Ade Agung Harnawan, Ade Agung
Program Studi Fisika, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

DESAIN DAN FABRIKASI ALAT UKUR KADAR GAS METANA (CH4) PADA LAHAN GAMBUT MENGGUNAKAN SENSOR TGS2611 BERBASIS ATMEGA8535 Sugriwan, Iwan; Rachmattulah, Adi; Soesanto, Oni; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Neutrino Vol 8, No 1. Oktober (2015): JURNAL NEUTRINO
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.475 KB) | DOI: 10.18860/neu.v0i0.3165

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pembuatan sistem alat ukur kadar gas CH4 dan pengukuran kadar gas CH4 di lahan gambut. Sistem alat ukur terdiri dari rangkaian catu daya, sensor TGS2611, voltage follower, mikrokontoler ATMega8535, LCD karakter 16x2 dan komputer. Sensor TGS2611 dikalibrasi dengan gas metana yang dihasilkan dari reactor biogas, sehingga diperoleh proporsi konsentrasi gas metana dan tegangan. Microkontroler ATMega 8535 merupakan perangkat yang mengendalikan semua bagian dalam sistem alat ukur ini. Basic Compiler merupakan perangkat lunak yang bertanggung jawab untuk ambil data sensor, menghitung persamaan karakteristik, mengirim data ke LCD 16 x 2. Untuk mengartar muka antara sistem alat ukur dengan komputer menggunakan bahasa pemrograman Delphi.7. Hasil pengukuran dapat ditunjukkan secara terus menenrus, waktu nyata dan pencatatan otomatis. Pengukuran  kadar gas CH4 pada lahan gambut menggunakan chamber berukuran 60 x 50 x 40 cm. Chamber berfungsi untuk memerangkap emisi gas CH4 pada lahan gambut. Pengukuran dilakukan selama 2 jam menghasilkan perubahan konsentrasi gas CH4 dari rentang 237 ppm sampai 295 ppm. Data hasil pengukuran disimpan dalam file dengan format *.xlsx.
PENGUKURAN DIMENSI LUAR, DALAM SERTA TEBAL RELATIF DIVAIS ELEKTRONIK MEMORI USB MENGGUNAKAN CITRA RADIOGRAFI Harnawan, Ade Agung; Oktivasari, Prihatin
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v10i2.2639

Abstract

ABSTRACT: Radiographic imaging has been done for profile aluminium witharrange in steps and 5 USB memory to measure the dimension inner and outerpart of 5 USB memory without destroying it. Based on this image, the functionof characterization for relative thickness of aluminiums profile with grayscalelevel is gained. With characteristic mentioned before the dimension and relativethickness of profile memory USB is determined. The result are the dimensionouter part of profile that consist of the length is 31–57 pixel, the width is 13–22pixel and the wide is 465–1197 pixel2, later the dimension inner part of profilethat consist of the length is 28–30 pixel, the width is 10–16 pixel and the wide is300–480 pixel2 and the last, the relative thickness of electronics device is rangefrom 3,36–7,62 mm.Keywords: radiographic imaging, dimension of USB memory, relativethickness, aluminium
Desain dan Fabrikasi Alat Ukur Temperatur dan Kelembaban Udara Dalam Tanah Berbasis Mikrokontroler ATMega8535 Hidayat, Arif; Sugriwan, Iwan; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v14i1.3584

Abstract

Measuring device that used for measuring temperature and humidity inside soil digitally has been realized. The measuring device tested on soil along building foundation with putting SHT11 sensor inside soil using biopory drilling machine. The length of drill is 120 cm with 3, 5 diameter. The sensor is placed 5 cm from the end of the bottom drilling pipe clamped with rubber and styrofoam. In the drilling pipe there is an air hole that function is for air from the soil got into the sensor. The measurement done in 1 day, in each deep 20, 40, 60, 80, 100, and 120 cm. The maximum air temperature inside soil is 27,60C in the depths 120 cm and the minimum is 23,30C in the depths 60 cm. The maximum air humidity inside soil is 96,8 % in the depths of 60 cm and the minimum is 31,4 % in the depths of 100 cm. The data result of measurement is shown on the 16x2 LCD and laptop, using interface software and automatically save the data into Excel and database.
Rekayasa Sensor Kecepatan Angin sebagai Pengukur Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Desa Sungai Riam Kab. Tanah Laut Kalimantan Selatan Utami, Binar; Helly, Mario; Santi, Ida Parida; Reida, Rina; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3018

