Ach. Rasyad, Ach.
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PENDAMPINGAN PARTISIPATORI DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT TUNAGRAHITA Aprianto, Kapit Tatak; Rasyad, Ach.; Zulkarnain, Zulkarnain
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 6: JUNI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i6.12528

Abstract

Abstract: This research aims to describe community participatory accompaniment for mental retardation community implemented by Pokmas Karanpatihan Bangkit. The research are using qualitative approachs and case studies. This research approach was interactive model analysis. The research results are: Participatory accompaniment in Karangpatihan village was conducted by involving the community. In the estamblishment of Pokmas Karangpatihan Bangkit by involving eight communities Karangpatihan village as assessor such as Karang Taruna and community local point, closed family of mental retardation community. Participatory accompaniment was conducted to improve the ability throughout the catfish cultivation training, and goats, the training to make some handicraft such as doormat and batik Ciprat. The accompaniment has impacted Karangpatihan village which commonly named as an idiot community. Furthermore, it has impacted to community economics as well as to their daily life.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pendampingan partisipatori masyarakat untuk masyarakat tunagrahita yang dilakukan oleh Lembaga Pokmas Karanpatihan Bangkit. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan studi kasus. Penelitian ini menggunakan analisis Interactive Model. Hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil temuan penelitian, yaitu pendampingan partisipatori di desa Karangpatihan dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Dalam pembentukan Pokmas Karangpatihan Bangkit dengan melibatkan delapan masyarakat desa karangpatihan sebagai pendamping, seperti karangtaruna, dan tokoh masyarakat, keluarga terdekat masyarakat tunagrahita. Pendampingan partisipatori dalam meningkatkan kemampuan melalui pelatihan-pelatihan budidaya ayam, lele, dan kambing, serta pelatihan-pelatihan pembuatan kerajinan berupa keset dan batik ciprat. Hasil dari pendampingan partisipatori masyarakat tunagrahita adalah kerajinan keset dan batik ciprat. Pendampingan juga berdampak pada sebutan desa Karangpatihan yang dikenal dengan kampung idiot. Selain itu, berdampak pada ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
TRANSFER OF KNOWLEDGE KETERAMPILAN PENGOBATAN TRADISIONAL PIJAT SANGKAL PUTUNG Sugiharto, Firsta Bagus; Supriyono, Supriyono; Rasyad, Ach.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.9, September 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.93 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i9.6862

Abstract

This study aims to describe the transfer of Knowledge the skills of the local wisdom of traditional medicine sangkal putung massage (KPTPSP). Qualitative research approach with the types of case studies, the research took three shaman deny one as the subject of the case. Data unearthed by the method of interview and observation, as well as equipped with study documents. Data were analyzed through the stages of reduction data, display data, and conclusions. To get the keabsyahan data sources and triangulation methods do data mining. There are five major stages that must be traversed learners in Knowledge KPTPSP, i.e. stages melu, stage njajal praktek, stage laku, stage practice, and independent stages. Melu stage is the activity of prospective learners observe all activities related to KPTPSP. Phase njajal praktek are doing massage on some members of the body of the client in the supervision of Knowledge resource (tentor). Phase laku is doing the fast and read the verses of the Holy Quran. Stages of practice in the form of activity doing massage to patient fractures. Independent stage in which learners opens own Massage practice.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transfer of knowledge kearifan lokal pengobatan tradisional pijat sangkal putung yang selanjutnya dapat disingkat (KPTPSP). Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penggalian data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisa data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan pengambilan keputusan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Tahapan-tahapan yang harus dikuasai peserta didik dalam mempelajari (KPTPSP), yaitu (a) tahap melu, (b) tahap njajal praktek, (c) tahap laku, (d) tahap praktik, dan (e) tahap mandiri. Tahap melu yaitu mengamati semua kegiatan yang berhubungan dengan (KPTPSP). Tahap njajal praktik yaitu mencoba melakukan pemijatan. Tahap laku yaitu melakukan puasa dan membaca ayat suci Al-Qur’an. Tahap praktik adalah melakukan pemijatan kepada pasien patah tulang. Tahap mandiri, peserta didik membuka praktik pijat sendiri. Transfer of Knowledge (KPTPSP) merupakan upaya dalam melestarikan kearifan lokal, hal ini bertujuan untuk menjaga eksistensi dari kearifan lokal.
Keaktifan Belajar Peserta Didik pada Transfer Pengetahuan Kerajinan Pandai Besi Choiro, Umu Da’watul; Rasyad, Ach.; Supriyono, Supriyono
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 4: APRIL 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.222 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i4.10765

