Articles

Found 13 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL: PENELUSURAN AKTIVITAS ANTIKANKER PAYUDARA DARI TANAMAN SABLO (ACALYPHA WILKESIANA) Nurul Haq, Syahida Azahra; Pratiwi, Rimadani
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.782 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22105

Abstract

ABSTRAKMenurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi kanker di Indonesia meningkat tiap tahunnya. Pada wanita terdapat 2 penyakit kanker dengan penderita terbanyak yang menjadi penyebab kematian, yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim. Banyak cara untuk mengani penyakit kanker baik secara medis atau alternatif, seperti tindakan operasi, radiasi, kemoterapi, terapi pijat, terapi bekam, dan lain-lain. Salah satu terapi alternatif yang dianggap aman dan tidak memakan banyak biaya adalah penggunaan tanaman herbal. Metode penulisan review artikel ini adalah studi pustaka. Dalam review artikel ini akan dibahas mengenai bagian tanaman dari Acalypha wilkesiana yang memiliki aktivitas anti kanker payudara. Didapatkan  Bagian tanaman dari Acalypha wilkesiana yang memiliki aktivitas anti kanker payudara yaitu daun, biji, dan benih.Kata kunci: Acalypha wilkesiana, aktivitas anti kanker payudara, kanker payudaraABSTRACTAccording to Basic Health Research (Riskesdas) 2018, the prevalence of cancer in Indonesia is increasing every year. In women, there are 2 cancers with the most sufferers which cause death, namely breast cancer and cervical cancer. There are many ways to treat cancer either medically or alternatively, such as surgery, radiation, chemotherapy, massage therapy, cupping therapy, and others. One alternative therapy that is considered safe and does not cost much is the use of herbs. The method of writing this article review is a literature study. In reviewing this article, we will discuss about the plant part of Acalypha wilkesiana which has anti breast cancer activity. Obtained part of the plant from Acalypha wilkesiana which has anti breast cancer activity namely leaves, seeds, and seeds.Keywords: Acalypha wilkesiana, anti breast cancer activity, breast cancer
ANALISIS AZADIRAKTIN DALAM EKSTRAK DAN SEDIAAN KRIM TANAMAN MIMBA MENGGUNAKAN HPLC IRINDA, BELLA PUTERI; Pratiwi, RImadani
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2498.898 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17337

Abstract

Tanaman mimba telah digunakan di berbagai  negara  untuk  pengobatan antiparasit  dan  anti  skabies.  Sediaan  topikal  dengan bentuk krim  lebih  disukai  karena  banyak keuntungannya,  diantaranya  yaitu: sederhana dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan,  serta mudah  dicuci. Penetapan kadar azadiraktin dalam ekstrak maupun sediaan seperti krim diperlukan untuk mengetahui dan memastikan kadar sesungguhnya dari azadiraktin terutama dalam sediaan hayati yang dapat dijadikan acuan untuk mengetahui profil bioavaibilitas azadiraktin. Instrumen yang digunakan untuk menetapkan kadar azadiraktin yaitu KCKT. Teknik yang telah dikembangkan untuk menarik azadiraktin dari ekstrak maupun sediaan krim yaitu dengan cara sentrifugasi dan Soxhlet. Variasi kondisi optimasi metode yang memungkinkan untuk digunakan dalam analisis azadiraktin yaitu asetonitril:air (40:60), kolom C-18, laju alir 4.4 mL/min, dan volume injeksi 10 ?l serta metanol:air (50:50), kolom C-18, laju alir 2 mL/min, dan volume injeksi 10 ?l keduanya menghasilkan waktu retensi yang berdekatan dengan standar. 
REVIEW ARTIKEL : PENGUJIAN BERBAGAI AKTIVITAS EKSTRAK AIR ROSELLA SECARA IN VITRO (HIBISCUS SABDARIFFA L.) TRISEPTIANI, ANNIS CHUMAEDAH; Pratiwi, Rimadani
Farmaka Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.077 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i1.22150

Abstract

Tanaman Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di berbagai negara dan salah satunya yaitu di Indonesia. Tujuan dilakukan review ini yaitu untuk mengetahui lebih dalam mengenai berbagai aktivitas dari ekstrak air rosella dengan pengujian secara in vitro. Ekstrak air rosella lebih sering digunakan dibanding ekstrak etanol rosella. Aktivitas ekstrak air rosella yang telah ditemukan secara in vitro yaitu neuroprotektif, antioksidan, antidiabetes, penghambat melanoma, antibakteri, antihipertensi, respon imun, penghambat adipogenesis, penghambat apoptosis dan modulasi produksi MCP-1.Kata kunci : rosella, ekstrak air, in vitro, aktivitas
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI MASYARAKAT: STUDI PENDAHULUAN PADA MASYARAKAT DI DESA HEGARMANAH, JATINANGOR, SUMEDANG Pratiwi, Rimadani; Saputri, Febrina Amelia; Nuwarda, Rina Fajri
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.862 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19295

