Articles

Found 24 Documents
Search

Keefektifan Formula Pseudomonas fluorescens Untuk Mengendalikan Penyakit Layu Bakteri dan Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Nilam Nasrun, Nasrun; Nurmansyah, Nurmansyah
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.434 KB) | DOI: 10.14692/jfi.12.2.46

Abstract

Bacterial wilt disease (Rasltonia solanacearum) is an important constraint for patchouli plant. Formulated Pseudomonas fluorescens Pf19 could induce patchouli plant resistance against R. solanacearum. The aims of the present study were to find the optimal dose and application interval of formulated P. fluorescens Pf19 in order to control R. solanacearum effectively and efficiently, as well as promoting the growth and productivity of the patchouli plant. The results of effectivity test of doses (75 g L-1 and 100 g L-1) and application time intervals (every 30; 60; 90 and 120 days) showed that formulation of P. fluorescens Pf19 controlled bacterial wilt disease and increased patchouli  plant growth and production on patchouli plant in field. Doses of 100 g L-1 and application time of every 30 and 60 days had highest activity and effectivity to control bacterial wilt diseases and increase plant growth and production of patchouli plant. Incubation period was 88.0–93.5 days after planting, and disease intensity was 16.50–24.12%. The same treatments may increase the growth of patchouli plant, i.e. plant height were 59.0–68.5 cm, total number of leaves were 417.5–510.0 leaves per plant, wet weight of leaves were 234.55–263.45 g per plot and dry weight of leaves were 25.32–29.28 g per plot.
Efek Toksik Minyak Atsiri Limbah Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmanii (Nees & T.Nees) Blume.) dalam Mengendalikan Helopeltis antonii Signoret pada Tanaman Kakao secara in Vitro Puspita, Roza; Rahayu, Resti; Mairawita, Mairawita; Nasir, Nasril; Nurmansyah, Nurmansyah
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.545 KB) | DOI: 10.24843/metamorfosa.2019.v06.i01.p09

Abstract

The toxic effect of essential oil from waste cinnamon leaf (Cinnamomum burmanii) against pests of cocoa fruit Helopeltis antonii (Hemiptera; Miridae), has been done in Green House, Research Station Spice and Medicinal Plants, Laing Solok, West Sumatra in April to May 2016. The experiment aimed to determine repellant and lethal concentrations of essential oil from waste s cinnamon leaf (C. burmanii) for H. antonii. There were 5 treatments arranged in Complately Randomized Design with 4 replications. The treatments tested were essentialoil concentration f (0.05 ml/tube, 0.1 ml/tube, 0.2 ml/tube and 0.5 ml/tube) and control. The results showed that the effective repellent concentration were 0,05 ml/tube and 0,1 ml/tube which repelled H. antonii 0,03 % . The effecive lethal concentration was 0,05 ml/tube which killed H. antonii 57,50 %. Concentration used was highly toxic which killed l H. Antonii within six hours so of the repellent nature was notobserved.
INVENTARISASI DAN KARAKTERISASI TANAMAN KAYUMANIS SEILON (Cinnamomum zeylanicum Blume) DI KEBUN PERCOBAAN LAING SOLOK Suryani, Erma; Nurmansyah, Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 20, No 2 (2009): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v20n2.2009.%p

Abstract

Inventarisasi dan karakterisasi kayu-manis Seilon (Cinnamomum zeylanicum Blume), telah dilaksanakan di Kebun Per-cobaan Laing Solok Sumatera Barat, sejak Juni 2005 sampai Maret 2006. Tujuan penelitian untuk mengetahui variasi genetik plasma nutfah yang ada di KP Laing. Pengambilan sampel tanaman dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan fenotip dan selanjutnya dikoleksi, diberi label dan dikarak-terisasi. Hasil inventarisasi, diperoleh 35 aksesi kayumanis seilon. Hasil karakterisasi menun-jukkan variasi yang cukup luas, terutama dari bentuk daun dengan ratio panjang/lebar daun berkisar 1,64-2,65, luas daun 28,16-75,62 cm². Bentuk buah  dari bulat telur sampai  bulat panjang dengan ratio panjang/diameter buah 1,35-1,84. Tebal kulit batang 3,00-14,60 mm,  rendemen dan kadar minyak atsiri dari daun  tertinggi (3,56 dan 4,13%) didapat pada aksesi Czl 29, terendah (1,02 dan 1,19%)  pada aksesi Czl 16. Rendemen dan kadar minyak atsiri dari kulit batang  tertinggi (1,29 dan 1,47%) didapat pada aksesi Czl 29, terendah yaitu 0,27 dan 0,31% didapat pada aksesi Czl 35.  
EFEKTIVITAS SERAI WANGI TERHADAP HAMA PENGISAP BUAH KAKAO HELOPELTIS ANTONII Nurmansyah, Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 2 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n2.2011.%p

