Articles

Found 36 Documents
Search

PEMBELAJARAN LITERASI BUDAYA SUNDA PADA PESERTA DIDIK SD BESTARI UTAMI, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT Susanti, Santi; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.734 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14872

Abstract

Sekolah Dasar Bestari Utami merupakan sekolah berkurikulum kewirausahaan internasional di Kabupaten Garut, yang menerapkan pendidikan yang berakar pada kearifan lokal budaya Sunda. Peserta didik di sekolah yang terletak di Jalan Cimaragas 313 tersebut terdiri atas anak-anak Tionghoa dan anak-anak Sunda yang jumlahnya dominan di sekolah tersebut. Uniknya, meskipun kurikulumnya berstandar internasional, pihak sekolah memasukkan seni budaya Sunda sebagai kurikulum sekolah, tidak sebagai kegiatan ekstakurikuler. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kerarifan lokal budaya Sunda yang mewujud dalam benda-benda hasil kebudayaan. Peserta PPM ini adalah peserta didik kelas 3,4,5 dan 6 SD Bestari Utami. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berupa penyegaran pengetahuan serta pelatihan dengan mengajarkan kearifan lokal budaya Sunda dalam bentuk benda-benda hasil karya seni, cerita, makanan dan lainnya, kepada anak-anak didik SD Bestari Utami, untuk melatih murid lebih memahami literasi budaya Sunda. Hasil temuan di lapangan menunjukkan, pada dasarnya peserta didik SD Bestari Utami telah mengenal budaya Sunda yang sangat dekat dengan mereka. Dengan adanya PPM ini, pengetahuan mereka lebih tergali dan dapat diekspresikan dalam bentuk bercerita, gambar, puisi, tulisan dan lainnya. Peserta didik pun merasa senang, karena mendapat pengetahuan baru mengenai benda-benda hasil karya budaya Sunda. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni budaya yang diberikan sejak usia dini dapat meresap dengan baik pada anak-anak, apalagi jika ditunjang dengan praktik yang akan lebih menguatkan pemahaman mereka tentang materi seni budaya yang dipelajari.
PENGALAMAN BERLITERASI PENULIS DI KOTA BANDUNG DALAM PEMERTAHANAN BUDAYA LOKAL SUNDA Susanti, Santi; Komariah, Kokom
JURNAL SIGNAL Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v8i1.3029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman berliterasi penulis di Kota Bandung dalam menjalani perannya sebagai penulis Sunda.Pokok bahasan yang digali meliputi aspek pendorong menjadi penulis Sunda, pilihan jenis dan tema tulisan untuk menyampaikan perasaan dan pikiran penulis, serta aspek harapan dalam menjalani peran sebagai penulis Sunda.Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan untuk menguraikan pengalaman pada penulis Sunda dalam berliterasi. Wawancara mendalam dan penelusuran literatur digunakan untuk memperoleh data dari 8 penulis yang menjadi informan penelitian ini. Hasil studi menunjukkan, lingkungan dan kebiasaan membaca menjadi faktor utama yang mendorong penulis untuk menulis dalam bahasa Sunda. Tulisan fiksi dan nonfiksi menjadi pilihan penulis untuk menyampaikan pikiran dan perasannya melalui tulisan. Masalah sosial, sejarah klasik Sunda, kearifan lokal, humor, dan peristiwa aktual menjadi pilihan tema dalam tulisan para informan. Adapun yang menjadi aspek harapan sebagai penulis Sunda adalah memelihara keberlangsungan bahasa Sunda, serta berharap dapat membawa budaya Sunda ke peradaban global. Kata kunci: Literasi, Budaya Sunda, Penulis Sunda, Pelestarian Budaya ABSTRACTThis research aims to describe the author's experience in doing literacy as a Sundanese writer in Bandung City. The subject explored includes the driving aspects of being a Sundanese writer, choice of types and themes of writing, as well as aspects of hope in carrying out the role as a Sundanese writer. The qualitative method with a phenomenological approach is used to describe the experience of Sundanese writers in literacy. In-depth interviews and literature were used to obtain data from 8 writers who became informants of this study. The result shows that environment and reading habits are the main factors that encourage writers to write in the Sundanese language. Fiction and nonfiction literature contents are used to convey a writer?s thoughts and feelings through writing. Social problems, Sundanese classical history, local wisdom, humor, and actual events are the themes in the informants' writings. The aspect of hope as a Sundanese writer is to maintain the continuity of Sundanese language, and hope to bring Sundanese culture to global civilization.Keywords: Literacy, Sundanese Culture, Sundanese Writers, Cultural Preservation
ESTIMASI LAJU AKUMULASI SEDIMEN DI PERAIRAN LAUT JAWA MENGGUNAKAN UNSUPPORTED PB-210 Susanti, Santi; Prartono, Tri; Zuraida, Rina; Lubis, Ali Arman
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jair.2019.15.2.5441

