Suryati Sufiat, Suryati
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP CITA RASA COOKIES PISANG OWAK (Musa paradisiaca L) Zulhera, .; Sufiat, Suryati; Nurhayati, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cookies merupakan penganan yang rasanya manis, berstektur renyah yang terbuat dari tepung terigu protein rendah, gula, lemak dan telur. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resep standar pembuatan cookies dengan menggunakan pisang owak dan mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak (Musa paradiaca L). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan 3 kali perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 6 orang narasumber/ panelis terlatih yaitu dosen Prodi PKK FKIP Unsyiah. Selanjutnya uji penerimaan (Acceptability Test) dilakukan oleh 30 orang panelis konsumen yang terdiri dari  20 mahasiswa FKIP Unsyiah. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data oleh narasumber terhadap resep kontrol cookies menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan ke II dilihat dari segi warna memiliki warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan dari segi rasa manis. Dari hasil uji pengamatan oleh narasumber terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama  Zc001 50 gr (20%). Dari hasil uji penerimaan panelis konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama Zc00I, ditinjau dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis, untuk uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan tingkat penerimaan konsumen terhadap karakteristik organoleptik cookies pisang owak dilihat dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis. Dengan demikian  hipotesis alternatif diterima (H1). Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan penganan dari pisang owak lebih bervariasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU GIZI (Suatu Penelitian Pada Siswa Kelas di SMK Negeri 3 Banda Aceh) Bancin, Atenta Malum; Sufiat, Suryati; Hamid, Yuli Heirina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran tipe GI merupakan salah satu cara dalam mengatasi permasalahan pembelajaran ilmu gizi di kelas X   SMK Negeri 3 Banda. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas X dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada mata pelajaran ilmu giziPenelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X  SMK Negeri 3 Banda Aceh yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes dan observasi. Data observasi aktivitas guru dan siswa dianalisa secara deskriptif dengan skor rata-rata. Data hasil observasi motivasi belajar siswa, dianalisa dengan mendeskripsikan kegiatan guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Data tes hasil belajar siswa di analisa dengan menggunakan tingkat ketuntasan induvidual dan klasikal. Hasil penelitian menunjukan: siklus I (1) Motivasi belajar 14 siswa (50%) kategori baik, 7 siswa (25%) motivasi belajar cukup, dan 7 siswa (25%) motivasi belajar kurang. (2) Aktivitas guru dan siswa mendapat skor rata-rata 3,6 (72%) kategori baik, dan (3) Hasil belajar siswa yang tuntas 14 orang dengan nilai rata-rata 72,27 secara klasikal (50%). Pada siklus II (1) Motivasi belajar 23 siswa (82%) kategori baik, 5 siswa ( 18%) kategori cukup, tidak ada siswa (0%) dengan kategori kurang. (2) Aktivitas guru dan siswa mendapat skor rata-rata 4,4 (88%) kategori baik sekali. (3) Hasil belajar siswa yang tuntas belajar sebanyak 26 orang dari total keseluruhan 28 orang dengan nilai rata-rata 87 secara klasikal (93%). Dengan demikian Hipotesis di terima (H1). Model pembelajaran tipe GI dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran ilmu gizi
EVAKUASPENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP CITA RASA COOKIES PISANG OWAK (Musa paradisiaca L) Zulhera, .; Sufiat, Suryati; Nurhayati, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.08 KB)

Abstract

Cookies merupakan penganan yang rasanya manis, berstektur renyah yang terbuat dari tepung terigu protein rendah, gula, lemak dan telur. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resep standar pembuatan cookies dengan menggunakan pisang owak dan mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak (Musa paradiaca L). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan 3 kali perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 6 orang narasumber/ panelis terlatih yaitu dosen Prodi PKK FKIP Unsyiah. Selanjutnya uji penerimaan (Acceptability Test) dilakukan oleh 30 orang panelis konsumen yang terdiri dari  20 mahasiswa FKIP Unsyiah. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data oleh narasumber terhadap resep kontrol cookies menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan ke II dilihat dari segi warna memiliki warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan dari segi rasa manis. Dari hasil uji pengamatan oleh narasumber terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama  Zc001 50 gr (20%). Dari hasil uji penerimaan panelis konsumen terhadap cookies dengan penambahan pisang owak menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan pertama Zc00I, ditinjau dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis, untuk uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa, terdapat perbedaan tingkat penerimaan konsumen terhadap karakteristik organoleptik cookies pisang owak dilihat dari warna kuning keemasan, aroma harum, tekstur renyah dan rasa manis. Dengan demikian  hipotesis alternatif diterima (H1). Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan penganan dari pisang owak lebih bervariasi. Kata Kunci: Penerimaan, Konsumen, Cita Rasa, Cookies,Pisang Owak
SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG BERAS DENGAN TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas L) PADA PEMBUATAN KUE LAPIS Khairunnisa, .; Sufiat, Suryati; Zuraini, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.042 KB)

Abstract

Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti beras. Ubi jalar dapat dijadikan sebagai tepung untuk pengganti sebahagian bahan utama dalam pembuatan berbagai jenis penganan diantaranya kue lapis, serta memanfaatkan warna alami dari ubi jalar ungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ubi jalar ungu dengan persentase 16%, 31% dan 46% terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa), dan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap kue lapis tepung ubi jalar ungu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan 4 perlakuan dengan 4 kali pengulangan. Pengumpulan data menggunakan uji pengamatan (Sensory Evaluation) oleh 6 orang narasumber yaitu dosen Tata Boga PKK Unsyiah. Selanjutnya uji penerimaan (Acceptability Test) oleh 30 orang panelis konsumen, 27 orang mahasiswa serta 3 orang karyawan Prodi PKK Unsyiah. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data, narasumber terhadap resep kontrol kue lapis menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan ke IV, dengan nilai rata-rata 95,50. Dari hasil uji pengamatan narasumber terhadap kue lapis dengan penambahan tepung ubi jalar ungu menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan Kl3, dilihat dari warna ungu cerah, aroma harum, tekstur kenyal dan rasa manis. Dari hasil uji penerimaan panelis konsumen terhadap kue lapis dengan penambahan tepung ubi jalar ungu menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan Kl3, ditinjau dari warna ungu cerah, aroma harum, tekstur kenyal dan rasa sangat manis. Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan penganan basah dalam variasi lain.                                                                        Kata Kunci: Substitusi Parsial, Tepung Ubi Jalar Ungu, Kue Lapis
SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG BERAS DENGAN TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea Batatas L) PADA PEMBUATAN KUE LAPIS Khairunnisa, .; Sufiat, Suryati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti beras. Ubi jalar dapat dijadikan sebagai tepung untuk pengganti sebahagian bahan utama dalam pembuatan berbagai jenis penganan diantaranya kue lapis, serta memanfaatkan warna alami dari ubi jalar ungu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ubi jalar ungu dengan persentase 16%, 31% dan 46% terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa), dan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap kue lapis tepung ubi jalar ungu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan 4 perlakuan dengan 4 kali pengulangan. Pengumpulan data menggunakan uji pengamatan (Sensory Evaluation) oleh 6 orang narasumber yaitu dosen Tata Boga PKK Unsyiah. Selanjutnya uji penerimaan (Acceptability Test) oleh 30 orang panelis konsumen, 27 orang mahasiswa serta 3 orang karyawan Prodi PKK Unsyiah. Teknik analisis data menggunakan LSD (Least Significant Different) dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil analisis data, narasumber terhadap resep kontrol kue lapis menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan ke IV, dengan nilai rata-rata 95,50. Dari hasil uji pengamatan narasumber terhadap kue lapis dengan penambahan tepung ubi jalar ungu menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan Kl3, dilihat dari warna ungu cerah, aroma harum, tekstur kenyal dan rasa manis. Dari hasil uji penerimaan panelis konsumen terhadap kue lapis dengan penambahan tepung ubi jalar ungu menunjukkan bahwa, penilaian tertinggi adalah pada perlakuan Kl3, ditinjau dari warna ungu cerah, aroma harum, tekstur kenyal dan rasa sangat manis. Diharapkan masyarakat dapat mengembangkan penganan basah dalam variasi lain.