Abstract

Efektifitas serai wangi (Cymbopogon nar-dus) terhadap hama pengisap buah kakao Helopeltis antonii (Hemiptera;Miridae), te-lah dilakukan di Laboratorium KP. Laing Solok Sumatera Barat, sejak Juni sampai Desember 2008. Percobaan bertujuan un-tuk melihat pengaruh rajangan daun, se-nyawa volatile minyak serai wangi dan fraksi minyak serai wangi (sitronella) ter-hadap hama pengisap buah kakao. Perco-baan disusun dalam bentuk rancangan acak lengkap 12 perlakuan dengan 3 ulangan, perlakuan tersebut adalah rajang-an daun serai wangi (15, 25, dan 50 g)/ta-bung, minyak serai wangi dan fraksi sitro-nellal (0,10, 0,20, 0,30, dan 0,50 ml)/ta-bung. Selain itu efektifitas minyak serai wangi dan fraksi sitronellal juga diuji ter-hadap hama H. antonii dengan cara sem-prot. Percobaan disusun dalam bentuk acak lengkap 9 perlakuan dengan 3 ulang-an, konsentrasi yang diuji adalah (500, 1.000, 2.000 dan 4.000 ppm). Hasil pene-litian menunjukkan bahwa rajangan daun serai wangi 50 g/tabung memperlihatkan sifat menolak (repelen) terhadap serang-ga H. antonii dengan persentase rendah yaitu 53,33%, demikian juga pengaruh dari minyak serai wangi dan fraksi sitro-nellal pada dosis 0,1 ml/tabung, dengan persentase penolakan berkisar antara 53,33-73,33%. Pada dosis 0,30 ml/tabung pestisida nabati serai wangi bersifat mem-bunuh (insektisida), dengan persentase kematian serangga H. antonii 76,67% (mi-nyak serai wangi) dan 80% (fraksi sitro-nella). Penyemprotan minyak serai wangi dan fraksi sitronellal pada konsentrasi 2.000 ppm mampu membunuh serangga H. antonii 91,62%, sedangkan pada kon-sentrasi 4.000 ppm mencapai 100%.
EFEKTIVITAS MINYAK SERAIWANGI DAN FRAKSI SITRONELLAL TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Phytophthora palmivora PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BUAH KAKAO Nurmansyah, Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 1 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n1.2010.%p

Abstract

Efektivitas minyak seraiwangi (Cymbopogon nardus) dan fraksi sitronellal terhadap pertumbuhan jamur Phytophtho-ra palmivora, penyebab penyakit busuk buah kakao secara in vitro, telah dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit KP Laing Solok Sumatera Barat dari Juni - Desember 2008. Penelitian dilaksanakan dengan 3 metode : (a) penekanan diame-ter koloni menggunakan medium potato dekstrosa agar (PDA) dan perlakuan yang diuji adalah minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan beberapa tingkat konsentrasi (0, 100, 250, 500, 750, dan 1.000 ppm), (b) penekanan biomassa koloni menggunakan medium potato dex-trose Broth (PDB), dan perlakuan yang diuji adalah minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan 6 tingkat konsentrasi (0; 100; 250; 500; 750 dan 1.000 ppm), dan (c) penekanan diameter koloni oleh senya-wa volatil dari minyak seraiwangi dan fraksi sitronellal dengan 6 dosis uji (0; 0,01; 0,025; 0,05; 0,075; dan 0,1 ml/ cawan petri). Percobaan (a) dan (b) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 4 ulangan, dan percobaan (c) disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 750 ppm, minyak seraiwangi mampu menghambat pertumbuhan diame-ter koloni P. palmivora 75,95% dan bio-massa koloni 82,61%. Sedangkan fraksi sitronellal pada konsentrasi yang sama mampu menghambat pertumbuhan diame-ter koloni lebih baik (yakni 78,88%) dan biomassa koloni 88,41%. Pada konsen-trasi 1.000 ppm, minyak seraiwangi mau-pun fraksi sitronellal mampu mengham-bat petumbuhan diameter dan biomassa koloni jamur P. palmivora 100%. Senya-wa volatatil dari minyak seraiwangi pada dosis 0,1 ml dan fraksi sitronellal 0,075 ml/cawan petri mampu menghambat per-tumbuhan diameter jamur P. palmivora 100%. 
PENGARUH PENYAKIT BUDOK TERHADAP PRODUKSI TANAMAN NILAM Nurmansyah, Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 22, No 1 (2011): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v22n1.2011.%p

