Articles

Found 13 Documents
Search

AKTIVITAS GYNURA PROCUMBENS UNTUK TERAPI FARMAKOLOGI : SEBUAH REVIEW PUTRI, NUR SHABRINA EKA; Tjitraresmi, Ami
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.239 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13303

Abstract

Gynura procumbens atau yang dikenal dengan tanaman sambung nyawa diketahui memiliki beberapa aktivitas farmakologi yang dapat digunakan masyakarat sebagai pencegahan atau pengobatan penyakit. Berbagai aktivitas Gynura procumbens atau sambung nyawa antara lain sebagai anti-inflamasi dan diketahui flavonoid sebagai metabolit sekundernya. Selain itu sambung nyawa juga dapat digunakan sebagai antidiabetes dengan menurunkan gula darah, sebagai antiproliferasi, sebagai antikanker, antihipertensi dengan menurunkan tekanan darah, antibakteri, organ protection, peningkatan fungsi seksual, antioksidan, dan dapat digunakan sebagai identifikasi hipoglikemik.Kata Kunci : Gynura procumbens, sambung nyawa, aktivitas Gynura procumbens
INHIBITION OF HEME POLYMERIZATION INVITRO ASSAY OF EXTRACT OF SIRIH LEAF (PIPER BETLE LINN.) AND SUN FLOWER LEAVES (HELIANTHUS ANNUUS L.) Tjitraresmi, Ami; Moektiwardoyo, Moelyono; Susilawati, Yasmiwar
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v7i1.25319

Abstract

Malaria is a disease that occurs in tropical countries like Indonesia. The incidence of malaria in the world is still quite high and the occurrence of cases of Plasmodium resistance to antimalarial drugs and the widespread of resistance have prompted researchers to look for new antimalarial drugs, especially from natural materials. Betel leaf (Piper betle Linn.) And sunflower leaf (Helianthus annuus L.) have long been used by the people of Indonesia as an antimalarial drug. The purpose of this study was to determine antimalarial activity through inhibition of heme polymerization and determine secondary metabolite compounds by phytochemical screening from betel leaves and sunflower leaves. The heme polymerization inhibition activity assay was carried out by the in-vitro method using a microplate reader at 415 nm and 630 nm wavelengths. IC50 values of betel leaf extract and sunflower leaf were 178.67 ?g/ml and 160.10 ?g/ml, respectively. Phytochemical screening results from betel leaf showed the presence of flavonoids, polyphenols, tannins, quinones, saponins, and monoterpenoids-sesquiterpenoids, while sunflower leaves contain alkaloids, polyphenols, flavonoids, steroids and monoterpenoids-sesquiterpenoids.Keywords: Piper betle Linn., Helianthus annuus L., Malaria, Heme Polymerization
AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK KULIT BATANG MATOA (POMETIA PINNATA J.R. FORSTER & J.G. FORSTER) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR DENGAN METODE TOLERANSI SUKROSA Rahmawati, Devi; Febrina, Ellin; Tjitraresmi, Ami
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.192 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9060

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) karena tidak terdapatnya insulin dalam tubuh, terjadi penurunan sekresinya, dan/atau fungsi insulin tersebut terganggu. Matoa (Pometia pinnata J.R.Forster & J.G. Forster) merupakan tanaman yang telah dimanfaatkan oleh Bangsa Asia sebagai salah satu tanaman obat tradisional. Kulit batang matoa juga merupakan salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat di Tobelo dalam mengobati diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang matoa memiliki aktivitas dalam menghambat enzim ?-glukosidase, yang berperan dalam memecah mono/disakarida menjadi glukosa. Berdasarkan uraian tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas hipoglikemik dari ekstrak kulit batang matoa secara in vivo pada tikus putih jantan galur Wistar dengan metode toleransi sukrosa. Penelitian dilakukan melalui tahap pengumpulan dan determinasi tanaman, penyiapan simplisia, ekstraksi, penapisan fitokimia, pengujian parameter ekstrak serta pengujian aktivitas hipoglikemik dengan metode toleransi sukrosa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dengan taraf kepercayaan 95% dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pemberian ekstrak etanol kulit batang matoa dengan dosis 150 mg/200g BB, 300 mg/200g BB, serta 600 mg/200g BB tidak memberikan perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Namun, pada kelompok uji 2, pada menit ke-120, terdapat perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan dari perlakuan yang diberikan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.)) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN PSEUDOMONAS AERUGINOSA DENGAN METODE DIFUSI AGAR HADISOEBROTO, SULISTIYANINGSIH Tiyaningsih; Tjitraresmi, Ami; Firmansyah, Firmansyah
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.742 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8731

