Articles

Found 8 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN JAWER KOTOK (COLEUS ATROPURPUREUS (L.) BENTH.) TERHADAP BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES ATTC 1223 DAN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS ATTC 12228 FAUZI, NIDIAZKA PUSPANEGARA; SULISTIYANINGSIH, SULISTIYANINGSIH; RUNADI, DUDI; WICAKSONO, IMAM ADI
Farmaka Vol 15, No 3 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.782 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i3.12810

Abstract

Jerawat atau akne merupakan kondisi kulit dimana terdapat penyumbatan pori-pori kulit yang terlihat dari timbulnya bintik-bintik pada wajah yang sering terjadi pada usia remaja, yang biasanya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Salah satu tanaman yang dapat berfungsi sebagai antijerawat adalah jawer kotok (Coleus Atropurpureus (L) Benth.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun jawer kotok (Coleus Atropurpureus (L) Benth.) serta menetapkan nilai KHTM (Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum) dan KBM (Konsentrasi Bunuh Minimum) nya terhadap bakteri Propionibacterium acnes ATTC 1223 dan Staphylococcus epidermidis ATTC 12228. Tahap penelitian meliputi determinasi tumbuhan dan penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia, fraksinasi ekstrak, penapisan fitokimia ekstrak, dan penentuan profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak, uji konfirmasi bakteri, uji aktivitas antibakteri ekstrak, uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi, penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) fraksi teraktif dari ekstrak. Metode untuk uji aktivitas antibakteri adalah metode difusi agar. Untuk penetapan KHTM dan KBM menggunakan metode mikrodilusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak, fraksi n-heksan, dan fraksi etil asetat daun jawer kotok mempunyai aktivitas terhadap Propionibacterium acnes ATTC 1223 dan Staphylococcus epidermidis ATTC 12228. Fraksi teraktif adalah fraksi n-heksan dengan nilai KHTM terhadap Propionibacterium acnes ATTC 1223 antara 0,78% - 0,0487%  b/v dan nilai KBM 1,56%  b/v sedangkan nilai KHTM terhadap Staphylococcus epidermidis ATTC 12228 antara 0,39% - 0,0487% b/v dan nilai KBM 0,78 % b/v. Kata kunci : Antibakteri, Daun Jawer Kotok, Coleus Atropurpureus (L) Benth., , Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis
SINTESIS OKTIL PARA METOKSISINAMAT DARI BAHAN BAKU RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGAE RHIZOMA): REVIEW Pratiwi, Sheila; Runadi, Dudi
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.83 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10725

Abstract

Dilakukan sintesis senyawa oktil para metoksi sinamat (OPMS) dari bahan baku rimpang kencur (Kaempferia galangae Rhizoma) dengan proses transesterifikasi menggunakan pelarut oktanol. Bahan baku dalam bentuk serbuk kering lalu dimaserasi selama 3x24 jam sampai didapatkan ekstrak. Ekstrak dipekatkan dengan rotavapor dan didinginkan hingga terbentuk kristal etil para metoksi sinamat (EPMS). Kristal dimurnikan dengan tahap rekristalisasi. Rendemen EPMS yang dihasilkan adalah sebanyak 2,44%. Uji kemurnian dari EPMS dilakukan dengan metode KLT. Rendemen kemudian dihidrolisis hingga didapatkan asam para metoksi sinamat (APMS) dengan persen rendemen reaksi sebesar 94,13%. Kembali dilakukan pengujian perbandingan APMS dengan APMS standar melalui metode KLT. Isolat APMS kemudian ditransesterifikasi dengan oktanol dalam suasana asam H2SO4 untuk menghasilkan senyawa oktil para metoksi sinamat (OPMS). Kristal disaring dan direkristalisasi hingga didapatkan senyawa OPMS yang kemudian diidentifikasi dengan Electrothermal Melting Point Apparatus, KLT, spektrofotometri UV, spektrofotometri infra merah, dan spektoskopi massa. OPMS yang telah diidentifikasi dinyatakan dapat digunakan sebagai bahan baku potensial tabir surya karena dapat memberikan serapan pada rentang 290-320 nm tepatnya di 312 nm.
LARVACIDAL ACTIVITY OF EXTRACT AND ESSENTIAL OIL OF CURCUMA MANGGA RHIZOME (Curcuma mangga VAL.) AGAINST LARVAEAedesaegypti Runadi, Dudi
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 02 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) causedby Aedesaegypti is a pestilentdisease. Many people commonlyuselarvacidefromthehazardous syntheticmaterials for preventingthis disease.In this study, larvacidal activity of ethanolextractandessential oil of Curcuma mangga rhizome was investigated.Test solutions prepared by diluting each extract and essential oil in order to obtain100 µg/mL, 50 µg/mL, 10 µg/mL, 5 µg/mL, 1 µg/mL and 0.5 µg/mLconcentrations in 100 ml water.Larvae Aedesaegyptiinstar 3-4 were used in this study.The results of larvacidal test showed that the extract of Curcuma mangga rhizome was not significantly performed the larvacidal activity, whereas the essential oil of Curcuma mangga significantly performed the larvacidal activity with the values of LC50 as 61.025 µg/mL.
PEMELIHARAAN POLA HIDUP SEHAT DAN PEMANFAATAN OBAT UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS Herdiana, Yedi; Wardana, Yoga Windhu; Runadi, Dudi
Dharmakarya Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.243 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i2.20723

