Articles

Found 19 Documents
Search

REVIEW: PENGEMBANGAN METODE EKSTRAKSI SENYAWA AZADIRAKTIN DAN ANALISIS MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Ramoko, Handrian; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2743.033 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17630

Abstract

Tanaman mimba telah diketahui dengan sifat uniknya dalam mengobati penyakit dan berperan sebagai antiskabies. Diantara senyawa limonoid lain yang ada pada tanaman mimba, azadiraktin merupakan komponen utama yang berperan sebagai antiskabies. Azadiraktin merupakan senyawa triterpenoid limonoid yang didapatkan dari bagian tanaman mimba. Telah dilakukan banyak pengembangan metode ekstraksi senyawa azadiraktin dengan berbagai modifikasi untuk mendapatkan hasil ekstraksi terbaik kemudian dianalisis dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Metode ekstraksi pelarut panas bertekanan , bantuan ultrasound,  dan pengendapan oleh pelarut dapat digunakan dengan sampel yang tahan terhadap pemanasan. Metode ekstraksi dengan menggunakan ekstraksi tekanan dingin dapat digunakan untuk sampel yang termolabil. Ekstraksi dengan menggunakan PHSE dapat menghasilkan azadiraktin dengan jumlah yang maksimal dibandingkan tiga metode lainnya.Kata kunci: Azadiraktin, Ekstraksi, KCKT
KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN BIOAKTIVITAS DARI EUCALYPTUS GLOBULUS LABILL. KOSWANDY, LIZA FAUZIYYAH; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.213 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10815

Abstract

Eucalyptus merupakan genus tanaman dari famili Myrtaceae. Eucalyptus ini sering digunakan sebagai tanaman obat. Salah satu spesies yang digunakan sebagai obat yaitu Eucalyptus globulus. Tanaman ini berasal dari Australia dan Tasmania serta terdistribusi di daerah tropis dan subtropis. Minyak esensial yang diperoleh dari daun Eucalyptus globulus, dimanfaatkan daunnya sebagai obat TBC paru-paru, diabetes, obat pilek, antiseptik, asma, desinfektan, terapi malaria, antibakteri, antifeedant, anti fungi, pengusir serangga atau repellant sedangkan untuk batang dimanfaatkan sebagai antivirus. Bioaktivitas Eucalyptus globulus ini dibuktikan dengan studi farmakologi secara in-vivo dan in-vitro. Senyawa yang berperan dalam bioaktivitas ini, yaitu 1,8-sineol, ?-terpineol, quinat, luteolin, dan proantosianidin. Review artikel ini diperoleh dari beberapa pustaka jurnal serta textbook, penelusurannya dari berbagai situs penyedia jurnal terpercaya, seperti google scholar, ncbi, science direct, Elsevier yang kemudian di skrining berdasarkan kriteria inklusi. Berdasarkan data-data tesebut, diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka. Kata kunci: Eucalyptus globulus, Kayu Putih, Minyak esensial, Senyawa kimia, Bioaktivitas
MOLECULAR DOCKING STUDIES OF COMPOUNDS FROM BRUCEA JAVANICA (L.) MERR. TOWARDS THE DISCOVERY OF POTENTIAL H5N1 NEURAMINIDASE INHIBITORS Nuwarda, Rina Fajri; Ramadhania, Zelika Mega; Wicaksono, Imam Adi; Yusuf, Muhammad; Firdaus, Ade Rizqi Ridwan; Muchtaridi, Muchtaridi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v7i1.25643

Abstract

The occurrences of a highly pathogenic avian influenza virus (HPAI) type A H5N1 has caused infections in millions of poultry as well as hundreds of human cases and even mortalities. Indonesia has become one of the world?s highest casualty rates of H5N1 human infections, with the number of deaths was 167 from a total of 199 cases. The development of viral resistance towards the available anti-influenza drugs neuraminidase (NA) inhibitors required the discovery of new inhibitors. In the recent advance of drug discovery, natural products have been considered as one of the essential sources of medicinal agents, and Brucea javanica has been found to possess antiviral activity against H5N1 NA. Thus, this research aimed to investigate the in silico activities of compounds from B. javanica using molecular docking methods against H5N1 NA. In this study, docking-based virtual screening of compounds from B. javanica to quickly select in silico hits to be potential NA inhibitors was performed. Subsequently, the intermolecular interactions of the inhibitor compounds with the H5N1 NA were analysed to examine the most preferred interactions. The results showed that brucein G and bruceoside C were found having the lowest binding energy and most preferred interactions with H5N1 NA and therefore, can be proposed for further study as potential NA inhibitors.Keyword: antiviral, Brucea javanica, H5N1, molecular docking, neuraminidase
AKTIVITAS BIOLOGIS TANAMAN KUCING KUCINGAN (ACALYPHA INDICA L) : REVIEW KIROM, HAMID SAEFUL; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2437.585 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.13838

