Articles

Found 39 Documents
Search

OBSERVING DEBATE IN LEARNING ON STUDENTS’ CRITICAL THINKING Fuad, A. Jauhar; Ardhana, I Wayan; Sulton, Sulton; Kuswandi, Dedi
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 3: September 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The objective of this research prove of difference between the limited critical thinking ability and the general critical thinking ability of learners using the methods of debate and discussion with learners who have different learning styles. Using a quasi-experimental design with testing and rating scales, the results showed: (1) there is no difference between the limited critical thinking ability of learners between students who use the method of debate and discussion. There is a difference between the general critical thinking ability of learners between students using the method of debate and those who are using discussion method (2) there is a difference in limited critical thinking ability and the general critical thinking ability between converging learning styles and divergent learning styles; (3) there is an interaction between instructional methods and learning styles on the limited critical thinking ability. The effect of learning methods to the general critical thinking ability is not influenced by the style of learning.Key Words: debate methods, discussion methods, learning styles, critical thinkingAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan perbedaan antara kemampuan berpikir kritis terbatas dan kemampuan berpikir kritis umum peserta didik menggunakan metode debat dan diskusi dengan gaya belajar yang berbeda. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan skala pengujian dan penilaian. Hasil menunjukkan: (1) tidak ada perbedaan antara kemampuan berpikir kritis terbatas peserta didik di antara siswa yang menggunakan metode debat dan diskusi. Ada perbedaan antara kemampuan berpikir kritis umum peserta didik di antara siswa yang menggunakan metode debat dan diskusi; (2) ada perbedaan dalam kemampuan berpikir kritis terbatas dan kemampuan berpikir kritis umum antara siswa dengan gaya belajar konvergen dan divergen; (3) ada interaksi antara metode pembelajaran dan gaya belajar pada kemampuan berpikir kritis terbatas. Pengaruh metode pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis umum tidak dipengaruhi oleh gaya belajar.Kata kunci: metode debat, metode diskusi, gaya belajar, berpikir kritis
AUGMENTED REALITY LEARNING MATERIALS FOR MOTION PICTURE MAKING SUBJECT Pradana, Hirnanda Dimas; Kuswandi, Dedi; Sulton, Sulton
Jurnal Pendidikan Humaniora Vol 6, No 3: September 2018
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Learning materials is one of the important components of learning. Learning materials based on Augmented reality is capable of accommodating the needs of learners. Augmented reality intends to insert virtual objects into the real environment. In recent activity, learning materials are still using conventional media such as presentation slides and the internet. Consequently, students do not obtain appropriate material for certain learning. Learning materials assisted by augmented reality can be a solution for students in understanding moving pictures. The development model used was the Lee & Owens model. It produces valid and effective learning material products with augmented reality.Key Words: learning materials, augmented reality, motion picture, multimedia, vocational high schoolAbstrak: Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Bahan ajar yang baik ialah bahan ajar yang mampu mengakomodir kebutuhan pebelajar. Pada sekolah yang diteliti, bahan ajar yang ada masih menggunakan media slide presentasi dan bahan ajar diambil dari internet, sehingga pebelajar mengalami kesulitan jika sudah berada di luar kelas. Selain itu, pebelajar mengalami kesulitan belajar materi yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan. Bahan ajar berbantuan augmented reality dapat menjadi solusi bagi pebelajar dalam memahami pengambilan gambar bergerak. Model pengembangan yang digunakan ialah model Lee & Owens. Penelitian menghasilkan produk bahan ajar berbantuan augmented reality yang valid dan efektif.Kata kunci: bahan ajar, augmented reality, gambar bergerak, multimedia, sekolah menengah kejuruan 
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PAUD DI TK TPI NURUL HUDA MALANG Leksono, Ferry Dwi; Sulton, Sulton; Susilaningsih, Susilaningsih
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.954 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i22018p126

