Articles

Found 8 Documents
Search

PERKEMBANGAN EKONOMI DAN ADMINISTRASIPADA MASA BANI UMAYYAH DAN BANI ABBASIYAH farah, naila
Al Amwal Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Al Amwal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.013 KB)

Abstract

ABSTRAKSektor pembangunan di bidang ekonomi merupakan masalah sentral dalam pembangunan suatu negara. Ia dapat dikatakan sebagai tulang punggung atau bahkan jantung dari kehidupan suatu negara. Tanpa didukung oleh ekonomi yang kuat, mustahil suatu negara dapat melaksanakan pembangunan-pembangunan di bidang yang lain secara baik dan sempurna.Perkembangan perekonomian pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah secara umum sudah mulai meningkat dibanding dengan masa sebelumnya. Meningkatnya perekonomian yang membawa kepada kemakmuran rakyat pada dinasti ini, sebenarnya tidak terlepas  dari kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dilakukan khalifah, di samping dukungan masyarakat terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan tersebut.Dalam masa permulaan pemerintahan Bani Abbasiyyah, pertumbuhan ekonomi (economic growth) dikatakan cukup stabil dan menunjukkan angka vertikal. Devism negara berlimpah-limpah, uang masuk lebih banyak dari pada pengeluaran.  Khalifah al-Mansur merupakan tokoh ekonom Abbasiyyah yang telah mampu meletakkan dasar-dasar yang kuat dalam bidang ekonomi dan keuangan negara. Keutamaan al-Mansur dalam menguatkan dasar Daulah Abbasiyyah dengan ketajaman pikiran, disiplin, dan adil adalah sama halnya dengan Khalifah Umar ibn Khattab dalam menguatkan Islam. Kata Kunci : Bani Umayah, Bani Abbasiyah, Ekonomi dan Administrasi
MENGENAL KITAB-KITAB HADIS Farah, Naila
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 2, No 01 (2014)
Publisher : Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.146 KB)

Abstract

Hukum Islam bertumpu pada dua sumber yang utama yaitu Al-Quran dan al-H}adis. Hadis| Rasulullah yang kita pelajari dan kita amalkan pada saat ini adalah yang ditulis oleh para ulama muhaddis|in dalam berbagai kitab. Keberadaan kitab-kitab Hadi<s|| ini bagi kaum muslimin memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting karena menyangkut kelangsungan ajaran Islam.Seseorang akan dapat mencintai sesuatu bila ia telah mengenalnya dengan baik, maka dengan memperkenalkan kitab-kitab Hadis diharapkan akan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta pengamalan terhadap isinya. Untuk melengkapi pengenalan kitab tersebut dalam buku ini perlu diungkapkan biografi singkat para penulisnya.
AKTUALISASI SYAHADAT DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI JAMA’AH ASY-SYAHADATAIN DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA MUNJUL CIREBON Hakim, Lukman; Fatimah, Siti; Farah, Naila
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017): VOL 3, NO 1 2017
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.788 KB) | DOI: 10.24235/jy.v3i1.2130

