Articles

Found 36 Documents
Search

OPTIMASI PEMAKAIAN JAM KERJA DAN BAHAN BAKU DALAM MEMPRODUKSI MINUMAN INSTAN TRADISIONAL Rosita, Sondang Kiki; Herwanto, Totok; Thoriq, Ahmad; Pareira, Boy Macklin
AGROINTEK Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v13i2.5052

Abstract

CV. Cihanjuang Inti Teknik is a small or medium-sized business (UKM) engaged in the traditional beverage processing industry. The company is faced with problems of use to optimize the use of work time so that there is no idle work time or overtime working hours. Other problems, so far the procurement of raw materials carried out is also only based on estimates, namely with raw materials made in stock without taking into account quantitative calculations. The goal programming method is used with the aim of analyzing and describing the optimal use of resources in working hours and raw materials from the average production target needed by the company. The calculation of goal programming is supported by using LINDO (Linear Interactive Discrete Optimizer) program to obtain the optimal number of products from working hours and raw materials needed by the company. The results of the study obtained optimal regular working hours in scenarios I, II, III, and IV respectively in the amount of 159.95 hours/month, 174.25 hours/month, 176.26 hours/month and 192.37 hours/month. There was also an increase in the use of raw materials for ginger, coffee, ginseng and pepper in scenario II, raw materials for ginger, white and vanilla sugar in scenario III, raw materials for white sugar, vanilla and cinnamon in scenario IV.
ANALISIS ANTROPOMETRI PETANI DAN APLIKASINYA PADA DESAIN ALAT PEMANEN MANGGIS Fiana, Sella; Sugandi, Wahyu Kristian; Thoriq, Ahmad; Yusuf, Asep
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 No 1 Tahun 2019
Publisher : Program Studi S2 Master Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2019.v05.i01.p04

Abstract

Harvesting of mangosteen is manually by climbing trees or using simple harvesting tools that made from bamboo. In order to increase productivity, it is necessary to design mangosteen harvesting equipment by referring to harvesting anthropometry. Anthropometric data were collected from 30 (thirty) mangosteen harvesters which included height, shoulder height, knee height, arm length, hand reach up to grip, front hand reach, palm length, index finger and thumb diameter to the middle finger. The making of the tool refers to the 5th percentile data to get the maximum dimension of the tool for farmers who have SMAll and comfortable bodies for those who have large bodies. The results showed that the average harvesting height was 150 cm, shoulder height 125 cm, knee height 37.92 cm, arm length 47.62 cm, hand reach above grip 177.54 cm, forward hand reach 65.67 cm, the front hand reaches 59.45 cm, the thumb grip diameter to the index finger 37.70 mm, and the thumb grip diameter to the middle finger is 44.17 mm. Based on the anthropometric data, the design of the harvesting equipment was obtained using a telescopic system with a length of 3 m which can be shortened to 1.5 m, the diameter of the handle 3.2 cm, and the shape of the mangosteen fruit resembling the letter ?V? with an aluminium plate construction.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI CALON PETANI PERLUASAN SAWAH DI KABUPATEN TULANG BAWANG, PROVINSI LAMPUNG Thoriq, Ahmad; Yunita, Desi; Sutrisno, Budi; Syamsiyah, Nur
OPTIMA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.083 KB) | DOI: 10.33366/opt.v1i2.617

Abstract

Socio-economic is one of the factors that determines the feasibility of wetland expansion. Survey of socio-economic characteristics of prospective farmers is done on prospective location of rice field extension in Tulang Bawang district spread in six villages in four subdistricts. Data collection was conducted using questionnaires, and deepened with Focus Group Discussion (FGD) approaches, in-depth interviews, and field observations. The results showed that the age of prospective farmers was below 50 years old (77.02%), elementary school 31.36%, junior high 27.62% and high school 27.35%, mostly farmers (83.95%), Land of 2 hectares per farmer, and most willing to paddy (96,80%). Economically, wetland expansion program can improve farmer's welfare because the location candidate is not economically utilized swamp land, while social factor that hamper rice expansion program is land ownership conflict as happened in Andalas Village Cermin Subdistrict Rawa Pitu.
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA ALAT PEMANEN BUAH MANGGIS Sugandi, Wahyu K; Thoriq, Ahmad; Yusuf, Asep; Iqradiella, Amorita
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 4 (2019): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i4.273-279

Abstract

Petani manggis sebagian besar melakukan proses pemanenan dengan cara manual dan masih sangat sederhana, yaitu memetik buah yang masih terjangkau dengan tangan, sedangkan yang tidak terjangkau (jauh) pemanenannya dilakukan menggunakan galah yang terbuat dari bambu. Alat panen bambu masih sederhana dan memiliki beberapa kelemahan yaitu pengarah buah tidak dapat diatur sesuai dengan ukuran buah manggis, galah terlalu panjang dan membutuhkan ruang yang cukup besar, sehingga perlu di rancang alat pemanen manggis dengan kontruksi ringan, tahan lama dan kokoh serta berbentuk teleskopik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode rancangan teknik yang terdiri dari indentifikasi masalah, perumusan masalah dan penyempurnaan konsep desain, analisis desain, gambar eknik, pembuatan alat dan uji kinerja. Alat panen manggis hasil rancangan terbuat dari alumunium berbentuk teleskopik dengan panjang galah 3 meter. Hasil dari pengujian menunjukkan kapasitas kerja alaat panen hasil rancangan sebesae 23,74 kg/jam.
STUDI SIKLUS WAKTU PROSES MUAT ANGKUT TEBU SECARA MEKANIS DI PG. JATITUJUH, MAJALENGKA, JAWA BARAT Thoriq, Ahmad; Sugandi, Wahyu Kristian; Sampurno, Rizky Mulya; Aji, Reza Permana
TEKNOTAN Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol11n1.7

Abstract

Proses muat-angkut tebu secara mekanis meliputi pemuatan tebu menggunakan grab loader dan pengangkutan tebu menggunakan truk atau trailer yang digandengkan dengan traktor roda empat.  Untuk meningkatkan produktivitas kerja pengangkutan tebu, perlu dikaji metode dan cara kerjanya melalui studi terhadap waktu. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis siklus waktu proses pengangkutan tebu secara mekanis. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu merekam proses muat-angkut menggunakan kamera digital, dan pengukuran langsung. Perhitungan cycle time dilakukan dengan menghitung waktu setiap tahap mulai dari waktu muat, waktu perjalanan dari lahan ke pabrik, waktu bongkar dan waktu perjalanan dari pabrik ke lahan.  Jarak lokasi ke pabrik dibagi menjadi tiga yaitu jarak A (0-5 km), jarak B (5-10 km) dan jarak C (10-15 km). Kendaraan angkut (transporter) yang diamati berjumlah 5 unit dengan jenis yang berbeda-beda untuk setiap jarak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata siklus waktu pengangkutan tebu pada jarak A sebesar 4202,95 detik dengan waktu normal sebesar 1859,40 detik, pada jarak B sebesar 4995,10 detik dengan waktu normal sebesar  3832,92 detik dan pada jarak C sebesar 8332,27 detik dengan waktu normal sebesar 7402,32 detik. Kata kunci : siklus waktu, pengangkutan tebu, grab loader, trailer
KLASIFIKASI TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 OPERATIONAL LAND IMAGER (OLI) DI KABUPATEN SUMEDANG Sampurno, Rizky Mulya; Thoriq, Ahmad
TEKNOTAN Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi tutupan lahan terbaru berupa peta hasil klasifikasi citra dapat diperoleh melalui teknik penginderaan jauh. Teknik ini dianggap penting dan efektif dalam pemantauan tutupan lahan karena kemampuannya dalam menyediakan informasi keragaman spasial di permukaan bumi dengan cepat, luas, tepat, serta mudah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi tutupan lahan di Kabupaten Sumedang menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI (Operational Land Imager) hasil perekaman terakhir. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pra-pengolahan citra, pemilihan kombinasi band terbaik, interpretasi visual citra, membuat penciri kelas, analisis separabilitas, klasifikasi citra, dan uji akurasi. Metode klasifikasi yang digunakan adalah metode maximum likelihood classification (MLC). MLC mempertimbangkan faktor prior probability yaitu peluang dari suatu piksel untuk dikelaskan ke dalam kelas atau kategori tertentu. Hasil klasifikasi citra Landsat 8 OLI di Kabupaten Sumedang menghasilkan 10 kelas tutupan lahan yaitu lahan terbangun, sawah menjelang panen, sawah baru tanam, semak belukar, hutan tutupan padat, hutan tutupan sedang, hutan campuran, kebun campuran, tanah terbuka dan badan air. Ketelitian klasifikasi ditunjukkan dengan akurasi overall dan kappa masing-masing sebesar 99.61% dan 99.51%. Hasil ini memenuhi syarat yang ditetapkan oleh USGS (> 85%). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa peta hasil klasifikasi citra Landsat 8 dapat digunakan.Kata kunci: penginderaan jauh, klasifikasi, MLC
EVALUASI EKONOMI TEKNIK PRODUKSI KERIPIK KENTANG SECARA MANUAL (STUDI KASUS: TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN, CIKAJANG, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT) Thoriq, Ahmad; Sampurno, Rizky Mulya; Nurjanah, Sarifah
TEKNOTAN Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol11n2.5

Abstract

Agroindustri kentang merupakan unit usaha utama yang dikelola Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Garut.  Kentang yang dikembangkan difokuskan pada kentang industri varietas median. Hasil produksi sebagian dijual dalam bentuk mentah ke Industri keripik kentang dan sebagian lagi diolah sendiri menjadi keripik kentang yang dipasarkan sendiri. Meskipun terdapat beberapa unit mesin, namun produksi keripik kentang masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana, sehingga untuk keberlanjutan usaha perlu dilakukan evaluasi ekonomi usaha produksi keripik kentang yang diolah secara manual. Metode yang digunakan pada penelitian ini analisis ekonomi yang meliputi biaya produksi, harga pokok produksi, titik impas dan  kelayakan usaha yang meliputi Net Present value (NPV),  benefit cost ratio analysis (BC Rasio), Internal Rate of Return (IRR) dan payback period analysis (PBP). Berdasarkan analisis ekonomi, pada umur proyek lima tahun didapatkan HPP keripik kentang sebesar Rp.72.816 perkg, dengan titik impas 600 kg pertahun, BC Rasio sebesar 1,25, NPV sebesar Rp 137.299.137 pertahun, IRR sebesar 16,42 %, dan PBP selama sembilan bulan.Kata kunci : analisis ekonomi, kelayakan usaha, keripik kentang, pengolahan manual
KAJIAN KARAKTERISTIK SPEKTRUM TANDAN BUAH SEGAR (TBS) KELAPA SAWIT BERDASARKAN TINGKAT KEMATANGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV – VIS Thoriq, Ahmad; Herodian, Sam; Sutejo, Agus
TEKNOTAN Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanenan TBS kelapa sawit yang masih mengandalkan tenaga manusia menyebabkan kualitas panen dipengaruhi pengalaman, keahlian, dan pengetahuan.  Alternatif lain yang perlu dikembangkan adalah penggunaan sensor dalam mendeteksi tingkat kematangan TBS. Untuk menentukan sensor yang tepat maka diperlukan kajian karakteristik optik dari TBS kelapa sawit menggunakan spektrofotometer UV ? Vis.  Citra TBS ditangkap oleh digital spotting scope dan reflektan TBS akan dibaca oleh spektrometer ocean optics USB 650 (fiber optic solids) pada panjang gelombang 200-850 nm. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kematangan untuk klon marihat, dampy dan selapan jaya dapat dibedakan pada kisaran panjang gelombang 630 ? 690 nm. Pada panjang gelombang ini mengindikasikan terjadinya perbedaan warna antara buah yang belum matang dan buah matang.  Setiap klon mempunyai karakteristik yang berbeda selama proses pematangan pada klon marihat kadar minyak optimal terjadi pada fraksi 2, sedangkan pada klon dumpy dan selapan jaya kadar minyak optimal terjadi pada fraksi 1. Hubungan kurang baik antara data reflektan dan kadar minyak TBS dengan R2 untuk klon Marihat, Dumpy dan Selapan Jaya secara berurutan masing ? masing sebesar  0,288 ; 0,614 dan 0,516.
ANALISIS TEKNIS DAN KELAYAKAN FINANSIAL PRODUKSI KERIPIK KENTANG Thoriq, Ahmad; Sampurno, Rizky Mulya; Nurjanah, Sarifah
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 1 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractMedians variety of potato is the main commodity developed by Agricultural Technology Park, Cikajang, Garut, West Java. The product has been partially sold in raw form and partly processed by itself into potato chips. This article will analyze the technical and financial feasibility of two ways of potato chips production. Production of potato chips has done manually by several machine units, therefore it needs to analyze technically and financially. Some analysis have conducted for this technical and financial analysis. The results showed that the average slicing capacity by slicing machine was 71.160 kg/hour, with the result of perfect shape about 58.493%. During five-year project, the cost of sold, break event point, benefit cost ratio, net present value, benefit cost ratio, and payback period by slicing machine were around of 55,591 Rp/kg, 612 kg/year, 459,639,059 Rp/year, 1.41, 17.17% and four months, respectively. In contras by traditional manner that the cost of sold, break event point, benefit cost ratio, net present value, benefit cost ratio, and payback period were nearly of 59,248 Rp/kg, 507 kg/year, 260,787,383 Rp/year, 1.35, 23.22% and four months, respectively.AbstrakKentang industri varietas Medians merupakan komoditi utama yang dikembangkan Taman Teknologi Pertanian, Cikajang, Garut, Jawa Barat. Hasil produksi sebagian dijual dalam bentuk mentah dan sebagianlagi diolah sendiri menjadi keripik kentang. Produksi keripik kentang dilakukan secara manual dan menggunakan beberapa unit mesin, sehingga diperlukan analisis teknis dan finansial untuk keberlanjutanusaha produksi keripik kentang. Analisis yang dilakukan meliputi kapasitas kinerja mesin pengiris, rendemen hasil irisan, HPP, BEP, NPV, BCR, IRR dan PBP. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kapasitas pengirisan mesin pengiris adalah sebesar 71.160 kg/jam, dengan hasil irisan yang memiliki bentuk sempurna sebesar 58.493%. Pada umur proyek lima tahun, produksi keripik kentang secara mekanis didapatkan HPP sebesar Rp.55,591/kg, BEP sebesar 612 kg pertahun, NPV sebesar Rp.459,639,059/tahun, BCR sebesar 1.41, IRR sebesar 17.17% dan modal akan kembali pada bulan keempat. Sedangkan pada produksi keripik kentang secara manual didapatkan HPP sebesar Rp.59,248/kg, BEP sebesar 507 kg pertahun, NPV sebesar Rp.260,787,383/tahun, BCR sebesar 1.35, I.RR sebesar 23.22% dan modal akan kembali padabulan keempat.
Economic Analysis for Sago Grater Machine in Teluk Bintuni Papua Barat Thoriq, Ahmad; Sampurno, Rizki Mulya
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.257 KB)

Abstract

Sebanyak  dua puluh delapan unit mesin pemarut sagu tipe silinder hasil rancangan Thoriq dan Sutejo telah dikirim dan dipergunakan oleh masyarakat pengolah sagu di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Aplikasi mesin tersebut tentunya membutuhkan analisis ekonomi untuk mengetahui keuntungan dan manfaatnya sehingga dapat di gunakan sebagai referensi pada daerah lain dalam mengusahakan pengolahan sagu khususnya di Papua. Metode yang digunakan pada penelitian ini analisis eknomi yang meliputi biaya produksi, biaya pokok produksi dan titik impas serta  kelayakan usaha yang meliputi Net Present value (NPV),  benefit cost ratio analysis (BC Rasio), Internal Rate of Return (IRR) dan payback period analysis(PP). Suatu usaha dikatakan layak secara ekonomi apabila NPV > 0, BC Ratio > 1, IRR > suku bunga MARR dan semakin singkat pengembalian investasi akan semakin baik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi dengan masyarakat pengguna mesin pemarut sagu. Berdasarkan analisis teknoekonomi aplikasi mesin pemarut sagu didapatkan biaya pokok produksi sagu adalah Rp. 852,12 perkg, dengan titik impas produksi 7367 kg perbulan BC rasio sebesar 1.22, NPV sebesar Rp. 363.884.510,-,  IRR sebesar 38,97%  dan  payback period selama  2 bulan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan mesin pemarut sagu layak secara ekonomi.