Abstract

Abstrak: Telah dibuat sensor kecepatan angin dengan memanfaatkan perbedaan suhu sebagai langkah awal pemanfaatan tenaga angin sebagai pembangkit listrik dalam penentuan potensi angin di Desa Sungai Riam, dimana perbedaan suhu udara yang besar menunjukkan harga kecepatan angin yang rendah, dan sebaliknya perbedaan suhu udara yang kecil menunjukkan kecepatan angin yang tinggi. Hal ini diketahui berdasarkan selisih nilai tegangan keluaran yang dihasilkan dua sensor suhu LM-35, selisih nilai tegangan dikuatkan dengan konfigurasi penguat differensial. Berdasarkan pengambilan data yang dilakukan, besar kecepatan angin di Desa Sungai Riam Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan pada pukul 08.15-10.30 WITA berkisar antara 3,10-3,51 m/s.
Penentuan Kadar Besi dalam Pasir Bekas Penambangan di Kecamatan Cempaka dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron (AAN) Oktivasari, Prihatin; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3074

Abstract

Telah dilakukan penentuan kandungan logam besi dalam pasir bekaspenambangan dengan metode analisis aktivasi neutron (AAN). Sampel diambildari enam lokasi yang berbeda di daerah kecamatan Cempaka dimana di daerahitu banyak terdapat penambangan batubara dan intan. Dari pengukuran yangdilakukan pada areal bekas penambangan diperoleh hasil adanya logam Besi(Fe) dan beberapa logam lain dalam konsentrasi yang bervariasi. Dari hasil yangdidapat ternyata prosentase kandungan Fe termasuk tinggi..
PROTOTIPE SISTEM JARINGAN SENSOR UNTUK MONITORING TEMPERATUR-KELEMBABAN PERMUKAAN DAN BAWAH LAHAN GAMBUT BERBASIS DATABASE Nasution, Hendra Rosada; Fahrudin, Arfan Eko; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i1.1918

Abstract

ABSTRAK. Lahan gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang terpendam dalam jangka  waktu yang sangat lama. Lahan gambut memiliki  karakteristik mudah terbakar  pada kondisi panas tertentu yang membentuk bara api di bawah permukaan dan menjalar ke atas permukaan hingga menyebabkan terbakarnya semak belukar atau hutan yang berada di atasnya, sehingga perlu dilakukan monitoring temperatur dan kelembaban permukaan dan bawah lahan gambut. Prototipe yang dibuat terdiri dari dua perangkat transmitter yang dilengkapi dengan sensor sebagai pengukur parameter dan satu perangkat receiver sebagai penerima data kedua transmitter. Pengukuran temperatur tanah di bawah permukaan digunakan sensor LM35 berbentuk probe, kemudian pengukuran temperatur dan kelembaban udara di permukaan digunakan sensor SHT11. pengiriman data dilakukan secara nirkabel menggunakan nRF24L01 dengan jarak maksimal 450 meter dengan jarak yang baik 200 meter. Perangkat receiver dilengkapi sistem interface PC berbasis database pada server  localhost/phpmyadmin. Hasil karakterisasi sensor LM35 dalam bentuk probe menunjukan linieritasnya adalah 0,9994 dan 0,9996; deviasi error 0,380C dan 0,400C; sensitivitas 0,960C dan 0,810C. Hasil lima kali pengukuran pada dua titik pengujian setiap transmitter menunjukkan temperatur tanah memiliki nilai 30,200C - 38,100C dan 24,800C - 38,600C, temperatur udara 25,000C - 38,860C dan 24,850C - 40,150C, kelembaban udara 51,65% - 96,51% dan 43,03% - 96,17%. Kata kunci : Prototipe, Database, Lahan Gambut, LM35, nRF24L01, SHT11
Modul Perangkat Lunak Monitoring Daya Sel Surya pada Pelacakan Posisi Matahari Harian Menggunakan Delphi Sihombing, Martha Adelina; Harnawan, Ade Agung; Manik, Tetti Novalina
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v14i1.3838

Abstract

Solar cell power monitoring software module in measurement of current and voltage has been made using data acquisition system device. This module is programmed by Delphi and designed according to the necessities for solar cell monitoring. Necessities for monitoring include many data that will be monitored, i.e: current, voltage, power, time and chart. This module will be integrated with hardware so that the data measured by the hardware can be acquired and displayed by the software module. All monitored data are also displayed through Microsoft Excel which then can be saved. Data acquired from the test are i.e: 0,05 A for current1, 0,2 A for current2, 0,027 V for voltage1, 0,15 V for voltage2, 0,001 W for power1, and 0,004 for power2.
Co-Jec (Counting Object) Jentik Nyamuk Aedes Aegypti menggunakan Metode Pengolahan Citra Digital Negara, Gia Eka; Harnawan, Ade Agung; Listyaputra, Septian Nur; Pribadi, Anjar
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6155

