Articles

Found 21 Documents
Search

Nisbat Gelar Daulah di Masa Pemerintahan Bani Buwaih (334-447 H/ 945-1055 M) Nurhasan, Nurhasan
Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v7i12.6906

Abstract

Dinasti Abbasiyah adalah pengganti dinasti Bani Umayyah. Dalam perjalanan sejarahnya selama 500 tahun lebih (132- 656 H 750-1258 M), dinasti ini mengalami pasang surut dalam pemerintahannya. Keadaan pasang surut ini sebagaimana dikatakan Harun Nasution dikarenakan khalifah Abbasiyah tidak secara terus-menerus dan berkesinambungan memegang tampuk pemerintahan. Meskipun Bani Abbas tetap berstatus sebagai kepala negara (khalifah), namun jabatan kepala pemerintahan (Wazir/ sulan) kerap kali berpindah tangan dari satu dinasti (keluarga) kepada dinasti lain yang tidak memiliki hubungan darah dengan Abbasiyah. Salah satu dinasti yang pernah memerintah di dalam kekuasaan Abbasiyah adalah Bani Buwaih dariPersia (Iran) antara 334-447 H/ 945-1055 M.
Candi Cangkuang dan Masjid Agung Manonjaya Survei Kesejarahan Cagar Budaya di Jawa Barat Nurhasan, Nurhasan
Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.376 KB) | DOI: 10.15408/bat.v13i2.4261

Abstract

Among the most concrete. objective. authentic and unique historical evidences are the archeologist inheritance, whether temple, grave, epigraphy. artefac. and other things that support the truth and validity as a historical event. Cangkuang Temple is the one of concrete evidence in West Java as exsist as Central and East Java. This discovery is break the historian and archeologist'sopinion who determines that the kinos in West Java has no tradition to build the big monumental building as temple. Beside that a number of inheritance from lslam period. such as grave and a group of traditional houses which include an interesting etnographic object resource are needed to be conservated.
SIMULASI DAMPAK PENCAHAYAAN RUANG PADA PENGGUNAAN ROSTER SEBAGAI FASAD BANGUNAN Maulidin, Ekky; Nurhasan, Nurhasan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10474

Abstract

Penelitian ini berdasarkan kritik terhadap bangunan yang menggunakan roster sebagai desain fasadnya. Tidak sedikit karya-karya arsitek dengan desain serupa bermunculan sebagai tren gaya industrial dengan material ekspos yang lebih ditonjolkan.  Mulai beralihnya fungsi roster dari pembatas antar ruang menjadi elemen estetika fasad bangunan perlu dikaji lebih lanjut tentang dampaknya terhadap pencahayaan alami. Sistem pencahayaan pada suatu ruangan sangat dibutuhkan untuk kenyamanan pengguna dalam beraktivitas. Penelitian ini bertujuan mengukur kuat pencahayaan sebagai efek penggunaan roster pada dinding. Metode pengukuran dan simulasi menggunakan software Velux Daylight Visulalizer 2. Simulasi dilakukan dengan mengukur pencahayaan ruang tamu dengan menempatkan beberapa jenis  desain roster berbeda, yang umum dijual di pasaran. Nilai kuat cahaya akan dianalisis dan dibandingkan dengan kebutuhan cahaya untukberaktivitas di ruang tamu. Hasil dari simulasi menyimpulan bahwa cahaya alami tidak dapat mencukupi kebutuhan cahaya ruang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 03-6197-2000). Oleh karena itu dibutuhkan banyak penyesuaian dari model atau jenis roster untuk fasad. Disain roster yang masih memberikan efek kuat pencahayaan yang belum memenuhi standar, maka dapat diberikan solusi dengan  menambah lebih banyak bukaan atau penggunaan sunroof sebagai solusi.
Mu'awiyah: Penggagas Pertama Sistem Monarki dalam Islam Nurhasan, Nurhasan
Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2434.303 KB) | DOI: 10.15408/bat.v17i1.4290

