Articles

Found 19 Documents
Search

EFEK PENGGUNAAN TUNGGAL DAN KOMBINASI ASAM OLEAT SEBAGAI PENINGKAT PENETRASI PADA SEDIAAN TRANSDERMAL RAHAYU, NUR; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.111 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8616

Abstract

Enhancer merupakan senyawa yang dapat meningkatkan penetrasi obat ke dalam kulit. Salah satu jenis enhancer kimia yang termasuk ke dalam kelompok asam lemak adalah asam oleat. Asam oleat bekerja dengan cara membentuk lapisan lipid baru bersama lapisan lipid stratum korneum untuk menurunkan kapasitas fungsi sawar kulit. Selain digunakan sebagai enhancer tunggal, asam oleat dapat digunakan bersama enhancer kimia lain sebagai kombinasi untuk memperbaiki penetrasi obat. Penggunaan asam oleat secara tunggal maupun kombinasi dapat meningkatkan penetrasi obat ke dalam kulit lebih baik dibandingkan enhancer kimia lainnya seperti seperti DMSO, span 20, asam laurat, caprylic acid, capric acid dan sebagainya. Kombinasi enhancer yang sering digunakan adalah asam oleat dengan propilen glikol karena dapat meningkatkan penetrasi obat dengan optimal.Kata Kunci: Enhancer, asam oleat, penggunaan tunggal, penggunaan  kombinasi.
REVIEW: AKTIVITAS BIOLOGIS TANAMAN BANDOTAN (AGERATUM CONYZOIDES LINN.) SEBAGAI TERAPI LUKA TERBUKA CAHYANI, YUNISTYA DWI; MITA, SORAYA RATNAWULAN
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.003 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17641

Abstract

Tanaman bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) dikenal sebagai salah satu tanaman liar yang berasal dari familia Asteraceae dan memiliki berbagai aktivitas biologis dan farmakologis. Salah satu aktivitas farmakologis yang menjadi fokus utama para peneliti adalah sebagai terapi luka. Penggunaan berbagai bagian tanaman bandotan dalam terapi luka terbuka sudah dimulai sejak beberapa tahun silam dan masih sering digunakan sampai saat ini. Berdasarkan penelitian sebelumnya, tanaman bandotan memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder dengan aktivitas biologis spesifik berperan dalam terapi luka terbuka. Studi kali ini akan membahas kandungan senyawa dan aktivitas biologis ekstrak tanaman bandotan sebagai terapi luka terbuka, beserta mekanisme kerja setiap golongan senyawa metabolit sekunder tersebut.Kata kunci: tanaman bandotan, Ageratum conyzoides, aktivitas biologis, terapi luka terbuka.
REVIEW: TEKNIK MICRONEEDLE COATING UNTUK PENGHANTARAN OBAT SECARA TRANSDERMAL PURBA, DESI MARIANA; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.131 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17465

Abstract

Pemberian obat rute transdermal dikembangkan sebagai alternatif untuk rute oral dan parenteral. Rute transdermal ini dapat diaplikasikan dengan metode microneedle (MN). Pendekatan berbasis MN telah dikembangkan dengan metode pelapisan MN dengan tujuan meminimalkan invasif sehingga obat dan vaksin dapat melewati kulit. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait beberapa proses melapisi MN untuk pemerian obat transdermal. Teknik yang akan diulas yaitu dip coating, gas jet drying, spray coating, proses electrohydrodynamic atomisation (EHDA) dan piezoelectric inkjet printing. Melalui jurnal acuan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa setiap teknik yang diuji memberikan peluang untuk mengatasi formulasi atau pembatasan bentuk sediaan. MN berlapis dengan berbagai teknik memiliki potensi yang baik untuk digunakan pada proses penghantaran obat untuk pemerian transdermal.
STUDI IN-VITRO KETOPROFEN MELALUI RUTE TRANSDERMAL Purnama, Handi; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.853 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8575

