Articles

Pemikiran dan Praktek Pembangunan Berkelanjutan Taher, Alamsyah
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 11, No 2 (2017): Pembangunan Masyarakat Desa dan Kota
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.378 KB)

Abstract

Tulisan ini mengupas perkembangan peradaban dan perubahan lingkungan yang di analisis secara kritis dengan berbagai data yang beragam baik yang dipikirkan secara scentifik maupun meyakini sebagai pengalaman spiritual. Dalam pandangan penulis saat ini sedang terjadi zaman edan yang cenderung merumuskan peradaban kearah pembangunan tidak berkelanjutan. Keserakahan, kedzaliman, dan keinginan manusia menjadi akar ketidak adilan,sosial dan kerusakan lingkungan. Manusia kehilangan jati dirinya, mengalami sesat piker dan bergerak melenceng dari tujuan sejati. Kembanli memegang mandate manusia sebagai khalifatullah fil ardh dan berpedoman secara kaffah, diharapkan dapat mengubah zaman edan menjadi zaman eden.Kata kunci: Filsafat Geografi, Pembangunan Berkelanjutan, Kaffah dan Khalifah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS-1 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Rodyah, Yayah; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725 KB)

Abstract

Model pembelajaran learning cycle 7e merupakan model pembelajaran yang memusatkan perhatian siswa sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Audiovisual merupakan media berupa alat yang menggabungkan pengunaan suara dan penglihatan dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah  bagaimana peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran serta respon siswa terhadap model pembelajaran.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 18 siswa yang tuntas pada siklus I dan 24 siswa tuntas pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I dan 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2 pada siklus I dengan kategori sedang dan skor 2,9 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual dapat dikatakan baik. 96% dari 25 siswa berpendapat  bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
PENERAPAN KURIKULUM 2013 DENGAN MODEL DISCOVERY-INQUIRY BERBASIS BUKU GURU IPS TERPADU EDISI REVISI 2014 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTsN MODEL BANDA ACEH Maulana, Agus; Kamaruddin, Thamrin; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.856 KB)

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan  suasana belajar aktif  adalah model pembelajaran discovery-inquiry. Model ini merupakan salah satu dari tiga model yang disarankan dalam buku guru IPS Terpadu edisi revisi 2014 keluaran Kemendikbud dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Pada saat pembelajaran siswa akan dieksplorasi kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dipelajari, mulai dari mengamati video pembelajaran yang ditampilkan, mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data dan mempresentasikan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa ketika pembelajaran menggunakan model discovery-inquiry. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-4 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 36 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 70% (siklus I) menjadi 91% (siklus III). Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan keterlaksanaan model discovery-inquiry. Pada siklus I, terdapat 4 dari 11 aktivitas guru dan siswa yang masih belum sesuai. Kemudian pada siklus II, terdapat 2 dari 10 aktivitas yang masih belum sesuai. Lalu pada siklus III, hanya terdapat 1 aktivitas dari 12 aktivitas yang belum sesuai. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan dari 2,66 kategori baik (siklus I), 2,98 kategori baik (Siklus II) dan meningkat menjadi 3,29 kategori baik (Siklus III). Respon siswa terhadap model pembelajaran discovery-inquiry dapat dikatakan baik, yaitu 94 persen dari 36 siswa mengatakan bahwa dengan belajar menggunakan model discovery-inquiry dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS Terpadu yang dipelajari
PENERAPAN MODELPEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM Suherlin, .; Bardi, Syamsul; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.247 KB)

Abstract

Model   mind   mapping   merupakan   suatu   model   pembelajaran   yang mempelajari  konsep  atau  teknik  mengingat  sesuatu  dengan  bantuan  mind  map (teknik   pembelajaran   menggunakan   peta   konsep,   pencatatan   materi   belajar dituangkan dalam bentuk diagram yang memuat simbol, kode, gambar dan warna yang saling berhubungan) sehingga kedua bagian otak manusia dapat digunakan secara maksimal. Media gambar merupakan suatu alat atau yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara visual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Tingkat hasil belajar siswa; (2) Kegiatan guru dan siswa; (3) Kecakapan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post- test; (2) Lembar pengamatan kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan Kecakapan guru; dan (4) lembar tanggapan siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Keberhasilan penelitian ini menunjukkan (1) Skor ketuntasan secara individual naik dari 12 siswa yang tuntas pada siklus I, 13 siswa tuntas pada siklus II, dan 20 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada siklus I, 60% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) kegiatan guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Kecakapan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,46 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat dikatakan baik, 86 persen dari 21 siswa berpendapat dengan belajar melalui model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FLOW CHART UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP INSHAFUDDIN BANDA ACEH Hawadah, Farisah; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.768 KB)