Abstract

The controversy of who proposed the first idea of monarcy in Islam is resolved. Classical sources mentioned that the first initiator was Mughirah ibn Shu'bah, but is was refuted because it was not rational and anachronic (not in order of time). Other sources mention Mu'awiyah was the first to initiate the idea of monarcy in Islam. He was the caliph who nwas able to organize traditional authory of arabic tribes (the authority of a tribal shaykh) into a kind of kingdom. THe first thing he did was to create the caliphate system that has been running since the days of caliphate (Khulafa Rasidun) as caliphate plus kingdom (khilafat al-mulk). This makes the leader not only as calliph but also as king. As the Caliph, Mu'awiyah cannot actually be called as "king", but more to the most prominent Arab lelader (as primus inter pares). However, Mu'awiyah managed to build a new government system in Islam, namely monarchy.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan di masa Dinasti Umayyah (41-132 H/661-750 M) Nurhasan, Nurhasan
Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.871 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i2.4233

Abstract

The Omayyad Dynasty is not only well known by its military power but also its development of science, such as Al-Qur'an studies (ulum al-Qur'an), language, history, islamic law (fiqh), Hadis, literature. medical. and chemistry
PENAKERJA: GERAKAN ECOSCHOOL PADA SEKOLAH-SEKOLAH MUHAMMADIYAH DI PCM KARTASURA, SUKOHARJO Susilawati, Siti Azizah; Sunarhadi, Muhammad Amin; Priyono, Kuswaji Dwi; Indrawati, Indrawati; Nurhasan, Nurhasan
WARTA WARTA Volume 18, Nomor 2, September 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

School as an institution where children get education, teaching and learning so that the school produced a superior human beings and qualified. Kartasura PCM is one of the flagship PCM in PDM Sukoharjo have elementary school level that has been known in the community, namely: MIM PK Muhammadiyah Kartasura, MIM Pucangan, Kertonatan MIM, MIM Gonilan and SDIT Al Kawthar Makamhaji Kartasura. The current fifth that grade school has a good reputation in the community. This community service aimed to increased awareness of the environment from all components of school at Muhammadiyah Elementary schools in PCM Kartasura. The first stage wasthe policy workshop school by school leaders and teachers, the second was distribute the grant of trash cans and posters, the third stage wasparticipatory education of Hole Infiltration Biopori and the fourth stage was monitoring. Monitoring results found that posters used as it should be, but the trash cans are still not being used properly, placement of trash cans were not side by side and still foundedthe organic waste mix with an organic waste in the same trash cans. This community service is an initial step the realization of school basedeco-school
BANI ABBAS DAN GERAKAN NASIONALISME PERSIA KLASIK Nurhasan, Nurhasan
Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2021.619 KB) | DOI: 10.15408/bat.v10i3.4147

Abstract

Pesian or Iranian experienced the glory in their political and social life for past decades. Then, with their primordial sentiments and national integration they kept trying to reach their previous glory. This process took placefor along time started by struggling to Omayyad until the appearance of Buwayhid. 
KEBERADAAN ASAS PRADUGA TAK BERSALAH PADA PROSES PERADILAN PIDANA : KAJIAN Nurhasan, Nurhasan
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 17, No 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.695 KB) | DOI: 10.33087/jiubj.v17i3.414

Abstract

The principle of presumption of innocence is the most basic principal in determining a person's guilt or innocence in a judicial process that guarantees of human rightsmaintained and protected, then it is interesting to see how the existence of the principle of presumption of innocence in the criminal justice system and dependencieswith human rights. The purpose of this research was: 1) in order to know and understand the basic settings of the existence of presumption of innocence in the criminal justice system. 2) to know and explain the relationship of the principle of presumption of innocence with human rights. The meaning implied in the protection and recognition of the principle of presumption of innocence, is a very important element ofmeaning and purpose in order to uphold and respect towards the rights of a person. The principle of presumption of innocence that is the embodiment of human rights which guarantee the protection of the rights of the suspect or the accused in thecriminal justice process.Keyword: the principle of presumption of innocence, human rights, criminal justice
Pengembangan Model Pembelajaran Sirkuit Untuk Membantu Pola Gerak Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif Anak Down Syndrome pertiwi, retno mundi; nurhasan, nurhasan; Syam, Tuasikal Abdul Rachman
Jendela Olahraga Vol 3, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v3i2.2452