Abstract

Ketopropen merupakan analgesik perifer yang digunakan untuk rheumatoid arthritis, osteoarthritis, pirai, dismenore, dan keadaan nyeri lainnya. Ketoprofen memiliki beberapa kelemahan, yaitu praktis tidak larut dalam air, kecepatan disolusi dan bioavailabilitasnya rendah, serta waktu eliminasinya cepat. Rute transdermal merupakan salah satu alternatif untuk memperbaiki kekurangan ketoprofen dengan cara menghantarkan obat masuk secara terkendali ke dalam tubuh melalui kulit untuk mendapatkan efek sistemik. Rintangan utama pemberian obat secara transdermal adalah lapisan stratum korneum yang mempunyai struktur yang kompak dan sulit ditembus. Kemampuan pelepasan obat dari polimer merupakan salah satu hal yang sangat mempengaruhi keberhasilan sediaan. Oleh karena itu, untuk melihat penetrasi obat secara transdermal, tahap awal yang perlu dilakukan adalah melalui studi in-vitro. Studi in-vitro untuk sediaan transdermal dapat dilakukan dengan mengamati profil pelepasan menggunakan alat disolusi, aparatus I (metode basket) maupun profil permeasi dengan aparatus I untuk disolusi menggunakan tube silinder yang dimodifikasi, atau menggunakan sel difusi Franz. Uji permeasi dilakukan menggunakan kulit bagian abdomen dari tikus, membran lepasan kulit ular, atau kulit mayat manusia sebagai membran. Penetrasi dari ketoprofen melalui membran dapat dihitung dengan menggunakan hukum Ficks I. Kinetika pelepasan ketoprofen untuk sediaan trandermal dapat mengikuti kinetika pelepasan orde nol, orde satu, atau orde Higuchi. Pengembangan formula untuk sediaan ketoprofen secara transdermal sudah banyak dikembangkan, yaitu melalui berbagai penelitian menggunakan etanol, matriks polimer, gel pseudolateks, sistem vesikular, plasticizer, peningkat penetrasi, serta zat adhesif untuk meningkatkan profil in-vitro dari ketoprofen. Kata kunci: ketoprofen, transdermal, in-vitro.
MICRONEEDLE ARRAY AS TRANSDERMAL DRUG DELIVERY SYSTEM Elfa Hendri, HURIYATUS TSANIYAH; Mita, Soraya Ratnawulan; Chaerunisaa, Anis Yohana
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.642 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17477

Abstract

Microneedle adalah perangkat minimal invasif yang digunakan untuk menembus lapisan terluar kulit yaitu stratum corneum (SC) yang merupakan penghalang utama untuk obat yang diaplikasikan secara topikal. Untuk memungkinkan pengiriman obat yang dapat direproduksi, microneedle harus dimasukkan ke dalam kulit dengan cara yang terkontrol dan dapat direproduksi (Singh, 2010). Akhir akhir ini microneedles telah dibuat dengan mengadaptasi teknologi industri mikroelektronika untuk menghasilkan susunan silikon, logam dan jarum polimer (Henry, 1998)(McAllister, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk membuat innovasi microneedles dari polimer biodegradable dengan menggunakan metode fabrikasi berbasis cetakan yang murah dan kuat. Pokok bahasan yang diuraikan pada penelitian kali ini adalah pembuatan susunan microneedle, microneedle pembentuk hydrogel, karakterisasi microneedle dan pengujian secara in vivo. Hasil yang didapat microneedle polimer biodegradable yaitu teknik yang tepat dan memiliki kekuatan yang cukup untuk dimasukkan ke kulit dan dapat meningkatkan transport molekul secara transdermal.Kata kunci : Microneedle, Biodegradable microneedle, Stratum corneum.
PENGARUH PENAMBAHAN TWEEN 80 SEBAGAI ENHANCER DALAM SEDIAAN TRANSDERMAL KESUMAWARDHANY, BETHARY; MITA, SORAYA RATNAWULAN
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.397 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9293

Abstract

Penghantaran obat secara transdermal merupakan metode efektif untuk distribusi obat secara sistemik. Peningkatan permeasi dapat dilakukan secara kimia dengan penambahan enhancer yang aman dan tidak iritatif yaitu golongan surfaktan nonionik contohnya tween 80. Tween 80 sebagai enhancer dapat meningkatkan absorpsi dengan menginduksi fluidisasi lipid pada stratum korneum sehingga permeasi obat meningkat. Permeasi obat diuji melalui uji in vitro pada membran kulit hewan uji dengan metode difusi sel menggunakan dapar fosfat dan uji konsentrasi sediaan dengan spektrofotometer atau kromatografi. Tween 80 dinyatakan sebagai enhancer yang efektif pada sediaan gel yang mengandung berbagai zat aktif, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada sediaan patch.
PROFIL PERMEASI IN VITRO GEL MATA KLORAMFENIKOL PADA MEMBRAN KORNEA MATA KELINCI DENGAN METODE SEL DIFUSI FRANZ Abdassah, Marline; Omandra, Fanni Syawli; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.266 KB) | DOI: 10.24198/jf.v13i4.12107