Abstract

Akumulasi sedimen di perairan Laut Jawa terjadi cukup cepat karena banyaknya masukan material sedimen dari wilayah sekitar. Sejauh ini belum ada penelitian yang memberikan estimasi laju akumulasi di bagian tengah Laut Jawa dengan menggunakan Pb-210 sebagai tracer. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung estimasi laju akumulasi sedimen Laut Jawa dengan menggunakan profil unsupported Pb-210. Sedimen core diambil dari dua lokasi di perairan Laut Jawa (bagian barat dan timur) menggunakan multicore pada saat cruise kapal riset Geomarin 3, MAJAFLOX 2015, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL), Bandung. Diperoleh panjang sedimen core untuk bagian barat dan timur berturut-turut adalah 35 cm dan 37 cm. Contoh sedimen dipotong dengan interval yaitu 2 cm pada kisaran kedalaman (0-10 cm), 4 cm (kedalaman 10-22 cm) dan 6 cm (kedalaman >22 cm). Analisis aktivitas Pb-210 dilakukan menggunakan detektor Passiveted Implanted Planar Silicon (PIPS) Alpha Spektrometer. Model Constant Rate of Supply (CRS) digunakan untuk menghitung laju akumulasi dan umur sedimen. Hasil menunjukkan laju akumulasi sedimen di bagian barat bervariasi antara 0,002-0,014 kg/m2/th dalam kurun waktu tahun 126 tahun dan di bagian timur bervariasi antara 0,002-0,020 kg/m2/thdalam kurun waktu 128 tahun. Laju akumulasi sedimen mulai mengalami peningkatan pada tahun 1950 dengan laju 0,005 kg/m2/thhingga saat ini mencapai 0,020 kg/m2/th.
PEMBELAJARAN LITERASI BUDAYA SUNDA PADA PESERTA DIDIK SD BESTARI UTAMI, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT Susanti, Santi; Permana, Rangga Saptya Mohamad
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.734 KB)

Abstract

Sekolah Dasar Bestari Utami merupakan sekolah berkurikulum kewirausahaan internasional di Kabupaten Garut, yang menerapkan pendidikan yang berakar pada kearifan lokal budaya Sunda. Peserta didik di sekolah yang terletak di Jalan Cimaragas 313 tersebut terdiri atas anak-anak Tionghoa dan anak-anak Sunda yang jumlahnya dominan di sekolah tersebut. Uniknya, meskipun kurikulumnya berstandar internasional, pihak sekolah memasukkan seni budaya Sunda sebagai kurikulum sekolah, tidak sebagai kegiatan ekstakurikuler. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kerarifan lokal budaya Sunda yang mewujud dalam benda-benda hasil kebudayaan. Peserta PPM ini adalah peserta didik kelas 3,4,5 dan 6 SD Bestari Utami. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berupa penyegaran pengetahuan serta pelatihan dengan mengajarkan kearifan lokal budaya Sunda dalam bentuk benda-benda hasil karya seni, cerita, makanan dan lainnya, kepada anak-anak didik SD Bestari Utami, untuk melatih murid lebih memahami literasi budaya Sunda. Hasil temuan di lapangan menunjukkan, pada dasarnya peserta didik SD Bestari Utami telah mengenal budaya Sunda yang sangat dekat dengan mereka. Dengan adanya PPM ini, pengetahuan mereka lebih tergali dan dapat diekspresikan dalam bentuk bercerita, gambar, puisi, tulisan dan lainnya. Peserta didik pun merasa senang, karena mendapat pengetahuan baru mengenai benda-benda hasil karya budaya Sunda. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni budaya yang diberikan sejak usia dini dapat meresap dengan baik pada anak-anak, apalagi jika ditunjang dengan praktik yang akan lebih menguatkan pemahaman mereka tentang materi seni budaya yang dipelajari.
KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK KOMODITAS LOKAL BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENGGUNAAN MEDIA (STUDI KASUS FRUITSUP, UMKM DI JATINANGOR) Susanti, Santi; Purnomo, Dwi; Gunawan, Wahyu; Sari, Diana
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.15590

