Mezak Wakim, Mezak
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Kepulauan Aru dan Integrasi Kebangsaan dalam Perspektif Sejarah dan Budaya Wakim, Mezak
Kapata Arkeologi Vol. 10 No. 1, Juli 2014
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.553 KB) | DOI: 10.24832/kapata.v10i1.215

Abstract

National integration is a central issue in the context of the management of the foremost islands in Indonesia. Aru Islands is one of the areas in Moluccas which became the region’s leading Indonesian island. This paper aims to address issues related to the Aru Islands national integration as one of the leading regions in Indonesia. Discussions focused on the perspective of history and culture as one of the approaches in addressing the issue of national integration. Therefore, use literature to illustrate the historical and cultural Aru Islands. The results of the discussion of an understanding that the similarity of historical and cultural background of the Aru Islands and surrounding areas provide awareness of the importance of national integration in the management of the outer islands in Indonesia.Integrasi kebangsaan merupakan isu sentral dalam konteks pengelolaan pulau terdepan di Indonesia. Kepulauan Aru adalah salah satu wilayah di Maluku yang menjadi kawasan bagi pulau terdepan di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menjawab permasalahan terkait isu integrasi kebangsaan bagi Kepulauan Aru sebagai salah satu wilayah terdepan di Indonesia. Pembahasan difokuskan pada perspektif sejarah dan budaya sebagai salah satu pendekatan dalam menjawab isu integrasi kebangsaan. Oleh karena itu, digunakan studi pustaka untuk memberi gambaran historis dan kultural Kepulauan Aru. Hasil pembahasan memberi pemahaman bahwa kesamaan latar belakang historis dan kultural Kepulauan Aru dan sekitarnya memberi kesadaran akan pentingnya integrasi kebangsaan dalam pengelolaan pulau-pulau terdepan di Indonesia.
SASADU: ARSITEKTUR TRADISIONAL JAILOLO HALMAHERA BARAT Wakim, Mezak
Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 7, No 1 (2015): PATANJALA VOL. 7 NO. 1 MARET 2015
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1395.028 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v7i1.78