KECUKUPAN KALORI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA UNGGUL CUT NYAK DHIEN KOTA LANGSA Ridifa, Masfidia; Sufiat, Suryati; Suhairi, Laili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi makanan yang baik dapat diperoleh dari pola makan yang baik, sebaliknya pola makan yang tidak baik dan tidak seimbang dapat menyebabkan masalah gizi, terutama pada masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi makan, kecukupan kalori dari hidangan yang disajikan, dan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Unggul Cut Nyak Dhien Kota Langsa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di asrama SMA Unggul Cut Nyak Dhien Kota Langsa selama 7 hari. Populasi penelitian ini berjumlah 62 orang siswa dari 4 kelas. Sampel diambil berdasarkan tujuan (purposive sampling) yaitu 13 orang siswa terdiri dari 7 laki-laki dan 6 perempuan, yang berada pada kelas XI dikarenakan siswa tersebut sudah memiliki nilai rapot dari semester sebelumnya. Analisis data untuk mencari kalori menggunakan pedoman food recall 24 hour, kemudian dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan, sedangkan untuk prestasi belajar dilihat melalui nilai rapor siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya 12 orang siswa (98,9%) SMA Unggul Cut Nyak Dhien mengkonsumsi sarapan pagi dengan pola 1 dan 2 (nasi dan lauk-pauk) dan hanya 1 orang siswa yang tidak sarapan pagi  (1,09%). Pada makan siang, sebagian besar siswa 9 orang (62,6%) mengkonsumsi pola 1 dan 2 (nasi dan lauk-pauk), sebagian kecil 4 orang siswa (37,4%) mengkonsumsi makan siang dengan pola 1, 2 dan 3 (nasi, lauk-pauk dan sayuran). Pada makan malam 11 orang siswa (96,7%),  mengkonsumsi makanan dengan pola 1 dan 2 (nasi dan lauk-pauk). Kecukupan kalori rata-rata perhari yang dikonsumsi oleh 13 siswa pada remaja putri sebanyak 1.568,5 kkal, sedangkan remaja putra 1.822 kkal per hari. Berdasarkan data tersebut maka remaja putri perlu menambah kalori sebanyak 431,5 kkal dan remaja putra 678 kkal per hari, hal ini sesuai dengan ketetapan AKG. Selanjutnya untuk nilai rata-rata prestasi belajar siswa semester I dan II mengalami kenaikan antara 1,34-4,95 dan semester III  mengalami kenaikan antara 0,11-7,31.Kata kunci: Kecukupan Kalori, Prestasi, Belajar, Siswa.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Mie Instan Kari Aceh Sufiat, Suryati; Moulana, Rian; Hamid, Yuli Heirina; Suhairi, Laili; Faudhiah, Nurul
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1529/jtbb.v5i2.15366

Abstract

Mie termasuk salah satu makanan yang sangat digemari oleh masyarakat Aceh, makanan sepinggan ini dapat dijumpai hampir di setiap warung yang ada di Aceh. Konsumsi mie bagi masyarakat Aceh menduduki peringkat kedua tertinggi setelah nasi.Tujuan penelitian ini  untuk memperoleh resep standar mie instan bumbu kari Aceh, mengetahui karakteristik organoleptik  mie instan bumbu kari Aceh, dan daya terima konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan di Lab. Tata Boga-FKIP-Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh. Mie instan bumbu kari Aceh dinilai dengan uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, rasa) oleh narasumber sebanyak 5 orang dengan uji pengamatan (Sensory Evaluation) dan uji penerimaan (Preference Test) oleh konsumen sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji LSD (Least Significant Different) pada taraf signifikansi 0.05 dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis data menunjukkan bahwa,  menurut narasumber mie instan kari Aceh terbaik ditinjau dari  warna, tekstur dan rasa adalah pada perlakuan Tc, untuk aroma pada perlakuanTb. Sedangkan konsumen lebih meyukai perlakuan Ta, ditinjau dari segi warna dan aroma dan rasa, sedangkan untuk tekstur menyukai perlakuan Tc. Uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa, hipotesis dapat diterima (H1) baik oleh narasumber maupun konsumen terhadap mie instan bumbu kari Aceh ditinjau dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa. Simpulan ada pengaruh signifikan yang diberikan oleh narasumber dan konsumen terhadap karaketristik organoleptik  pada mie instan bumbu kari Aceh pada perlakuan Tc.