Abstract

Penelitian pengaruh penyakit budok yang disebabkan oleh jamur obligat parasit Synchytrium pogostemonis ter-hadap produksi tanaman nilam (Pogos-temon cablin) dilakukan di daerah en-demik penyakit budok di Nagari Situak, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat sejak Maret 2008 sampai April 2009. Bahan tanaman yang digunakan adalah varietas Sidikalang, berumur satu bulan ditanam dalam polibag di lapang dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 120 bibit dengan jarak tanam 0,8 x 1 m. Pe-ngamatan gejala serangan dilakukan setiap bulan dengan metode sensus. Intensitas serangan patogen penyakit dibagi menjadi lima kategori berdasar-kan nilai skoring yaitu tanaman sehat dan tanaman sakit yang terdiri dari gejala serangan ringan, sedang, berat dan sangat berat. Setelah tanaman berumur enam bulan, 15 rumpun un-tuk tiap kategori intensitas serangan dipilih dengan metode proposive sam-pling. Bahan tanaman untuk disuling diambil sebanyak 20 kg dari pada ma-sing-masing kategori intensitas serang-an penyakit. Penyulingan mengguna-kan sistim kukus selama 3 jam. Analisa kadar patchouli alcohol (PA) dilakukan di laboratorium Perusahaan Atsiri Lu-buk Minturun Padang. Hasil penelitian menunjukan bahwa serangan penyakit budok menurunkan produksi terna dan kadar minyak nilam, tetapi tidak menurunkan kualitas minyak yang di-hasilkan. Intensitas serangan penyakit budok ringan menyebabkan kehilang-an hasil produksi terna sebesar 16,74 %, intensitas serangan sedang 36,06 %, intensitas serangan berat 57,43% dan intensitas penyakit sangat berat sebesar 74,32%. Kehilangan produksi minyak pada intensitas serangan ri-ngan adalah 11,15%, intensitas se-rangan sedang 18,32%, intensitas se-rangan berat 35,50% dan intensitas serangan sangat berat sebesar 50,38 %. Hasil analisa PA pada berbagai tingkat intensitas penyakit budok ti-dak berbeda nyata. Kadar PA pada ta-naman sehat sebesar 32,84%, dan tanaman sakit berkisar antara 32,15-33,43%. 
PENERAPAN METODE DRILL DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA NOTASI ANGKA PADA PEMBELAJARAN PIANIKA Nurmansyah, Nurmansyah; Syahrani, Agus; Muniir, Asfar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 7, No 4 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.153 KB)

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to implementing drill method can improve students in reading skill of the notation numbers on pianica learning. This research used descriptive methods, with the qualitative approach. The research method applied is a classroom action research with the cycle of planning, acting, observing, and reflecting. The subject of this research is class VII especially class VII B of SMPN 2 Sambas. Data collecting that are applied in this research are data learning process and the students in reading skill of the notation numbers. The results of this research show that the application of the drill method can be improved students skill in reading notation numbers on learning pianica. The result can be seen from the percentage of completeness in cycle 1 and cycle 2. The mastery percentage of students there is an increase from 64.10% to 89.74%. Keywords:  Drill Method, Notation Numbers, Learning Pianica
PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP INTENSITAS SERANGAN PENYAKIT BUDOK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM Burhanuddin, Burhanuddin; Nurmansyah, Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 23, No 1 (2012): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v23n1.2012.%p

