Delyuzar Ilahude, Delyuzar
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DASAR LAUT BERDASARKAN INTERPRETASI DATA ANOMALI MAGNETIK DI PERAIRAN TELUK TOLO SULAWESI Heryanto, Septian Taufiq; Ardi, Nanang Dwi; Ilahude, Delyuzar
ISSN
Publisher : Program Studi Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey eksplorasi geofisika melalui metode magnetik di perairan Teluk Tolo menghasilkan nilai anomali magnetik total yang telah dikoreksi oleh IGRF, dan variasi harian. Nilai anomali magnetik residual diperoleh melalui metode pemisahan Trend Surface Analysis. Hasil pengolahan data kemudian diplot menjadi peta kontur anomali guna memperoleh gambaran anomali yang tersebar di daerah penelitian dan akan dijadikan acuan sebagai pembuatan model. Berdasarkan hasil pemodelan, gambaran struktur geologi bawah permukaan dasar laut Teluk Tolo mempunyai empat jenis komposisi batuan berbeda dengan nilai suseptibilitas 0,03, 0,004, -0,001, dan 0,07. Jenis batuan tersebut adalah granit, sedimen kuarsa, malihan kuarsit dan gabro intrusif yang terletak pada kedalaman 50 m sampai 200 m dari permukaan. Pada daerah penelitian, ditemukan indikasi adanya sesar naik yang mempunyai arah dari barat daya menuju timur laut pada penampang lintasan A – A’, dan sesar turun dengan arah dari barat laut sampai tenggara pada penampang lintasan B – B’ dan C – C’.
ABRASION WAVE OBSTRUCTS TOURISM DEVELOPMENT IN COASTAL REGIONS OF BINUANGEUN, LEBAK - BANTEN Ilahude, Delyuzar; Kamiludin, Udaya
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 26, No 1 (2011)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.94 KB) | DOI: 10.32693/bomg.26.1.2011.34

Abstract

Geographically, the study area is located in the southern coast of Java and also exposed to the influence of wave energy from the southeast, south and southwest. The energy flux of waves generated by surface wind components that affect the coastline and the surrounding waters of Binuangeun. The impact of the wave coming from southeast direction caused a continuous abrasion process in Binuangeun coast and its adjacent areas, included the tourism area in the eastern part of Binuangeun coast towards the center of the study area. The current movement along the coast was accompanied by sediments deposition which tends to westward. The value of sediments supply (Vq) in sample area point number 9 was bigger than the sample area number 4 about 33.703 m3/year within the same direction tendency of sediments deposition. Western part of Binuangeun coastal area would presumably become the sediment accumulation point throughout the year, while the erosion process in the central part of the study area were expanding and occured seasonally. Keywords : abrasion, Binuangeun, flux energy Secara geografis daerah penelitian terletak di pesisir selatan Pulau Jawa dan termasuk pantai terbuka terhadap pengaruh energi gelombang dari arah tenggara, selatan dan barat daya. Energi fluks gelombang yang dibangkitkan oleh komponen angin permukaan berpengaruh terhadap garis pantai perairan Binuangen dan sekitarnya. Efek gelombang dari arah tenggara mengakibatkan proses abrasi di pantai Binuangen dan sekitarnya, terutama kawasan wisata bagian timur pantai Binuangen hingga ke bagian tengah. Pergerakan arus sepanjang pantainya disertai oleh pengendapan sedimen yang cenderung mengarah ke barat. Nilai pasokan sedimen (Vq) pada titik tinjau 9 lebih besar dari pada di titik 4 yaitu sebesar 33.703 m3/tahun dengan pasokan sedimen cenderung bergerak ke arah barat. Daerah pesisir kawasan bagian barat Binuangen diperkirakan akan menjadi zona akumulasi sedimen sepanjang tahun, sementara proses erosi di bagian tengah daerah penelitian tetap berkembang dan berlangsung secara musiman. Kata kunci : abrasi, Binuangen, energi fluks
HIGH PERCENTAGE OF RARE EARTH ELEMENT CONNECTION WITH THE ACCUMULATION SEDIMENT AS RESPONSE LONGSHORE CURRENTS IN THE BELITUNG WATERS Ilahude, Delyuzar; Surachman, Maman
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 30, No 2 (2015)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3964.57 KB) | DOI: 10.32693/bomg.30.2.2015.77

