Muh Faisal Mappiasse, Muh Faisal
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA KARST DI DUSUN RAMMANG-RAMMANG KABUPATEN MAROS Djafar, Muliana; Mappiasse, Muh Faisal
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 2 NOMOR 1 TAHUN 2019 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.018 KB) | DOI: 10.32662/gjfr.v2i1.498

Abstract

Ekowisata merupakan suatu bentuk perjalanan wisata ke areal alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan serta kesejahteraan penduduk setempat.  Penelitian ini bertujuan:  (1) mengidentifikasi potensi wisata yang ada pada Dusun Rammang-Rammang(2) menyusun strategi pengembangan ekowisata karst di Dusun Rammang-Rammang.Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif dan SWOT. Pengumpulan data melalui observasi lapangan,wawancara dan studi literatur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman obyek wisata yang terdapat pada Dusun Rammang-Rammang sangat beragam, dimana dapat diketahui dengan teridentifikasinya potensi-potensi wisata yang terdapat pada kawasan tersebut, baik secara fisik, biologi maupun sosial budaya. Faktor pendukung yang terdiri dari kekuatan dan peluang, yaitu: merupakan tujuan wisata yang jarang ditemui karena keindahan karst yang eksotis, memiliki obyek wisata yang beragam,meningkatkan potensi sosial yang ada serta sumberdaya alam dapat terjaga dengan baik. Sedangkan faktor penghambat terdiri dari kelemahan dan ancaman, yaitu; obyek dan daya tarik wisata belum tertata dengan baik, pengelolaan obyek wisata yang kurang professional, kurangnya fasilitas pendukung, dan terbatasnya sumber dana bantuan dari pemerintah. Hasil perhitungan matrik IFAS dan EFAS menghasilkan nilai sumbu X sebesar 1.2 dan sumbu Y sebesar 0.8. Hal ini menunjukkan posisi strategis berada pada kuadran I, dengan rumusan strategi S-O, yaitu; mempertahankan keindahan serta keunikan sumberdaya alam agar tetap terjaga,melibatkan masyarakat luar dalam pengelolaan ekowisata, pembentukan lembaga potensi ekowisata dan menambah keragaman atraksi budayayang dikemas dalam satu paket wisata.
MODEL OF CLIMATE AND LAND-USE CHANGES IMPACT ON WATER SECURITY IN AMBON CITY, INDONESIA Barkey, Roland Alexander; Mappiasse, Muh Faisal; Nursaputra, Munajat
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 4, No 1 (2017): (April 2017)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.4.1.97-108

Abstract

Ambon City is the center of national activities in Maluku province, established under Presidential Decree 77 issued in 2014 about spatial planning of Maluku Islands. Ambon is a strategic region in terms of development in agriculture and fisheries sectors. Development of the region caused this area to be extremely vulnerable to the issues on water security. Seven watersheds which are Air Manis, Hutumury, Passo, Tulehu, Wae Batu Merah, Wae Lela and Wae Sikula affect the water system in Ambon City. Therefore, this study was conducted to determine the impact of climate and land use change on water availability in seven watersheds in Ambon City. The analysis was performed using a Soil and Water Assessment Tool (SWAT) Model in order to analyze climate changes on the period of 1987-1996 (past), of 2004-2013 (present) and climate projection on the period 2035s (future) and equally to analyze land use data in 1996 and 2014. The results of the research indicated that land use in the study area has changed since 1996 to 2014. Forest area decreased around 32.45%, while residential areas and agriculture land increased 56.01% and 19.80%, respectively. The results of SWAT model presented the water availability amount to 1,127,011,350 m3/year on the period of 1987-1996. During the period of 2004-2013, it has been reduced to 1,076,548,720 m3/year (around 4.48% decrease). The results of the prediction of future water availability in the period of 2035s estimated a decrease of water availability around 4.69% (1,026,086,090 m3/year). Land use and climate change have greatly contributed to the water availability in seven watersheds of Ambon City. Ambon City is in need of land use planning especially the application of spatial plan. The maintenance of forest area is indispensable. In built-up areas, it is essential to implement green space and water harvesting in order to secure water availability in the future.
PENERAPAN MODEL CA-MARKOV UNTUK PREDIKSI PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SUB-DAS BILA TAHUN 2036 Asra, Reza; Mappiasse, Muh Faisal; Nurnawati, Andi Ayu
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Agrovital Volume 5, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v5i1.630

Abstract

Sub-DAS Bila diindikasikan akan mengalami konversi lahan hutan menjadi ladang berpindah seiring perkembangan kebutuhan lahan saat ini. Tujuan penelitian ini untuk melihat pola perubahan penggunaan lahan dari tahun 2006 sampai dengan 2016 serta prediksinya tahun 2036 melalui penerapan model CA-Markov yang terdapat pada perangkat lunak Idrisi. Pola perubahan penggunaan lahan tahun 1996-2016 di sub-DAS Bila menunjukkan penurunan luasan signifikan pada penggunaan lahan hutan lahan kering primer sebesar 10,94% dan semak belukar sebesar 24,12%. Sementara luasan pertanian lahan kering campur semak meningkat signifikan sebesar 24,33% dan hutan lahan kering sekunder sebesar 10,64%. Begitu pula hasil simulasi prediksi penggunaan lahan tahun 2036, hutan lahan kering primer diprediksi berkurang seluas 10,2%, semak belukar diprediksi berkurang 7,15%, sedangkan hutan lahan kering sekunder diprediksi bertambah 8,63%, permukiman diprediksi bertambah 4,62%, pertanian lahan kering campur semak diprediksi bertambah 5,64%. Penerapan model CA-Markov untuk memprediksi penggunaan lahan menunjukan nilai  Kstandard 0,9 dinyatakan bahwa pemodelan diterima secara ilmiah.