Rahmi Kamal, Rahmi
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP STICK BIJI DURIAN (Durio zibethinus murr) Mardhatillah, Putri; Kamal, Rahmi; Hamid, Yuli Heirina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tingkat kesukaan (preferensi) konsumen suku Aceh, suku Jawa dan suku Batak terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) stick biji durian dengan menggunakan dua perlakuan yaitu dengan menggunakan bahan biji durian 71% dan biji durian 85%. Tujuan penelitian ini adalah menstandarisasikan resep stick biji durian, mengetahui bagaimana karakteristik organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) pada stick biji durian dan mengetahui bagaimana tingkat kesukaan (preferensi) konsumen terhadap stick biji durian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 7 orang narasumber dan  uji tingkat penerimaan (Acceptability test) yang diujicobakan kepada 30 orang panelis konsumen yaitu 10 orang panelis konsumen suku Aceh, 10 orang panelis konsumen suku Jawa dan 10 orang panelis konsumen suku Batak. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 71% lebih disukai oleh narasumber dan panelis konsumen suku Aceh yaitu warna (60%), aroma (60%), kerenyahan (50%), rasa (100%). Suku Jawa: warna (50%), aroma (60%), kerenyahan (50%), rasa (50%)  dan suku Batak: warna (90%), aroma (40%), kerenyahan (50%), rasa (50%). Resep stick biji durian pada ulangan pertama terdiri dari 500 gram biji durian, 200 gram tepung tapioka, 10 gram garam dan 1 kg minyak goreng untuk menggoreng stick biji durian, berdasarkan nilai rata-rata resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 71% lebih tertinggi dibandingkan dengan resep kontrol stick biji durian dengan penambahan biji durian 85%
TINGKAT PENGETAHUAN PEDAGANG TENTANG KEAMANAN PANGAN MAKANAN SEPINGGAN DI KANTIN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Sembiring, Emi Vovo; Hamid, Yuli Heirina; Kamal, Rahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan pangan pada makanan yang kita konsumsi sangat menunjang aktivitas kita sehari-hari. Diantaranya makanan sepinggan yang sering kita peroleh dari  pedagang yang menjual makanan tersebut, oleh karena itu perlu adanya tindakan pengawasan terhadap pengolahan hingga ke penyajian yang baik, agar makanan yang akan dikonsumsi bersih dan aman. Penelitian ini bertujuan mengetahui Tingkat Pengetahuan Pedagang Tentang Keamanan Pangan Makanan Sepinggan di Kantin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan mengetahui bagaimana cara pedagang agar makanan sepinggan tidak terkontaminasi. Subjek penelitian ini adalah pedagang makanan sepinggan di Kantin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dari 9 orang pedagang yaitu pedagang lontong pecal, pedagang mie, pedagang nasi ayam, dan pedagang mie pangsit. Metode penelitian ini adalah metode survey. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, menunjukkan bahwa pedagang makanan sepinggan dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin (gender) dan tingkat pengetahuan pada umumnya memiliki tingkat pengetahuan baik  (≥ 75-100%) dengan persentase 84.3% secara keseluruhan dilihat dari keamanan pangan, sanitasi dan higiene, serta dilihat dari cara pedagang agar makanan tidak terkontaminasi cemaran fisik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan pedagang tentang keamanan pangan dan sanitasi higiene makanan sepinggan serta cara pedagang agar makanan tidak terkontaminasi pada umunya memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Dengan hasil kesimpulan diatas dapat disarankan agar dilakukannya penyuluhan dan pelatihan keamanan pangan dan sanitasi higiene bagi para pedagang makanan sepinggan serta dapat menjadi bahan referensi bagi penelitian selanjutnya.
