This Author published in this journals
All Journal Farmaka
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI IN-VITRO KETOPROFEN MELALUI RUTE TRANSDERMAL Purnama, Handi; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.853 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8575

Abstract

Ketopropen merupakan analgesik perifer yang digunakan untuk rheumatoid arthritis, osteoarthritis, pirai, dismenore, dan keadaan nyeri lainnya. Ketoprofen memiliki beberapa kelemahan, yaitu praktis tidak larut dalam air, kecepatan disolusi dan bioavailabilitasnya rendah, serta waktu eliminasinya cepat. Rute transdermal merupakan salah satu alternatif untuk memperbaiki kekurangan ketoprofen dengan cara menghantarkan obat masuk secara terkendali ke dalam tubuh melalui kulit untuk mendapatkan efek sistemik. Rintangan utama pemberian obat secara transdermal adalah lapisan stratum korneum yang mempunyai struktur yang kompak dan sulit ditembus. Kemampuan pelepasan obat dari polimer merupakan salah satu hal yang sangat mempengaruhi keberhasilan sediaan. Oleh karena itu, untuk melihat penetrasi obat secara transdermal, tahap awal yang perlu dilakukan adalah melalui studi in-vitro. Studi in-vitro untuk sediaan transdermal dapat dilakukan dengan mengamati profil pelepasan menggunakan alat disolusi, aparatus I (metode basket) maupun profil permeasi dengan aparatus I untuk disolusi menggunakan tube silinder yang dimodifikasi, atau menggunakan sel difusi Franz. Uji permeasi dilakukan menggunakan kulit bagian abdomen dari tikus, membran lepasan kulit ular, atau kulit mayat manusia sebagai membran. Penetrasi dari ketoprofen melalui membran dapat dihitung dengan menggunakan hukum Ficks I. Kinetika pelepasan ketoprofen untuk sediaan trandermal dapat mengikuti kinetika pelepasan orde nol, orde satu, atau orde Higuchi. Pengembangan formula untuk sediaan ketoprofen secara transdermal sudah banyak dikembangkan, yaitu melalui berbagai penelitian menggunakan etanol, matriks polimer, gel pseudolateks, sistem vesikular, plasticizer, peningkat penetrasi, serta zat adhesif untuk meningkatkan profil in-vitro dari ketoprofen. Kata kunci: ketoprofen, transdermal, in-vitro.
INOVASI APLIKASI TEN-SHIELD UNTUK MENGURANGI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN HIPERTENSI PURNAMA, HANDI; Pranasti, Ernestine Arianditha; Rahayu, Driyanti; Putriana, Norisca Aliza
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.506 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13353

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global, di Indonesia sendiri 25,8% penduduknya menderita hipertensi. Hal ini menimbulkan suatu permasalahan baru, yaitu Drug Related Problems (DRP) pada penderita hipertensi. Di sisi lain, teknologi yang kian berkembang membuat sebagian besar masyarakat menggunakan ponsel pintar guna membantu kegiatan sehari-hari. Dengan memanfaatkan teknologi, inovasi aplikasi Ten-Shield menjadi solusi untuk mengurangi permasalahan DRP pada pasien hipertensi. Metode dilaksanakan dengan melakukan perincian terhadap masalah yang diteliti, pengumpulan data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang dicapai berupa aplikasi yang didesain khusus dengan berbagai fitur, antara lain laman pendaftaran, laman berita, faktor risiko, pengobatan, perkembangan kesehatan, pertanyaan dan komunitas, serta fitur profil. Aplikasi Ten-Shield yang berbasis sistem operasi ini dapat membantu mempertimbangkan pemilihan obat berdasarkan faktor risiko pribadi pasien, pertimbangan mengenai kombinasi maupun dosis obat. Melalui aplikasi yang menarik perhatian pasien, kepatuhan pasien dapat ditingkatkan terutama terkait penggunaan obat. Aplikasi terintegrasi dengan apoteker sehingga secara tidak langsung apoteker dapat memonitoring dan mengevaluasi penggunaan obat pada terapi.Kata kunci: hipertensi, DRP, Ten-Shield, obat, apoteker.
PROSES PENYEMBUHAN DAN PERAWATAN LUKA : REVIEW SISTEMATIK Purnama, Handi; Sriwidodo, Sriwidodo; Mita, Soraya Ratnawulan
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.859 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13366

Abstract

Luka merupakan suatu bentuk kerusakan jaringan pada kulit yang disebabkan oleh kontak fisika (dengan sumber panas), hasil dari tindakan medis, maupun perubahan kondisi fisiologis. Ketika terjadi luka, tubuh secara alami melakukan proses penyembuhan luka melalui kegiatan bioseluler dan biokimia yang terjadi secara berkesinambungan. Proses penyembuhan luka dibagi ke dalam lima tahap, meliputi tahap homeostasis, inflamasi, migrasi, proliferasi, dan maturasi. Akhirnya, pada tahap proliferasi akan terjadi perbaikkan jaringan yang luka oleh kolagen, dan pada tahap maturasi akan terjadi pematangan dan penguatan jaringan. Penyembuhan luka juga dipengaruhi oleh faktor-faktor di dalam tubuh, yaitu IL-6, FGF-1, FGF-2, kolagenase, H2O2, serta BM-MSCs. Perawatan luka dapat dilakukan dengan menggunakan selulosa mikrobial, balutan luka, maupun modifikasi sistem vakum. Terapi gen juga mulai dikembangkan untuk penyembuhan luka, diantaranya aFGF cDNA, KGF DNA, serta rekombinan eritropoietin manusia. Pengembangan formula dari sistem dan basis yang digunakan juga dilakukan untuk membantu proses penyembuhan luka. Zat aktif dari bahan alam pun akhir-akhir ini gencar dikembangkan sebagai alternatif pengobatan.Kata kunci : Luka, penyembuhan luka, perawatan luka.