Abstract

AbstrakKurikulum merupakanacuan pokok pelaksanaan pendidikan nasional. Saat ini kurikulum yang berlaku adalah Kurikulum 2013 termasuk juga untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kurikulum 2013 PAUD mencangkup semua dimensi tumbuh kembang anak (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) dan mencangkup semua program pengembangan yang direncanakan dan disajikan secara terpadu dan berkesinambungan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Maka dari itu perlu adanya implementasi yang tepat agar tujuan kurikulum dapat tercapai. Penelitian kualitatif diskriptif ini mengambil subjek Kelompok A1 TK TPI Nurul Huda Malang. Berdasarkan temuan lapangan diketahui penerapan Kurikulum 2013 PAUD sudah terlaksana dengan maksimal. Dalam proses perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hingga penyusunan dokumen kurikulum sudah dapat dipenuhi oleh sekolah. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum 2013 PAUD di TK TPI Nurul Huda khusunya untuk Kelompok A1 sudah terlaksana dengan baik.AbstractThe curriculum is the main reference for implementing national education. At present, the applicable curriculum is the 2013 Curriculum including also for Early Childhood Education (PAUD). Curriculum 2013 PAUD covers all dimensions of child development (attitudes, knowledge, and skills) and covers all development programs planned and presented in an integrated and sustainable manner in accordance with the stages of child development. So from that, it is necessary to have the right implementation so that curriculum objectives can be achieved. This descriptive qualitative study took the subject of Group A1 TK TPI Nurul Huda Malang. Based on the field findings it is known that the implementation of the 2013 PAUD Curriculum has been carried out to the maximum. In the learning planning process, the implementation of learning, evaluation until the preparation of curriculum documents can be fulfilled by the school. Then it can be concluded that the application of the 2013 PAUD curriculum in TK TPI Nurul Huda especially for Group A1 has been well implemented.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS MOBILE LEARNING SENI BUDAYA MATERI KONSEP BUDAYA, SENI, DAN KEINDAHAN UNTUK SISWA KELAS X SMKN 1 TUREN MALANG Pradana, Rizky Ari; Sulton, Sulton; Husna, Arafah
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.473 KB) | DOI: 10.17977/um031v6i22020p089

Abstract

Proses pembelajaran seni budaya di SMKN 1 Turen Malang  mengalami kesulitan belajar menggunakan media cetak. Penyajian materi berupa teks, serta media cetak hitam putih menjadi masalah umum yang banyak dipaparkan. Maka dibutuhkan sebuah media yang dapat menuntaskan permasalahan yaitu menyusun aplikasi modul elektronik berbasis mobile learning. Tujuan pengembangan untuk mendapatkan aplikasi e-modul berbasis mobile learning yang valid serta efektif untuk siswa belajar mandiri. Model pengembangan yang digunakan adalah model Lee & Owens (2004) karena memiliki alur lengkap mulai dari tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan dan implementasi, serta tahap evaluasi. Hasil tabulasi data aplikasi e-modul berbasis mobile learning dinyatakan valid oleh ahli media 96,25 %, ahli materi 93,13%, serta audiens siswa dengan uji perseorangan 93,13% uji kelompok 90,47%, uji lapangan 89,25 %. Hasil tabulasi data tes setelah memakai aplikasi dinyatakan efektif dengan presentase 96%  karena 24 dari 25 siswa berhasil mencapai kkm mata pelajaran seni budaya. The process of learning art and culture at SMKN 1 Turen Malang has difficulty learning using print media. Presentation of material in the form of text, as well as black-and-white print media is a common problem that is widely presented. Then we need a media that can solve the problem that is compiling the application of electronic modules based on mobile learning. The purpose of the development is to obtain a valid and effective e-module based mobile learning application for independent learning students. The development model used is the Lee & Owens (2004) model because it has a complete flow starting from the analysis phase, the design stage, the development and implementation stage, as well as the evaluation stage. The results of the data tabulation of e-module applications based on mobile learning were declared valid by 96.25% media experts, 93.13% material experts, and student audiences with individual tests 93.13% 90.47% group tests, field tests 89.25% . The results of the tabulation of test data after using the application were declared effective with a percentage of 96% because 24 of the 25 students managed to reach the KKM subject of culture and art.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MUATAN LOKAL BAHASA BUOL UNTUK SEKOLAH DASAR KELAS 1 SEMESTER 1 DI KABUPATEN BUOL Auna, Hariyanto S.; Sulton, Sulton; Ulfa, Saida
JINOTEP (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.478 KB) | DOI: 10.17977/um031v2i12015p271