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai tingkat keanekaragaman yang tinggi dan memiliki banyak tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Salah satu tanaman yang berkhasiat tersebut adalah tanaman kucing-kucingan (Acalypha indica L). Kandungan metabolit sekunder dari tanaman Acalypha indica L yang berkhasiat diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, catachol, senyawa fenol, steroid, dan saponin. Beberapa khasiat yang telah dibuktikan secara ilmiah yaitu efektivitas antioksidan, antikanker, antiviral, antidiabetes, dan antijamur.
REVIEW: TEKNIK ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA KAROTENOID ALMINDA, FIKRI DWI; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3186.468 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17535

Abstract

ABSTRAKTeknik Isolasi dan Identifikasi senyawa pada tanaman sangat diperlukan dalam pengembangan obat. Dalam pengembangan teknik ini, diperlukan juga pengembangan teknologi isolasi dan identifikasi yang lebih modern guna mempermudah, mempercepat dan menyatakan hasil yang akurat. Berbagai teknik yang digunakan untuk identifikasi antara lain FTIR (Fourier Trasnform Infra Red), Spektrofotometri UV-Vis, HPLC (High Performance Liquid Chomatography), dan NIR (Near Infrared Reflectance). Tiga tanaman dengan golongan karetonoid yang berbeda dipilih untuk membandingkan metode yang dinilai efisien. FTIR akan memberikan spektrum mengenai gugus fungsi yang terdapat pada karotenoid, HPLC akan memberikan data berupa AUC, serapan dan waktu retensi yang disesuaikan dengan standar, dan NIR akan memberikan gambar mengenai marker karotenoid. Hasil perbandingan metode dari tiga tanaman tersebut, FTIR dan HPLC dinilai paling efisien untuk identifikasi senyawa golongan karotenoid.Kata Kunci: FTIR, HPLC, NIR, KarotenoidAbstractIsolation and Identification Techniques of compounds in plants are indispensable in drug development. In the development of this technique, it is also necessary to develop more modern isolation and identification technology in order to facilitate, accelerate and declare accurate results. Various techniques used for identification include FTIR (Fourier Trasnform Infra Red), UV-Vis Spectrophotometry, HPLC (High Performance Liquid Chomatography), and NIR (Near Infrared Reflectance). Three plants with different classes of carotenoids were selected to compare methods that were considered efficient. FTIR will provide a spectrum of functional groups present in carotenoids, HPLC will provide data in the form of AUC, absorbance and retention time adjusted to the standard, and NIR will provide images of carotenoid markers. The results of the comparison of the methods of the three plants, FTIR and HPLC were considered the most efficient for the identification of carotenoid group compounds.Keywords: FTIR, HPLC, NIR, Carothenoid
KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN BIOAKTIVITAS MELALEUCA LEUCADENDRON LINN. MEISARANI, AGI; Ramadhania, Zelika Mega; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.041 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10818

Abstract

Melaleuca leucadendron Linn. merupakan spesies tanaman tropis dari suku Myrtaceae yang berasal dari Australia dan terdistribusi secara luas ke beberapa negara lain seperti Brazil, India, Cuba, serta Asia bagian Selatan termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak khasiat yang dapat dijadikan sebagai herbal medik, dimana minyak essensialnya telah dibuktikan secara empiris dan ilmiah memiliki efektivitas farmakologi melalui pengujian in vitro dan in vivo dari beberapa studi penelitian. Adanya aktivitas farmakologi tersebut disebabkan karena kandungan senyawa kimia utamanya, seperti 1,8-Sineol, ?-Terpineol, ?-Kariofilen dan D-Limonen. Adapun efek farmakologi yang dihasilkan dari tanaman ini karena adanya senyawa kimia yang terkandung didalam tanaman tersebut diantaranya adalah aktivitas antioksidan, antifungal, efek sedatif, serta inhibitor enzim hyaluronidase. Review terhadap studi tentang kandungan kimia dan bioaktivitas M. Leucadendron Linn. dilakukan dengan cara penelusuran pustaka terkait tinjauan botani, tinjauan kimia dan tinjauan farmakologi yang dapat diakses pada beberapa situs penyedia jurnal terpercaya (NCBI, Elsevier, Researchgate maupun google scholar) kemudian dilanjutkan dengan skrinning pada jurnal-jurnal tersebut sehingga didapatkan sumber studi yang masuk dalam kriteria inklusi. Diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka.
KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DAN BIOAKTIVITAS MELALEUCA LEUCADENDRON LINN. MEISARANI, AGI; Ramadhania, Zelika Mega; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.041 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10818