Abstract

Abstrak: Aktualisasi syahadat dalam kehidupan sering kali dijumpai dengan melaksanakan semua syariat Islam saja, dan yang sering digemborkan adalah shalat. Jama’ah Asy-Syahadatain sendiri meyakini bahwa umat Islam banyak yang meninggalkan syahadat, terutama dalam hal ikrarnya. Jama’ah Asy-Syahadatain juga memahami syahadat sebagai wadah empat prinsip tasawuf (syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat). Keempat prinsip ini ada dalam tiga tingkat syahadat, yaitu ; syahadat z}ahir, syahadat bat}in, dan kemudian syahadat sirr yang merupakan syahadat sejati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktualisasi syahadat dalam kehidupan sehari-hari diJama’ah Asy-Syahadatain di Pondok Pesantren  Nurul Huda Munjul Cirebon. Sebelum itu penelitian ini menjelaskan makna dan manifestasi syahadat dalam Jama’ah Asy-Syahadatain di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif yang penulis gunakan adalah kualitatif deskriptif (kualitatif fenomenologis) yaitu metode penelitian kualitatif yang menjelaskan dan mengungkap makna konsep dan pengalaman. Hasil penelitian : syahadat adalah sumpah yang berarti harus tetap diingat dengan cara konsisten mengikrarkannya. Ketika ikrar disertai s}alawat karena ini merupakan tanda kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan tanda keseriusan dalam bersyahadat. Makna dan manifestasi syahadat pun harus dipahami agar menjadi pegangan dan tuntunan dalam kehidupan. Aktualisasi syahadat dalam kehidupan melalui 3 tahap manifestasi yaitu : syahadat z}ahir, syahadat bat}in, dan syahadat sirr. Syahadat z}ahir adalah aktualisasi syahadat dalam kehidupan melalui konsisten ikrar dan menjalankan semua syariat Islam dan sunah-sunah Rasulullah SAW. Syahadat bat}in adalah aktualisasi dalam tarekat syahadat yang melalui baiat syahadat terlebih dahulu. Kemudian syahadat sirr adalah aktualisasi syahadat sejati di mana manusia sudah dalam tahap kesatuan dengan Allah yakni selalu eling (makrifat) Allah dan meneladani Rasulullah SAW serta memberi manfaat bagi sesama. Kata Kunci : makna, manifestasi, syahadat z}ahir, syahadat bat}in, syahadat sirr, dan aktualisasi
POLA PEMIKIRAN KELOMPOK TRADISIONALIS DAN MODERNIS DALAM ISLAM Farah, Naila
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.501 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i1.884

Abstract

Islam sebagai suatu agama mempunyai satu karakteristik yang khas yang membedakannya dengan agama lainnya. Karakteristik ini yang kemudian membawa satu identitas yang jelas pada pemeluknya yang disebut kemudian sebagai muslim. Meskipun begitu, dalam kenyataannya bahwa tidak semua muslim mempunyai cara pandang dan kesimpulan yang sama ketika menafsirkan ajaran Islam. Sering kali ditemukan perbedaan di antara umat Islam mulai dari hal yang bersifat kecil sampai pada hal yang besar sekalipun. Hal yang demikian kemudian melekatkan sejumlah sifat dan penamaan terhadap corak pemikiran umat Islam itu. Tulisan ini berupaya memetakan pola pemikiran yang ada di dalam umat Islam dengan segala karateristik yang ada di dalamnya. Kesimpulannya bahwa penulis setidaknya menemukan bahwa pemikiran muslim dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu pola pemikiran muslim tradisionalis dan pola pemikiran muslim modernis yang masing-masing mempunyai ciri dan karakteristiknya masing-masing.Kata Kunci: Islam, Pola Pemikiran, Tradisionalis, Modernis
DAKWAH REVOLUSIONER MUHAMMAD BIN ABD AL-WAHHAB UNTUK PEMURNIAN AJARAN ISLAM Farah, Naila
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017): VOL 3, NO 1 2017
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.367 KB) | DOI: 10.24235/jy.v3i1.2037

Abstract

Abstrak: Pada kurun waktu abad ke 18 M peradaban Islam sedang mengalami stagnasi, kejumudan dan bahkan kemunduran. Umat Islam banyak yang melakukan bidah dan khurafat, suatu perbuatan yang menyimpang dari Aqidah Islam. Muhammad bin Abd al-Wahhab mencoba dengan kreativitas pemikirannya membedah persoalan tersebut melalui ide-idenya untuk memurnikan akidah umat Islam yang telah menyimpang dari ajaran tauhid. Tulisan ini memapaparkan apa sebenarnya yang dilakukan oleh Muhhamad bin Abd al-Wahhab dalam melakukan dakwah untuk meluruskan akidah umat yang telah menyimpang tersebut, dan bagaimana sebenarnya pemahaman serta respon para pengikut Muhammad bin Abd al-Wahhab terhadap ajaran/paham yang dianut oleh Muhammad bin Abd al-Wahhab dalam melakukan dakwah tersebut, karena Muhammad bin Abd al-Wahhab sendiri dalam melakukan dakwahnya ternyata tidak pernah seradikal para pengikutnya.Kata-kata Kunci : Muhhamd bin Abd al-Wahhab, Gerakan Wahabiyyah, purifikasi Islam, gerakan fundamentalisme, dakwah revolusioner.
FITRAH DAN PERKEMBANGAN JIWA MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZALI Farah, Naila; Novianti, Cucum
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.278 KB) | DOI: 10.24235/jy.v2i2.1249