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the active learners in the learning process in a pandai besi. This study uses a qualitative with case study design using observation and interview methods. Learners on transfer of knowledge pandai besi is panjak with educators are empu and senior panjak. The panjak activity of learning to be critical success in mastering a set of skills that transfer. Panjak in their learning activities to observe, listen, practice and frequently asked questions. Pande is place learning activities where panjak work, pande others, and in the marketplace. The activity of learning other than on the basis of personal awareness, also created by the masters.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan peserta didik dalam proses belajar di suatu pande. Penelitian ini menggunakan kualitatif desain studi kasus dengan metode observasi dan wawancara. Peserta didik pada transfer pengetahuan kerajinan pandai besi adalah panjak dengan pendidiknya empu dan panjak senior. Keaktifan belajar menjadi penentu keberhasilan panjak dalam menguasai serangkaian keterampilan yang di transfer. Panjak dalam proses belajarnya melakukan kegiatan mengamati, mendengarkan, praktik, dan tanya jawab.  Kegiatan pembelajaran di pande tempat panjak bekerja, pande milik orang lain, dan di pasar. Keaktifan belajar tersebut selain atas dasar kesadaran pribadi, juga diciptakan oleh empu.
Kesiapan Kader dalam Melaksanakan Pelayanan Posyandu Agustina, Fatjrin; Rasyad, Ach.; Wahyuni, Sri
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.883 KB)

Abstract

Abstract: The Readiness of Frameworks in Implementating Maternal and Child Health Centre Service (Posyandu). The purpose of this research is to know the readiness of the posyandu frameworks to do communicative serving, information serving, education serving, and the readiness of Posyandu frameworks to do posyandu serving using andragogis method at Posyandu in Pakisrejo Village, Srengat, Blitar. This research used quantitative descriptive method. Technic for collecting data of the research used questionnaire and documentary. The result of the research shows that almost half of the posyandu frameworks are ready to do communicative serving but need more preparation, less of half of the frameworks are ready to do informative serving, less of half posyandu frameworks are ready to do educative serving and more than half posyandu frameworks are very ready to do Posyandu serving using andragogis method at Posyandu in Pakisrejo Village, Srengat, Blitar. Abstrak: Kesiapan Kader Dalam Melaksanakan Pelayanan Posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan kader dalam memberikan layanan komunikasi, layanan informasi, layanan edukasi dan kesiapan andragogis di Posyandu Desa Pakisrejo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh kader posyandu dinyatakan siap dalam memberikan pelayanan komunikasi, kurang dari separuh kader posyandu dinyatakan kurang siap dalam memberikan pelayanan informasi, kurang dari seraparuh kader posyandu dinyatakan siap dan lebih dari separuh kader posyandu dinyatakan sangat siap dalam memberikan pelayanan dengan menggunakan prinsip andragogis di Posyandu Desa Pakisrejo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.
Implementasi Kegiatan Cooking Day sebagai Upaya Peningkatan Hubungan Kerja Sama Antara Anak dengan Orang Tua dalam Konteks Pembelajaran Wardhani, Herwinda Kusuma; Redjeki, Endang Sri; Rasyad, Ach.
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.644 KB)

