Rifqi Hidayat, Rifqi
Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

TINJAUAN HUKUM KONTRAK SYARIAH TERHADAP KETENTUAN FORCE MAJEURE DALAM HUKUM PERDATA Hidayat, Rifqi; Komarudin, Parman
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/sy.v17i1.1908

Abstract

Salah satu perbedaan utama antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada akadnya, bahwa bank konvensional memakai kontrak hutang dengan bunga yang diharamkan sedangkan bank syariah hanya menggunakan akad-akad yang diperbolehkan oleh Islam. Dalam setiap akad tersebut, terdapat berbagai klausul yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan akad, salah satunya adalah klausul force majeure, yaitu klausul tanggap bencana atau musibah yang bersifat preventif untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sayangnya, saat ini klausul force majeure tersebut sepenuhnya mengacu kepada hukum perdata dan kontrak konvensional, dan belum ada aturan spesifiknya dalam Islam. Oleh karena itu, perlu ada kajian khusus untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap klausul force majeure tersebut.Kata Kunci : Force Majeure, Hukum Perdata
Kontribusi Mathematics Anxiety terhadap Kemampuan Akademik Mahasiswa pada Pembelajaran Kalkulus Hidayat, Rifqi
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 2, No 2 (2018): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jnpm.v2i2.847

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara mathematics anxiety dengan kemampuan akademik mahasiswa tingkat awal. Penelitian ini didasari oleh performa sebagian besar mahasiswa awal program studi pendidikan matematika masih merasa cemas ketika berhadapan dengan persoalan matematika dalam pembelajaran kalkulus diferensial. Sehingga ketika pembelajaran berlangsung maupun ketika menghadapi persoalan kalkulus, muncul ketidaknyamanan yang dirasakan oleh mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik korelasi, Metode ini digunakan untuk melihat seberapa kuat dan seberapa besar pengaruh mathematics anxiety terhadap kemampuan akademik mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan matematika tahun akademik 2016/2017 di FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon, sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 20 mahasiswa yang mengontrak mata kuliah Kalkulus Diferensial. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala mathematics anxiety. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara mathematics anxiety dengan kemampuan akademik mahasiswa, serta mathematics anxiety memberikan kontribusi sebesar 35% terhadap kemampuan akademik mahasiswa, dan 65% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian.Kata kunci: Kontribusi, Mathematics Anxiety dan Kemampuan Akademik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN SELF CONCEPT SISWA MTs Susilawati, Sri; Hidayat, Rifqi
PYTHAGORAS Vol 5, No 1 (2016): PYTHAGORAS JOURNAL
Publisher : PYTHAGORAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.356 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis dan self concept matematis siswa MTs dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan self concept matematis siswa MTs yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Scientific dengan pembelajaran secara konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan Nonequivalent Control Group Design dan teknik pengambilan sampelnya adalah Sampling Purposive. Populasinya adalah siswa kelas VII MTs Al Hidayah Pasuruan Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian melibatkan siswa kelas VII yaitu 30 siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B yang berjumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan berpiktr kritis matematis dan lembar observasi siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-Test . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan self concept siswa MTs yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Scientific lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya secara konvensional.Kata Kunci : Model Scientific, kemampuan berpikir kritis matematis, dan self conceptThis research background is caused by the low of the critical thinking and mathematical self concept of the students of MTs in the learning. The objective of the research is to know the difference of the increasing of the critical thinking competence and mathematical self concept of the students MTs by using scientific learning model and conventional learning model. This research is is quasi-experiment. The design of the research is Nonequivalent Control Group Design, and the technique of the collecting data is Sampling Purposive. The population of the research are the seven grade students of MTs Al-Hidayah Pasuruan Kabupaten Cirebon in the Academic Year 2014/2015 . The sample of the research are 30 students of the seven grade A as the experiment class, and 30 students of the seven grade B as the control class. The instruments of the research are the competence test of the mathematical critical thinking and observation sheets. The data were analized quantitatively and qualitatively. The quantitative data were analized by using Independent sample t-Test. The result of the research show that the use of the scientific learning model is better than conventional learning model in the increasing of the mathematical critical thinking competence and self-concept of the students of MTs Al-Hidayah Pasuruan Kabupaten Cirebon.Keywords : Scientific model, mathematical critical thinking competence, self concept
ANALISIS PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA MTs LEWAT PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN SOFTWARE GEOGEBRA BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA Hidayat, Rifqi; Nurrohmah, Nurrohmah
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.525 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa MTs dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan pemahaman konsep matematis siswa MTs yang pembelajarannya menggunakan model Problem Based Learning Berbantuan Software Geogebra dengan pembelajaran secara konvensional ditinjau dari secara keseluruhan siswa dan Kemampuan Awal Matematika (Atas, Tengah, dan Bawah). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan Nonequivalent Control Group Design dan teknik pengambilan sampelnya adalah Sampling Purposive. Populasinya adalah siswa kelas VII MTs Nurul Huda Munjul Kabupaten Cirebon Tahun Pelajaran 2014/2015. Sampel penelitianmelibatkan siswa kelas VII yaitu 36 siswa kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D yang berjumlah 32 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan lembar observasi siswa. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-Test dan Anova dua jalur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa MTs yang pembelajarannya menggunakan model Problem Based Learning Berbantuan Software Geogebra lebih baik ditinjau dari secara keseluruhan siswa, namun tidak lebih baik ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika (KAM).
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP Hidayat, Rifqi; sumliyah, Sumliyah; Indriyani, Indriyani
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.228 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v6i2.2232