Abstract

Banyak masyarakat yang menggunakan obat tradisional baik untuk pengobatan maupun perawatan. Secara umum, obat tradisional yang dikenal masyarakat adalah jamu. Dalam perkembangannya, ada produsen yang menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu. Penelitian ini dilakukan sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penggunaan obat tradisional di masyarakat. Data diperoleh dari 34 responden dan hasilnya menunjukkan bahwa 88,2% masyarakat mengenal jamu, 29,4% mengetahui obat herbal terstandar dan hanya 3% yang mengetahui fitofarmaka. Walaupun mayoritas masyarakat mengenal jamu, hanya 17,6% yang mengetahui kalo ada jamu yang ditambahkan BKO. Hasil ini dapat berkorelasi dengan dengan tingkat penggunaan obat tradisional di masyarakat, karena hanya 20,5% yang mengkonsumsi jamu. Hasil studi pendahuluan ini menunjukkan bahwa perlunya pemerataan dan penyampaian informasi secara langsung kepada masyarakat agar masyarakat dapat lebih memahami dan berhati-hati. Kata kunci: obat tradisional, jamu, bahan kimia obat, kuisioner
STUDI FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN KRIM ANTISKABIES DARI MINYAK MIMBA (AZADIRACHTA INDICA A.JUSS) AMALIAH, ANGGIA DIANI; Pratiwi, Rimadani
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.224 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13010

Abstract

Salah satu penyakit kulit menular yang sebagian besar terjadi di negara berkembang adalah skabies. Saat ini belum terdapat pedoman terapi skabies yang komprehensif dan rekomendasi suatu negara mungkin tidak cocok untuk negara lain. Penatalaksanaan skabies umumnya menggunakan  sediaan krim. Sediaan krim lebih disukai karena sederhana dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan, mudah dicuci, dan menimbulkan rasa nyaman bagi pengguna. Sediaan krim yang banyak dikembangkan saat ini adalah dengan memanfaatkan tanaman herbal. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antiskabies adalah tanaman Mimba (Azadirachta indica A.Juss). Minyak mimba yang diperoleh dari ekstrak biji mimba telah digunakan di berbagai negara untuk pengobatan antiparasit dan antiskabies. Pengembangan formula untuk sediaan krim dengan minyak mimba telah banyak dikembangkan, diantaranya dengan berbagai penelitian menggunakan berbagai jenis basis krim seperti emolient cream yang mengandung minyak mimba 10% b/b dan emulsifier  nonionic arachidyl glucosidase (APG), Poly Herbal Cream yang mengandung minyak mimba 0,5% b/b  dengan menggabungkan berbagai konsentrasi asam stearat dan setil alcohol serta basis Vanishing Cream dengan variasi konsentrasi minyak mimba 0% b/b ? 10% b/b. Masing-masing formula dievaluasi untuk mendapatkan formula yang memiliki karakteristik fisikokimia paling stabil dalam waktu penyimpanan yang lama. Kata kunci: skabies, minyak mimba, krim.
REVIEW ARTIKEL : PENINGKATAN KELARUTAN BERBAGAI ZAT AKTIF DENGAN KOLLIDON VA64 Widiyastuti, Shella; Pratiwi, Rimadani
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4478.762 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22095

Abstract

Kollidon VA64 merupakan polimer hidrofilik yang dapat meningkatkan kelarutan zat aktif. Peran Kollidon VA64 sering sekali digunakan dalam sistem dispersi padat sebagai pembawa yang dapat menstabilkan bentuk amorf zat aktif sehingga kelarutannya dapat meningkat. Beberapa zat aktif yang dapat ditingkatkan kelarutannya dengan menggunakan polimer Kollidon VA64 menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan yaitu golongan NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory), CCB (Calcium Channel Blocker), antikonvulsan, antimalaria, protease inhibitor, antivirus, penghambat absorbsi kolesterol, penghambat xanthine-oxidase, antagonis reseptor H2, sulfonilurea, hemat kalium, anti skizofrenia, antiplatelet, antijamur, antihelmintik, antagonis reseptor endothelin, dan obat hepatitis. Hasil review menunjukkan kelarutan dan pelepasan obat dari golongan tersebut lebih cepat dibandingkan dengan obat murni tanpa polimer.Kata Kunci : Kollidon VA64, Kelarutan, Dispersi padat.
Pemanfaatan Selulosa Dari Limbah Jerami Padi (Oryza sativa) Sebagai Bahan Bioplastik Pratiwi, Rimadani; Rahayu, Driyanti; Barliana, Melisa Intan
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.679 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i3.9406