Abstract

Penyakit diabetes merupakan penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Pengetahuan tentang penyakit, pola makan, dan pola hidup merupakan faktor penyebab peningkatannya. Desa Cinunuk merupakan wilayah urban, secara umum memiliki pola hidup perkotaan, yang mengalami kemudahan teknologi membuat perubahan pola hidup terutama pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Kondisi inilah yang menjadi ide penelitian pemeliharaan pola hidup dan pencegahan penyakit diabetes. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan responden 74,8 % masuk kategori baik, sisanya 25,2% masuk katagori cukup. Pola makan masuk katagori baik 69,5%, katagori cukup 20,5 %. Aktivitas fisik 80,5 % temasuk katagori baik dan 19,5 % masuk kategori cukup. Adanya edukasi berkelanjutan tentang penyakit diabetes, faktor penyebab dan pola hidup sehat telah memberikan perubahan perbaikan pola hidup sehat. Setelah kegiatan KKN-PPM ini berakhir, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Cinunuk mengenai penanganan penyakit diabetes. 
AKTIVITAS KALKON TERHADAP RESEPTOR ESTEROGEN β (ER- β) SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA SECARA IN VITRO DAN IN SILICO: REVIEW CHAIRUNNISA, AVANI; Runadi, Dudi
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.519 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10782

Abstract

Ditemukan aktivitas antikanker pada Eugenia aquea atau jambu air yang telah dibuktikan pada penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa kalkon yang sebagai antikanker payudara sebelum dilakukan uji secara in vivo. Didapatkan senyawa kalkon dari daun Eugenia aquea, uji aktifitas antikanker senyawa tersebut diidentifikasi dengan dengan penghambatan terhadap cell line MCF-7 menggunakan MTT assay, dan senyawa kalkon untuk menginduksi apoptosis melalui aktivasi poli (adenosine difosfat-ribose) polymerase (PARP) protein juga diselidiki. Senyawa kalkon juga diuji aktivitasnya dengan docking senyawa uji terhadap residu pada reseptor esterogen ? (ER- ?). Data hasil simulasi berupa nilai energi bebas Gibbs (?G) menunjukkan kestabilan interaksi ligand senyawa uji terhadap residu pada reseptor esterogen ? (ER- ?). Hasil docking menunjukkan senyawa kalkon dan analognya memiliki potensi sebagai antikanker payudara.
AKTIVITAS REPELEN KOMBINASI MINYAK ATSIRI RIMPANG BENGLE (ZINGIBER CASSUMUNAR ROXB.) DAN DAUN SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS (L.) RENDLE) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI SOFIAN, FERRY FERDIANSYAH; RUNADI, DUDI; TJITRARESMI, AMI; ARWA, ARWA; PRATAMA, GUSTYAN; MENTARI, ANTI PEBRIANTI; SRIWIDODO, SRIWIDODO; RAMADHANIA, ZELIKA MEGA
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.518 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9294

Abstract

Tingginya tingkat penyebaran penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk, terutama pada daerah-daerah dengan endemik nyamuk yang tinggi, terdorong untuk melakukan pencegahan terbaik dalam penanggulangannya dengan cara pengendalian nyamuk dan menghindari gigitannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas repelen terhadap beberapa kombinasi komposisi minyak atsiri rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) dan minyak sereh wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah. Penelitian dilakukan dengan mengamati nyamuk yang hinggap di tangan relawan yang sebelumnya telah diberi sediaan uji. Analisis statistik menunjukkan bahwa masing-masing kombinasi minyak atsiri dari bahan uji yaitu bengle 10%; bengle 7,5% + sereh wangi 2,5%; bengle 5% + sereh wangi 5%; bengle 2,5% + sereh wangi 7,5%; dan sereh wangi 10% memiliki daya repelen tetapi masih memiliki perbedaan daya repelensi yang signifikan terhedap DEET 15%. Masing-masing kombinasi bahan uji tersebut tidak memiliki perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Berdasarkan hal tersebut, hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelima kombinasi bahan uji tersebut tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan sebagai repelen. Hal ini berarti kelima kelompok kombinasi uji tersebut memiliki daya tolak yang sama terhadap nyamuk Aedes aegypti dan potensial untuk dikembangkan menjadi obat herbal penolak nyamuk untuk mencegah demam berdarah.
HUBUNGAN ANTARA HLA-B*1502 DENGAN STEVEN-JONHSON SYNDROME YANG DIINDUKSI OLEH KARBAMAZEPIN PADA BERBAGAI POPULASI DAN MEKANISME INTERAKSINYA : REVIEW Latief, Syifa Afiifah; Runadi, Dudi
Farmaka Vol 14, No 4 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.876 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i4.10928