PENGARUH PENAMBAHAN REBUNG BETUNG (Dendrocalamus Asper) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT PENERIMAAN KONSUMEN PADA KERUPUK Rizkiani, Nova; Kamal, Rahmi; Hamid, Yuli Heirina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1603.476 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penambahan rebung betung (DendrocalamusAsper), yang diolah menjadi kerupuk.  Rebung betung merupakan jenis sayuran yang sudah dikenal, mempunyai tekstur renyah, manis dan memiliki bau khas rebung betung.  Mengandung kalium yang dapat menurunkan tekanan darah, fosfor, kalsium, vitamin A, vitamin C, serat dan protein yang tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh resep standar, pengaruh penambahan rebung betung terhadap karakteristik organoleptik dan pengaruh penambahan rebung betung terhadap tingkat penerimaan konsumen.  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk eksperimen.  Data penelitian ini bersumber dari para narasumber dan konsumen. Pengumpulan data dilakukan dengan uji pengamatan dan uji penerimaan.  Uji pengamatan dilakukan menggunakan kartu penilaian untuk Sensory Evaluation dan uji penerimaan dilakukan menggunakan kartu penilaian untuk Hedonic Scale.  Berdasarkan hasil analisis data, menunjukan bahwa kerupuk rebung betung 150gr (50%) dengan nilai rata-rata 16,52 lebih disukai konsumen dibandingkan kerupuk rebung betung 75gr (25%) dan 225gr (75%).  Hal ini dikarenakan kerupuk dengan campuran rebung betung 150gr (50%) memiliki warna krem muda, aroma harum, tekstur renyah dan rasa yang gurih, dengan demikian penambahan rebung betung pada pembuatan kerupuk dapat diterima.  Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pengamatan narasumber terhadap karateristik organoleptik pada kerupuk dengan penambahan rebung betung memberikan pengaruh yang nyata.  Hasil uji kesukaan panelis konsumen terhadap warna, aroma, testurdan rasa kerupuk dengan penambahan rebung betung 50% memiliki warna yang baik, aroma harum, tekstur sangat renyah dan rasa yang sangat gurih.  Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan rebung betung untuk dijadikan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan panganan.
PENERIMAAN MANULA TERHADAP MENU MAKANAN DI PANTI JOMPO RUMOH SEUJAHTERA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH Aprilita, Maya; Kamal, Rahmi; Suhairi, Laili
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fase lansia adalah fase usia yang perlu mendapat perhatian lebih dari anak-anaknya, sanak famili bahkan orang-orang yang masih berusia muda.Pola makan yang tidak tepat dapat mempengaruhi kualitas hidup lanjut usia (lansia), mulai dari kesehatan, produktivitas dan semangatnya. Namun mengingat kondisi fisik dan biologis yang mengalami penurunan, membuat manula harus mengatur pola makannya secara khusus. Sisa makanan menjadi salah satu bukti penerimaan atau tidaknya menu makan yang disajikan oleh petugas untuk manula di Panti Jompo Rumoeh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh. permasalah dalam penelitian ini bagaimana penerimaan manula terhadap menu makanan di Panti Jompo Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerimaan manula tehadap menu makanan di Panti Jompo Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menimbang dan mencatat makanan yang disajikan, berserta sisa makanan yang tidak dihabiskan oleh manula dan pengolahan data menggunakan teknik Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan menu makanan oleh manula di Panti Jompo adalah kurang disukai dari segi porsi makanan yang dihidangkan, masih banyak makanan yang tidak dihabiskan oleh manula. Rata-rata makanan yang disajikan sebanyak 1422 gr, yang dikonsumsi responden angka terendah adalah 615 gr dan angka tertinggi adalah 1182,66 gr. Berdasarkan hasil observasi menu yang disajikan monoton/ tidak adanya variasi serta terjadi pengulangan pada menu makanan sehingga timbul rasa kebosanan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah peneriman manula terhadap menu makanan yang disajikan di panti jompo rumoh seujahtera geunaseh sayang Banda Aceh kurang disukai dikarenakan dari segi rasa, cara pengolahan dan penyajiannya kurang menarik.