Abstract

Tumbuhan Bayam duri (Amarhantus spinosus L.) secara empiris digunakan untuk mengobati berbagai penyakit diantaranya eksim, disentri dan diare. Aktivitas antibakteri dari daun bayam duri ini masih belum banyak diteliti. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta menentukan nilai Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dari ekstrak etanol bayam duri (Amarhantus spinosus L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini meliputi ekstraksi daun bayam duri, penapisan fitokimia, kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak bayam duri, uji aktivitas antibakteri, penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dengan metode difusi agar dan uji banding dengan ekstrak daun sukun (Artocarpus communis Forst.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Bayam Duri (Amaranthus spinosus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus , sedangkan pada Pseudomonas aeruginosa tidak memiliki aktivitas. Kosentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) ekstrak etanol daun Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.)terhadap Staphylococcus aureus berada pada rentang 6000 ? 7000 ppm. Hasil uji banding daun bayam duri (Amarhantus spinosus L.) dengan ekstrak daun sukun (Artocarpus communis Forst.) terhadap Staphylococcus aureus sebesar 1 : 54,075
STUDI PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DARI NA-CMC HASIL SINTESIS SELULOSA ECENG GONDOK MENGGUNAKAN EPIKLOROHIDRIN SEBAGAI CROSSLINKER Musfiroh, Ida; Dewanti, Nadya Indah; Perwira, Anggun Putri; Husni, Patihul; Tjitraresmi, Ami; Muhtadi, Ahmad
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) memiliki kandungan sellulosa cukup tinggi yaitu 66,87%, sehingga mempunyai potensi sebagai sumber untuk pembuatan natrium karboksimetilselulosa (Na-CMC). Penggunaan kombinasi pelarut isobutil-isopropil alkohol serta crosslinker diketahui dapat memperbaiki karakteristik NaCMC dalam mengikat air sehingga berpotensi digunakan dalam sediaan hydrogel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelapasan Na diklofenak dari basis hydrogel NaCMC hasil sintesis dari eceng gondok dengan crosslinker epiklorhidrin. Metode terdiri dari isolasi α-selulosa, sintesis Na-CMC, penambahan crosslinker epiklorohidrin, uji swelling ratio, analisis gugus fungsi dengan FTIR, formulasi Na-CMC dengan zat aktif natrium diklofenak, uji difusi, dan uji particle size analysis (PSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi hydrogel Na-CMC dari eceng gondok dengan crosslinking epiklorhidrin dan Na CMC baku berturut-turut yaitu nilai swelling rasio 54% dan 1218.75%. Serapan gugus fungsi C = O terdapat pada bilangan gelombang 1631.78 cm-1 dan 1716,65 cm-1; ukuran partikel 1.212 nm dan 1.197 nm. Hasil studi pelepasan na diclofenac dari NaCMC hydrogel yaitu 13.01%, dan 8.56%. Hasil penelitian menunjukkan profil difusi Na CMC-crosslinking dengan epiklorhidrin hasil sintesis dari eceng gondok dapat memperbaiki profil difusi sediaan.
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI DARI BERBAGAI TANAMAN : SEBUAH REVIEW Dara, Alicia Ima; Tjitraresmi, Ami
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.702 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10947

Abstract

Inflamasi memiliki peran penting pada perkembangan penyakit dengan pravalensi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas anti-inflamasi dari berbagai family tanaman herbal. Model yang digunakan untuk mengetahui aktivitas inflamasi secara in vivo adalah induksi edema pada hewan uji. Sedangkan model in vitro yang digunakan adalah makrofag terstimulasi lipooksigenase. Ekstrak yang diuji berasal dari tanaman Aloe barbadensis, Curcuma longa, Mimosa tenuiflora, Lavandula angustifolia, Psidium guajava, Punica granatum, Pseudoptergorgia elisabethae, Solanum lycopersicum, Capsicum frutescens, dan Zingiber zerumbet. Aktivitas ekstrak dan komponen aktifnya dalam menghambat inflamasi antara lain melalui penurunan sitokin (IL)-6 atau (TNF)??, penurunan prostaglandin dan nitric oxide, serta inaktivasi enzim MPO. Potensi anti-inflamasi tertinggi terdapat pada Capsicum frutescens dengan dosis rendah mampu memberikan efikasi yang besar. Kata kunci : anti-inflamasi, TNF-?, prostaglandin, myeloperoxidase, dan sitokin pro inflamasi
AKTIVITAS REPELEN KOMBINASI MINYAK ATSIRI RIMPANG BENGLE (ZINGIBER CASSUMUNAR ROXB.) DAN DAUN SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS (L.) RENDLE) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI SOFIAN, FERRY FERDIANSYAH; RUNADI, DUDI; TJITRARESMI, AMI; ARWA, ARWA; PRATAMA, GUSTYAN; MENTARI, ANTI PEBRIANTI; SRIWIDODO, SRIWIDODO; RAMADHANIA, ZELIKA MEGA
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.518 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9294