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji arsitektur tradisional masyarakat Jailolo, yakni rumah adat sasadu. Rumah adat ini merupakan tempat dilaksanakannya ritual masyarakat Jailolo Halmahera Barat. Rumah adat sasadu berlokasi di Desa Taraudu, Kabupaten Halmahera Barat. Konstruksi rumah adat sasadu didirikan langsung di atas tanah. Bangunan ini berbentuk bidang geometris empat persegi panjang yang mencerminkan bentuk kebudayaan masyarakat Jailolo pada masa lalu. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bentuk dan fungsi ruang, struktur bangunan, ragam hias, dan kosmologi dalam asrsitektur sasadu. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan, dan studi pustaka. Hasil peneltian menunjukkan bahwa bangunan sasadu berbentuk bidang geometris empat persegi panjang yang terbagi atas susunan antara lain (1) Ruang tengah; (2) Ruang samping, dengan susunan konstruksi atas terdiri atas atap samping dengan kemiringan rendah berpaut pada pinggir atas ruang tengah yang bersudut atap lancip. Letak bangunan arah timur-barat. Sasadu terdiri atas susunan atas dengan kemiringan rendah memiliki atap tengah berbentuk segi tiga sama kaki yang tinggi lancip. Dapat disimpulkan bahwa sasadu memiliki tipologi geometris dalam bentuk empat persegi, dengan susunan atap lancip berbentuk segi tiga dan hiasan najung perahu pada kedua puncak ujung bubungan yang mencerminkan falsafah hidup masyarakat Jailolo pada umumnya. AbstractThis study examines the traditional architecture of Jailolo society, namely custom house Sasadu. This house is a ritual execution of public Jailolo West Halmahera. Sasadu custom house is located in the village Taraudu, West Halmahera. Sasadu custom house construction erected directly on the ground. The building shaped are rectangular field of geometric shapes that reflect the culture of the people Jailolo in the past. The purpose of this study is to reveal the shape and function space, structure, decoration, and cosmology in Sasadu architecture. The method of the research is descriptive with qualitative approach. Data collection techniques such as interviews, observation, and literature. Research findings show that the building of Sasadu are geometric shaped rectangular field that is divided into the composition include (1) Living room; (2) side room, with a composition consisting of a roof construction on the side with the lower slope of the interlock on the upper edge of the angled roof of the living room taper. The layout of the building are east-west direction. Sasadu consists of arrangement on the lower slope of the roof of the center has an isosceles triangular taper high. It can be concluded that Sasadu have geometric typology in the form of a square, with a pointed roof arrangement and triangular decoration najung boat on both ends of the ridge crest which reflects the philosophy of life of Jailolo society in general.
IM : ARSITEKTUR TRADISIONAL MASYARAKAT MASELA, MALUKU BARAT DAYA Wakim, Mezak
Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya Vol 18, No 3 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6028.141 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji arsitektur tradisional masyarakat Masela yakni rumah adat Im, tempat di laksanakanya ritual adat dan melangsungkan kehidupan keseharian. Rumah Adat Im berlokasi di Pulau Masela Kabupaten Maluku Barat Daya yang membawai 11 desa dengan karakter rumah adat yang sama, Konstruksi Im berbentuk rumah panggung yang dihuni oleh beberapa keluarga. Orang yang tinggal dalam Im memiliki hubungan kekerabatan, dan biasanya melakukan aktifitas secara bersama-sama, termasuk aktifitas di bidang ekonomi, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai penghargaan terhadap Tuhan, leluhur. Adapun permasalahan yang di kajih antara lain ; (1) Bagaimana Konsep Struktur bangunan Im, (2) Bagaimana Peranan Im  dalam Kehidupan masyarakat Masela, (3) Bagaimana pembagian ruang dan penerapan nilai-nilai filosofis Im.  Sedangkan Tujuan penelitian, ini adalah mengungkap bentuk dan fungsi ruang, struktur bangunan, dan kosmologi dalam asrsitektur Im. Metode penelitian yang di gunakan bersifat deskriptif dengan pendeketan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa konstruksi bangunan Im  adalah berbentuk rumah panggung dan terbagi atas susunan antara lain (1) Ruang atas (2), Tengah, (3) ruang bawah. Im, mencakup seluruh aspek keberadaan manusia, seperti sistem kepercayaan manusia, hubungan antar manusia, hubungan manusia dengan kuasa ilahi, dan tingkah laku manusia. Misalnya, cara makan manusia, cara berpikir, cara menghuni rumah, cara tidur, cara bekerja; semuanya ditentukan oleh nilai-nilai budaya dalam Im.  Letak bangunan mengikuti panjang kampung dengan mengikuti garis pantai, Im sebagai gambaran dari satu totalitas hidup, dan berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan seluruh kehidupan masyarakat, meliputi kehidupan sosial dan ritual. Artinya kehidupan religi menyatu dengan kehidupan nyata sehari-hari. Tidak ada pemisahan yang tajam antara hal-hal yang transenden dan yang imanen atau yang rohani dan yang jasmani; kehidupan rohani terwujud dan tersosialisasi di dalam kehidupan setiap hari.This research is about the traditional architecture of Masela people, the traditional house Im. The traditional house Im located in Masela island the regency of Maluku Barat Daya that include eleven villages with the same traditional house. The construction of Im is rumah panggung that is dwelled by some families.  The people who lived in Im have relative relationship and often doing the activity together, include the economic with priority of the appreciation values to God and the ancestor. The problems that would researched are (1) How is the concept structure of building Im (2) How is the role of Im in Masela people, (3) How is the dividing of room and applying the philosophy values of Im. The purpose of this research is to describe the form and function of the room, the building structure, and cosmology in architecture Im. This research using the method of qualitative descriptive. The technic of collecting data is interview, observation, and study of references. This research indicate that the construction building of Im is typed rumah panggung and divide into some compositions such as (1) top room, (2) midlle room, and (3) under room Im include the whole aspect of human being such as belief system of human being, the relation between human being, the relation of human being and God, and the behavior of human being. Such as the way of eat, the way of thinking, the way to dwelling the house, the way of sleeping, the way to working, all of them is fixed by the values of Im. The location building is follow the length of the village based on the sea line. Im is the description of unity and is function as the place center of whole life community, social and tradition. It is mean the religion and daily life is one. There is no separation between the spiritual and body material, the spiritual life is manifestated and implementated in daily life.
KEPULAUAN ARU DAN INTEGRASI KEBANGSAAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH DAN BUDAYA Wakim, Mezak
Kapata Arkeologi Vol. 10 No. 1, Juli 2014
Publisher : Balai Arkeologi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kapata.v10i1.215

Abstract

National integration is a central issue in the context of the management of the foremost islands in Indonesia. Aru Islands is one of the areas in Moluccas which became the region?s leading Indonesian island. This paper aims to address issues related to the Aru Islands national integration as one of the leading regions in Indonesia. Discussions focused on the perspective of history and culture as one of the approaches in addressing the issue of national integration. Therefore, use literature to illustrate the historical and cultural Aru Islands. The results of the discussion of an understanding that the similarity of historical and cultural background of the Aru Islands and surrounding areas provide awareness of the importance of national integration in the management of the outer islands in Indonesia.Integrasi kebangsaan merupakan isu sentral dalam konteks pengelolaan pulau terdepan di Indonesia. Kepulauan Aru adalah salah satu wilayah di Maluku yang menjadi kawasan bagi pulau terdepan di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menjawab permasalahan terkait isu integrasi kebangsaan bagi Kepulauan Aru sebagai salah satu wilayah terdepan di Indonesia. Pembahasan difokuskan pada perspektif sejarah dan budaya sebagai salah satu pendekatan dalam menjawab isu integrasi kebangsaan. Oleh karena itu, digunakan studi pustaka untuk memberi gambaran historis dan kultural Kepulauan Aru. Hasil pembahasan memberi pemahaman bahwa kesamaan latar belakang historis dan kultural Kepulauan Aru dan sekitarnya memberi kesadaran akan pentingnya integrasi kebangsaan dalam pengelolaan pulau-pulau terdepan di Indonesia.