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP PUDING BROKOLI (Brassica Oleracea) Misnaiyah, .; Indani, .; Kamal, Rahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.153 KB)

Abstract

Brokoli merupakan tanaman yang mempunyai gizi lengkap dan baik untuk kesehatan. Selain diolah menjadi tumisan, brokoli dapat diolah menjadi penganan sehat yaitu puding. Tujuan (1) mengetahui karakteristik organoleptik, (2) menganalisis tingkat penerimaan konsumen dengan latar belakang usia yang berbeda, (3) menganalisis kandungan protein, lemak, dan karbohidrat, (4) memperoleh resep standar puding brokoli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan uji pengamatan yang dilakukan terhadap 5 orang narasumber dan uji penerimaan kepada 75 orang panelis konsumen. Data uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata total yang diperoleh dari narasumber. Data uji penerimaan dianalisis menggunakan anava satu jalur. Berdasarkan uji pengamatan narasumber, puding brokoli yang disukai adalah BR2 baik dari segi warna dan aroma dengan nilai 23, dan 22,6, dan BR3 baik dari segi tekstur dan rasa dengan nilai 23,4 dan 22,6. Hasil analisis penerimaan konsumen anak-anak menunjukkan puding brokoli yang disukai adalah BR2 baik dari segi warna dan tekstur dengan nilai 3,92 dan 3,8, dan BR1 baik dari segi aroma dan rasa dengan nilai 3,72 dan 3,4. Konsumen remaja menunjukkan puding brokoli yang disukai adalah BR1 dengan nilai rata-rata warna 3,48, aroma 2,92, tekstur 3,56, dan  rasa 3,12. Konsumen dewasa menunjukkan puding brokoli yang disukai adalah BR1 dengan nilai rata-rata warna 3,72, aroma 3,4, tekstur 3,44, dan  rasa 3,4. Nilai gizi pada puding BR1 yaitu protein 1,10%, lemak 0,67%, dan karbohidrat 10,75%. Simpulan, resep standar diperoleh dari puding BR1 terdiri dari 300 gr brokoli, 100 gr gula pasir, 680 ml air, 7 gr bubuk agar-agar, dan 3 gr garam. Berdasarkan uji pengamataan dan penerimaan, puding yang disukai narasumber adalah BR2 dari segi warnadan aroma dan BR3 dari segi tekstur dan rasa. Secara keseluruhan panelis konsumen menyukai puding brokoli BR1. Hipotesis diterima HI karena ada pengaruh karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen terhadap puding brokoli.  Kata Kunci: karakteristik organoleptik, daya terima, puding, dan standarisasi resep
PERBEDAAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA KONSUMEN PADA KUE SEUPET DENGAN PENAMBAHAN SARI PATI WORTEL Zafira, Farah; Indani, .; Kamal, Rahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 2, No 3 (2017): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.266 KB)

Abstract

Wortel merupakan sayuran yang mengandung banyak vitamin A, mudah di dapat dan harga relatif murah. Wortel dapat diolah menjadi sari pati wortel dan bisa dijadikan bahan penambah dalam membuat penganan tradisional. Penelitian ini membahas tentang penambahan sari pati wortel kue seupet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Standarisasi resep kue seupet sari pati wortel (2) Karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) kue seupet sari pati wortel (3) Daya terima konsumen pada kue seupet dengan penambahan sari pati wortel. Metode yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 5 orang narasumber dan uji penerimaan (Hedonic Scale) yang diuji kepada 30 orang panelis konsumen yaitu mahasiswa Tata Boga Universitas Syiah Kuala. Data-data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total yang diperoleh dari narasumber. Data dari uji penerimaan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur diperoleh dari narasumber dan panelis konsumen. Resep standar kue seupet sari pati wortel yang diperoleh adalah resep standar perlakuan pertama (R1) bahwa nilai rata-rata pada warna (4,2), aroma (3,9), tekstur (3,67) dan rasa (3,97). Simpulan dari penelitian ini adalah hasil hipotesis terima H1 karena, ada perbedaan karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen antara kue seupet tanpa penambahan sari pati wortel dengan kue seupet penambahan sari pati wortel. Kepada peneliti berikutnya untuk meneliti daya simpan kue seupet sari pati wortel dan uji kandungan gizi kue seupet sari pati wortel.  
