Articles

Found 21 Documents
Search

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA KEHIDUPAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN Hendri, Hendri; Darmawan, Cecep; Halimi, Muhammad
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 2 (2018): Pembelajaran, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.726 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i2.18476

Abstract

Generasi bangsa harus mampu mengimplementasikan nilai- nilai Pancasila sebagai pandangan hidup, hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara dan lembaga, salah satunya yaitu di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas pesantren dalam menanamkan nilai- nilai Pancasila pada kehidupan santri. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kesimpulannya adalah santri di pesantren Syaikhona Moh. Cholil Bangkalan menanamkan nilai-nilai Pancasila, sebagai sumber menjalin hubungan yang baik dengan sesamanya. Salah satunya melalui Pendidikan dan program- program pesantren yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.--------------------------------------------------------------Instilling  the values of Pancasila in the santri?s life in Islamic Boarding SchoolsThe young generation of the nation must be able to implement the values of Pancasila as a way of life. This can be done in various ways and institutions, one of which is in pesantren. This study aims to describe and analyze the activities of pesantren in instilling Pancasila values in the lives of santri. This type of research uses a qualitative approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation studies. The conclusion is the santri in the pesantren Syaikhona Moh. Cholil Bangkalan instilled the values of Pancasila, as a source of establishing good relations with each other. One of them is through education and pesantren programs that reflect the values of Pancasila.
PERAN PARTAI POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK KADER PEREMPUAN MELALUI PENDIDIKAN POLITIK Hariyanti, Hariyanti; Darmawan, Cecep; Masyitoh, Iim Siti
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 1 (2018): Pembelajaran, Hukum dan Politik
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.191 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i1.17659

Abstract

Partai politik mempunyai kewajiban yuridis dan moral untuk melaksanakan pendidikan politik khususnya memberdayakan kader perempuan di tengah minimnya partisipasi politik perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan penelitian melalui teknik non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala pendidikan politik kader perempuan, yakni (1) kendala internal, yang berasal dalam diri kader perempuan; (2) kendala eksternal, stereotip dalam konstruksi sosial budaya masyarakat; (3) keseriusan partai dalam memberdayakan kader perempuan; (4) kelemahan regulasi peraturan perundang-undangan. Partai politik melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kendala tersebut melalui pendekatan personal, menggagas konsep tanpa mahar politik; membentuk regulasi internal partai politik yang akomodatif terhadap kebutuhan perempuan.------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Political parties have moral as well as juridical obligation to conduct political education especially for women cadres in the low level of political participation among women. It was a qualitative research with descriptive method of explanation. The informant involved was selected with non-probability sampling, purposive sampling. The results reveal the obstacles faced by women cadres are (1) internal obstacles, coming from the cadres themselves; (2) external obstacles, coming from stereotype upholding by among cultural and society members; (3) the seriousness of political party to empower their own women cadres; (4) the weakness of the law concerning this issue. To overcome the problems, political parties is doing effort such as personal approach, politic without political ?bride price? (mahar politik), issuing internal regulation accommodative to the needs of women.
PENGEMBANGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL REMAJA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI KOTA BANDUNG Darmawan, Cecep; Silvana, Hana; Zaenudin, Heni Nuraeni; Effendi, Ridwan
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 7, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v7i2.21163

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi Internet, membuat remaja menjadi kelompok digital native karena mereka tidak perlu diajari cara menggunakan teknologi tersebut. Kelompok remaja ini menjadi sasaran utama dalam literasi digital karena (1) dianggap paling rentan, dan (2) diharapkan menjadi agen perubahan untuk mengatasi berbagai problem masyarakat digital. Interaksi di dunia maya biasanya lebih mempererat hubungan juga dapat pula merenggangkan hubungan yang sudah terjalin. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pengembangan hubungan interpersonal remaja dalam penggunaan media sosial menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap remaja mempunyai banyak identitas atau akun di media sosial, baik pada akun asli maupun akun palsu. Pada kenyataannya terdapat perbedaan antara pribadi di dunia nyata dengan pribadi di dunia maya. Efektivitas komunikasi interpersonal dipengaruhi oleh seberapa besar keterbukaan dari remaja yang sedang berinteraksi, sehingga dapat meningkatkan hubungan antar personal remaja tersebut, menjadi lebih dekat dan erat walaupun mereka berkomunikasi dengan menggunakan media sosial. Sikap remaja pada saat beriteraksi dengan orang lain dipengaruhi faktor eksternal dan faktor internal berupa kecerdasan emosional dan kepercayaan diri. Remaja membutuhkan pengembangan hubungan antar personal dalam berkomunikasi menggunakan media sosial.
PROTES SOSIAL DALAM KOMUNIKASI POLITIK DI ERA DIGITAL MELALUI CIVIC COMMUNITY PADA MAHASISWA Hidayah, Yayuk; Sapriya, Sapriya; Darmawan, Cecep; Malihah, Elly
Jurnal Studi Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.495 KB) | DOI: 10.25139/jsk.v4i1.1964