Abstract

The research is based on the law of critical thinking and the less of the students’s activation in learning process. The research objective is to know the improvement of critical thingking which the learning process used is ASSURE learning model with conventional learning. The research is Quasi Experimental research.The research design is used Nonequivalent Control Group Design and sample collection technique is Sampling Purposive .The population in the research is the students of class 8th  SMPN 1 Sumber Kabupaten Cirebon, academic year 2017/2018. The sample of the research is the 8th qraders 36 th student class 8th D is classes eksperimental and 38 th student class 8th F is classes control. Based on the result of the difference of the average of post-test using the test of Independent Sample T-Test equals sig (2 tailed) score 0,000 < 0,05 means H0 rejected. And then the difference of the average using of N-gain using the test of Independent Sample t-test equals sig score (1 tiled) 0,0005 < 0,05 means H0 rejected. On the other hard, based on the result of questionnaire using the test of Mann Whitney U-Test eguals Asymp. Sig(2 tailed) 0,000 < 0,5 means H0 rejected. The research result shows that: The improvement of critical thinking skill which is using ASSURE learning model is better than the students who are learning by conventional learning process.Key Words: ASSURE, Critical Thinking
PROFIL BERPIKIR SISWA SMP DALAM PROBLEM POSING BERDASARKAN GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT-FIELD INDEPENDENT HIDAYAT, RIFQI
MATHEdunesa Vol 5, No 3 (2016): Jurnal MathEdunesa Volume 5 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Problem posing menempati posisi yang strategis dalam pembelajaran matematika, problem posing dikatakan sebagai inti terpenting dalam disiplin matematika karena dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Problem posing yang digunakan pada penelitian ini adalah problem posing tipe post solution posing, dimana siswa mengajukan masalah setelah memecahkan suatu masalah. Salah satu yang harus diperhatikan pada siswa dalam mengajukan masalah adalah proses berpikir, karena setiap siswa memiliki cara yang berbeda-beda dalam menerima informasi, mengolah informasi, dan menarik kesimpulan. Hal ini disebabkan adanya gaya kognitif pada siswa. Gaya kognitif yang memiliki hubungan dengan cara berpikir siswa dalam mengajukan masalah adalah gaya kognitif field dependent-field independent. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yag dilaksanakan di kelas VIII-A SMP Negeri 4 Surabaya tahun ajaran 2015/2016. Berdasarkan hasil GEFT, siswa dikelompokkan gaya kognitifnya. Dari 38 siswa, 7 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan memiliki gaya kognitif field dependent, serta 8 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan memiliki gaya kognitif field independent. Setelah dikelompokkan siswa diberikan tes pengajuan masalah, selanjutnya dikelompokkan bedasarkan kriteria. Bedasarkan hasil kedua tes tersebut terpilih 8 siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa subjek gaya kognitif field dependent, pada tahap menerima informasi, subjek membaca lebih dari satu kali untuk dapat memahami informasi yang diberikan. Dalam menjelaskan informasi yang dipahami, subjek memerlukan petunjuk tambahan untuk menjelaskan. Pada tahap mengolah informasi, subjek mengaitkan materi yang dipahami sebelumnya dengan informasi yang diberikan saat mengajukan masalah. Dalam menyelesaikan masalah, subjek mencoba menghitung setiap kemungkinan yang ada. Saat mengajukan masalah, subjek langsung membuat soal dengan membuat topik dulu kemudian mempersiapkan hal yang diperlukan untuk membuat soal. Ide untuk membuat soal, subjek mendapatkannya dengan melihat masalah yang telah diselesaikan. Pada tahap menarik kesimpulan, subjek mengajukan masalah berdasarkan informasi yang diterima di awal. Subjek memeriksa kembali soal yang dibuat beserta jawabannya. Sedangkan subjek gaya kognitif field independent, pada tahap menerima informasi, subjek membaca lebih dari satu kali untuk dapat memahami informasi. Subjek menjelaskan informasi yang dipahami berdasarkan pendapatnya sendiri. Pada tahap mengolah informasi, subjek mengaitkan materi yang dipahami sebelumnya dengan informasi. Pada saat menyelesaikan masalah, subjek menggunakan cara memilih kemungkinan yang mendekati pada jawaban benar untuk dihitung. Dalam mengajukan masalah, subjek mempersiapkan beberapa