PEMANFAATAN SISIK IKAN UNTUK KERAJINAN SOUVENIR ., Arina; Kamal, Rahmi; ., Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sisik ikan merupakan hasil buangan dari ikan. Di tempat pemangkalan ikan terdapat banyak sekali sisik ikan yang berserakan dan dibuang begitu saja. Apabila sisik ikan ini tidak dimanfaatkan, maka sisik ini lama kelamanan akan mengeluarkan bau yang tidak sedap sehingga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas disekitarnya. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan limbah untuk dapat memanfaatkan limbah tersebut. Dengan ide yang kreatif dan tangan yang terampil, sisik ikan ini dapat diolah menjadi bahan dalam pembuatan kerajinan souvenir yang menghasilkan produk-pruduk yang unik dan menarik serta memiliki nilai jual yang tinggi. Souvenir merupakan benda yang berukuran kecil, unik, cantik yang diberikan kepada tamu-tamu diacara tertentu seperti ulang tahun atau acara pernikahan sebagai ucapan terima kasih. Souvenir banyak dijumpai di pasaran dengan beragam bentuk yang menarik, ada yang buatan dari pabrik bahkan ada yang buatan tangan. Biasanya orang sengaja membuat dan mengkreasikan dengan tangannya sendiri untuk mendapatkan hasil yang lebih unik dan berbeda dengan souvenir yang lain. Tujuan penelitian ini adalah mengolah sisik ikan, membuat serta mengkreasikan menjadi berbagai macam produk kerajinan souvenir. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi atau pengetahuan bagi para pembaca mengenai cara pengolahan sisik ikan untuk kerajinan souvenir, Menambah wawasan tentang cara membuat serta mampu mengkreasikan sisik ikan menjadi produk kerajinan souvenir.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen terapan. Lokasi penelitian dilakukan di rumah Praktek Pengelolaan Sumber Daya Keluarga Program Studi Pendidikan Vokasional Kesejahteraan Keluarga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Subjek penelitian adalah kerajinan souvenir dari sisik ikan sedangkan objek dalam penelitian adalah sisik ikan yang dikreasikan menjadi kerajinan souvenir. Hasil dari penelitian ini berupa produk kerajinan souvenir dengan kreasi dari sisik ikan yang terdiri dari lima produk yaitu gantungan kunci, kaktus, keranjang bunga, tempat snack dan rangkaian bunga.Kata kunci: Sisik Ikan, Kerajinan, Souvenir
MODIFIKASI RESEP BAKPIA MENGGUNAKAN TALAS KIMPUL (XANTHOSOMA SAGITTIFOLIUM) Anggraini, Deni Sri; Kamal, Rahmi; Hamid, Yuli Heirina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakpia adalah makanan manis dan gurih yang sudah dikenal oleh masyarakat luas. Terlebih sangat populer dikota Yogyakarta dan di Sabang dikenal dengan sebutan kue sabang. Talas kimpul merupakan sumber pangan yang penting karena selain sumber karbohidrat, protein, dan lemak, talas juga mengandung beberapa mineral dan vitamin serta rendah glukosa yang aman di konsumsi oleh penderita diabetes. Tujuan penelitian (1)Mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan rasa) bakpia dengan penambahan talas kimpul (2)Standarisasi resep bakpia dengan penambahan talas kimpul (3)Daya terima konsumen terhadap bakpia dengan penambahan talas kimpul (4)Mutu simpan bakpia dengan penambahan talas kimpul. Penelitian merupakan eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan uji pengamatan (Sensory Evaluation) terhadap 5 orang Narasumber, uji penerimaan (Hedonic Scale) kepada 30 orang panelis konsumen dan uji mutu simpan. Data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata (mean). Data uji penerimaan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur. Berdasarkan hasil penelitian penilaian narasumber yang tertinggi terhadap karakteristik organoleptik tekstur pada bakpia penambahan talas 0 gr sedangkan warna, aroma dan rasa terdapat pada bakpia dengan penambahan 75 gr. Hasil analisis penerimaan konsumen dari uji penerimaan konsumen terhadap warna, tekstur dan rasa bakpia disukai dengan penambahan talas 75 gr, pada aroma konsumen menyukai bakpia dengan penambahan talas 100 gr. Dari hasil penelitian bakpia dengan Penambahan talas 75 gr dengan masa simpan 2 hari. Kesimpulan berdasarkan uji pengamatan dan penerimaan organoleptik bakpia dengan penambahan talas lebih diterima dan disukai pada penambahan 75 gr. Hipotesis yang diajukan diterima dibuktikan (H1) diterima karena adanya pengaruh terhadap karateristik organoleptik, daya terima dan mutu simpan pada bakpia dengan penambahan talas. Penelitian berikutnya dapat melakukan uji proksimat pada penelitian ini. Kata Kunci : modifikasi resep bakpia, talas kimpul 
