Articles

Found 6 Documents
Search

YOGHURT SUSU JAGUNG MANIS KACANG HIJAU SEBAGAI STRATEGI INOVASI PRODUK ALTERNATIF PANGAN FUNGSIONAL Amelia, Julfi Restu; Arkeman, Yandra
TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 3 (2014): Volume 4 No. 3 November 2014
Publisher : TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin tingginya kesadaran akan kesehatan telah membawa perubahan tuntutan masyarakat yang menginginkan produk pangan yang akan dikonsumsi tidak hanya bergizi dan aman, tetapi juga dapat memberikan dampak bagi kesehatan (panganfungsional). Salah satu produk pangan fungsional adalah yoghurt. Yoghurt yang sudah ada di pasar saat ini harganya dinilai cukup mahal sehingga tidak terjangkau oleh kebanyakan masyarakat karena berbahan dasar susu sapi. Oleh karena itu, inovasi produk yoghurt berbahan dasar nabati dapat menjadi solusi alternatif dalam menyediakan pangan fungsional yang lebih terjangkau. Salah satu bahan nabati yang berpotensi digunakan dalam pembuatan yoghurt adalah jagung manis dan kacang hijau. Kombinasi dua bahan tersebut dalam pembuatan yoghurt dapat melengkapi kandungan asam amino esensial yang tidak terdapat dalam masing-masing bahan baku. Yoghurtsusu jagung manis kacang hijau diprediksi akan mampu bersaing dengan produk minuman laktat lainnya di pasar karena memiliki kandungan asam amino yang lengkap serta didukung dengan adanya manfaat probiotik.
Diversifikasi Produk Olahan Pangan Hasil Aplikasi Vertikultur Tanaman Sayuran di Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur Amelia, Julfi Restu; Mulyawati, Ira; Ratnasari, Lisa
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2019): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.5.3.216-225

Abstract

Utilization of garden area at this time is still not optimal, and the development of various innovations related to the garden area is also limited. This fact related with the garden that owned by the people in general is very narrow. Verticulture is one of technique that can be used for narrow land in urban farming. The target audience of the activity is the partners and the community of Kelurahan Tengah, East Jakarta. The problems that exist are decreasing in interest and participation of target audience in carrying out reforestation activities due to limited land, and in the development of processed food products that is related with the difficulty of raw materials and the limitations of product marketing. The aim of the activity is to increase the participation of target audiences through assistance in optimizing reforestation activities, processing food products and developing market systems through online marketing. The method used in the activity are approach, socialization, and training, such as training on greening technology packages (verticulture techniques); food processing training: drinks from spinach, carrot and pineapple (Batelnas), drinks from okra, honey and ginger (The Kraduu), dodol from ginger and sesame (Dojawi), and dodol from ginger and carrot (Dojawo); and digital marketing technique training. The results showed that activity through appropriate technology transfer and assistance to the target audience is able to increase interest and participation and better care for the environment as well as business opportunities from such activities. The products resulted from this activity are new innovation products so that they have economic added value, and if it continuously done, it will increase household income of the target audience.
POTENSI BIOGAS DARI PROSES REKAYASA AKLIMATISASI BIOREAKTOR AKIBAT PERUBAHAN SUBSTRAT PADA INDUSTRI BIOETHANOL Amelia, Julfi Restu; Hasanudin, Udin; Suroroso, Erdi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 3 (2019): September
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1268.862 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i3.224-233

Abstract

Produksi etanol (bioetanol) dari bahan baku biomassa merupakan salah satu cara mengurangi polusi lingkungan dan konsumsi terhadap minyak mentah.  Salah satu bahan bakar yang dapat diperbaharui yakni bioethanol yang merupakan produk turunan dari singkong dan tetes tebu dengan menggunakan teknik proses multiple feedstock system. Industri bioethanol tidak hanya memproduksi produk utama berupa etanol, tetapi juga menghasilkan air limbah dalam jumlah besar. Air limbah bioethanol berbahan baku singkong disebut dengan thinslop, sedangkan air limbah bioethanol berbahan baku tetes tebu disebut dengan vinasse. Adanya proses perubahan substrat dari thinslop ke vinasse akan menyebabkan perubahan beban mikroorganisme dalam penguraian bahan organik . Tujuan dari penelitian yakni  untuk mengukur potensi produksi biogas dari proses rekayasa aklimatisasi perubahan substrat. Penelitian menggunakan tiga bioreaktor CSTR dengan kapasitas 50 L. Perlakuan setiap bioreaktor yakni 50% thinslop dan 50% vinasse; 25% thinslop dan 75% Vinasse, dan 100% Vinasse, dengan laju pembebanan berbeda setiap minggu (0,5 g / L hari, 1,0 g / L hari, 1,5 g / L hari, dan 2,0 g / L hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai potensial biogas dari bioreaktor pertama (50% thinslop: 50% vinasse), bioreaktor kedua (25% thinslop: 75% vinasse), dan bioreaktor ketiga (100% vinasse) berturut-turut yakni 39,39 L/hari, 38,97 L/hari 27,23 L/hari. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kandungan gas metana secara berturut-turut dari bioreaktor pertama, bioreaktor kedua, dan bioreaktor ketiga (100% vinasse) sekitar 32,67-52,81%, 40,29-67,29%, 20,46-57,33%. Kata kunci : bioethanol, singkong, tetes tebu, bireaktor, aklimatisasi
KARAKTERISTIK KIMIA MINUMAN OKRA DENGAN PENAMBAHAN DAUN STEVIA DAN EKSTRAK JAHE Azni, Intan Nurul; Amelia, Julfi Restu
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.099 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1467

Abstract

Tanaman okra merupakan sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan karena kaya akan zat gizi, namun memiliki nilai sensori yang kurang baik, sehingga perlu adanya bahan tambahan untuk memperbaiki hal tersebut. Bahan tambahan yang dapat digunakan adalah daun stevia dan jahe. Daun stevia dapat digunakan sebagai pengganti gula dan memiliki nilai kalori yang rendah. Jahe merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan bioaktif yang baik bagi kesehatan serta memiliki flavor yang khas. Kombinasi buah okra, daun stevia, serta ekstrak jahe dapat dijadikan sebagai minuman fungsional karena tinggi antioksidan, rendah kalori, dan berindeks glikemik rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat kimia minuman fungsional okra dengan penambahan daun stevia dan ekstrak jahe yang ditinjau dari pH, aktivitas antioksidan, dan kadar logam berat. Produk minuman okra yang digunakan pada penelitian ini menggunakan 5 konsentrasi daun stevia yang berbeda, yakni 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi stevia tidak memengaruhi nilai pH dari produk minuman okra. Kadar aktivitas antioksidan dari produk minuman okra dengan penambahan 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7% daun stevia sebesar 56.38%, 56.42%, 56.40%, 56.39%, dan 56.41%. Hasil analisis kadar logam berat Pb, Cd, As, Hg, dan Sn menunjukkan hasil negatif di semua konsentrasi stevia. Kata kunci:Aktivitas antioksidan, daun stevia, jahe, minuman fungsional, okra
PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN SUKROSA TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINUMAN SINBIOTIK EKSTRAK CINCAU HIJAU SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU DINGIN Rizal, Samsul; Amelia, Julfi Restu; S, Suharyono A
Agric Vol 31 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2079.984 KB) | DOI: 10.24246/agric.2019.v31.i1.p53-66

Abstract

Minuman sinbiotik memiliki rasa yang sangat asam sehingga dibutuhkan penambahan larutan sukrosa untuk mendapatkan rasa yang disukai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan larutan sukrosa 65% (v/v) terhadap perubahan aktivitas antibakteri minuman sinbiotik cincau hijau selama penyimpanan pada suhu dingin. Produk sinbiotik cincau hijau yang sudah jadi diberi dua perlakuan berbeda, yaitu produk tanpa penambahan larutan sukrosa dan produk dengan penambahan 10% (v/v) larutan sukrosa 65% (b/v). Produk tersebut disimpan selama 28 hari pada suhu dingin ±10oC. Pengamatan dilakukan setiap 7 hari sekali terhadap aktivitas antibakteri, pH, total asam, dan total bakteri asam laktat. Aktivitas antibakteri dievaluasi dengan menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri patogen meliputi S. aureus, Salmonella sp., Bacillus cereus, dan E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan pada suhu dingin aktivitas antibakteri, pH, dan total bakteri asam laktat minuman sinbiotik cincau hijau baik dengan maupun tanpa penambahan larutan sukrosa 65% (b/v) sebanyak 10% (v/v) berkurang selama penyimpanan, sedangkan total asam meningkat. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara aktivitas antibakteri dan karakteristik minuman sinbiotik cincau hijau yang diberi larutan sukrosa 65% dengan tanpa penambahan larutan sukrosa 65%. Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan sebanyak 10% larutan sukrosa 65% yang dilakukan tidak secara signifikan berpengaruh terhadap perubahan aktivitas antibakteri selama penyimpanan pada suhu dingin.
SOSIALISASI TEKNOLOGI PRODUKSI BIOGAS TERINTEGRASI DI AGROWISATA BANGKA BOTANICAL GARDEN (BBG) PANGKAL PINANG Amelia, Julfi Restu
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Sahid Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v2i1.268

Abstract

ABSTRAK Bangka Botanical Garden atau BBG merupakan salah satu icon agrowisata favorit di Bangka Belitung. Salah satu agrowisata yang terdapat di BBG yakni peternakan sapi. Peternakan sapi selain menghasilkan susu sebagai produk utama, juga menghasilkan hasil samping berupa feses dan urine, namun pemanfaatan hasil samping tersebut belum optimal. Oleh karena itu, perlu adanya suatu teknologi untuk memaksimalkan manfaat dalam kawasan Usahatani Terpadu tersebut, salah satunya dengan menerapkan teknologi biogas terintegerasi berupa penerapan usaha tani terpadu melalui pendekatan low external input antara ternak sapi dan tanaman. Tujuan dari kegiatan ini yakni melakukan sosialisasi dan meningkatkan pemahaman karyawan BBG tentang teknologi biogas terintegrasi, di kawasan agrowisata BBG yang bertujuan dalam mendukung konsep agrowisata berkelanjutan. Metode kegiatan terdiri dari 3 tahap, yakni mengumpulkan data/fakta/informasi, melakukan sosialisasi teknologi peternakan sapi terintegrasi, dan melakukan evaluasi kegiatanHasil sosialisasi menujukkan bahwa setelah mengikuti sosialisasi, peserta sosialisasi memiliki peningkatan pemahaman terhadap pengolahan limbah menjadi pupuk kompos, liquid fertilizer, biogas, dan lainnya. Peserta juga  memiliki peningkatan pemahaman dalam teknologi produksi biogas terintegrasi serta memiliki peningkatan  keinginan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai teknologi produksi biogas terintegrasi dan pemanfaatan dari teknologi tersebut.  Hasil sosialisasi juga menujukkan bahwa peserta menginginkan adanya sosialisasi agar dilaksanakan secara berkelanjutan dengan diadakannya pelatihan secara terpadu agar peserta dapat lebih memahami konsep teknologi produksi biogas terintegrasi.Kata kunci: Bangka Botanical Garden, Agrowisata, Biogas, Teknologi Terintegerasi, Peternakan Sapi ABSTRACTBangka Botanical Garden (BBG) is one of the favorite agro tourism icons in Bangka Belitung One of the agro-tourism found in BBG is cattle farming. Cattle farms produce milk as the main product, also produces by-products in the form of feces and urine, but the utilization of these by-products is not optimal. Therefore, a technology to maximize the benefits in the Integrated Farming Area needs to be done, one of them is by implementing integrated biogas technology in the form of integrated farming practices through the low external input approach between cattle and plants. The purpose of this activity was to disseminate and increase understanding of BBG employees about integrated biogas technology in the BBG agro-tourism area to support the concept of sustainable agro-tourism. The method of carrying out activities consists of 3 stages, namely collecting data / facts / information, conducting socialization of integrated cattle breeding technology, and evaluating activities. The results of the socialization showed that after participating in the socialization, participants of the socialization had an increased understanding of processing waste into compost, liquid fertilizer, biogas, and others. Participants also have increased understanding of integrated biogas production technology and have an increased desire to learn more about integrated biogas production technology and the utilization of these technologies. The results of the socialization also showed that participants wanted socialization to be carried out sustainably by holding integrated training so that participants could better understand the concept of integrated biogas production technology.Keywords: Bangka Botanical Garden, Agro Tourism, Biogas, Integrated Technology, Cattle Farming