Abstract

Model numbered heads togetherr merupakan modell pembelajaran yang memberikan kesemptan kepada siswa untk saling memmbagikan ide peemikiran dan prtimbangan jawaban yang paling tepat. Meedia flow chart adalah bagan proses yang menunjukkan suatu urutan, atau aliran proses. Model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan media flow chart dapat melibatkan  siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Penelitiaan ini bertmaksud untuk mengetahui: (1) Pnigkatan hasill belajjar si,swa; (2) Aktivitas g/uru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran; (3) Keterampilan  guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respn siiswa terhadap model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan meedia flow chart. Tindakan yang diterapkan dalam penelitiaan ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk PTK  (classroom process research). Subjek dalam penelitiaan ini ialah siswa kelas VIIIa SMP Inshafuddin Banda Aceh yang berjumlah 22 orang siswa. Analisiis daata mengunakan statiistik deskriftif prsentase. Hasill penelitiaan menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 19 siswa yang tuntas pada sklus I, 18 siswa tuntas pada sklus II, dan 20 siswa tuntas pada sklus III,  persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada sklus I, 70% pada sklus II dan 90% pada sklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,4 pada sklus I dengan kategorii sedang, skor 3,1 pada sklus II dengan kategorii baik, dan 3,2 pada sklus III dengan kategorii baik; (4) Pada umumnya atau sebanyak 89% siswa menyatakan bahwa pembelajaran berbantuan model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan media flow chart sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Melalui hasill penelitiaan ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatakan prestasi belajar siswa mulai dari sklus I hingg sklus III dengan menggunakan model numbered heads together berbangtuan media flow chart di kelas VIIIa SMP Inshafuddin Banda Aceh.
KORELASI NILAI MATA KULIAH GEOGRAFI LINGKUNGAN DAN PKLH DENGAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN HIDUP PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH Anggara, Fredy Satrya; Kamaruddin, Thamrin .; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.611 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan hal penting dalam membentuk  sikap, karakter dan tingkah laku seseorang. Seseorang yang telah mendapatkan sebuah pendidikan dapat dikatakan sikap dan tingkah lakunya akan mengikuti pengetahuan yang dimilikinya. Hasil nilai mata kuliah pada mahasiswa sudah sejalan dengan sikap yang dimiliki oleh mahasiswa Pendidikan Geografi Unsyiah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif dan signifikan antara nilai mata kulliah Geografi Lingkungan dan Mata kuliah PKLH dengan sikap peduli lingkungan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 58 mahasiswa. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner dan dokumentasi data. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, korelasi ganda, dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh nilai korelasi antara minat baca dan motivasi belajar dengan hasil belajar sebesar R = 0,91. Untuk menyatakan apakah korelasi ini signifikan atau tidak maka dilakukan uji F dengan ketentuan terima Ha  jika Fhitung  Ftabel untuk taraf signifikansi 5%. Hasil uji F yang diperoleh yaitu Fhitung = 13,66 dan Ftabel = 3,17, berarti Fhitung  Ftabel. Dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara nilai mata kulliah geografi lingkungan dan mata kuliah PKLH dengan sikap peduli lingkungan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah.
PENERAPAN METODE DRILLS BERBASIS MULTIMEDIA UNTUKMENINGKATKANHASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMPN 2 BANDA ACEH Fuadi, Mirza; Taher, Alamsyah; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.213 KB)