Abstract

Abstrak: Penelitian pengembangan bahan ajar muatan lokal bahasa Buol didasarkan pada kondisi bahasa Buol yang terpenetrasi dengan bahasa daerah lain serta kebutuhan daerah dalam implementasi pembelajaran muatan lokal yang sesuai dengan karateristik daerah. Tujuan pengembangan bahan ajar muatan lokal bahasa Buol adalah untuk menghasilkan bahan ajar bahasa Buol yang dapat memfasilitasi pembelajaran dalam rangka pembentukan minat belajar Bahasa Buol dan kemampuan berbahasa Buol, sehingga bahan ajar ini dikembangkan berdasarakan kegiatankegiatan kognitif. Dari hasi validasi ahli bahan ajar muatan lokal bahasa Buol dikategorikan layak dan hasil uji coba telah memenuhi kriteria yang diharapkan. Sehingga bahan ajar muatan lokal bahasa Buol sudah suseuai dengan kreiteria kelayakan untuk digunakan oleh siswa kelas 1 semeseter 1 Sekolah Dasar di Kabupaten Buol.Abstract: Research on the development of local content materials for the Buol language is based on Buol language conditions penetrated with other regional languages and regional needs in the implementation of local content learning in accordance with regional characteristics. The purpose of developing Buol language local content teaching materials is to produce Buol language teaching materials that can facilitate learning in the context of forming Buol Language learning interests and Buol language skills so that these teaching materials are developed based on cognitive activities. From the results of the validation of local content teaching experts the Buol language is categorized as feasible and the results of the trials have met the expected criteria. So that the local content material for the Buol language has been in accordance with the literacy of eligibility to be used by grade 1 students at the rate of 1 Elementary School in Buol District.
AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MODEL DISCOVERY-INQUIRY BERBANTUAN MIND MAPPING DI SD Lutvia, Alvinita; Sulton, Sulton; Yuliati, Lia
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i9.12694

Abstract

Abstract: This research aims to determine the application of the discovery-inquiry learning model assisted by mind mapping to improve student learning activities in elementary school. The type of research used is Classroom Action Research qualitative descriptive data analysis methods. Students of class IV.2 in SDN 3 Besuki Situbondo consisted of 32 students with 14 males and 18 females who were chosen as research subjects. Data collection using observation techniques. Based on the results, it is concluded that the discovery-inquiry learning model assisted by mind mapping may improve student learning activities. The activities during the learning process with the discovery-inquiry model assisted by mind mapping facilitate students to formulate problems, formulate hypotheses, collect data, test hypotheses, and formulate conclusions by creating material mind mapping independently so that students? activities are increased and varied.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan model pembelajaran discovery-inquiry berbantuan mind mapping dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan metode analisis data deskriptif kualitatif. Siswa kelas IV.2 SDN 3 Besuki Situbondo berjumlah 32 siswa, terdiri dari 18 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki yang dipilih sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data aktivitas belajar siswa menggunakan teknik observasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery-inquiry berbantuan mind mapping dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Kegiatan selama pembelajaran dengan model discovery-inquiry berbantuan mind mapping dapat memfasilitasi siswa merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan dengan membuat mind mapping materi secara mandiri sehingga membuat aktivitas siswa semakin meningkat dan bervariasi.
Pengembangan Bahan Ajar Materi Pendidikan Politik Bagi Guru PPKn MTs di Kabupaten Ponorogo Sunarto, Sunarto; Sulton, Sulton; Mahardhani, Ardhana Januar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 1, No 1 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.997 KB)

Abstract

Kurangnya ketrampilan guru dalam memperkuat materi pembelajaran lewat pengembangan bahan ajar terutama dalam materi pendidikan politik, menjadikan banyak siswa yang seakan apatis dengan kondisi politik disekitarnya, selain itu terlalu monotonnya pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru menjadikan siswa gampang merasa bosan dan tidak mempunyai semangat dalam mengikuti pembelajaran terutama dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Berdasarkan pada masalah itu Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Muhammadiyah Ponorogo akan mengadakan kegiatan pendampingan lewat program pengabdian pada masyarakat yang bertujuan untuk menambah ilmu, refreshing materi, dan mengasah kreatifitas dalam hal pembuatan bahan ajar materi pendidikan politik dalam bentuk brosur, kegiatan ini terfokus pada guru PPKn pada tingkat MTs di Kabupaten Ponorogo
KETERAMPILAN METACOGNITIVE EXPERIENCE SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD NEGERI KOTALAMA 1 MALANG Megawati, Inna; Irawan, Edy Bambang; Sulton, Sulton
Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika
Publisher : FMIPA UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