hal terlebih dahulu kemudian menentukan topik soal. Ide yang didapatkan untuk membuat soal berasal dari dirinya sendiri. Pada tahap menarik kesimpulan, subjek mengajukan masalah berdasarkan informasi yang diterima di awal. Subjek memeriksa kembali soal yang dibuat beserta jawabannya. Kata Kunci:Problem posing, Problem posing tipe post-solution, Berpikir, Gaya kognitif field dependent-field independent. Abstract Problem posing occupies a strategic position in mathematics, problem posing is the most important details in the disciplines of mathematics and mathematical reasoning in the nature of thinking because it can help students to improve their ability to solve problems. Type of problem posing were used in this study is post solution posing, where students pose a problem after solve a problem. One of the important things that must be attended in posing the problems is thinkinh process, because every student has a different way to receive information, process information, and make conclusions. It’s because of students' cognitive styles. Cognitive style that has a relationship with the students’ thinking in pose problems is the field dependent-field independent cognitive styles. This research is descriptive research with qualitative approach was carried out of VIII-A of SMPN 4 Surabaya year 2015/2016. Based on the result of GEFT, students are grouped based on their cognitive style. For 38 students, seven male students and thirteen female students have a field dependent cognitive style, while eight male students and ten female students have a field independent cognitive style. After they are grouped, students are given problem posing test, then regrouped based on category. Based on the results of the two tests was selected 8 students as research subjects. The results showed that the subjects who had a field dependent cognitive style, at the stage of receiving the information, the subject received information by reading more than once to be able to understand the information provided. In explaining the information that is understandable, subjects require additional instructions to be able to describe the information that is understood. Atprocessing information stage, the subjects connect previously topic that is understood with the information provided when posing the problem. Subjects are able toexplain things those are remembered from the topic. In solving the problem, subjects use method by trying to calculate every possibility that exists. When posing the problems, subjects pose the problem by create the topic first and then prepare the necessary things to pose the problem. The idea to pose the problem, subjects get by see the questions that have been resolved at the earliest. At the make conclusion stage the subjects pose a problem based on the information received at the beginning. The subject also re-examine the problem that is posed and the answers. While the subjects which have the cognitive style of field independence, at the stage of receiving the information, the subjects received information by reading more than once to be able to understand the information provided. Subjects are able to explain the commands on the problem posing test, those are solve and pose the problems. Besides, subjects are able to describe the information that is understood by their opinion, without any difficulties when explaining. At the stage of processing information, the subjects connect previously topic that is understood with the information provided when posing the problem. Subjects are able toexplain things those are remembered from the topic. When solve the problem, the subjects use the method of choosing possibility that is approaching the correct answer to be counted, then analyze each of those possibilities. In posing the problem, subjects prepare a few things first, such as create the answers and determine the unit value of the things, and then determine the topic of problem. The idea for pose the problem is from himself. At the stage of concluding the subjects pose a problem based on the information received at the beginning. Subjects re-examine the problem which is posed and the answer. Keywords: Problem posing, Problem posing type post solution, thinking, field dependent-field independent cognitive styles
TINJAUAN HUKUM KONTRAK SYARIAH TERHADAP KETENTUAN FORCE MAJEURE DALAM HUKUM PERDATA Hidayat, Rifqi; Komarudin, Parman
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/sy.v17i1.1908

