Adhitya Marendra Kiloes, Adhitya Marendra
Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Jln. Raya Ragunan No. 29A, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12540

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PERBENIHAN KENTANG DI KABUPATEN KERINCI Kiloes, Adhitya Marendra; Puspitasari, Puspitasari; Syah, Muhamad Jawal Anwarudin; Udiarto, Bagus Kukuh
AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research Vol 5, No 1: January-June 2019
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/5172

Abstract

There are several problems of potato seed in the production center of Kerinci. The purpose of the study was to develop strategies for developing potato seed farming at the production center of Kerinci. The primary data gained from the Focussed Group Discussion (FGD) to formulate internal and external factors in the development of potato seed farming. FGD’s participants were expert respondents stakeholders in potato farming in Kerinci. The analysis technique uses SWOT analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP). The results showed that there were four internal factors of strength such as of agroecological conditions, the existence of Potato Seedling Hall, the presence of breeders, and the development of processing industries. While three internal weaknesses were non-strategic locations, the dependent on seeds from outside the area, and limited seed supervisors. External factors of opportunity were preferred superior varieties, opportunities to be seed suppliers, and investment, as well as three threat external factors such as faked labeled seed, continuity of supply is not guaranteed, and the government is not paying enough attention to potato agribusiness. From these factors, eight alternative strategies were formulated. The results of AHP followed by sensitivity analysis indicate that the alternative policy that must be taken is strengthening the breeder to produce certified seeds and produce massively certified seeds at affordable prices.
Evaluasi Daya Saing Komoditas Kentang di Sentra Produksi Pangalengan Kabupaten Bandung Kiloes, Adhitya Marendra; Sayekti, Apri Laila; Anwarudin Syah, Muhammad Jawal
Jurnal Hortikultura Vol 25, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v25n1.2015.p88-96

Abstract

Untuk mengembangkan agribisnis kentang dalam negeri yang mempunyai daya saing tinggi sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor, diperlukan adanya dukungan kebijakan dari pemerintah dengan melakukan promosi dan penyampaian informasi yang relevan kepada para pelaku usaha. Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung merupakan salah satu sentra produksi kentang di Indonesia. Daerah ini mampu memasok kentang hingga ke pasar ekspor sehingga  memegang peranan penting bagi daya saing kentang Indonesia di pasar global. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi daya saing kentang di sentra produksi tersebut. Penelitian bersifat eksploratif dengan menggunakan data primer berupa data usahatani serta input dan output produksi kentang sentra produksi Pangalengan, Kabupaten Bandung. Data sekunder dikumpulkan dari BPS, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Direktorat Jenderal Hortikultura, dan literatur-literatur lain yang menunjang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan policy analysis matrix (PAM). Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa pada skala usaha rerata per hektar biaya produksi kentang di Pangalengan sebesar Rp50.876.255,00 pada harga privat dan Rp48.270.838,00 pada harga sosial. Keuntungan yang dihasilkan sebesar Rp34.353.294,00 pada harga privat dan Rp18.948.129,00 pada harga sosial. Usahatani kentang di Pangalengan sangat layak untuk diusahakan dengan nilai R/C ratio sebesar 1,68 pada harga privat dan 1,39 pada harga sosial. Usahatani kentang di Pangalengan masih mempunyai keunggulan komparatif dengan nilai DRCR sebesar 0,36 dan kompetitif dengan nilai PCR 0,24. Usahatani kentang tidak lagi memiliki keunggulan kompetitif apabila harga output turun hingga 41% atau harga input naik 87%.