Abstract

Penelitian ini tentang penerapan metode drills berbasis multimedia untukmeningkatkanhasil belajar siswa padamata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMPN 2 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru; dan (4) Respon siswa terhadap penerapan metode drills berbasis multimedia. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-5 SMPN 2 Banda Aceh yang terdiri atas 30siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswaterhadap penerapan metode drills berbasis multimedia yang telah dilaksanakan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa; (1) Persentase ketuntasan individual pada siklus I yaitu63persendanpadasiklus II 80 persen. Secara klasikal, persentase ketuntasan pada siklus I yaitu 60 persendanpadasiklus II menjadi 90 persen; (2) Aktivitas guru dan siswa dikatakan meningkat dari siklus I sampai dengan siklus II; (3) Keterampilan guru pada siklus I diperoleh skor 2,45 dengan kategori sedang danpadasiklus II denganskor3,48dikategorikanbaik; (4) Respon siswa terhadap penerapanmetode drills berbasis multimedia dapat dikatakan positif.Ini terbukti bahwa siswa dapat memahami materi yang disajikan guru terhadap penerapanmetode drills berbasis multimedia.
PERKEMBANGAN KOMUNITAS JAMA’AH TABLIGH DI DESA LAMME GAROT (COT GOH) KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR, 1980-2015 Nisa, Khairun; ,, Husaini; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.252 KB)

Abstract

ABSTRAKSesuai dengan judul yang diangkat yaitu “Perkembangan Komunitas Jama’ah Tabligh Desa Lamme Garot (Cot Goh), Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar, 1980-2015” maka tujuan penelitian ini adalah (1) Ingin mendeskripsikan sejarah masuk dan berkembangnya kominitas Jama’ah Tabligh di Desa Lamme Garot (Cot Goh) Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, (2) Untuk menjelaskan aktivitas sosial keagamaan yang dilakukan oleh komunitas Jama’ah Tabligh di Desa Lamme Garot (Cot Goh)Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, 1980-2015, (3) Untuk menganalisis kendala-kendala perkembangan komunitas Jama’ah Tabligh di Desa Lamme Garot (Cot Goh)Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, 1980-2015. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat prosedur kerja yaitu, mengumpulkan sumber, kritik sumber, Penafsiran dan Penulisan Sejarah. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara (interviuw), penelitian lapangan/opservasi (field research), kepustakaan (library research). Berdasarkan dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) Jama’ah Tabligh sudah ada di Desa Lamme Garot sejak 1980-an. Jama’ah tabligh di Desa Lamme Garot dibawa oleh seorang tokoh yang bernama Raudhi. Perkembangan komunitas jama’ah tabligh di kawasan ini tergolong cepat karena peran tokoh pembawanya berasal dari keluarga terpandang yaitu putra dari camat Montasik yang disegani sehingga gerakan tabligh ini cepat dianut oleh masyarakat setempat, (2) sebagai sebuah gerakan,Jama’ah Tablighjuga menyebarkan ajaran Islam sebagai aktivitas sosial agama bagi masyarakat setempat, ajaran Islam itu terfokus pada 6 sifat, yaitu yakin pada Khalimat Thayibah: La ilaha illa Alah Muhammadu Rasulullah, Shalat Khusyu’ wa al-khudhu’, ‘Ilm ma’a dzikr (Ilmu serta Dzikir), Ikram al-muslimin (memuliakan orang Islam), Tashih al-niyat (memperbaiki niat), Da’wah wa at-tabligh. dan (3) dalam perkembangannya, gerakan tabligh ini tidak sedikit mendapat hambatan/kendala, hambatan ini terutama datang dari kalangan pengikut dayah dan para ulama tradisional bahkan ada sebagaian masyarakat Desa Lamme Garot sendiri.Kata Kunci : Perkembangan, Jama`ah Tabligh, Lamme Garot.ABSTRACTAppointed as the title is "Development of Rural Community Tablighis in Lamme Garot Village (Cot Goh), District Montasik Aceh Besar District, 1980-2015", the purpose of this study were (1) Want to describe the history of incoming and development CommunityTablighis in Lamme Garot Village (Cot Goh) Montasik sub-district, Aceh Besar district, (2) To explain the religious social activities undertaken by the community Tablighisin the village Lamme Garot (Cot Goh) Montasik sub-district, Aceh Besar District, 1980-2015, (3) To analyze the constraints of community Tablighis development in the village Lamme Garot (Cot Goh) Montasik sub-district, Aceh Besar district, 1980-2015. In writing this essay the author uses the method of historical research, which consisted of four working procedures, namely, collecting source, source criticism, interpretation and writing of history. In the data collection was done by interview (interviuw), field research / opservasi (field research), literature (library research). Based on the results of the study showed that: (1) Tablighis already exists in the village Lamme Garot since the 1980s. Jamaah Tabligh in the village of Lamme Garot carried by a character named Raudhi. Jamaah Tabligh community development in this area has been rapid since the role of the carrier figures came from a noble family that the son of a respected camat Montasik so Tabligh movement is quickly embraced by the local community, (2) as a movement, Tablighis also spread the message as Islamic religious social activities for local communities, Islam was focused on six properties, namely confidence in Khalimat Thayibah: La ilaha illa Alah Muhammadu Rasulullah, Salah khusyu wa al-khudhu, Ilm maa Dhikr (Science and Dhikr) , Ikram al-Muslims (ennoble the Muslims), tashih al-Niyat (fixing intention), Dawah wa at-tabligh. and (3) the development, the Tabligh movement is not a bit challenged / constraints, this resistance comes mainly from among the followers of the Islamic boarding school and the traditional religious communities even exist in part Lamme Garot village itself.Key Word : Development, Jama`ah Tabligh, Lamme Garot.
PROSOPOGRAPHY PENGRAJIN GERABAH DI GAMPONG ATEUK JAWO KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH TAHUN 1993-2016 Nadia, Rifa Putri; Taher, Alamsyah; Abdullah, Teuku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.873 KB)