this research focus of describing the skill of metacognitive experience student of mathematic learning in elementary school of kotalama 1 malang. Description the skill of metacognitive experience about character for metacognitive feelings dan metacognitive judgment student. Research of procedur used is with do observation, documentation, then interview. Research for subject  what index finger that is student grade IV B as many as 5 people with character is different. Research of result acquisition that is metacognitive feelings student still not yet appear, metacognitive judgment student no happen because there is connect between metacognitive feelings with judgment. Beside it?s, feelings for student can acquisition because there is support principle of learn from around area. Method of teach by teacher so influence character for metacognitive feelings and metacognitive judgment student.
PENGEMBANGAN MEDIA MOBILE LEARNING SEBAGAI PENDUKUNG SUMBER BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA Rifai, Ahmad; Sulton, Sulton; Sulthoni, Sulthoni
Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um038v3i12019p010

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi di zaman yang modern ini, membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Dalam dunia pendidikan media audio-visual seringkali digunakan sebagai media sumber belajar siswa. Salah satunya dengan dikembangkannya Mobile learning. Dengan pengembangan ini diharapkan dapat menghasilkan media pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan pada siswa kelas XI SMA Panjura Malang. Pengembangan ini menggunakan metode dari Sugiyono dengan tahapan dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, ujicoba produk, revisi produk, dan produk akhir. Dalam pengujian validasi dengan nilai rata-rata Ahli Media 96,25% dan Ahli Materi 97,5%, maka dinyatakan media valid. Hasil ujicoba lapangan dari siswa yang berjumlah 20 siswa menunjukkan bahwa siswa yang telah menggunakan media sebanyak 16 siswa yang mencapai KKM sehingga media Mobile learning efektif saat digunakan dalam pembelajaran.Abstract The development of technology in this modern era, brought changes in various fields of human life, including education. In the world of audio-visual media education is used as a medium for student learning resources. One of them is the development of Mobile learning. With this development, it is expected to produce learning media that can be applied to class XI students of SMA Panjura Malang. This development uses the method of Sugiyono with stages of potential and problems, cross data, product design, product validation, product revisions, product trials, product revisions, and final products. In validation testing with an average value of 96.25% Media Expert and 97.5% Material Expert, the media is declared valid. The results of field trials from students who denied 20 students showed that students who had used media as many as 16 students reached KKN so that the Mobile learning media was effective when used in learning.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI TEMA TANAH BAGI SISWA TUNAGRAHITA Herdiyanto, Dede Mukti; Sulton, Sulton; Praherdhiono, Henry
Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um038v3i12019p088

Abstract

AbstrakMultimedia interaktif tema tanah merupakan media yang  digunakan sebagai stimulus agar menumbuhkan semangat siswa dalam pembelajaran. Pemanfaatan media tersebut dapat digunakan secara berulang-ulang, sehingga materi pembelajaran dapat dipahami oleh siswa. Tujuan dari pengembangan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah adalah untuk menghasilkan produk pengembangan multimedia interaktif yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Multimedia pembelajaran interaktif tema tanah dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode dalam pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. (1983).  dengan melakukan beberapa tahapan yaitu: (1) Penelitian dan mengumpulan data, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan desain, (4) Validasi produk, (5) Revisi produk, (6) Uji coba lapangan, (7) Revisi produk akhir. Penerapan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah menurut ahli media dan ahli materi dikategorikan valid dan layak digunakan. Dalam uji coba lapangan pada siswa tunagrahita kelas VI C SLBS BCG Idayu Kota Malang mengalami peningkatan nilai saat menggunakan multimedia pembelajaran interaktif tema tanah. dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif tema tanah merupaka solusi yang cocok untuk diterapkan kepada siswa tunagrahita.AbstractInteractive multimedia with the theme of land is a medium that is used as a stimulus to foster student enthusiasm in learning. The utilization of these media can be used repeatedly, that learning materials can be understood by students. The purpose of the development of multimedia interactive learning theme soil is to produce development interactive multimedia effective interactive to achieve goals learning, Multimedia interactive learning theme of the soil can be a solution to improve the quality of learning. Methods in development using the model of the development of  Borg, W.R. & Gall, M.D. Gall. (1983).  by taking several steps, namely: (1) research and gathering data, (2) planning, (3) Development of design, (4) Validation of products, (5 ) Revision products, (6) The field trials, (7) Revision of the final product. Application of multimedia interactive learning theme of land according to media experts and subject matter experts considered valid and fit for use. In conclusion, trials in the sixth C - grade students with mental disability SLBS BCG Idayu Malang increased in value when using multimedia interactive learning with a land theme.