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) DALAM PEMBUATAN SELAI Hably, M. Rajab Bil; Hamid, Yuli Heirina; Kamal, Rahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah naga merah memiliki kandungan nutrisi, lemak, protein, dan serat pangan yang lebih tinggi dibandingan kulit buah  naga dari jenis lainnya, dan juga mudah dijumpai, adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Memperoleh  resep  standar  pembuatan  selai  kulit  buah  naga merah (Hylocereus polyrhizus), (2) Mengetahui  karakteristik  organoleptik  (warna,  aroma,  rasa,  dan     tekstur)  pada selai kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), (3) Mengetahui  daya terima  konsumen  terhadap  selai   kulit  buah  naga merah(Hylocereus polyrhizus), (4) Mengetahui  Mutu simpan terhadap  selai   kulit  buah  naga merah (Hylocereus polyrhizus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji pengamatan  (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 5 orang  narasumber  dan uji penerimaaan (Acceptability Test) yang dilakukan oleh 30 orang panelis konsumen. Data dari uji pengamatan  dianalisis dengan cara mengetahui nilai rata-rata (mean) yang diperoleh dari narasumber, sedangkan data dari uji penerimaan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur yang diperoleh dari panelis konsumen. Berdasarkan pengamatan diperoleh dari narasumber diketahui selai kulit buah naga yang disukai adalah pada perlakuan kedua yaitu MS2 dengan penambahan 350 gr kulit buah naga merah, dengan nilai rata-rata warna 24, aroma 21,8, tekstur 22,4 dan rasa 23,2. Hasil penerimaan konsumen  menunjukan bahwa selai kulit buah naga yang disukai adalah perlakuan kedua yaitu MS2 dengan nilai rata-rata pada warna 4,26, aroma 2,3, tekstur 3,43 dan rasa 4,2. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa selai kulit buah naga yang disukai narasumber panelis adalah perlakuan kedua yaitu MS2 dengan penambahan 350 gr kulit buah naga merah baik dari segi warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hipotesis penelitian ini diterima dibuktikan dari HI diterima karena terdapat pengaruh karakteristik organoleptik dan daya terima serta mutu simpan terhadap selai dengan penambahan kulit buah naga. Kepada peneliti berikutnya disarankan untuk melakukan penelitian kandungan gizi yang terdapat pada selai kulit buah naga merah (Hylocereus Polyrhizus).Kata Kunci : Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus), Selai.
STANDARISASI RESEP SUMPIA ABON IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER KANAGURTA) DENGAN PENAMBAHAN REMPAH ANDALIMAN (ZANTHOXYLUM ACANTHOPODIUM, DC.) Irawati, Irawati; Kamal, Rahmi; Sufiat, Suryati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andaliman adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di kabupaten Aceh Tengah. Masyarakat biasa mengolah rempah andaliman menjadi bumbu masakkan, selain itu, rempah andaliman juga dapat dijadikan penambah rasa dan pengawet makanan. Tujuan penelitian (1) Menstandarisasikan resep  (2) mengetahui daya terima sumpia dan (3) mengetahui daya simpan sumpia abon ikan kembung dengan penambahan rempah andaliman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji pengamatan yang dilakukan oleh 6 orang narasumber dan uji penerimaan yang diuji kepada 30 orang panelis konsumen. Data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata dari total yang diperoleh dari narasumber, uji penerimaan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur. Berdasarkan pengamatan oleh narasumber diketahui bahwa sumpia abon ikan kembung dengan penambahan rempah andaliman yang disukai adalah perlakuan kedua (A02) dari segi warna 23.5, aroma 23.5, rasa 24 dan tekstur 23.5. Hasil analisi penerimaan konsumen menunjukan bahwa sumpia abon ikan kembung dengan penambahan rempah andaliman yang disukai adalah perlakuan kedua (A02) dengan nilai rata-rata warna 4.2, aroma 4.1, rasa 4.4 dan tekstur 4.7. Kesimpulan dari penelitian ini (1) resep standar sumpia abon ikan kembung dengan penambahan rempah andaliman terdapat pada kode A02, (2) sumpia yang disukai narasumber dan konsumen adalah perlakuan kedua (A02) baik dari segi warna, aroma, rasa dan tekstur, (3)  daya simpan sumpia abon ikan kembung yang terbaik terdapat pada sumpia dengan kode A03 yaitu selama 12 hari. Hasil uji hipotesis pada produk sumpia bahwa H1 diterima karena adanya terjadi pengaruh terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur  serta daya simpan setelah penambahan rempah andaliman berdasarkan hasil uji penerimaan dan pengamatan.Kata kunci : sumpia, abon, ikan kembung, rempah andaliman