Abstract

Salah satu perbedaan utama antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada akadnya, bahwa bank konvensional memakai kontrak hutang dengan bunga yang diharamkan sedangkan bank syariah hanya menggunakan akad-akad yang diperbolehkan oleh Islam. Dalam setiap akad tersebut, terdapat berbagai klausul yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan akad, salah satunya adalah klausul force majeure, yaitu klausul tanggap bencana atau musibah yang bersifat preventif untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sayangnya, saat ini klausul force majeure tersebut sepenuhnya mengacu kepada hukum perdata dan kontrak konvensional, dan belum ada aturan spesifiknya dalam Islam. Oleh karena itu, perlu ada kajian khusus untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap klausul force majeure tersebut.Kata Kunci : Force Majeure, Hukum Perdata
KONTRIBUSI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH hidayat, Rifqi; -, Saerah
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.707 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v6i1.1559

Abstract

Penelitian ini mengkaji akan kemampuan berpikir kritis matematis siswa MTs setelah diterapkannya model pembelajaran project based learning pada pembelajaran matematika. Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa MTs dan kurangnya keaktifan siswa MTs dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan serta peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model Project Based  Learning dengan pembelajaran secara konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs NU Putra 1 Buntet Pesantren tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 32 siswa pada kelas VII C dengan penerapan model pembelajaran Project Based  Learning dan sebanyak 30 siswa pada kelas VII A dengan pembelajaran secara konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Project Based Learning lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang pembelajarannya secara konvensional; (2) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan penerapan model pembelajaran Project Based Learning lebih baik daripada peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang pembelajarannya secara konvensional. Keywords : Project Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis Matematis.
KONTRIBUSI MATHEMATICS ANXIETY TERHADAP KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN KALKULUS Hidayat, Rifqi; Rahmatudin, Jajang
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2018.8.2.2496

Abstract

This reseach comprehending on the relation between mathematics anxiety and the academic competence of the first level students. This research is constituted by the performance of most students of the early study program of mathematics education still feel anxiety when dealing with mathematical problems in the learning of calculus, the emerging discomfort felt by the students. The method of this research is survey with corelation technique. The use of this method is to see how strong and how far the influence of mathematics anxiety on the students academic competence. The population of this research is the students of Mathematics Department faculty of teacher training and education in  Muhammadiyah University of Cirebon in the academic year 2016/2017. The sample of the research is purposive sampling which consists of 20 students who contracted differential calculus subject. The instrument  used in this research is mathematics anxiety scala. The result of the research shows that there is a negative relation between mathematics anxiety and students’ academic competence. The mathematics anxiety gives a contribution 35% to the students’ academics competence, and 65% influenced by other factors not examined in this study.
PENGGUNAAN MEDIA BATU BERWARNA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI PEMBAGIAN SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II SDN II PABUARANWETAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Hidayat, Rifqi; Asyah, Nur; Lusianah, Pipit
Jurnal PGSD Vol 4 No 01 (2018): Januari-Juni
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v4i01.586

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika, dan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika siswa dengan menggunakan media pembelajaran batu berwarna di kelas II SDN II Pabuaranwetan Kabupaten Cirebon. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SDN II Pabuaranwetan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 19 siswa. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Model Kemmis Dan MC Taggart, dengan tahapan penelitian yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi Guru, lembar observasi Siswa, dan lembar tes. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif.Adapun hasil penelitian diperoleh bahwa, penggunaan media batu berwarna dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas II SDN II Pabuaranwetan Kabupaten Cirebon, khususnya materi pembagian, yang dibuktikan dengan presentase ketuntasan hasil belaj ar siswa pada siklus I mencapai 68,42%, atau 13 siswa yang tuntas belajar dan 31,58%, atau 6 siswa belum tuntas, dan pada siklus II presentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat menjadi 94,74%, atau 18 siswa tuntas belajar dan 5,26%, atau 1 siswa belum tuntas.Kata Kunci: Media Batu Berwarna dan Hasil Belajar Matematika