Abstract

Pengaruh pemupukan terhadap intensitas serangan penyakit budok, dan pertum-buhan tanaman nilam telah dilakukan di daerah endemik penyakit budok di Nagari Situak Pasaman Barat sejak Juli 2009 sampai Maret 2010. Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok 8 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah pupuk NPK (PL) 250 kg/ha, pupuk kandang (Po) 20 t/ha, kompos nilam (Kn) 10 t/ha, kombinasi (PL + Po), (PL + Kn), (Po + Kn,) (PL + Po + Kn) dan kontrol (tanpa pupuk). Hasil pene-litian menunjukkan bahwa semua perla-kuan memberikan pengaruh positif dalam menekan serangan penyakit budok, pem-berian pupuk NPK 250 kg/ha + pupuk kandang 20 t/ha + kompos nilam 10 t/ha mampu menekan intensitas serangan budok sekitar 48,49% dan menghasilkan pertumbuhan tanaman lebih baik dibanding perlakuan lain dengan rataan tinggi tanaman 96,83 cm, jumlah cabang primer 27,50 buah, diameter tajuk 104,98 cm dan produksi terna 1187,50 g/rumpun, hasil ini tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk kandang 20 t/ha + pupuk NPK 250 kg/ha dan pemberian pupuk kandang 20 t/ha + kompos 10 t/ha, tapi berbeda nyata dengan perlakuan kontrol dengan rataan tinggi tanaman 69,58 cm, jumlah cabang primer 19,50 buah, diameter tajuk 65,27 cm dan produksi terna 552 g/rumpun.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI NILAM PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Burhanuddin, Burhanuddin; Nurmansyah, Nurmansyah
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bullittro.v21n2.2010.%p

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh pemberian pupuk kandang dan kapur terhadap per-tumbuhan dan produksi nilam pada tanah podsolik merah kuning (PMK) dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Laing Solok Suma-tera Barat sejak September 2007 sampai Mei 2008. Perlakuan disusun dalam Pola Faktorial, Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan pupuk organik (0; 20; dan 30 t/ha) sebagai faktor I, dan kapur (0; 1,5; dan 2 t/ha) sebagai faktor II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang 30 t/ha yang dikombinasi-kan dengan pemberian kapur 2 t/ha meng-hasilkan pertumbuhan tanaman terbaik, dengan rataan tinggi tanaman 80,7 cm, jumlah cabang primer 33,4 buah, diameter tajuk 107,5 cm, dan produksi terna 25,2 t/ha. Hasil tersebut berbeda nyata dengan perlakuan kontrol dengan rataan tinggi tanaman 57,3 cm, jumlah cabang primer 20,9 buah, diameter tajuk 67,4 cm, dan produksi terna 6,1 t/ha. 
ANALISIS KEHILANGAN TINGGI TEKAN DAN KEBUTUHAN AIR JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI PERUMNAS TALANG KELAPA PALEMBANG Andayani, Reni; Djohan, Bahder; Nurmansyah, Nurmansyah
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 5 No 2 (2017): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.121 KB)

Abstract

Perumnas Talang Kelapa blok III memiliki 860 rumah, dengan PT. Adhya Tirta Sriwijaya penyedia layanan air bersih. Permasalahan yang terjadi saat ini berupa kekurangan tekanan air, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan air bersih selama 24 jam. Selain itu diproyeksikan akan terjadi perubahan jumlah penduduk yang akan menambah beban kapasitas air bersih di lokasi penelitian. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui kehilangan tinggi tekan eksisting, proyeksi jumlah penduduk, dan jumlah kebutuhan air bersih. Perhitungan ini menggunakan metode hardycross untuk menghitung kehilangan tinggi tekan serta metode geometri untuk menghitung proyeksi jumlah penduduk. Pada wilayah perumahaan ini terjadi kehilangan tinggi tekan terbesar pada loop II yaitu 0,52 m serta proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2016 berjumlah 4347 jiwa, tahun 2017 berjumlah 4395 jiwa, tahun 2018 berjumlah 4443 jiwa, pada tahun 2019 berjumlah 4492 jiwa, dan pada tahun 2020 berjumlah 4541 jiwa. maka kebutuhan air bersih untuk kategori domestik dan nondomestik per 5 tahun kedepan rata-rata sebesar 3,12 lt/det.