Sudjadi Tjipto Rahardjo, Sudjadi Tjipto
Program Studi Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia – Yogyakarta

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Tinjauan Tampilan Visual Desain Kemasan Roti Murni di Yogyakarta Rahardjo, Sudjadi Tjipto; Pramusita, Rossa Dyana
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 2, No 02 (2016): August 2016
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v2i02.1205

Abstract

AbstrakKemasan pada saat ini telah mengalami penambahan fungsi dimana kemasan tidak lagi sekedar untuk melindungi dan sebagai wadah, tetapi juga berfungsi sebagai media promosi serta komunikasi sebuah produk. Kini desain kemasan telah menjadi bagian penting dalam proses pemasaran. Penelitian ini mengambil objek kajian kemasan Roti Murni di Yogyakarta yang sudah lama tidak mengalami perubahan desain kemasannya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang desain kemasan Roti Murni yang sudah lama tidak mengalami perubahan dan meninjau kemasan kardus Roti Murni dengan teori kemasan Desain Komunikasi Visual. Metodologi penelitian kualitatif digunakan dengan sumber data yang diperoleh dengan cara observasi dan wawancara. Data penelitian kemudian dianalisis dengan teknik analisis komponensial menggunakan teori warna, bentuk, ilustrasi, tipografi, dan tata letak menurut Desain Komunikasi Visual. Dari hasil penelitian ditemukan fakta yang menarik bahwa kemasan Roti Murni tidak berubah karena perusahaan tidak memiliki desainer kemasan, dan desain kemasannya tidak secara keseluruhan sesuai dengan teori DKV. Kata kunci: Kemasan, Roti Murni, Tampilan Visual, Yogyakarta  AbstractPackaging at this time is indicating to have some additional functions where the packaging is no longer simply to protect or just as a container of a product inside, but also serves as a media campaign of a product inside. Packaging design then has become an important part of the marketing process. The object of this study is the packaging design used by “Roti Murni”, one of bakery companies in Yogyakarta. The packaging design used by “Roti Murni” has been known that it has not been changed since long time ago. The purpose of the study is to determine the background of “Roti Murni” packaging design that has not changed and to review the design of the packaging with the theory of Visual Communication Design. This study is using qualitative research methodology, while the source data analized were obtained by observation and interviews. Data were analyzed with componential analysis techniques using the theory of color, shape, illustration, typography, and layout in Visual Communication Design. The research found an interesting fact that the packaging of “Roti Murni” has not changed since the company does not have packaging designers, and the overall packaging design itself was not designed by using the theory of Visual Communication Design. Keywords: Packaging, Murni Bakery, Visual Review, Yogyakarta
Tinjauan Tiga Desain Kaus Khas Tegal Rahardjo, Sudjadi Tjipto; Hayuningsih, Lintang Woro
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 01 (2018): February 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v4i01.1609

Abstract

AbstrakBanyaknya perantau asal Tegal menjadi ide awal bagi produsen kaus di Tegal untuk memproduksi kaus dengan tema khas Tegal yang ditujukan sebagai sarana pelepas rindu kampung halaman. Kaus tersebut juga ditujukan sebagai simbol identitas kedaerahan serta bentuk rasa bangga pada budaya lokal. Penelitian ini mengambil objek tiga desain kaus khas Tegal yaitu Kaus “Galgil”, Kaus “Tegal”, dan Kaus “Kepriben”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui desain kaus khas Tegal jika ditinjau dari penggunaan warna, ilustrasi, tipografi, dan layout serta untuk mengetahui ciri khas dari desain kaus tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Kemudian metode analisis data yang digunakan adalah analisis data komponensial. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa mayoritas konsep desain kaus khas Tegal lebih menonjolkan kata-kata serta istilah dalam bahasa Tegal sehingga desain-desainnya lebih banyak berupa permainan tipografi serta minim penggunaan ilustrasi. Kata kunci: kaus, Tegal, desain komunikasi visual, identitas lokal AbstractThe high numbers of nomans with Tegal origin initiated the idea for the T-shirts producers to design T-shits with particular themes. The T-shirt is also designated as a symbol of a regional identity and a form of pride to the local culture. This research took three Tegal typical T-shirt as the objects namely Galgil Tshirt, Kaus Tegal, and Kepriben T-shirt. The purpose of this research is to know Tegal typical T-shirt design when viewed from the use of colours, illustrations, typography, and layouts, as well as to know the characteristics of the T-shirt design. This research is using qualitative approaches while the source data analized were obtained by observation and interviews. The data analysis method used is componential analysis techniques. The research found fact that the majority of Tegal typical T-shirt design concept are more prominent to words and terms of Tegal languages therefore the designs are more in the form of playing typography and minimal use of illustrations.  Keyword: T-shirt, Tegal, Visual Communication Design, Local Identity
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN TIK UNTUK ADMINISTRASI DATA UMKM DESA WISATA & KERAJINAN GAMPLONG Prajarini, Dian; Rahardjo, Sudjadi Tjipto
ABDIMAS DEWANTARA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.689 KB) | DOI: 10.30738/ad.v1i1.2148