Abstract

ruitsUp merupakan salah satu produk UMKM Unpad yang berhasil melakukan diversifikasi produk olahan mangga menjadi puree buah. Pengembangan bisnis melalui Fruters Model mampu menjadikan bisnis FruitsUp yang dimulai dari skala kecil berjalan selama tiga tahun dan berkembang cukup baik dari sisi asset maupun kekayaan sumber daya manusianya. Meski demikian, pengembangan masih dilakukan FruitsUp, salah satunya perluasan pemasaran, agar produk dapat menjangkau lebih banyak target pasar sehingga skala penjualan dan skala produksi meningkat. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi pemasaran FruitsUp dalam menjangkau target pasar lebih luas melalui media massa dan media jejaring sosial. Hasil penelitian menunjukkan, televisi, radio, surat kabar dan media sosial dijadikan saluran komunikasi untuk mengenalkan FrutsUp secara luas kepada masyarakat. Perancangan dan penyampaian pesan disesuaikan dengan media yang digunakan. Melalui media massa dan jejaring sosial, diharapkan selain dikenal luas, FuitsUp dapat memberikan nilai tambah baik dari sisi pemasaran produk, maupun dari sisi peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. 
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SEBAGAI PEMBENTUK CITRA PUSTAKAWAN DI BAPUSIPDA Susanti, Santi
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.833 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v3i1.10276

Abstract

This research entitled Interpersonal Communication as image builder of Librarian at Bapusipda Jawa Barat. Conducted at Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Jawa Barat, this research is purposed to find out relation of nonverbal communication, send of message, technique of communication and frequency/ intensity at communication between librarian and users towards the image of librarian. This research used survey method with descriptive analysis. The data of this research is obtained from three sources: questionnaire, interview for primary data and literatures as secondary data. The technique used an accidental sampling. It requires 91 respondents. All results show that nonverbal communication, send of message, technique of communication done by librarian to their customers take the role towards the image building of librarian in Bapusipda, and frequency/ intensity of communication does not take enough role towards the image of librarian. The conclusion of this research are the aspects of interpersinal communication done by librarian to their customers take the role towards the image building of librarian in Bapusipda, nad the frequency/ intensity of communication does not take enough role towards the image of librarian.Penelitian berjudul “Komunikasi Antarpribadi sebagai Pembentuk Citra Pustakawan di Basusipda Jawa Barat”, dilakukan di Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Bapusipda) Jawa Barat. Bertujuan untuk mengetahui kaitan komunikasi nonverbal, penyampaian pesan, cara berkomunikasi dan frekuensi/intensitas komunikasi pustakawan dengan pemustaka terhadap citra pustakawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, dengan jenis penelitian deskriptif. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui tiga sumber, yaitu kuesioner, wawancara untuk data primer dan studi kepustakaan sebagai data sekunder. Teknik yang digunakan adalah accidental sampling dengan sampel 91 responden. Hasil yang diperoleh munjukkan bahwa komunikasi nonverbal, penyampaian pesan, cara berkomunikasi pustakawan dengan pemustaka berperan terhadap citra pustakawan di Bapusipda, Bandung. Sedangkan frekuensi/ intensitas komunikasi pustakawan kurang berperan terhadap citra pustakawan. Kesimpulan dari penelitian ini, aspek-aspek komunikasi antarpribadi berperan terhadap citra pustakawan di Bapusipda Bandung, sedangkan frekuensi/ intensitas komunikasi kurang berperan terhadap citra pustakawan.
Penyuluhan Gizi Dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelurahan Sindang Barang Bogor Susanti, Santi; Zulaihati, Sri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPMM.001.1.06

Abstract

Good toddlers growth is strongly supported by the fulfillment of nutritional needs. Parents in this case mothers who bond very closely with children are expected to provide and provide nutritious food to their children. Fulfilling children nutrition can not be separated from the economic level of society. Currently there are many families who are not able in economic terms and result in the fulfillment of childhood nutrition becomes a priority for the family. The way that mothers can provide nutritious food is by doing nutritional counseling, on the other hand also need an effort to increase family economic level with craft training so that empowerment of woman in family become optimal. This training is prepared by direct practice simulation method, and at final destination Of this training is the mothers can provide nutritious food for balitanya and economic fulfillment through the training of making brooches that can supplement family income can be done in the spare time
EFFECT OF INTELLECTUAL CAPABILITIES (IQ) AND LEARNING MOTIVATION AT THE RESULTS OF ACCOUNTING SUBJECT ON SMA LABSCHOOL RAWAMANGUN Andartari, A; Susanti, Santi; Andriani, Vidia
Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis (JPEB) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Ekonomi & Bisnis
Publisher : Faculty of Economics, State University of Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPEB.001.1.1