Abstract

Abstract: The focus of research is Cooking Day activities in an effort to improve the relationship of children with parents. This research is done PAUD Restu 2 Malang. This study aims to determine: (1) the implementation of Cooking Day activities; (2) reasons for Cooking Day activities involving parents / guardians; and (3) cooperation of parents with children through Cooking Day PAUD Restu 2 Malang. This type of research is qualitative with case study design. Informants of this research are parents, children, teachers (chairman of the committee of activities), Principal PAUD Restu 2 Malang. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. The findings of this study are: (1) PAUD Restu 2 Malang involving parents / guardians in learning activities to support the success of early childhood education; (2) Cooking Day activities that have been implemented have not run maximally since there are only a few parents / guardians involved; and (3) the relationship of children with parents can not be done well, because parents who do demonstrations, children or learners just see. Abstrak: Fokus penelitian adalah kegiatan Cooking Day dalam upaya peningkatan hubungan kerja sama anak dengan orang tua. Penelitian ini dilakukan PAUD Restu 2 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pelaksanaan kegiatan Cooking Day; (2) alasan kegiatan Cooking Day melibatkan orang tua/wali murid; dan (3) jalinan kerja sama orang tua dengan anak melalui kegiatan Cooking Day PAUD Restu 2 Malang. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian ini adalah orang tua, anak, guru (ketua panitia kegiatan), Kepala Sekolah PAUD Restu 2 Malang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah: (1) PAUD Restu 2 Malang melibatkan orang tua/wali murid dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan pendidikan anak usia dini; (2) kegiatan Cooking Day yang dilaksanakan belum berjalan secara maksimal dikarenakan hanya terdapat beberapa orang tua/wali murid yang terlibat; dan (3) hubungan kerja sama anak dengan orang tua belum dapat terlaksana dengan baik, karena orang tua yang melakukan demo, anak atau peserta didik hanya melihat.
PENGEMBANGAN BUKU PANDUAN PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF UNTUK PROGRAM PENDAMPINGAN ANAK JALANAN Martharini, Tiara Rahmania; Rasyad, Ach.; Moedzakir, Djauzi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia masih banyak anak jalanan yang telah mengikuti pendampingan, tetapi tetap kembali ke jalanan. Menurut Wahyuni (2009:174) “pendampingan anak jalanan akan memperoleh keberhasilan apabila mampu mengubah dan menyentuh mindset anak jalanan disamping mementingkan hal yang bersifat hard skill”. Sehingga konsekuensi pendampingan yang ideal harus memiliki konsep perubahan mindset atau pembelajaran transformatif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk buku panduan pembelajaran yang didalamnya memuat model solusi dan panduan pelaksanaan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran transformatif program pendampingan anak jalanan. Metode penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan, melalui penelitian pendahuluan awal. Validasi produk berdasarkan ahli bidang pendidikan luar sekolah, ahli media pembelajaran, dan pengguna lapangan. Hasil pengembangan produk adalah sebuah buku panduan yang didalamnya memuat model dan panduan pelaksanaan pembelajaran. Pada bab 1, 2, dan 3 berisi model pembelajaran berdasarkan permasalahan yang dianalisis. Pada bab 4 berisi langkah-langkah yang bisa dilaksanakan langsung di lapangan. Analisis terhadap hasil penilaian ahli bidang PLS dan ahli media pembelajaran mengkualifikasikan bahwa buku panduan cukup valid. Tanggapan dari 10 pengguna terbatas dan 20 pengguna luas menyatakan bahwa buku panduan ini memiliki intrepretasi layak digunakan. Penelitian pengembangan ini sementara hanya sampai pada tahap pengujian kelayakan, sehingga disarankan untuk dilakukan penelitian efektivitas produk.
MAKNA MISUH DALAM KOMUNIKASI ANAK USIA 4—6 TAHUN Indriani, Yuli Rahayu; Hardika, Hardika; Rasyad, Ach.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 4: APRIL 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i4.13222

Abstract

Abstract: There has many differ perception about the meaning of swear words in daily communication, so that this research?s aim was to described those swear word?s meaning. The focus of this research is meaning of swear words that said by children age 4?6 years in RA Al-Azhar Bantur. This research used descriptive qualitative method, thereby the collected data  was found on research field. The result showed that the swearing words commonly spoken by children was jancuk, taek, bedhes, patek, goblok, gendeng, and jangkrik. Children did not know the meaning of those swearing words, but they assume that swearing is a taboo and it is not a good thing if they did.Abstrak: Banyak perbedaan persepsi terhadap makna penggunaan kata-kata misuh dalam komunikasi sehari-hari sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tersebut. Fokus pada penelitian ini adalah makna kata-kata misuh yang digunakan oleh anak usia 4?6 tahun di RA Al-Azhar Bantur. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif sehingga data yang diperoleh adalah fakta di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata misuh yang biasa diucapkan oleh anak adalah jancuk, taek, bedhes, patek, goblok, gendeng, dan jangkrik. Anak tidak mengetahui makna sebenarnya, namun mereka menganggap bahwa misuh adalah hal yang tabu sehingga tidak baik jika dilakukan.