Abstract

civic community pada mahasiswa sering kali belum mendapat perhatian yang intens dari akademisi terutama dalam kontribusinya terhadap pembentukan warga negara yang baik. Sementara era terus berkembang dan civic community pada mahasiswa terus berubah dengan mengarah pada penekanan fungsi sebagai wadah dalam membina mahasiswa agar memperoleh/menambah keterampilannya di luar kelas. Riset ini berfokus pada protes sosial dalam komunikasi politik digital melalai civic community pada mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi. Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa protes sosial dalam komunikasi politik digital melalui civic community pada mahasiswa mempunyai bebrbagai skema. Media sosial sebagai tempat dalam mengekpresikan pesan-pesan politik mempunyai andil dalam menyediakan tempat untuk dapat aktif sebagai individu.
Moral Character and Responsibilityfor Semende Peoplein Ulu Danau, South Sumatera Setiawan, Hatta; Darmawan, Cecep
Humaniora Vol 7, No 4 (2016): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v7i4.3603

Abstract

This research was aimed to know the values being implemented in the community to maintain the existence of the custom in Ulu Danau village in South of Sumatera province. The method applied was ethnography with a qualitative approach. Then, the data were collected by observtion, which would be analyzed and concluded. The results of the analysis and discussion show that Semende people in the village of Ulu Danau see the custom of Tunggu Tubang and Jenang Jurai as normal things to create the responsible character, and moral character that will be embodied in the implementation of Besundi, Besindat, and Besingkuh. The value of responsibility on Tunggu Tubang custom teaches the value of hard work, the message, honesty, and discipline. As for custom of Jenang Jurai, it is shown through the value of independence, democracy, fairness, and tolerance. Besundi Besindat Besingkuh show the values of mannerism and deportment. Last, it is seen as efforts by the people in the community to maintain the custom by giving the space and an emphasis on it. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN POLITIK DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEPEMIMPINAN LINTAS BUDAYA PADA GENERASI MUDA DEMI MEWUJUDKAN BUDAYA POLITIK PANCASILA (Studi Deskriptif terhadap Organisasi Kepemudaan Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat) Sanusi, Aris Riswandi; Darmawan, Cecep
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v25i1.3668

Abstract

The young generation is an essential element in a state life. The role of youth, as contained in Law of the Republic of Indonesia No. 40 Year 2009 on Youth that says "youths play an active role as a moral force, social control, and agents of change in all aspects of national development". However, the reality of the situation is that there has been a moral degradation and the decreasing of cross-cultural leadership character in the younger generation. Political education as what Ansor PW GP of West Java implemented is one of many attempts to form a cross-cultural leadership character in young generation in order to create Pancasila political culture.Keywords: political education, cross-cultural leadership, Pancasila political culture, Ansor PW GP of West Java.
REVITALISASI PARADIGMA KONSERVATIF PENDIDIKAN DEMOKRASI PADA PKN DENGAN INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN Batubara, Abdinur; Darmawan, Cecep
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.064 KB)

Abstract

Abstract : This article aimed to describe the conservative paradigm revitalization of democratic learning on civic education (PKn) direction using the Innovation of Digital Democracy Learning Media (IMPDD). The process using quantitative descriptive approach to the design of classroom action research. Data collection tools using techniques of observation and questionnaires. The study population is a class XI student of SMAN 1 Medan with samples of class XI-MIA 7. Results showed 99.3% of students (respondents) responded strongly agree on IMPDD. While teachers tutor (Respondent) gave a very good score at the interval IMPDD. Thus it can be a factor IMPDD imperative to build an effective learning paradigm Civics in schoolAbstrak : Kajian ini bertujuan mendeskripsikan revitalisasi paradigma konservatif pembelajaran demokrasi pada pendidikan kewarganegaraan (PKn) ke arah yang Innovatifdengan menggunakan Inovasi Media Pembelajaran Demokrasi Digital (IMPDD). Proses yang ada menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian tindakan kelas. Alat pengumpulan data menggunakan tehnik observasi dan angket. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA N 1 Medan dengan sampel kelas XI-MIA 7. Hasil kajian menunjukkan bahwa 99,3% siswa (responden) merespon sangat setuju pada IMPDD. Sedangkan guru pamong (responden) memberi skor sangat baik pada interval keberhasilan IMPDD. Dengan demikian maka IMPDD dapat menjadi faktor imperative untuk membangun paradigma pembelajaran PKn yang efektif di sekolah DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um019v2i22017p081
PERAN PEMUDA SEBAGAI PENERUS TRADISI SAMBATAN DALAM RANGKA PEMBENTUKAN KARAKTER GOTONG ROYONG Nur Bintari, Pramudyasari; Darmawan, Cecep
JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpis.v25i1.3670