Abstract

The study area is geographically located in the West coast of Belitung island at coordinates 105o4800" - 106o06 00" E and 06o4600" - 06o50 00" S. The beach and coastal area is influenced by wave energy from the West and North directions The purpose of this study is to analyze the relationship between the zone of sediment accumulation of empirical approaches on oceanography parameter containing rare earth elements. The approach used is to predict the shore wave energy using wave prediction curve deep waters to obtain the energy flux of the wave at each point of reference. Sediments containing rare earth elements tend to lead to the south as a result of the movement of longshore currents. Regional coastal area of the western part of the island of Belitung, especially in the southern part of the estuary of the river Tanjung Pandan is estimated to be a zone of sediment accumulation. The movement of sediment caused by wave energy from the north led to sedimentation evolved significantly in the south which is thought to contain rare earths minerals derived from land. This sedimentation process takes place on a seasonal basis, which allegedly took place in the west. The movement of sediment to the south of the mouth of the Cerucuk River it is predicted that rare earth elements were supplied from these rivers tend to settle in the southern part of the estuary Cerucuk throughout the year.Keywords: accumulation of sediment, longshore currents, rare earth elements offshore Belitung Lokasi daerah penelitian secara geografis terletak di pesisir pantai barat Pulau Belitung pada koordinat 105o4800" - 106o0600" BT dan 06o4600" - 06o5000"LS. Pesisir pantai termasuk pantai terbuka terhadap pengaruh energi gelombang dari arah barat dan utara. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis hubungan antara zona akumulasi sedimen dari pendekatan empirik parameter osenografi dan kandungan unsur tanah jarang. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan memprediksi energi gelombang pantai menggunakan kurva prediksi gelombang perairan dalam untuk memperoleh energi fluks gelombang pada setiap titik referensi. Pengendapan sedimen bermuatan unsur tanah jarang cenderung mengarah ke selatan sebagai akibat dari pergerakan arus sejajar pantai. Daerah kawasan pesisir bagian barat Pulau Belitung terutama di bagian selatan muara sungai Tanjung Pandan diperkirakan menjadi zona akumulasi sedimen. Pergerakan sedimen akibat dari energi gelombang dari arah utara menyebabkan adanya sedimentasi berkembang cukup signifikan di bagian selatan yang diduga bermuatan mineral unsur tanah jarang asal dari darat. Proses sedimentasi ini berlangsung secara musiman, yang kemungkinan berlangsung pada musim barat. Adanya pergerakan sedimen ke arah selatan dari muara Sungai Cerucuk maka diperkirakan unsur tanah jarang yang dipasok dari sungai tersebut cenderung mengendap di bagian selatan dari muara Sungai Cerucuk sepanjang tahun. Kata kunci: akumulasi sedimen, arus sejajar pantai, unsur tanah jarang lepas pantai Belitung
Estimation of Sea Current Energy Potential by Using Calculation Models of Horizontal Axis Current Turbine in Toyapakeh Strait, Nusa Penida, Bali Rachmat, Beben; Ilahude, Delyuzar
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 32, No 2 (2017)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.305 KB)

Abstract

Toyapakeh Strait has a fairly strong ocean current velocity with a velocity between 0.5 m/s – 3.2 m/s. The duration of the strong current (V> 0.5 m/s) ranges from 13-22 hours per day. The location of the strong current occurrence is located to the east of Nusa Lembongan Island, precisely at the stationary current measurement location. Vertical distribution of the direction and velocity currents at this location are not uniform from the top to the bottom, especially in the water column depths of 2 m, 4 m and 6 m, whereas at the water column depths of 8 m to 16 m are relatively uniform. Calculation results of potential electrical power by using the horizontal axis turbine model with a capacity of 35.9 kW (Rite Verdan), 100 kW (Tocardo DD702HT) and 250 kW (Tocardo DD1001HT) show that all of the values have the optimal electric powers, especially during the spring tide, whereas during the neap tide only the turbine with a capacity of 35.9 kW can retrieved an optimal electrical power. Calculation result of the electric power potential by using the method of calculation performed by the Electric Power Research Institute Inc. at the point of measurement, indicated that the total amount of energy 42.5 MWh per month for the turbine model Tocardo DD1001HT, 17.27 MWh per month for turbine model DD702HT Tocardo, and 9.08 MWh per month for the turbine model Rite Verdan.Keywords: Toyapakeh Strait, current velocity, time duration, electric power, depth of the water column Perairan Selat Toyapakeh mempunyai kecepatan arus laut yang cukup kuat dengan kecepatan berkisar antara 0,5 m/det – 3,2 m/det. Durasi terjadinya arus kuat (V>0,5 m/det) berkisar 13 – 22 jam per hari. Lokasi tempat terjadinya arus kuat terletak di sebelah timur Pulau Nusa Lembongan, tepatnya di lokasi tempat pengukuran arus stasioner. Secara vertikal distribusi arah dan kecepatan arus di lokasi ini tidak seragam dari atas ke bawah, terutama pada kedalaman kolom air 2 m, 4 m dan 6 m, sedangkan untuk kedalaman kolom air 8 m sampai 16 m relatif seragam. Hasil perhitungan potensi daya listrik dengan menggunakan model turbin sumbu horisontal dengan kapasitas 35,9 kW (Rite Verdan), 100 kW (Tocardo DD702HT) dan 250 kW (Tocardo DD1001HT) diperoleh daya listrik yang cukup optimal terutama saat spring tide, sedangkan saat neap tide hanya turbin dengan kapasitas 35,9 kW yang masih menghasilkan daya listrik secara optimal. Hasil perhitungan potensi daya listrik dengan menggunakan metode perhitungan yang digunakan oleh Electric Power Research Institute Inc. di titik pengukuran diperoleh total energi yang dihasilkan dari model turbin Tocardo DD1001HT adalah sebesar 42,5 MWh per bulan, model turbin Tocardo DD702HT adalah sebesar 17,27 MWh per bulan, dan model turbin Rite Verdan adalah sebesar 9,08 MWh per bulan.Kata Kunci : Selat Toyapakeh, kecepatan arus, durasi waktu, daya listrik, kedalaman kolom air
SEDIMENTATION RATE BASED ON OCEANOGAPHIC PARAMETERS REVIEWS IN THE ESTUARY OF KAPUAS, CENTRAL KALIMANTAN Ilahude, Delyuzar
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 26, No 2 (2011)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.322 KB) | DOI: 10.32693/bomg.26.2.2011.36