Abstract

Abstrak: Pembahasan mengenai manusia berupakan sesuatu yang tidak pernah tuntas. Berbagai pengetahuan dimunculkan oleh para peneliti manusia dan telah melahirkan berbagai bidang kajian tentang manusia. Semua itu dilakukan untuk mengetahui hakekat manusia itu sendiri, sehingga dapat memberikan makna dan menjadikan satu motivasi untuk menjalani kehidupan ini. Di antara yang menjadi topik bahasan tentang manusia adalah berkaitan dengan fitrah dan jiwa. Di dalam dunia modern dua hal itu dibahas dalam satu ilmu yang disebut dengan psikologi. Namun ternyata apa yang telah dilakukan oleh psikologi ternyata sebelumnya telah ada dan berkembang di dalam tradisi keilmuan umat Islam. Salah satunya dalam kajian filsafat Islam dan tasawuf. Atas dasar itu, tulisan ini akan berupaya membahas pemikiran salah satu filosof muslim, yang juga seorang sufi, yaitu Imam Al-Ghazali. Dengan tujuan bahwa akan melihat dan menemukan relevansinya berkenaan dengan teori fitrah dan jiwa yang berkembang saat ini. Kata Kunci: Fitrah, Jiwa, Psikologi, Tasawuf
Nilai-Nilai Filosofis dalam Tradisi Rajaban di Kesultanan Kanoman Cirebon Farah, Naila
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol 16 No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.333 KB) | DOI: 10.24090/ibda.v16i2.1346

Abstract

Cirebon is one of the centers of Islamic civilization in the past. This is at least evidenced by the founding of the Sultanate of Cirebon in the 15th century AD. The Sultanate of Cirebon plays a major role in spreading Islam in the western region of Java. Under the Sultanate of Cirebon Islamic traditions grow and flourish in society. Although the Sultanate of Cirebon split into two parts namely Kasepuhan Sultanate and Kanoman Sultanate, but the traditions are still preserved. Among these traditions is the tradition of Rajaban, a tradition that is held on 27 Rajab each year which aims to commemorate the events of Isra Mi’raj Prophet Muhammad SAW. Implementation of Islamic tradition in Cirebon is currently getting a pretty fierce challenge both from Islamic circles themselves, i.e. from the purification of Islam, as well as from the flow of globalization that tends to leave something that is considered ancient and traditional. This paper shows that the Rajaban tradition is still preserved by Kanoman Sultanate and Cirebon people. The procession of the Rajaban tradition itself is done with the core event of the reading of Isra Mi’raj chronicle, which is delivered in the old Cirebon language. The tradition of Rajaban can survive in the midst of various obstacles because it is still considered to have value by the community. The values include a pleasure value, vital value, spiritual value and value of holiness.
ANALISIS HERMENEUTIKA DILTHEY TERHADAP PUISI DOA KARYA AMIR HAMZAH Farah, Naila
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 5, No 1 (2019): Analisis Filsafat, Agama, dan Kemanusiaan
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.759 KB) | DOI: 10.24235/jy.v5i1.4512

Abstract

ABSTRAKHermeneutika Dilthey sebagai geisteswissenschaften yaitu dasar bagi ilmu-ilmu sosial humanistis yang memahami ekspresi kejiwaan manusia, dengan tidak hanya melihat dari aspek psikologis sang pengarang namun juga menyertakan variabel sejarah. Ia melihat peristiwa sejarah sebagai sarana untuk menangkap manusia sebagai makhluk berfikir, merasa, berkehendak, dan mencipta yang hidup di dalam arus kehidupan. Maka tujuan dari penggunaan teori hermeneutika Dilthey dalam tulisan ini yaitu kita Memahami puisi Doa karya Amir Hamzah sebagai seorang manusia dengan pemikiran dan pengalamannya secara utuh.Kata Kunci: Hermeneutika, Dilthey,  Sastra, Amir Hamzah.