Abstract

Melaleuca leucadendron Linn. merupakan spesies tanaman tropis dari suku Myrtaceae yang berasal dari Australia dan terdistribusi secara luas ke beberapa negara lain seperti Brazil, India, Cuba, serta Asia bagian Selatan termasuk Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak khasiat yang dapat dijadikan sebagai herbal medik, dimana minyak essensialnya telah dibuktikan secara empiris dan ilmiah memiliki efektivitas farmakologi melalui pengujian in vitro dan in vivo dari beberapa studi penelitian. Adanya aktivitas farmakologi tersebut disebabkan karena kandungan senyawa kimia utamanya, seperti 1,8-Sineol, ?-Terpineol, ?-Kariofilen dan D-Limonen. Adapun efek farmakologi yang dihasilkan dari tanaman ini karena adanya senyawa kimia yang terkandung didalam tanaman tersebut diantaranya adalah aktivitas antioksidan, antifungal, efek sedatif, serta inhibitor enzim hyaluronidase. Review terhadap studi tentang kandungan kimia dan bioaktivitas M. Leucadendron Linn. dilakukan dengan cara penelusuran pustaka terkait tinjauan botani, tinjauan kimia dan tinjauan farmakologi yang dapat diakses pada beberapa situs penyedia jurnal terpercaya (NCBI, Elsevier, Researchgate maupun google scholar) kemudian dilanjutkan dengan skrinning pada jurnal-jurnal tersebut sehingga didapatkan sumber studi yang masuk dalam kriteria inklusi. Diharapkan dilakukannya penelitian lebih lanjut untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka.
OBAT-OBAT PEMICU PERDARAHAN HARUS DIKETAHUI APOTEKER Djajaseputra, Michael; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.947 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i4.15316

Abstract

Perdarahan merupakan salah satu efek samping obat yang berbahaya. Perdarahan dapat dilihat melalui tanda seperti mimisan, gusi berdarah, ataupun memar. Obat-obat golongan NSAID, SSRI, antikoagulan maupun antiplatelet merupakan golongan obat yang diketahui dapat menyebabkan perdarahan. Hal ini harus diketahui oleh seorang apoteker, sehingga dalam praktiknya apoteker dapat memberikan edukasi kepada pasien serta melakukan pemantauan terapi obat-obat tersebut. Edukasi yang dapat diberikan seperti, memberitahukan gejala dari perdarahan pada pasien agar segera menghubungi tenaga medis apabila gejala timbul. Sehingga dapat disimpulkan obat-obat yang dapat memicu perdarahan harus diketahui oleh seorang apoteker sehingga efek samping perdarahan tidak terjadi melalui pemantauan terapi obat maupun edukasi terhadap pasien.
REVIEW ARTIKEL: RNS DAN PERANNYA DALAM KANKER PANKREAS RAHMAH, HILMA AWALIA; RAMADHANIA, ZELIKA MEGA; MUTAKIN, MUTAKIN; LEVITA, JUTTI
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2359.336 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.25907

Abstract

Spesies nitrogen reaktif (SNR) merupakan beberapa senyawa yang diturunkan dari oksida nitrat yang kehadirannya dalam tubuh dapat mengakibatkan stress nitro-oksidatif. Oksida nitrat (NO) dalam jumlah berlebih dapat dengan mudah memicu produksi SNR yang selanjutnya berkontribusi dalam mekanisme patofisiologis beberapa penyakit, salah satunya adalah kanker pankreas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa spesies nitrogen reaktif merupakan faktor non genetik yang penting pada tumorigenesis pankreas yang diinduksi defisiensi Breast Cancer 2 (BRCA2). SNR dapat dicegah atau dikurangi pembentukannya melalui perawatan menggunakan antioksidan secara signifikan. Selain mampu mencegah pembentukan SNR, perawatan antioksidan secara signifikan juga mampu mengurangi adduct oksidatif DNA dan mengurasi lesi DNA sehingga dapat menunda onset tumor. Kata Kunci      : BRCA2, Oksida Nitrat, Senyawa, Tumorigenesis.
POTENSI SILYMARIN (HEPAMAX) SEBAGAI SUPLEMEN DAN TERAPI PENUNJANG PADA GANGGUAN LIVER Junaidi, Achmad; Ramadhania, Zelika Mega
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.339 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.18132

Abstract

Hati merupakan salah satu organ utama dalam menjaga keseimbangan homeostatis dan detoksifikasi toksin yang ada di dalam darah. Virus hepatitis merupakan salah satu yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Pengobatan secara natural sudah banyak dilakukan pengembangan, salah satunya adalah Silymarin. Penggunaan Silymarin sudah lama digunakan sebagai pengobatan hepatoprotektor. Silymarin adalah salah senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman Silybum marianum yang memiliki efek biologi terhadap perbaikan fungsi hati. Sebagai hepatoprotektor, silymarin berperan dalam beberapa cara, termasuk antioksidan, antiinflamasi, regulator permeabilitas sel, penstabil membrane, stimulasi regenerasi sel hati dan menghambat penurunan serat kolagen yang dapat menyebabkan sirosis. Kata kunci     : Gangguan hati, Silymarin, Silybum marianum, hepatoprotektor