Abstract

Secara geografis daerah penelitian terletak di muara Sungai Kapuas Kalimantan Tengah. Kawasan pantai ini sangat terbuka dipengaruhi oleh aksi gelombang dari arah tenggara, selatan, baratdaya dan barat. Di pesisir pantai muara Sungai Kapuas terdapat arus sejajar pantai yang bergerak masuk ke arah muara. Pergerakan arus sejajar pantai tersebut memasok sedimen dari arah tenggara dan barat ke muara. Sedimen tersebut cenderung diendapkan di sisi barat dari muara Kapuas. Hal ini menjadi kendala alur pelayaran di muara Sungai Kapuas. Kata kunci : arus sejajar pantai, muara, Kapuas Geographically, the study area is located on the coast of Kapuas River mouth, Central Kalimantan. This open beach area is affected by wave action from southeast, south, southwest and west direction. The longshore current drifts to the estuary on the coastal zone of the Kapuas River. It gives potential sediment supply from the southeast to the north. The sediment tends to be deposited in the western part estuary of Kapuas.This particular thing evokes the ship navigation in Kapuas estuary. Keywords : longshore current, estuary, Kapuas
HEAVY METAL CONTENTS IN MARINE SEDIMENTS AND SEAWATER AT TOTOK BAY AREA, NORTH SULAWESI Ilahude, Delyuzar
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 25, No 1 (2010)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.414 KB) | DOI: 10.32693/bomg.25.1.2010.24