Abstract

This study aims to determine how much influence the intellectual ability (IQ) and learning motivation on student learning outcomes in subjects at high school Accounting Labschool Rawamangun. Which is located on Jl. Pemuda, Rawamangun UNJ complex, and was conducted in May and June 2011. The study was the correlation method, the entire student population was at high school Labschool Rawamangun, with a population of affordable class XI IPS with the number of 158 students, by taking a sample of 110 responden.Instrument which is used in the form of kuesi oner, in the form of 35 statements for Learning and Motivation free variable data Intellectual ability (IQ) and Learning Outcomes in Accounting students can directly from the school. In variable Motivation of 35 statement filed there are 5 statement is declared invalid or drop (r count> r table). The results of the calculation of the variable motivation to learn has a reliability of 0.961. These results further stated reliably used to obtain data. From the research results can be described the effect of intellectual ability and motivation to learn the Accounting Learning Outcomes show a positive relationship is a positive influence between intellectual ability of students and Motivation Against Student Results At Subjects Accounting.Keywords: the intellectual ability (IQ), Motivation and Learning Outcomes Accounting
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITATIF DENGAN KEMANDIRIAN PADA SISWA KELAS XI JURUSAN AKUNTANSI SMKN 12 JAKARTA Lestari, Putri Budi Suci; Susanti, Santi; Indriyani, Susi
Jurnal Pendidikan Ekonomi Dan Bisnis (JPEB) Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Pendidikan Ekonomi & Bisnis
Publisher : Faculty of Economics, State University of Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPEB.001.2.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoritatif yang diterapkan oleh orang tua dengan kemandirian pada siswa kelas XI Jurusan Akuntansi SMKN 12 Jakarta.Metode dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan korelasional.Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala motivasi berprestasi dan skala kepercayaan diri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalahProporsional Random Sampling. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Akuntansi SMKN 12 Jakarta, berjumlah 71 siswa dan sampel yang digunakan berdasarkan tabel Isacc dan Michael adalah 60siswa.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persamaan regresi Y = 75,80 + 0,43X yang menunjukkan bahwa taksiran regresi Y atas X berdistribusi normal yang dibuktikan dengan hasil perhitungan Lo (0,0565) < Lt (0,114). Selain normal, persamaan regresi ini juga berbentuk linier dan berarti, hal ini dibuktikan dengan Fhitung (1,28) < Ftabel (1,99) dan Fhitung (14,45) > Ftabel (4,00). Dalam perhitungan koefisien korelasi dan keberartian koefisien korelasi diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoritatif dengan kemandirian pada siswa. Hal ini dibuktikan melalui perhitungan koefisien korelasi dengan menggunakan rumus product moment dari Pearson yang menghasilkan rxy sebesar 0,447 dan perhitungan keberartian koefisien korelasi diperoleh  thitung (3,801) >ttabel(1,67). Selain itu perhitungan koefisien determinasi menunjukkan hasil sebesar 20%. Hal ini dapat diartikan bahwa pola asuh otoritatif  memberikan pengaruh sebesar 20% terhadap kemandirian siswa. Kata kunci: pola asuh otoritatif; kemandirian
PENULIS SUNDA SEBAGAI PELESTARI BUDAYA Susanti, Santi; Mulyana, Deddy; Damayani, Ninis Agustini
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.379 KB) | DOI: 10.24198/jkip.v1i2.11046

Abstract

This research aims to find out motives to become Sundanese Writers, self meaning construction of Sundanese Writers as culture preservators and message presenting process of Sundanese Writers as culture preservators. This research used qualitative method with a phenomenological approach. Data was gained through a series of indepth interviews with eight informants as Sundanese Writers in Bandung City, and also from nonparticipant observation and literature study. The informants of this research are classified into two types, these are Sundanese Culture Inheritors and Sundanese Culture Developers. The results of this study indicated that the main motive to become a Sundanese Writers is idealism, which consists of aspects of driving and the aspects of expectation. The self meaning of Sundanese Writers as culture preservators was constructed into two types, these are Sundanese Culture Inheritors and Sundanese Culture Developers. Message presenting process of Sundanese Writers as culture preservators were done by involving steps commonly done by writers to produce a writing. Penelitian ini bertujuan menemukan motif menjadi Penulis Sunda, konstruksi makna diri Penulis Sunda sebagai pelestari budaya dan proses penyampaian pesan Penulis Sunda sebagai Pelestari Budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan delapan Penulis Sunda yang berada di Kota Bandung, juga melalui observasi nonpartisipan dan studi pustaka. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa motif utama menjadi Penulis Sunda adalah idealisme kesundaan, yang terbagi ke dalam aspek pendorong dan aspek harapan. Konstruksi makna diri Penulis Sunda sebagai pelestari budaya terbagi menjadi Pewaris Budaya Sunda dan Pengembang Budaya Sunda. Proses penyampaian pesan Penulis Sunda sebagai Pelestari Budaya dilakukan melalui tahapan yang umum dilakukan penulis untuk menghasilkan suatu tulisan.