Abstract

Currently youth behavior that is inconsistent with the character of the nation and the declining youth awareness of the splice. This study aims to obtain a picture of the implementation of mutual cooperation, shape, splice conservation efforts, associated with the formation of the youth character and know the community efforts to increase the appreciation of youth. The study used a qualitative approach, descriptive methods. Subjects were young, village, and community leaders. Data collection technique used observation, interview, and documentation study. Data were analyzed using data reduction, and conclusion. Results of the research is the role of youth as the next generation of tradition, study and understand the traditions, accompany the next generation in the process of understanding, implementation, and evaluation. The role of youth in the splice should be improved as a form of community service. Splice form is "sinoman", "ngecor", recitals, help-aids at the funeral home, and community service. Splice as a medium that can build youth paradigm of mutual cooperation. Community efforts to increase the appreciation of youth by creating a modern activity, understand youth with psychological condition, and creating entrepreneurship training.Keywords: youth, splice tradition, mutual cooperation, character.
PERUBAHAN UNSUR-UNSUR SENI PERTUNJUKAN RAKYAT SISINGAAN DI KABUPATEN SUBANG Darmawan, Cecep; Alya A, Mirna Nur; Saraswati N, Anindita
SOSIETAS Vol 6, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada seni pertunjukan rakyat sisingaan yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman. Terdapat perubahan pada unsur-unsur seni pertunjukan rakyat sisingaan yang mengarah pada perkembangan seperti unsur seni rupa dan busana pengusung yang dibuat semakin menarik dengan warna-warna yang cerah, unsur widitra (karawitan) dan sinden yang dikolaborasikan dengan alat musik modern seperti gitar dan bass, serta unsur gerak tari yang semakin kreatif dan seringkali dipadukan dengan atraksi yang dapat menghibur para penonton. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus ditinjau dari lingkup wilayahnya merupakan penelitian kasus yang hanya meliputi wilayah yang sempit namun dapat menggali lebih mendalam. Subjek penelitian ini ada kelompok seniman sisingaan Putra Jamparing Group yang berlokasi di Blok Cibogo, RT. 25/ RW. 06 Nomor 37 Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Kelompok seniman sisingaan Putra Jamparing Group merupakan kelompok seniman sisingaan yang telah berdiri sejak tahun 1997 dan hingga saat ini masih bertahan menjaga eksistensinya.  Kata Kunci: Perubahan Sosial dan Budaya, Seni Pertunjukan Rakyat Sisingaan.  
IMPLEMENTASI MODEL KADERISASI MAHASISWA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER UNGGUL DI MASJID SALMAN Najamunnisa, Anis; Darmawan, Cecep; Nurbayani K, Siti
SOSIETAS Vol 7, No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi muda merupakan generasi yang membutuhkan figur yang baik untuk menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku. Namun, keadaan moral mengalami kemerosotan, sehingga menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang dalam kehidupan sosial. Dalam hal ini, perlu adanya dasar pembinaan karakter, agar generasi muda tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal negatif, salah satunya melalui generasi muda terdidik mahasisiwa. Insan muda yang terdidik menjadi harapan agar menjadi benteng dan menularkan karakter unggul pada masyarakat. Dalam hal ini, Masjid kampus Salman ITB, memiliki tujuan untuk mendidik mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh ke dalam hal-hal yang negatif, salah satunya melalui kegiatan rutin program kaderisasi. Kaderisasi Salman yang bertujuan untuk mengkader mahasiswa agar dapat mewariskan nilai-nilai yang terkandung di Salman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan kepada gambaran mengenai kegiatan kaderisasi Salman dalam membangun kualitas karakter mahasiswa yang unggul. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Peneliti melakukan kegiatan wawancara mendalam dengan beberapa informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, melalui kegiatan kaderisasi Salman, mahasiswa dilatih untuk berpikir cara menyelesaikan permasalahan, tidak hanya menyelesaikannya namun harus memiliki visi jangka panjang. Kedua, model yang diterapkan dalam kegiatan kaderisasi Salman menggunakan model pembergaulan, dengan cara mengenalkan mahasiswa dengan sesamanya, memperkenalkannya dengan tokoh-tokoh inspiratif, agar dapat menularkan semangatnya, dan memberikan peran yang berupa tanggung jawab untuk dilaksanakan. Ketiga, upaya memonitoring peserta kaderisasi melalui kegiatan usroh (keluarga/mentoring) bagi mahasiswa yang berada di Bandung, dan memberikan buku saku untuk dilaporkan perkembangannya bagi mahasiswa di luar Bandung. Keempat, kendala yang dihadapi dalam kegiatan kaderisasi Salman diantaranya kurangnya koordinasi antarpanitia, kurangnya sarana dan prasarana, dan perubahan cuaca yang sulit di prediksi. Adapun solusi yang dilakukan diantaranya memperbaiki kembali koordinasi antarpanitia, memperbaiki dan mengganti sarana dan prasarana yang rusak, dan panitia serta peserta diingatkan agar lebih sigap saat menghadapi perubahan cuaca..