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan judul yang diangkat “prosopography pengrajin Gerabah di Gampong Ateuk JawoKecamatan Baiturahman Banda Aceh, 1993-2016”, maka yang menjadi tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui kehidupan pengrajin gerabah di Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturahman Banda Aceh, 1993-2016 dan (2) Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pengrajin gerabah di Gampong Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh, 1993-2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang dipakai adalah metode sejarah.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa (1) kerajinan gerabah di Ateuk Jawo sudah ada sejak nenek monyang mereka dahulu yang diwariskan secara turun temurun.Sistem produsi alat gerabah pengrajin Gampong Ateuk Jawo ini dengan langkah pertama mengambil tanah liat dari sawah mereka atau dibeli, diolah menjadi berbagai alat keperluan dapaur, kemudian mereka bakar dan licinkan menjadi alat yang siap pakai.Hasil produksi yang mereka hasilkan berupa kanot, beulangong, peune, tanyeun, pot bungong, guci dan lain-lain.Sistem distribusi hasil kerajinan gerabah Gampong Ateuk Jawo dilakukan dengan menjual kepada konsumen dan agen yang sudah memesan sebelumnya.Harga alat gerabah beragam tergantung ukuran besar atau kecilnya.Harnya gerabah di Gampong Ateuk Jawo sejak 1993-2016 terus meningkat. Di tahun 1993 harga satu gerabah Rp: 5.000 harga it uterus naik, hingga sekarang sudah mencapai Rp: 30.000 perbuah.Para pengrajin memilih bekerja sebagai pengrajin karena lingkungan tempat tinggal, mempertahankan tradisi nenek monyang, kurangnya lapangan pekerjaan dan sebagainya.Jumlah pengusaha gerabah Ateuk Jawo terus berkurang, karena kesulitan dalam memperoleh bahan olahan berupa tanah dan para pewaris keturunan pengrajin tidak lagi tertarik dengan pekerjaan itu sebab disibukkan oleh pekerjaan lain.  Kehidupan pengrajin gerabah Ateuk Jawo dari segi umur rata-rata para pengrajin 50 ke atas bahkan ada 80-90 tahun.Tingkat pendidikan pengrajin dari rata-rata hanya menamatkan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).Tanggungan keluarga pengrajin rata-rata berjumlah antara 5-6 orang keluarga ini masih tergolong keluarga batin/inti.Tingkat pendidikan anak pengrajin rata-rata berhasil menyelesaikan pendidikan sampai ke tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Pendapat pengrajin gerabah Gampong Ateuk Jawo rata-rata mencapai Rp: 900.000-1.200.000. sedangkan untuk pengeluaran pengrajin berupa pemenuhan kebutuhan primer/pokok, kebutuhan sekunder dan tersier.Kata Kunci: Prosopography, Pengrajin Gerabah, Gampong Ateuk Jawo.ABSTRACT Appointed by the title "prosopography pottery artisans at the Village Ateuk Jawo Baiturahman District of Banda Aceh, 1993-2016", then is the purpose of this study (1) to know the life of pottery artisans in Gampong Ateuk Jawo Baiturahman District of Banda Aceh, 1993-2016 and ( 2) To determine the level of well-being in the Village Ateuk pottery craftsmen Jawo Baiturrahman District of Banda Aceh, 1993-2016. This study used a qualitative approach and methods used is the historical method. Data collected by observation, documentation and interview. Based on the research results obtained information that (1) pottery in Ateuk Jawo has existed since they first monyang grandmother who inherited. Produsi system pottery craftsman tool Gampong Ateuk this Jawo with the first step taking clay from their fields or purchased, processed into a variety of tools dapaur purposes, then they burn and licinkan be a ready-made tool. Production results they produce in the form of KANOT, beulangong, peune, tanyeun, Bungong pots, jars and others. The distribution system results Gampong Ateuk Jawo pottery made by selling to consumers and agents are already booked in advance. Prices vary depending on the size of the tool earthenware large or small. Only go into pottery in Gampong Ateuk Jawo increasing since 1993-2016. In 1993 the price of one earthenware Rp: 5000 prices continued to climb, up to now have reached