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP SUBSTITUSI PARSIAL SOSIS AYAM DENGAN TAHU Amelia, Amelia; Suhairi, Laili; Sufiat, Suryati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya kemudian diolah menjadi tahu. Tahu merupakan makanan yang mengandung banyak gizi serta mudah diolah untuk dijadikan berbagai macam olahan makanan salah satunya sosis. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui resep standar, (2) daya terima konsumen, (3) mutu simpan sosis tahu. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap (RAL), yaitu satu kali kontrol dan dua kali perlakuan. Besar persentase tahu putih adalah 50% dan 75% dengan 2 kali perlakuan dari 3 produk sosis yang diberikan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui uji pengamatan (Sensory Evaluation) oleh 5 orang narasumber dan uji penerimaan (Hedonic Scale) oleh 30 orang panelis konsumen. Data uji pengamatan dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata yang diperoleh dari narasumber, sedangkan data uji penerimaan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur yang diperoleh dari panelis konsumen. Hasil uji pengamatan yang dilakukan oleh narasumber diketahui narasumber menyukai sosis dengan penambahan tahu 50% pada perlakuan pertama (ST01) ditinjau dari segi warnanya putih, teksturnya kenyal, dan rasanya gurih, sedangkan aroma narasumber menyukai perlakuan kontrol (ST00) yaitu aroma khas daging ayam. Hasil uji penerimaan oleh konsumen yang disukai adalah sosis dengan penambahan tahu 50% pada perlakuan pertama (ST01) yaitu dari segi aroma dan tekstur, sedangkan warna dan rasa konsumen lebih menyukai sosis tahu pada perlakuan kedua (ST02). Masa simpan sosis tahu adalah sehari dalam ruangan pada suhu ruang 320C, sedangkan masa simpan dalam freezer selama 25 hari. Hipotesis penelitian ini diterima (H1) karena terdapat pengaruh pada warna, aroma, tekstur dan rasa. Kesimpulan bahwa narasumber dan konsumen memiliki perbedaan terhadap sosis tahu dari segi warna, tekstur, aroma dan rasa. Saran penelitian ini dapat dilanjutkan untuk melihat kandungan gizi sosis tahu. Kata Kunci: Daya terima, Konsumen, Substitusi parsial, Sosis, Ayam, Tahu
ANALISIS NILAI GIZI KERUPUK OPAK DENGAN PENAMBAHAN IKAN LEUBIM (CANTHIDERMIS MACULATA) Azmi, Ulil; Sufiat, Suryati; ., Indani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan leubim (Canthidermis maculata) merupakan salah satu jenis ikan karang yang hidup di laut yang dapat diolah sebagai tambahan nutrisi kerupuk opak. Tujuan Penelitian untuk mengetahui nilai gizi kerupuk opak ikan leubim. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan kuantitatif dan 2 kali perlakuan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini menggunakan 3 tingkatan dari penambahan daging ikan leubim (0%), (20%),(40%). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui uji proksimat. Hasil uji proksimat diketahui kerupuk opak ikan leubim mengandung unsur gizi karbohidrat 83,32% melalui metode uji, kadar protein 8,42%, kadar lemak 1,99%, kadar abu 0,47%, dan kadar air 3,00%.Kata kunci: Kerupuk opak, Gizi, Ikan leubim
STANDARISASI RESEP SUMPIA ABON IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER KANAGURTA) DENGAN PENAMBAHAN REMPAH ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACANTHOPODIUM, DC.) Irawati, Irawati; Kamal, Rahmi; Sufiat, Suryati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andaliman adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di kabupaten Aceh Tengah. Masyarakat biasa mengolah rempah andaliman menjadi bumbu masakkan, selain itu, rempah andaliman juga dapat dijadikan penambah rasa dan pengawet makanan. Tujuan penelitian (1) Menstandarisasikan resep  (2) mengetahui daya terima sumpia dan (3) mengetahui daya simpan sumpia abon ikan kembung dengan penambahan rempah andaliman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji pengamatan yang dilakukan oleh 6 orang narasumber dan uji penerimaan yang diuji kepada 30 orang panelis konsumen. Data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata dari total yang diperoleh dari narasumber, uji penerimaan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur. Berdasarkan pengamatan oleh narasumber diketahui bahwa sumpia abon ikan kembung dengan penambahan rempah andaliman yang disukai adalah perlakuan kedua (A02) dari segi warna 23.5, aroma 23.5, rasa 24 dan tekstur 23.5. Hasil analisi penerimaan konsumen menunjukan bahwa sumpia abon ikan kembung dengan penambahan rempah andaliman yang disukai adalah perlakuan kedua (A02) dengan nilai rata-rata warna 4.2, aroma 4.1, rasa 4.4 dan tekstur 4.7. Kesimpulan dari penelitian ini (1) resep standar sumpia abon ikan kembung dengan penambahan rempah andaliman terdapat pada kode A02, (2) sumpia yang disukai narasumber dan konsumen adalah perlakuan kedua (A02) baik dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur, (3)  daya simpan sumpia abon ikan kembung yang terbaik terdapat pada sumpia dengan kode A03 yaitu selama 12 hari. Hasil uji hipotesis pada produk sumpia bahwa H1 diterima karena adanya terjadi pengaruh terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur  serta daya simpan setelah penambahan rempah andaliman berdasarkan hasil uji penerimaan dan pengamatan.Kata kunci : sumpia, abon, ikan kembung, rempah andaliman