Abstract

ABSTRAKDesa Wisata dan kerajinan Gamplong 1, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan desa wisata kerajinan tenun. Terdapat 18 pengrajin UMKM tenun di desa ini yang tergabung dalam paguyuban TEGAR. Usaha tenun rumahan di Gamplong 1 ini berkembang dengan melayani dan mendistribusikan produknya ke seluruh Indonesia. Usaha rumahan ini rentan mencampurkan dana pribadi dan dana usaha, disamping itu karena keterbatasan pegawai maka pencatatan data administrasi keuangan tidak dilakukan dengan tertib sehingga pengrajin tidak bisa melihat laba rugi usaha mereka. Pemanfaatan teknologi informasi yang akrab digunakan pengrajin diperlukan untuk memudahkan pencatatan data administrasi keuangan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pengrajin tenun desa Gamplong 1 mampu menggunakan aplikasi pencatat keuangan SI APIK.Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini antara lain (1) survei dan wawancara, (2) penetapan masalah dan solusi, (3) pembuatan materi pendampingan, (4) pelaksanaan kegiatan pendampingan penggunaan aplikasi SI APIK (5) evaluasi.Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan kemampuan masyarakat khususnya pengrajin kerajinan di Desa Wisata & Kerajinan Gamplong 1 dalam melakukan administrasi data pencatatan keuangan khususnya menggunakan SI APIK.Kata kunci: umkm, teknologi informasi dan komunikasi, si apik, gamplong, administrasi keuangan
PERANCANGAN PURWARUPA DESAIN KEMASAN “BAKPIA SRIKANDI SRI MULIA” MENGGUNAKAN KONSEP RETORIKA VISUAL DAN GAYA GRAFIS VICTORIAN DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI LASER CUTTING DALAM PEMBENTUKAN STRUKTUR KEMASAN Rahardjo, Sudjadi Tjipto
Aksa: Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 1 (2018): AKSA: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia (STSRD VISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yogyakarta as a city of tourism, for travelers identical to the typical gift food, namely Bakpia. Bakpia small and micro business are spread and continue to grow in various parts of Yogyakarta. Bakpia product innovation continues to be carried out until a variety of Bakpia flavors appear from the taste of black, green beans, cheese, chocolate, to durian, strawberry, and coffee. The innovation of Bakpia flavor turned out to be inversely proportional to the packaging design of Bakpia. Bakpia packaging in the market today tends to be uniform. The uniformity is immediately seen from the form of packaging (packaging structure), as well as the visual appearance of the packaging (graphic design style) that highlight the Bakpia brand in the form of numbers/numbers. This packaging design research design Bakpia Srikandi Sri Mulia aims to produce a packaging design that is creative in the form of packaging (packaging structure) and has an appeal in visual appearance through visualization of a distinctive graphic design style. The research method uses qualitative ethnographic methods. The main data were obtained from interviews with Bakpia Srikandi Sri Mulia businesses to explore the background of the life journey and the Bakpia business. The conclusions of data from interviews & visual data were analyzed with the visual rhetorical theory which resulted in the concept of Bakpia packaging "Treasure Chest". The concept of packaging design is then collaborated with Victorian graphic design style to strengthen the visual appearance of traditionally produced Bakpia products with ancestral secret recipes, more specifically on font selection, use of colors, illustrations, and layout styles. By utilizing digital printing technology and laser cutting, 2 prototypes of Bakpia Srikandi Sri Mulia packaging are produced in standard packaging and creative packaging.
KAJIAN SEMIOTIKA DESAIN VERNAKULAR WAHANA HIBURAN “TONG STAND” PASAR MALAM SEKATEN YOGYAKARTA Rahardjo, Sudjadi Tjipto
VISUALITA Vol 5 No 1 (2013): August
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33375/vslt.v5i1.1104

Abstract

Tampilan desain vernakular sebagai sebuah hasil kebudayaan masyarakat lokal mengandung narasi akan makna kehidupan yang tak terungkapkan. Salah satu cara untuk menggali makna tersebut adalah dengan menggunakan kajian semiotika struktural Roland Barthes dalam relasi makna. Denotasi–Konotasi yang akhirnya memunculkan sebuah Mitos. Mitos yang muncul menuntun pemirsa untuk mengetahui makna apa yang sebenarnya tersembunyi di balik tampilan visual sebuah desain vernakular stand hiburan Kelompok Diana Ria di pasar malam. Desain vernakular yang mereka tampilkan memadukan citraan tradisional dan modern secara naïf, kasar dan terkesan seadanya menjadi kumpulan objek yang menarik untuk dikaji. Kultur anggota Diana Ria yang berasal dari budaya masyarakat agraris, agamis, dan kental dengan nilai-nilai kekeluargaan kemudian harus bersinggungan secara langsung dengan masyarakat kota (pengunjung) yang berbudaya modern, berpendidikan, dan individualistis memunculkan gegar budaya seperti tampak dalam tampilan visual desain wahana hiburannya. Desain vernakular yang mereka tampilkan sebenarnya merupakan keinginan untuk mensejajarkan diri dalam arus putaran penyelenggaraan dunia hiburan modern. Pencitraan kesejajaran tersebut sebenarnya hanyalah sebuah mitos, mitos atas kehidupan mereka yang serba terbatas, tertindas dan selalu terpinggirkan.