USD: 30,000 apiece. The artisans choose to work as a craftsman for living environment, maintaining the tradition of monyang grandmother, lack of jobs and so forth. The number of entrepreneurs earthenware Ateuk Jawo continues to decrease, due to difficulties in obtaining processed materials such as land and heirs descendants of craftsmen are no longer interested in the job because busy with other work. Jawo Ateuk life pottery artisans in terms of average age of 50 and above the craftsmen there was even 80-90 years. The education level of the average craftsman just graduated from Junior High Schools (JSS). Dependents craftsmen average of between 5-6 people is still quite family family inner / core. The level of education of children weaver successfully completed education up to the level of upper secondary education (SLTA). Opinions pottery craftsmen Gampong Jawo Ateuk average reached Rp: 900000-1200000. whereas expenditure in the form of meeting the needs of producers of primary / basic, secondary and tertiary needs. Keywords: Prosopography, Craftsmen Pottery, Gampong Ateuk Jawo.
PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT JIWA BANDA ACEH (1976-2015) Rasyidan, Helmi; Taher, Alamsyah; Abdullah, Teuku
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah Vol 2, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.793 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Perkembangan Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh (1976-2015)” mengangkat masalah tentang perkembangan rumah sakit jiwa dilihat dari segi fasilitas, pasien, pelayanan serta faktor pendukung dan penghambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan fasilitas, perkembangan pasien, perkembangan pelayanan serta faktor pendukung dan penghambat perkembangan Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian sejarah (historis). Pengumpulan data dilakukan melalui studi perpustakaan dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh telah berdiri sejak tahun 1976 dan terus mengalami perkembangan fasilitas terutama sejak pindah dari Lhok Nga ke lokasi sekarang ini. Rumah sakit jiwa terus berkembang terlebih setelah Tsunami 2004, dilakukan renovasi dan rekontruksi pada gedung dan fasilitas. Penambahan jumlah pasien tidak bersifat statis tergantung pada kondisi sosial, ekonomi dan politik yang terjadi dimasyarakat. Pelayanan yang diberikan juga semakin ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasien. (2) Tersedianya anggaran yang diberikan pemerintah menjadi faktor pendukung perkembangan lembaga ini, sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya adalah masih kurangnya fasiitas medis dan kurangnya kepedulian masyarakat tentang kesehatan. Kata Kunci: Perkembangan, Rumah Sakit Jiwa. ABSTRACK The study, entitled "Development of Banda Aceh Mental Hospital (1976-2015)" raised the issue of the development of psychiatric hospitals in terms of facilities, patients, services and enabling and inhibiting factors. The purpose of this study was to determine the development of the facility, the patients progress, the development of services and the factors supporting and hindering the development of the Banda Aceh Mental Hospital. The approach used in this study is a qualitative approach and methods of historical research (historical). Data collected through library studies and interviews. The results of this study indicate that (1) the Banda Aceh Mental Hospital has been established since 1976 and continues to develop the facility, especially since moving from Lhok Nga to the present location is. The psychiatric hospital continues to grow especially after the 2004 Tsunami, renovation and reconstruction of the buildings and facilities. Increasing the number of patients is not static, depending on the social, economic and political community. Services provided also be increased to meet patient needs. (2) Availability budget given by government to be a factor supporting the development of this institution, while being inhibiting factor is the lack of medical fasiitas and lack of public awareness about health.