Abstract

The study area is located in north-eastern part of Tomini Bay, approximately 80 km south of Manado city, North Sulawesi. This area is closed to submarine tailing disposal system in Buyat Bay. Five marine sediment samples and four water samples from seawater and dig wells have been used for heavy metals (Hg, As, CN) analyses by using Atomic Absorption Spectrometry (AAS). This study is a part of research conducted by Marine Geological Institute of Indonesia on morphological changes of seabed in the Totok Bay. The result shows that concentration of mercury (Hg) in water samples taken from Ratatotok estuary is higher than standards stipulated Government Regulation (Peraturan Pemerintah/PP) No. 82/2001. Meanwhile, concentration of arsenic (As) is almost reaching its standard threshold, and conversely cyanide (CN) concentration is low. This value of mercury (Hg) concentration taken from Ratatotok estuary is much higher than water samples from of Buyat Bay estuary. Significant concentration of mercury (Hg) analysed from those particular sampling sites indicated high mercury contamination. Therefore, further examination on ground water of dig wells is necessary, especially for mercury analysis (Hg). Furthermore, comparing the formerly obtained data of mercury concentration in the sediment, this particular study concludes that the sediments in the Totok Bay had contaminated by mercury from gold-processing of illegal mining. Keywords: pollution, heavy metal, marine sediment, seawater, Totok Bay Daerah penelitian terletak di bagian timur laut Teluk Tomini, sekitar 80 km selatan kota Manado, Sulawesi Utara. Lokasi ini berdekatan dengan tempat pembuangan limbah tambang bawah laut di Teluk Buyat. Lima contoh sedimen laut, lima buah contoh air dari laut dan sumur telah digunakan untuk analisa logam berat (Hg, As, dan CN) menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry AAS. Studi ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh Marine Geological Institute of Indonesia tentang perubahan morfologi dasar laut di Teluk Totok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri dalam contoh air yang diambil dari sekitar muara sungai Ratatotok lebih tinggi dari standar Peraturan Pemerintah/PP No. 82/2001. Sementara itu, konsentrasi arsen (As) hampir mencapai ambang batas standar dan konsentrasi sianida (CN) jauh lebih rendah dari standar ambang batas. Nilai kandungan merkuri di estuari Ratatotok lebih tinggi dibandingkan dengan contoh air yang terukur dari muara sungai di Teluk Buyat. Kandungan merkuri yang tinggi ini menunjukkan adanya indikasi pencemaran logam berat, dan oleh karena itu air di sumur-sumur penduduk perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, khususnya untuk analisa merkuri. Selain itu, berdasarkan perbandingan kandungan merkuri dalam sedimen pada penelitian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa Teluk Totok telah mengalami kontaminasi merkuri dari penambangan emas ilegal. Kata kunci: polusi, logam berat, sedimen laut, air laut, Teluk Totok
MAGNETIC ANOMALY PATTERNS USING TREND SURFACE ANALYSIS APPLICATION (TSA) ON MARINE GEOLOGY MAPPING IN THE BALIKPAPAN WATERS Ilahude, Delyuzar
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1578.523 KB) | DOI: 10.32693/bomg.27.1.2012.42

Abstract

The application of Trend Surface Analysis (TSA) method an geological and geophysical research in map sheets 1813-1814, Balikpapan Waters and its surrounding, shows the significant value of residual anomaly. The magnetic disseverance of regional and total anomaly value obtained the negative anomaly between -50 nT and -350 nT and positive anomaly between +50 nT and +400 nT. The contour of total and regional anomaly shows the magnetic properties of rocks which characterizes the geological arrangements of the research areas. Residual anomaly yielded from the 2nd order value of regional anomaly might be correlated with the formation of basin structures in the central and northern parts of research area, which is interpreted as a part of Kutai Basin. Keywords : TSA method, magnetic anomaly, geology and geophisics, Balikpapan Waters. Penerapan metode TSA dalam penelitian geologi dan geofisika di Lembar Peta 1813-1814, Perairan Balikpapan dan sekitarnya menunjukkan nilai anomali sisa yang cukup signifikan. Hasil pemisahan nilai anomali magnet regional dan anomaly total diperoleh nilai anomali yaitu antara -50 nT dan –350 nT dan anomali positif antara +50 nT dan +400 nT. Kontur anomali total dan anomali regional memperlihatkan sifat kemagnitan batuan yang mencirikan tatanan geologi daerah penelitian. Anomali sisa dihasilkan dari nilai anomali regional orde ke 2, kemungkinan berkaitan dengan pembentukan struktur cekungan di bagian tengah dan utara daerah penelitian yang ditafsirkan sebagai bagian dari Cekungan Kutai. Kata kunci : metode TSA, anomali magnet, geologi dan geofisika, Perairan Balikpapan.
PENDEKATAN SECARA EMPIRIK TERHADAP GEJALA PERUBAHAN GARIS PANTAI DAERAH INDRAMAYU DAN SEKITARNYA Ilahude, Delyuzar; Usman, Ediar
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.901 KB) | DOI: 10.32693/jgk.7.2.2009.175

