaksanakan selama 7 (tujuh) bulan.  Kegiatan dilaksanakan di rumah salah seorang penenun di Desa Lenek, Kegiatan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lancar, ibu-ibu penenun mengikuti dengan antusias yang tinggi. Keberlanjutan kegiatan ibu-ibu penenun dapat menjadi seorang wirausahawan yang inovatif  memproduksi kain tenun sasak lebih beragam coraknya dan berkualitas, sehingga menjadi mandiri dan produktif.
PENGUATAN USAHA BAGI PENGRAJIN GULA AREN MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK DAN STRATEGI PEMASARAN Bagis, Abdul Azis; Rinuastuti, Handayani; Suryatni, Mukmin; Ramaputri, Imanuella; Nururly, Santi
Abdi Insani Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.589 KB)

Abstract

Tanaman Aren sangat banyak manfaatnya, produk yang dihasilkan berupa nira yang dapat diolah menjadi gula aren. Dari tanaman aren selain nira, banyak yang dapat dijadikan nilai ekonomis seperti dari daun aren jika dikeringkan menjadi atap dan lidi, dari buahnya dapat dihasilkan kolang-kaling. Kegiatan pengabdian ini mengangkat dlversi?kasi produk nira untuk dibuat gula semut yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan gula aren dalam bentuk padat. Selain itu dalam kegiatan pengabdian ini diberikan pelatihan tentangpengolahan buah kolang kaling rnenjadi krupuk kolang kaling. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan ceramah, diskusi dan praktek pembuatan gula semut, krupuk kolang kaling dan bumbu sehat untuk rnemperkaya rasa krupuk kolang kaling. Kegiatan dilaksanakan selama 7 (tuiuh) bulan. Kegiatan pelaksanaan dilakukan di Desa Medas Tamansari, dapat berjalan Iancar dengan antusias yang tinggi dari ibu-ibu penghasil gula aren. Pelatihan juga memberikan pengetahuan tentang entrepreneur, pentingnya kemasan dan merk, strategi pemasaran, dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pemasaran. Keberlanjutan diharapkan para ibu-ibu penghasil gula aren dapat meneruskan agar usaha yang dijalankan dapat meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka