Articles

Found 36 Documents
Search

CYTOTOXIC, ANTIPROLIFERATION, AND NECROSIS EFFECTS OF THE N-HEXANE FRACTION EXTRACT OF GENDOLA LEAF (BASELLA RUBRA LINN.) Harianja, Sri Hartini; Salni, Salni; Subandrate, Subandrate
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 1 (2020): Volume 23 Issue 1 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.872 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.1.8-13

Abstract

Breast cancer is the second most common cancer in women. Several studies have been conducted on natural materials to see the ability of its activity as a new anticancer compound. The purpose of this study was to determine the cytotoxic activity of Gendola leaf (Basella rubra Linn.) extracts and fractions, in inhibiting proliferation and inducing apoptosis of T47D breast cancer cells. The design of this study was experimental laboratory research using the in-vitro method. Cytotoxic and anti-proliferation tests on T47D cancer were using the MTT method, and the apoptosis test was using the flow cytometry method. Cytotoxic of extracts and fractions of n-hexane Gendola leaves were tested with a concentration series of 1000; 500; 250; 125; 62.5 ?g/mL and doxorubicin was studied a series concentration of 0.5; 0.25; 0.125; 0.0625; 0.03125 ?g/mL for 24 hours. Antiproliferation test used n-hexane fraction with a concentration series of 1IC50, ½IC50, ¼IC50, and ?IC50 with an incubation time of 24 and 48 hours. Apoptosis test utilized n-hexane fraction with a concentration series of 1IC50, ½IC50 with an incubation time of 24 hours. The results showed that the ethanol extract had IC50 424 ?g/mL, n-hexane fraction 292 ?g/mL. The n-hexane fraction had an anti-proliferation effect at a concentration of 1IC50 within 32 hours but was unable to induce T47D cell apoptosis. These results indicate that the n-hexane fraction of Gendola leaf has a cytotoxic effect, which can inhibit proliferation, that is unable to induce apoptosis but induce necrosis of T47D breast cancer cells.
UJI SITOTOKSIK EKSTRAK DAN FRAKSI DENDROPHTOE PENTANDRA (L) MIQ PADA SEL T47D Diba, Masayu Farah; Salni, Salni; Subandrate, Subandrate
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 3 (2019): Volume 22 Issue 3 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2351.73 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.3.73-78

Abstract

Indonesia memiliki berbagai tanaman yang berpotensi sebagai obat. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan masyarakat sebagai obat dengan efek antikanker adalah Dendrophtoe petandra (L.) Miq. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek sitotoksik ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi etanol air Dendrophtoe petandra (L.) Miq terhadap sel kanker payudara T47D. Uji efek sitotoksik ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi etanol air dilakukan menggunakan metode MTT assay dengan konsentrasi bertingkat. Efek sitotoksik dinilai dengan menghitung nilai IC50menggunakan persamaan linier. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa Dendrophtoe petandra (L.) Miq mengandung saponin, terpenoid, flavonoid and tanin. Nilai IC50 ekstrak etanol, fraksi etil asetat dan fraksi etanol air masing-masing adalah 417,506 ?g/mL, 233,617 ?g/mL, dan 2748,357 ?g/mL. Semakin kecil nilai IC50 berarti senyawa tersebut semakin aktif. Fraksi etanol air Dendrophtoe petandra (L.) Miq. tidak memiliki efek sitotoksik, sedangkan ekstrak etanol dan fraksi etil asetat Dendrophtoe petandra (L.) Miq memiliki efek sitotoksik dengan kategori kekuatan sedang. Kandungan flavonoid dan saponin dalam ekstrak etanol dan fraksi etil astetat Dendrophtoe petandra (L.) Miq diduga berperan dalam menyebabkan kematian sel T47D. Efek sitotoksik fraksi etil asetat lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol.
SENYAWA ANTIMALARIA DARI JAMUR ENDOFITIK TUMBUHAN SAMBILOTO (ANDOGRAPHIS PANICULATA NEES) Elfita, Elfita; Muharni, Muharni; Munawar, Munawar; Salni, Salni; Oktasari, Ade
Jurnal Natur Indonesia Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.93 KB) | DOI: 10.31258/jnat.13.2.123-129

Abstract

Plants have been the chief source of compounds of medicine for thousand of years. Plants are also the source ofmany medicines for the majority of the world?s population. The role of biotechnology is very important for multiplying,conserving the spesies, and enhancing the production of secondary metabolites. Endophytic are microbes thatinhabit plants are currently considered to be a wellspring of novel secondary metabolites offering the potensial formedical and industrial exploitation. Plants with ethnobotanical history, for example sambiloto (Andographispaniculata Nees) are likely candidates for finding bioactive compounds. Isolation begin with cultivation of Aspergillusflavus fungi in 2 liter of Potato Dextrose Broth media for four weeks. Media is extracted into the solvent n-hexaneand ethylacetate following by evaporation. Ethylacetate extracts were separated by chromatography techniquesin order to get pure compound in the form of white crystal. Phytochemical tests showed that the isolated compoundis alkaloid. The molecular structure of the isolated compound was determined based on spectroscopic data,including UV, IR, 1H-NMR, 13C-NMR, HMQC, and HMBC spectrum. The compound was determined as7-hydroxypiranopiridin-4-on with molecule formula C8H7NO2 (Mr=149). The compound has antimalarial activityagainst Plasmodium falciparum 3D7, with IC50 values 0,201 ?M.
Pengaruh Ekstrak Salvia Coccinea Sello Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas solanacearum .E.F. Smith dan Pertumbuhan Tanaman Tomat Salni, Salni; Juswardi, Juswardi
Jurnal Penelitian Sains No 8 (2000)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak Salvia coccinea sello terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas solanacearum E.F.Smith dan pertumbuhan tanaman tomat. Untuk menentukan jenis ekstrak yang aktif terhadap bakteri uji dilakukan uji pendahuluan dengan menggunakan ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi diklorometana. Ternyata ekstrak etanol aktif terhadap bakteri uji. Selanjutnya ekstrak etanol dengan konsentrasi: 0,00; 0,50; 1,00; 1,50; 2,50% diujikan terhadap pertumbuhan bakteri P.solanacearum secara in vitro, perkecambahan dan pertumbuhan radikula kecambah tomat. Ekstrak etanol dengan konsentrasi 1,00% diujikan terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Hasil pengamatan menunjukkan ekstrak etanol aktif menghambat pertumbuhan koloni bakteri Pseudomonas solanacearum dengan nilai MIC (Minimum inhibit concentrasion) 1,00% pada pengamatan 1 x 24 jam, menghambat perkecambahan dan pertumbuhan radikula, tetapi tidak menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman tomat. 
Efek Antiinflamasi Fraksi Daun Andong (Cordyline Fruticosa L) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) Galur Spraque Dawley Wijaya, Leni; Saleh, Irsan; Theodorus, Theodorus; Salni, Salni
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflamasi merupakan suatu respon protektif normal terhadap luka jaringan yang disebabkan oleh trauma fisik, zat kimia yang merusak, atau zat-zat mikrobiologik. Pengurangan peradangan atau respon inflamasi menggunakan obat golongan steroid dan antiinflamasi non steroid (AINS). Tujuan penelitiaan adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol air dari ekstrak metanol daun andong (Cordyline fruticosa L) pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang diinduksi dengan karagenin 1%. Subyek penelitian adalah 30 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I adalah plasebo yang diberi CMC 1%, kelompok 2 diberi fraksi nheksan, kelompok 3 diberi fraksi etil asetat, kelompok 4 diberi fraksi metanol air masing-masing dengan dosis 200 mg/kgBB, dan kelompok 5 diberi Meloxicam sebagai kontrol positif. Parameter efek antiinflamasi berupa volume edema kaki tikus dan penghitungan jumlah neutrofil pada sediaan hapus darah tepi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan daun andong  mempunyai efek antiinflamasi lebih aktif atau kuat dibandingkan dengan fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L), tidak berbeda nyata dibandingkan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley, fraksi n-heksan daun andong (Cordyline fruticosa L) mengandung golongan senyawa fenol dan steroid terpenoid yang diduga berperan dalam aktivitas antiinflamasi, dan potensi antiinflamasi fraksi etil asetat dan metanol air daun andong (Cordyline fruticosa L) lebih kecil dibandingkan dengan Meloxicam pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Spraque Dawley.
Penapisan Aktivitas Antibakteri Piperaceae dari Hutan Lindung Suaka Suaka Margasatwa Isau-Isau Kebupaten Lahat Salni, Salni; Muharni, Muharni; Sepriani, Mariska
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai “Penapisan Aktivitas Antibakteri Famili Piperaceae dari Hutan Lindung Suaka Margasatwa Isau-isau Kabupaten Lahat” telah dilakukan pada bulan Juni sampai Desember 2004. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan famili Piperaceae yang mempunyai aktivitas antibakteri dan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak lima jenis tumbuhan famili Piperaceae yang memiliki aktivitas antibakteri, serta menentukan golongan senyawa aktif dalam ekstrak Piperaceae. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar, bakteri uji yang digunakan adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan famili Piperaceae mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Lima tumbuhan yang memiliki aktivitas antibakteri yang tinggi yaitu Piper aduncum, Piper betle, Piper nigrum, Piper methysticum dan Peperornia pellucida. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari ekstrak etanol daun Piper aduncum adalah 0,2% pada S. aureus dan 0,4% pada E. Coli, Piper betle dan Piper nigrum memiliki nilai KHM 0,2% pada S. aureus dan 0,3 pada E. Coli, piper methysticum 0,3% pada S aureus dan 0,4% pada E. Coli dan Peoeromia pellucida 0,1% pada Saureus dan 0,2% pada E. Coli. Golongan senyawa aktif dalam ekstrak Piperaceae adalah fenol, terpenoid dan tanin.
Identifikasi dan Penapisan Aktivitas Antibakteri Beberapa Jenis Tumbuhan di Desa Napal Licin Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Salni, Salni; Harmida, Harmida; Nurmawati, Elisa
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 3 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi dan penapisan aktivitas antibakteri beberapa jenis tumbuhan desa Napal Licin kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dari bulan Maret dampai Agustus 2005. Identifikasi tumbuhan dilakukan di Laboratorium Herbarium Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas dan pengujian aktivitas antibakteri dilakukan di Laboratorium Genetika dan Bioteknologi FMIPA Universitas Sriwijaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang ada di Desa Napal Licin, melakukan penapisan aktivitas antibakteri untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber senyawa antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan penapisan aktivitas antibakteri terhadap 45 jenis tumbuhan, diperoleh 40 jenis tumbuhan mempunyai aktivitas antibakteri. Dari 40 jenis tumbuhan yang aktif terdapat lime jenis tumbuhan yang paling potensial sebagai sumber senyawa antibakteri, yaitu daun dan kulit Calophyllum dasypodum Miq, daun Jambu Bioa {Eugene densiflora (BI.) Duthie}, daun jambu-jambuan (Eugene virens (BI.) K. & V), daun sirih gedebong (Piper aduncum L.) dan sirih merah (Piper miniatum BI.).
Pengaruh Pemberian Asam Retinoat terhadap Perkembangan Fetus Mencit (Mus musculus L.) Swiss Webster Sari, Dessi Irmala; Nita, Sri; Salni, Salni; Setiawan, Arum
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam retinoat terhadap perkemban-gan fetus mencit selama periode organogenesis. Dua puluh empat ekor mencit bunting dibagi secara acak menjadi 6 kelompok perlakuan dengan masing-masing 4 ulangan. Asam retinoat dilarutkan dalam olive oil se-banyak 0,3 ml, diberikan secara injeksi subcutan pada saat kebuntingan hari ke 6. Dosis perlakuan asam reti-noat adalah 40; 60; 80; 100 mg/kg bb dan pada perlakuan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, serta ke-lompok pembanding diberi perlakuan pelarut olive oil. Induk mencit dipelihara sampai umur kebuntingan 18 hari. Pada umur kebuntingan 18 hari mencit dibunuh dengan cara dislokasi pada leher, dilaparatomie, memo-tong uterus, mengamati fetus yang resorp, menghitung jumlah fetus hidup dan mati, menimbang bb fetus, lalu melakukan pengamatan secara visual untuk melihat kecacatan yang terjadi pada mencit. Data jumlah dari ha-sil pengamatan tersebut diatas dianalisis dengan Anova Satu Arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asam retinoat yang diberikan pada mencit bunting selama periode organogenesis memberikan pengaruh terhadap perkembangan fetus mencit yang ditandai dengan semakin menurunnya jumlah fetus hidup, bb fetus, dan peningkatan fetus mati dan fetus resorp, dibandingkan dengan kontrol dan pembanding.
Penapisan Aktivitas Antibakteri Tumbuhan Famili Annonaceae Salni, Salni; Harmida, Harmida; Vivin M, Vivin M
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian “Penapisan Aktivitas Antibakteri Tumbuhan Famili Annonaceae” telah dilakukan pada bulan Mei sampai November 2004. Pengambilan sampel dilakukan di Hutan Lindung Suaka Margasatwa Isau-isau Kabupaten Lahat dan Talang Ratu, Km 5 Palembang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan famili Annonaceae yang mempunyai aktivitas antibakteri, menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) serta golongan senyawa kimia ekstrak tumbuhan famili Annonaceae yang aktif. Uji aktifitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar, bakteri uji yang digunakan adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari lima jenis Annonaceae dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus sureus. Diperoleh 5 macam ekstrak tumbuhan yang mempunyai diameter hambatan yang besar pada konsentrasi 2% yaitu batang Annona reticulata L., kulit batang Annona aquamosa L., kulit bantang Cananga odorata Hook. f. & Thomson, kulit batang Cananga sp, dan daun Cananga sp. Nilai Konsentrasi Hambatan Minimum (KHM) 5 macam ekstrak etanol kulit batang Annona reticulata L. Annona squamosa L., Cananga odorata Hook. f. & Thomson, Canangan sp, dan daun Canangan sp terhadap Escherichia coli adalah 0,1%, sedangkan terhadap Staphylococcus aureus adalah 0,05%.   
Efek Teratogenik Asam Salisilat pada Perkembangan Morfologi Fetus Mencit (Mus musculus L.) Swiss Webster ciselia, Dewi; Setiawan, Arum; Nita, Sri; Salni, Salni
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of teratogenic chemical is salicylic acid. Therefore it is necessary to do a research on the tera-togenic effects of salicylic acid on the morphological development of the mice fetal.The aims of this study is to find the teratogenic effect of salicylic acid On The Morphology Development Of Mice.This research used randomized complite design 5 treatment and 5 replicated. The data were analyzed with one way Anova and then with Duncan’s test. Salicylic acid administrated intraperitoneal injection at a dosage 40 mg/kgbw, 60 mg/kgbw, 80 mg/kgbw in 6,7, and 8 days of gestation. The remaining animals were used as an untreated control, and placebo were given by aquades. at 18th days of gestations, twenty five pregnant mice were sacrificed and caesarian sectioned to remove the fetuses and then check fetus body wight, life fetus, dead fetus and morfology fetus.The results of this study showed that the dose of 80mg/kgbb and 60mg/kgbb salicylic acid cause pregnant mice weight, the administration of salicylic acid from 40mg/kgbb dose can reduce the average weight of the fetus, the provision of 40mg/kgbb salicylic acid may decrease the number the implantation of the fetus and also the number of living fetuses, administration of salicylic acid with 80mg/kgbb doses can cause fetal death (IUFD), giving 60mg/kgbb salicylic acid will cause open eyelids disability, giving salicylic acid does not cause embryo-nic desorption, disability in the legs, tail, NTD and also ceiling blemish (cleft palate) and kidney defects in the fetus.