Abstract

FDA mengeluarkan peringatan pada tahun 2007 bagi para pasien yang hendak menggunakan karbamazepin untuk melakukan skrining HLA-B*1502 terlebih dahulu. Karbamazepin (CBZ) merupakan obat anti kejang yang digunakan secara luas untuk mengobati epilepsi, bipolar disorder, trigeminal neuralgia, dan nyeri kronis. Salah satu efek samping yang dapat diinduksi oleh CBZ adalah penyakit Steven-Johnson syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Chung et al., CBZ dapat menginduksi SJS/TEN (CBZ-SJS/TEN) pada pasien dari etnis Cina Han yang memiliki alel HLA-B*1502. Studi literatur dilakukan dengan menggunakan artikel dan jurnal penelitian yang telah dipublikasi sebelumnya. Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa HLA-B*1502 memiliki hubungan yang kuat dengan CBZ-SJS/TEN terutama pada etnis Asia. Mekanisme interaksi antara HLA-B*1502 dan CBZ diduga berlangsung secara langsung tanpa ada ikatan kovalen yang kemudian merangsang aktivasi sel T.Kata kunci: HLA-B*1502, Karbamazepin, Steven-Johnson Syndrome, Toxic Epidermal Necrolysis
AKTIVITAS DAN FORMULASI REPELEN LOSIO EKSTRAK ETANOL LIMBAH HASIL PENYULINGAN MINYAK NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI RUNADI, DUDI; Sriwidodo, Sriwidodo; Ridwan, Sucilawati
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.85 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.9288

Abstract

ABSTRAK Limbah hasil penyulingan minyak nilam mengandung terpen-terpen nonvolatil yang memiliki aktivitas antiserangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol limbah hasil penyulingan minyak nilam sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti beserta konsentrasi optimumnya dan membuat formulasi losionya yang baik, aman, stabil, dan efektif. Penelitian ini meliputi skrining fitokimia; ekstraksi; pengujian parameter ekstrak; pengujian aktivitas ekstrak sebagai repelen; formulasi losio ekstrak; evaluasi sediaan losio dari segi fisik, kimia, dan mikrobiologi selama waktu penyimpanan; pengujian iritasi losio; serta pengujian aktivitas repelen dalam sediaan losio. Konsentrasi ekstrak yang diuji aktivitasnya sebagai repelen adalah  5%, 10%, 20% b/v dan losio yang mengandung N,N-dietil-m-toluamid (DEET) 13 % sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan semua perlakuan memiliki aktivitas yang sama berdasarkan analisis statistik Anova. Sehingga dipilih konsentrasi 5% dalam formulasi losio. Kemudian dibuat formulasi losio dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 3%, 5%, dan 7%. Hasilnya diperoleh konsentrasi optimum ekstrak pada losio sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti adalah losio yang mengandung 7% ekstrak. Losio repelen yang dihasilkan memiliki kualitas fisik dan kimia yang baik, aman secara mikrobiologis, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, dan rata-rata daya proteksinya lebih baik dibandingkan losio yang mengandung DEET 13% dengan daya proteksi sebesar 65,76% selama 6 jam pemakaian.  Kata kunci : Limbah hasil penyulingan minyak nilam, Repelen, Aedes aegypti, Losio ABSTRACT Residue of nilam oil distillation contains nonvolatile terpens which has repellent activity. The aims of this research are finding the activity of extract ethanol of nilam oil distillation residue as Aedes aegypti mosquito repellent and its optimum concentration, and finding the formulation of lotion from extract ethanol of nilam oil distillation residue which has good quality, safe, stable, and effective when it applied. The methods used are phytochemical screening; extraction;  standarization extract assay; repellent extract activity assay; repellent lotion formulation;  physical, chemical, and microbiological evaluation; skin irritation test; and repellent lotion activity assay. The concentrations of extract used to test the repellent activity were 5%, 10%, 20% w/v, and lotion that contains 13% of (N,N-diethyl-m-toluamide) DEET was used as positive control. The result concluded that all  samples have same activities based on Anova statistical method. Thus the extract concentration chosen for formulation was 5%. Then lotion formulation is made with variated extract concentration 3%, 5%, dan 7%. The result showed that the most optimum extract concentration of lotion that gave repellent activity towards Aedes aegypti is 7%. Lotion had good physical and chemical  quality, microbiologically safe, non iritant and lotion that contains of 7% extract has protection level mean better than lotion that containing 13% DEET with protection level 65,76% for 6 hours application. Key : Nilam oil distillation residue, Repellent, Aedes aegypti, Lotion