Abstract

Gel mata merupakan pengembangan dari sediaan mata konvensional yang sudah ada, seperti salep mata dan tetes mata. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan kualitas sediaan dan membuat profil permeasi in vitro gel kloramfenikol. Menentukan kualitas sediaan gel mata kloramfenikol dengan melakukan pengamatan selama 28 hari pada pengujian organoleptis, pH, Viskositas, kadar kloramfenikol dalam sediaan dan uji sterilitas. Profil permeasi in vitro gel mata kloramfenikol dilakukan uji sel difusi Franz dengan membran kornea mata kelinci selama 8 jam. Hasil pengamatan sediaan gel mata kloramfenikol pada pengujian organoleptis, pH, Viskositas, kadar kloramfenikol dalam sediaan dan uji sterilitas, menunjukkan hasil yang baik, dan hasil uji difusi gel mata kloramfenikol menunjukkan kadar terpermeasi sebesar 1,513% selama 8 jam. Kata kunci: gel mata, kloramfenikol, sel difusi franz
LONG-CIRCULATING NANOPARTIKEL MENGGUNAKAN POLIMER PLGA (POLY-LACTIC-CO-GLICOLYC ACID) DAN POLOXAMER Prasetyo, Yuli Agung; HUSNI, PATIHUL; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.379 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13322

Abstract

Nanopartikel yang memiliki kemampuan bersirkulasi lama dalam aliran darah merupakan hal yang penting untuk meningkatkan interaksi nanopartikel dengan sel yang terinfeksi. nanopartikel berbasis polimer PLGA sering digunakan sebagai karier yang efektif untuk penghantaran obat ke dalam sel.  Nanopartikel PLGA mudah dikenali oleh sistem imun tubuh dan kemudian dieliminasi dari sistem sirkulasi. Hal ini disebabkan oleh nanopartikel PLGA bersifat hidrofob sehingga dapat terjadi opsonisasi dan nanopartikel dieliminasi oleh makrofag (reticuloendothelial system/RES). Modifikasi permukaan nanopartikel PLGA dengan polimer hidrofilik seperti poloxamer dilakukan untuk mencegah opsonisasi sehingga nanopartikel dapat bersirkulasi lama.Kata kunci: Nanopartikel, PLGA, poloxamer
PEMBERIAN PEMAHAMAN MENGENAI PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK SECARA RASIONAL PADA MASYARAKAT DI ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Mita, Soraya Ratnawulan; Husni, Patihul
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.769 KB)

Abstract

Pemerintah telah menetapkan kebijaksanaan dalam upaya pelayanan kesehatan yaitu Primary Health Care (PHC) sebagai suatu strategi untuk mencapai Indonesia sehat pada tahun 2020. Peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan PHC adalah dengan menjaga kesehatan dan berpelilaku hidup sehat. Pemerintah Provinsi Jawa barat sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah mendukung dan menunjang program PHC ini dengan berusaha meningkatkan indeks pembangunan manusia Jawa barat. Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari seluruh upaya kesehatan, yang menitikberatkan pada upaya untuk meningkatkan perilaku sehat dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam penanganan penyakit sederhana dengan memanfaatkan obat yang sederhana bahkan menggunakan bahan dari alam. Pengetahuan mengenai obat-obatan sangatlah bermanfaat besar, karena obat selain bisa sebagai penyembuh dari sakit juga bisa berpotensi untuk mendatangkan malapetaka. Banyak kasus penyalahgunaan obat analgetik yang terjadi di masyarakat, contohnya methadone yang termasuk dalam golongan obat analgetik. Selain itu, obat analgetik golongan narkotik seperti opium dan morfin juga sering digunakan bukan untuk tujuan pengobatan, padahal obat-obat tersebut dapat mengakibatkan ketergantungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan program untuk meningkatkan pemahaman dan  pengetahuan masyarakat akan penggunaan obat analgesik yang benar dan rasional.Kata kunci: analgesik, methadone, opium, morfin
ANALISIS (BAHAN KIMIA OBAT) BKO DALAM JAMU MENGGUNAKAN STRIP INDIKATOR NURROHMAH, SITI; MIta, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.442 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13248

Abstract