Abstract

Lokasi daerah studi Indramayu secara geografis terletak di pesisir utara Pulau Jawa dan termasuk pantai terbuka terhadap pengaruh energi gelombang dari arah barat laut, utara dan timur laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis perubahan garis pantai dari analisis parameter oseanografi yang dibangkitkan oleh komponen angin permukaan. Pendekatan secara empirik terhadap perubahan garis pantai dari parameter oseanografi, menunjukkan telah terjadi proses erosi dan sedimentasi di pantai Indramayu dan sekitarnya. Daerah abrasi meliputi kawasan bagian tenggara dan barat laut pantai Indramayu. Pergerakan arus sepanjang pantainya disertai oleh pengendapan sedimen (Q) berarah barat laut. Nilai Q pada zona Z-3 lebih besar dari pada di zona Z-1 dan Z-2 dengan jumlah nisbi pasokan sedimen cenderung bergerak ke arah barat laut. Daerah pesisir kawasan Delta Cimanuk diperkirakan akan menjadi zona akumulasi sedimen sepanjang tahun. Sementara proses erosi di bagian tenggara Indramayu tetap berkembang dan berlangsung secara musiman. Kata kunci : Erosi , Indramayu, pasokan sedimen The study area Indramayu, is geographically located at the northern coast of Jawa, which is an open beach that influenced by wave action from the northwest, north and northeast directions. The purpose of this study is to analyze the shift of the shore line based on oceanographic parametric analysis made by surface wind component. An empiric approach to the coastal line change conduct oceanographic parameters shows that erosion and sedimentation have occured along the coastal area of Indramayu and its surounding. The eroded area encompasses the northeastern and northwestern coasts of Indramayu. Its longshore current is follow by sediment (Q) supplies that tend to be deposited in the northwest area. The value of Q in the Z-3 zone is larger than Z-1 and Z-2 zones, as relative amount of sediment supplies tend to move northwest. The coastal area of Delta Cimanuk is estimated to be zone of sediment accumulation along the year, while the erosion process in southeast part of Indramayu spreads and occurs seasonally. Keywords : Erosion, Indramayu, sediment supply
PENAFSIRAN GEOLOGI PERAIRAN PULAU MENJANGAN-BALI DARI DATA SEISMIK Arifin, Lukman; Ilahude, Delyuzar
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 2, No 3 (2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.36 KB) | DOI: 10.32693/jgk.2.3.2004.116

Abstract

Hasil penafsiran rekaman seismik pantul dangkal menunjukkan adanya sesar-sesar aktif di bagian barat dan bagian timur daerah selidikan. Diduga morfologi tinggian bagian timur merupakan bagian daratan Pulau Bali dan bagian barat adalah bagian daratan Pulau Jawa. Adanya onggokan di permukaan dasar laut di sekitar Tanjung Pasir Putih ditafsirkan sebagai carbonat build-up. Bentuk ini banyak ditemukan di sekitar Pulau Menjangan. yang merupakan kawasan wisata bawah laut. Kondisi geologi dari penafsiran rekaman seismik ini diharapkan dapat merupakan masukan untuk pengembangan pembangunan di kawasan wisata Pulau Menjangan. Results of shallow seismic reflection interpretation records show the present of active faults in the western and eastern part of the study area. The morphological hight in the western part is suggested as part of the Bali island and the western part is of Java island. The height at the sea floor surface around Tanjung Pasir putih is interpreted as a carbonat build-up. This form was found around the Menjangan island of marine tourism area. Geological condition interpreted from seismic records is hoped can contribute to the development of the Menjangan island tourism area.
POLA ANOMALI MAGNET DAN NILAI SUSCEPTIBILITAS DARI BATUAN DASAR PADA PEMETAAN GEOLOGI DAN GEOFISIKA DI PERAIRAN TELUK BONE SULAWESI SELATAN Rachmat, Beben; Ilahude, Delyuzar
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.14 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.1.2012.212

Abstract

Pola anomali magnet dari penerapan metode reduksi kekutub dan equator menunjukkan nilai anomali lokal yang cukup signifikan. Nilai anomali magnet di perairan Teluk Bone diduga berkaitan dengan tatanan litologi batuan dasar. Nilai anomali negatif dengan notasi warna biru yang menempati bagian utara dan tenggara daerah penelitian, diduga merupakan batuan sedimen yang mendominasi daerah tersebut. Sifat kemagnitan batuan di bagian barat daerah penelitian, diduga disebabkan oleh busur magmatik dari tepian timur lengan Sulawesi Selatan. Nilai susceptibilitasnya (k) tertinggi mulai dari 0.1588 hingga 0.1596, sedangkan terendah mulai dari 0.1564 sampai 0.1572. Diperkirakan nilai susceptibilitas tertinggi, termasuk dalam kelompok batuan metamorf, sedangkan terendah termasuk dalam kelompok batuan sedimen. Kata kunci : anomali lokal, susceptibilitas The pattern of magnetic anomalies of the application the method of reduction to the pole and equator shows the value of the local anomalies are quite significant. The value of magnetic anomalies in the waters of the Gulf of Bone allegedly related to order litologi bedrock. The value of negative anomalies with blue color notation that occupy the north and southeast region research, allegedly is a sedimentary rock that dominates the area. The nature of magnetic rocks in the western part of the area of research, allegedly caused by the arc of the east arm magmatic South Sulawesi. The value of the highest susceptibilitasnya (k) ranging from 0.1588 until 0.1596, whereas the lowest starting from 0.1564 until 0.1572. Estimated value of the highest susceptibility, included in the group of metamorphic rock, while the lowest are included in the group of sedimentary rocks. Keywords: local anomaly, susceptibility