Abstract

Telah dilakukan pengembangan modul perangkat keras dan perangkat lunak untuk melakukan penghitungan jentik nyamuk aedes aegypti. Perangkat keras terdiri dari chamber yang digunakan sebagai media pengamatan dan penempatan jentik nyamuk yang dilengkapi dengan system pencahayaan berbasis Arduino UNO untuk mengatur intensitas cahaya pada chamber, ketika dilakukan proses pengambilan citra. Sistem pengambilan citra dilakukan menggunakan kamera dengan pengiriman data dilakukan secara nirkabel menggunakan jaringan WIFI. Perangkat lunak terdiri dari sistem perhitungan yang dibuat secara interface, dengan algoritma : input citra, crop citra, ubah bentuk citra dari RGB ke grayscale,  graycale diubah ke citra biner menggunakan fungsi threshold, citra biner kemudian difilter untuk menghilangkan noise, kemudian dilakukan proses penghitungan objek. Proses penghitugan objek terdiri dari dua bagian yaitu ketika tidak ada penumpukan objek dan ada penumpukan objek. Ketika tidak ada penumpukan objek, penghitungan objek dilakukan dengan cara menghitung berapa banyak objek yang berwarna putih. Ketika terdapat penumpukan objek digunakan watershed algorithm yang berfungsi untuk memisahkan dua objek yang bertumpuk. Pada penelitian ini sampel jentik nyamuk aedes aegypti diperoleh dari Balai Litbangkes Tanah Bumbu. Sistem perhitungan jentik nyamuk telah diuji coba pada 10 buah sampel jentik nyamuk, yang masing-masing sampel terdiri dari 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45 dan 50 jentik nyamuk.  Berdasarkan hasil penambilan data diperoleh nilai persen kesalahan < 5%.
PROTOTYPE OF THE WELL WATER CONDUCTIVITY SENSOR SYSTEM BASED MICROCONTROLLER Taufiqurahman, Taufiqurahman; Harnawan, Ade Agung; Sugriwan, Iwan
Jurnal Neutrino Vol 10, No 2 (2018): April
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.506 KB) | DOI: 10.18860/neu.v10i2.4895

Abstract

Electrical conductivity is one of the water quality parameters. The value of conductivity is an early indication of water pollution. Standard of the water conductivity value according to WHO should be less than 400 μS/cm. The prototype of the well-water conductivity sensor system consists of the power supply, temperature sensor circuit, conductivity sensor circuit, Arduino UNO microcontroller, 16x2 I2C LCD characters and the conversion equation. Therefore, It presents the conductivity value at various temperature and conductivity at 25oC by conversion equation. Furthermore, it measured the conductivity of water within 15.24 - 1031.60 μS/cm with error 0.39 – 21.48 μS/cm and the temperature of water within  20.10 – 50.20oC with error 0.13 – 0.72oC.  The test of measurement from 11 sample points in the Pesayangan Martapura and Antasan Senor East Martapura, Banjar, South Kalimantan, Indonesia showed the conductivity of the well-water at the actual temperature was at the range of 128.50 – 364.51 μS/cm and the 161.97 – 364.51 μS/cm at 25oC.
Pembuatan Sistem Monitoring Temperatur, pH dan Salinitas Tambak Ikan Secara Nirkabel Fahrudin, Arfan Eko; Shadiq, Said Ja'far; Harnawan, Ade Agung
Jurnal Fisika FLUX Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Fisika Flux Edisi Khusus Januari 2019
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v1i1.6156

Abstract

− The quality of water hold on important rule in the field of fisheries, especially in cultivation activities. Parameters of water quality are often observed such as temperature, pH, salinity, and others. The influence of water quality on cultivation activity is very important therefore supervision of water quality parameters is absolute done by cultivators. This research  had created the quality of water monitoring system in fishponds wirelessly. The system consist of the transmitter that integrated with LM35 sensor, pH meter kit sensor and conductivity sensor as measurer of water quality, and the receiver receive datum transmitted wirelessly with nRF24L01 module a long 5 meters distance from transmitter. The receiver equipped with an interface with PC which can save data measurement automatically to Microsoft Excel. The results of the validation of the measurement instrument obtained  average of error relative to measurement were 0.01 0C for temperature, 0.005 for pH and 0.008 ppt for salinity. In summary, the measurement of water quality in surface water fishponds of temperature is 29oC until 38oC, pH is 8,6 until 11,9 and salinity is 12 until 21 ppt.