Abstract

Tingginya tingkat penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk, terutama pada daerah-daerah dengan endemik nyamuk yang tinggi, terdorong untuk melakukan pencegahan terbaik dalam penanggulangannya dengan cara pengendalian nyamuk dan menghindari gigitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas repelen terhadap beberapa kombinasi komposisi minyak atsiri rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) dan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah. Penelitian dilakukan dengan mengamati nyamuk yang hinggap di tangan relawan yang sebelumnya telah diberi sediaan uji. Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing kombinasi minyak atsiri dari bahan uji yaitu bengle 10%; bengle 7,5% + sereh wangi 2,5%; bengle 5% + sereh wangi 5%; bengle 2,5% + sereh wangi 7,5%; dan sereh wangi 10% memiliki daya repelen tetapi masih memiliki perbedaan daya repelensi yang signifikan terhedap DEET 15%. Masing-masing kombinasi bahan uji tersebut tidak memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Berdasarkan hal tersebut, hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelima kombinasi bahan uji tersebut tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen. Hal ini berarti kelima kelompok kombinasi uji tersebut memiliki daya tolak yang sama terhadap nyamuk Aedes aegypti dan potensial untuk dikembangkan menjadi obat herbal penolak nyamuk untuk mencegah demam berdarah.
REVIEW: POTENSI TANAMAN MELASTOMATACEAE SEBAGAI ANTIOKSIDAN Rosidah, ROSIDAH; Tjitraresmi, Ami
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2143.856 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17551

Abstract

AbstrakMelastomataceae merupakan tanaman pantropis yang terdiri dari 163 marga dan 4300 spesies. Diketahui Melastomataceae memiliki kandungan senyawa fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan penulisan review ini adalah untuk membandingkan potensi tanaman-tanaman dari famili  Melastomataceae sebagai antioksidan alami. Metode yang digunakan dalam pengujian ativitas antioksidan adalah dengan menggunakan DPPH dengan nilai IC50 sebagai pembanding. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa tanaman dengan famili Melastomataceae berpotensi sebagai antioksidan alami dengan aktivitas tertinggi dimiliki oleh spesies Dichaetanthera africana yang memiliki nilai IC50 terendah yaitu sebesar 0.49 g/ml.Kata kunci: Melastomataceae, antioksidan, DPPH, IC50 
KARAKTERISASI, AKTIVITAS DAN ISOLASI ENZIM BROMELIN DARI TUMBUHAN NANAS (ANANAS SP.) Wiyati, Pramesthi Indah; Tjitraresmi, Ami
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.645 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17521

Abstract

Bromelin merupakan enzim yang berupa ekstrak kasar, diperoleh dari batang, buah, mahkota bunga, inti dan kulit nanas. Varietas Ananas fitzmuelleri merupakan varietas nanas yang memiliki kandungan bromelin tertinggi diantara spesies lainnya. Bromelin merupakan enzim pencerna protein (proteinase) atau dapat disebut juga enzim proteolitik yang dapat mempercepat reaksi hidrolisis dari protein. Selain sebagai proteinase, bromelin juga memiliki berbagai macam aktivitas seperti anti-inflamasi, anti kanker, anti bakteri, anti jamur, efek terhadap koagulasi darah dan fibrinolisis, dan perannya dalam pembedahan. Isolasi bromelin dari nanas dapat dilakukan dengan cara ekstrasi dengan larutan buffer fosfat, air destilasi, buffer natrium sitrat, atau buffer fosfat sitrat.
REVIEW: UJI AKTIVITAS TUMBUHAN SEBAGAI ANTI-TUBERKULOSIS APRILLIA, ESTHER; TJITRARESMI, AMI
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3294.56 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17597

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan penyakit TB menggunakan antibiotik dapat menyebabkan resistensi atau dikenal dengan Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) sehingga diperlukan penemuan obat baru anti-tuberkulosis. Obat dari bahan alam dapat menjadi alternatif untuk pengobatan TB. Aktivitas tumbuhan sebagai anti-TB dapat diketahui dengan melihat nilai MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Terdapat 15 tumbuhan yang dilaporkan memiliki aktivitas anti-TB yang diklasifikasikan berdasarkan nilai MIC, yaitu  8 tumbuhan sangat aktif, 4 tumbuhan aktif, dan 3 tumbuhan memiliki aktivitas sedang hingga rendah.