Abstract

Jerami padi (Oryza sativa) memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Selulosa merupakan biopolimer alami yang dapat digunakan sebagai bahan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah selulosa dari limbah jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioplastik dan bagaimana karakterisasi bioplastik yang dihasilkan dari limbah jerami padi tersebut. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu preparasi bahan, pembuatan pulp, pembuatan bioplastik dengan metode inversi fasa dengan variasi jumlah kitosan dan pulp selulosa  3:10, 4:10, dan 5:10, serta karakterisasi bioplastik. Bioplastik yang dihasilkan dari berbagai perbandingan pulp selulosa dan kitosan memiliki karakterisitik yang berbeda-beda. Analisis morfologi menunjukkan bahwa bioplastik yang terbentuk belum homogen dan pada analisis gugus fungsi, tidak ditemukan adanya gugus fungsi baru dalam bioplastik dibandingkan terhadap gugus fungsi yang ada pada bahan pembentuknya. Nilai penyerapan air  pada bioplastik dengan perbandingan kitosan dengan pulp selulosa 3:10, 4:10 dan 5:10 adalah 154.65%, 119. 21%, dan 93.873 % . Hasil pengujian sifat mekanik yaitu kuat tarik secara berturut-turut adalah 4.2 MPa, 13.8 MPa, dan  4,1 MPa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selulosa dari limbah jerami padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan bioplastik.
Performance Evaluation of Molecularly Imprinted Polymer using Propanol as Porogen for Atenolol Recognition in Human Serum Suherman, Meilia; Susanti, Ike; Rahayu, Driyanti; Pratiwi, Rimadani; Nur Hasanah, Aliya
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 6, No 1 (2019 In Press)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.992 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v6i1.18671

Abstract

Atenolol is a cardiovascular drug that has a narrow therapeutic index with long-term use and it’s often used as doping. Atenolol has a small concentration in human boby and it’s in  biological matrix (serum) so in the testing need a selective extraction so  the analyte can be pra-concentration and removed from matrix. Two molecularly imprinted polymers (MIPs) on propanol as porogen  have been made with two different methods i.e. bulk polymerization and precipitation polymerization. The polymer was made using atenolol as a template, methacrylic acid as a functional monomer, and ethylene glycol dimethacrylate as a crosslinker. Prformance evaluations showed that polymers from bulk polymerization provide better performance than polymers from precipitation polymerization when tested against standard solution. However, this sorbent has low  recovery percentage after applied into serum sample and could not be used as alternative for atenolol extraction in human serum.Key words: Molecularly imprinted polymer, Atenolol, Solid Phase Extraction, Preparation  method, propanol.
Performance Evaluation of Molecularly Imprinted Polymer using Propanol as Porogen for Atenolol Recognition in Human Serum Suherman, Meilia; Susanti, Ike; Rahayu, Driyanti; Pratiwi, Rimadani; Nur Hasanah, Aliya
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.992 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v6i1.18671

Abstract

Atenolol is a cardiovascular drug that has a narrow therapeutic index with long-term use and it’s often used as doping. Atenolol has a small concentration in human boby and it’s in  biological matrix (serum) so in the testing need a selective extraction so  the analyte can be pra-concentration and removed from matrix. Two molecularly imprinted polymers (MIPs) on propanol as porogen  have been made with two different methods i.e. bulk polymerization and precipitation polymerization. The polymer was made using atenolol as a template, methacrylic acid as a functional monomer, and ethylene glycol dimethacrylate as a crosslinker. Prformance evaluations showed that polymers from bulk polymerization provide better performance than polymers from precipitation polymerization when tested against standard solution. However, this sorbent has low  recovery percentage after applied into serum sample and could not be used as alternative for atenolol extraction in human serum.Key words: Molecularly imprinted polymer, Atenolol, Solid Phase Extraction, Preparation  method, propanol.
REVIEW ARTIKEL: PEMANFAATAN MINYAK ATSIRI PADA TANAMAN SEBAGAI AROMATERAPI DALAM SEDIAAN-SEDIAAN FARMASI SOFIANI, VALENTINE; Pratiwi, Rimadani
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.197 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12907

Abstract

            AbstrakIndonesia adalah negara dengan kekayaan alam yang berlimpah dan salah satu negara yang berpotensi sebagai penghasil minyak atsiri. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya tanaman-tanaman, khususnya tanaman penghasil minyak atsiri di Indonesia. Bagian dari tanaman-tanaman tersebut yang dapat dijadikan sebagai sumber minyak atsiri adalah bagian akar, batang, daun, bunga, buah, dan lain sebagainya. Minyak esensial ini dapat dijadikan sebagai produk aromaterapi yang memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai terapi komplementer, untuk merekalsasikan tubuh, bahan tambahan makanan, kosmetik, dan pengharum. Review ini berisi tentang kandungan minyak atsiri dari tanaman-tanaman yang ada di Indonesia dan dapat dijadikan produk aromaterapi dalam sediaan farmasi seperti lilin, dupa, sabun mandi, minyak pijit, garam, dan roll-on.