Abstract

 Pendidikan jasmani bagi anak Down Syndrome harus disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuannya, harus dirancang sesuai dengan kekhususannya sehingga peserta didik dapat dan bersedia aktif mengikuti pembelajaran. Agar keterampilan gerak dan sosialnya bisa berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran pendidikan jasmani adaptif model pembelajaran sirkuit bagi anak down syndrome yang dapat mengembangkan pola gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif siswa. Melibatkan kepala sekolah, guru pendamping, guru pendidikan jasmani dan guru kelas, sebagai observer dalam pengisian instrumen pelaksanaan pembelajaran, angket respon guru. Khusus guru pendidikan jasmani juga berperan sebagai pelaksana model pembelajaran yang dikembangkan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research & development) mengacu model pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg dan Gall. Untuk mengembangkan perangkat model pembelajaran sirkuit pendidikan jasmani adaptif bagi anak down syndrome untuk mengembangkan pola gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif. Sebelum tahap implementasi, maka dilakukan validasi oleh 4 (empat) orang yang kompeten dibidang pembelajaran pendidikan jasmani, interaksi sosial, dan keterampilan motorik anak berkebutuhan khusus. Ujicoba lapangan terdiri atas ujicoba I dan ujicoba II. Ujicoba terbatas/ujicoba I dilakukan di 1 (satu) SLB dan ujicoba II di 1(satu) SLB. Sehingga jumlah total sekolah yang digunakan untuk ujicoba adalah 2 (dua) sekolah. Kemudian, tahap evaluasi dilakukan dengan berdiskusi dengan pihak yang terkait di sekolah masing-masing setelah pelaksanaan ujicoba / implementasi.Hasil pengembangan perangkat model pembelajaran sirkuit pendidikan jasmani adaptif adalah sebagai berikut pelaksanaan pembelajaran terlaksana sangat baik, respon guru sangat baik dan pendapat sangat mendukung, pengembangan pola gerak dasar terlaksana dengan baik.. Dengan demikian, produk pengembangan perangkat model pembelajaran sirkuit pendidikan jasmani adaptif bagi anak down syndrome untuk mengembangkan pola gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif masuk kategori sangat baik.Kata-kata Kunci: Penjas adaptif, model pembelajaran sirkuit, down syndrome, gerak dasar lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif.
MOTIVASI WISATA ZIARAH DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA MENJADI WISATA HALAL DI DESA MAJASTO KABUPATEN SUKOHARJO Indrawati, Indrawati; Nurhasan, Nurhasan; Muthali’in, Achmad
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.878 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i2.34

Abstract

Abstract: In general, this study aims to integrate the potential of the cultural landscape to be an important component in the planning of Majasto Tourism Village. While the specific objectives are 1) Identify the characteristics of pilgrimage tourism at the Tomb of Bumi Arum Majasto; 2) Understanding the grave position for the local community; and 3) Estimating tourism development strategy in Majasto Village. This research is an explorative research. The information is explored and presented by qualitative descriptive method. The field data was collected qualitatively and presented descriptively according to existing facts, organized and systematic. After the analysis and discussion, it was found that (1) overall tourism motivation contradicts by the Islamic perspective, especially (a) strong motivation for blessing and prayers to the ancestor, and (b) There is no learning motivation (history) and dawah; (2) The community has a place attachment by the grave, it has a very important position for the Majasto community; and (3) Such conditions imply the importance of prudence in the development of Majasto Tourism Village.Keyword: Pilgrimage Tourism, Halal Tourism, Majasto Abstrak: Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan potensi lanskap budaya di Desa Majasto menjadi komponen penting dalam perencanaan Desa Wisata Majasto. Sedangkan tujuan khususnya adalah  1) Mengidentifikasi karakteristik wisata ziarah di Makam Bumi Arum Majasto; 2) Memahami kedudukan makam bagi masyarakat setempat; dan 3) Memperkirakan strategi pengembangan kepariwisataan di Desa Majasto. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Informasi digali dan disajikan dengan metoda deskriptif kualitatif. Data lapangan dikumpulkan secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif sesuai fakta yang ada, terorganisisr dan sistematis.Setelah dilakukna analisis dan pembahasan, diperoleh temuan bahwa (1) secara keseluruhan  motivasi wisata kotradiktif terhadap cara pandang Islam, terutama (a) kuatnya motivasi ngalab berkah, meminta restu serta nyenyuwun atau lambaran doa, serta (b) Tidak dijumpai motivasi belajar (sejarah) dan dakwah; (2) Masyarakat memiliki kelekatan yang kuat dengan makam (place attachment), memiliki kedudukan yang sangat penting bagi masyarakat Majasto; dan (3) Kondisi demikian berimplikasi pentingnya kehati-hatian dalam pengembangan Desa Wisata Majasto.Kata Kunci: Wisata Ziarah, Wisata Halal, Majasto